Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Jawaban Dari Pertanyaan..


__ADS_3

<<<<<


"Liora, Mario masih di Paris, Mario sedang sakit keras, dan sekarang dia sekarat, dan kami semua akan ke Paris, hiks," ujar Maria sambil menangis


"Apa kamu bilang Mario sakit...!!!" Liora pun langsung terkejut, Lalu...


Taakkkk


Hp yang di pegangnya pun terjatuh ke lantai, membuat Lesya dan Michael langsung melihat ke arah Maria.


"Momy ada apa?" tanya Lesya


"Liora, apa yang terjadi?" sambung Michael.


Saking syoknya, Liora pun menjatuhkan dirinya di lantai dengan posisi duduk, sontak membuat Lesya dan Michael terkejut, mereka pun langsung menghampiri Liora.


"Momy, Momy kenapa?" tanya Lesya sambil memeluk Liora.


Liora pun menundukkan kepalanya, "Mario, Mario..." lirih Liora, Lalu...


"Liora, apa kamu masih di sana, halo Liora..." suara Maria dari hpnya Liora


Lalu Michael mengambil hpny Liora, "Halo Maria ini aku Michael, sebenarnya apa yang terjadi sehingga Liora sampai Syok begitu?" tanya Michael


"Aku memberitahu ke Liora, kalau Mario lagi sakit," jawab Maria


"Apa, lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Michael pun bertanya kembali


"Dia sedang sekarat, kami semua akan ke Paris, aku ingin mengajak Liora juga, walau bagaimanapun Liora juga bagian dari keluarga Fuca," ujar Maria.


"Oh, iya nanti saya akan bicara pada Liora," kata Michael


Lalu Maria pun menutup telponnya.


"Honey, Mario.." lirih Liora


Michael pun mendekati Liora, dan memegang kedua pundak Liora.


"Liora, ayo kita bangun, kita duduk di sana ya..!!" ajak Michael.


Liora pun menganggukkan kepalanya, ia langsung bangun dari duduknya, di bantu oleh Michael dan Lesya, Mereka pun memapah Liora, setelah sampai mereka pun langsung mendudukan Liora di atas Sofa.


"Aninda..." seru Michael


Lalu Aninda (Maid) pun datang, "Iya Mr, ada apa?" tanyanya.


"Tolong ambilkan air minum, sekalian buat teh hangat untuk Mrs Liora..!!" pintah Michael, Aninda pun langsung ke dapur.


"Daddy, apa yang terjadi pada Momy?" tanya Lesya sambil memijat tangan Liora.


"Momy tidak apa-apa girls, sebentar ya Daddy ingin bicara dengan Momy," Pinta Michael.


Lesya pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah Dad," ucap Lesya,


Michael lalu memegang tangan Liora, "Liora, aku tahu perasaanmu, tapi kamu harus tenang dulu," tutur Michael.


Lalu Aninda pun datang membawakan minuman, lalu ia menarohnya di atas meja, setelah itu dia langsung kembali ke dapur.


"Ini kamu minum dulu, supaya kamu lebih tenang," kata Michael sambil memberikan minuman ke Liora, Liora langsung mengambil minuman yang di berikan oleh Michael dan meminumnya.


"Sudah merasa tenang?" tanya Michael.


"Iya, Thanks honey," ucap Liora.


"Liora, tadi Maria sudah memberitahuku tentang keadaan Mario aku turut perihatin, dan lagi dia ingin mengajakmu pergi ke Paris," ujar Michael, "Apa kau akan pergi ke sana?"


"Tentu, aku akan pergi ke sana, walau bagaimanapun Mario itu keluargaku, walau statusku hanya anak angkat di Keluarga Fuca," papar Liora.


"Baiklah kalau begitu, aku akan suruh para Maid membereskan barang yang akan kau bawa, tapi maaf Liora, aku tidak bisa ikut ke Paris, karena ... ...," ujar Michael namun..


"Iya honey aku juga mengerti, kau pasti sibuk kan," sela Liora, "Lalu bagaimana denganmu Lesya?" tanya Liora


Lesya pun menggelengkan kepalanya, "Sorry Momy, Lesya ingin sekali ikut dengan Momy, tapi Lesya masih ada Ujian Momy, besok adalah hari terakhir," jelas Lesya.


"Iya sayang, kamu Fokus dulu pada Ujian sekolahmu itu, Honey bisakah kamu mengantarku ke rumah Maria, aku akan berangkat bareng dengan Maria dan lainnya," ujar Liora.


"Iya, nanti aku dan Lesya antar kamu ke rumah Maria," kata Michael


"Momy yang sabar ya, Momy jangan sedih nanti Lesya juga ikut sedih," kata Lesya sambil memeluk Liora.


"Iya Lesya, Thanks ya Honey," ucap Liora sambil tersenyum. Lalu mereka bertiga pun langsung berpelukan...


*****


^Di Rumah Maria


Setelah menghubungi Liora, Maria pun langsung masuk ke kamar Kimberly.


`Kamar Kimberly

__ADS_1


Ceklek...


Maria pun membuka pintu kamarnya Kimberly, di sana Archo sedang duduk di samping Kimberly, yang saat itu sudah sadar dari pingsannya.


"Mam, bagaimana apa Tante Liora akan ikut dengan kita?" tanya Archo.


"Dia belum menjawab apa-apa sayang, tadi pas Mam memberitahu pada Liora, dia malah Syok, tapi Uncle Michael akan bicara dengan Liora," kata Maria.


"Oh begitu, yaudah kita tunggu Tante dulu, walau bagaimanapun Tante juga keluarga kita," tutur Archo.


"Iya, Kimberly kenapa makanannya gak di makan?" tanya Maria


Kimberly langsung menggelengkan kepalanya, "No, I'm not hungry Mam (aku tidak lapar Mam) Kim hanya ingin segera bertemu dengan Daddy," ujar Kimberly yang terus menundukkan kepalanya.


"Kimberly.." lirih Maria.


"Dari tadi juga Archo bujukin Kimberly buat makan tapi dia tetap saja gak mau," papar Archo.


Maria pun menghela nafasnya, ia langsung mendekati Kimberly, dan mengambil makanan yang berada di atas nakas.


"Kim, ayo makan sayang, jangan sampai kamu sakit, ayo walau satu atau dua suapan saja juga gak apa-apa, asalkan perutmu terisi, dari semalam setelah kamu sadar, kamu gak makan sama sekali, bahkan tidur juga tidak, yang ada hanya nangis terus, dan sekarang keadaanmu makin berantakan," papar Maria.


"Terserah Mam mau ngomong apa, Kim gak mau makan, Kim mau Daddy," ujar Kimberly memalingkan wajahnya.


"Udah Mam gak usah di paksain, nanti kalau lapar juga dia akan minta makan," celetuk Archo.


"Hmmmm Baiklah kalau begitu," lirih Maria, lalu ia meletakkan makanannya kembali di atas nakas.


*****


Sementara itu....


Setelah selesai makan, Ray dan lainnya pun langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke Resto. Lalu kemudian...


Triiiiiing... Triiiiiing..


Suara Hp Zuy tiba-tiba berdering, ia pun langsung mengambil hpny dari dalam tasnya, setelah di ambil ia pun langsung melihat layar hpny 'Bi Nana Calling'


"Telpon dari Siapa Kak?" tanya Ray


"Bi Nana Tuan, sebentar ya Zuy jawab dulu," kata Zuy, ia pun menjawab panggilan telpon tersebut.


"Iya Bi ada apa? Zuy udah di jalan menuju ke Resto," ujar Zuy


"Kamu gak usah ke Resto Zuy," kata Bi Nana


"Soalnya Resto udah tutup Zuy, semua bahan makanan udah habis, Bi Nana sama Aries juga udah ada di jalan arah pulang," ujar Bi Nana.


"Oh Syukurlah kalau gitu, tapi kan motor Zuy masih di Resto Bi, ya otomatis Zuy harus kesana dulu Bi," kata Zuy.


"Soal motormu tenang aja Zuy, gak bakalan kemana-mana, tadi Bi Nana sama Aries udah antar motormu pulang, kebetulan kamu ninggalin kunci motor di Resto, jadi Aries yang bawa motormu itu, oh iya terus Bi Nana udah naroh makanan di dalam kulkas, jangan lupa di makan ya..!!" ujar Bi Nana.


"Oh, iya terimakasih banyak Bi Nana," ucap Zuy


"Yaudah kalau gitu Zuy, kamu jangan lupa istirahat..!!"


Lalu mereka memutuskan telponnya...


Ray lalu melihat ke arah Zuy, "Ada apa Kak?"


"Bi Nana bilang katanya Resto udah tutup," jawab Zuy sambil menaroh Hpnya ke dalam tas.


"Oh begitu, lalu kita eeh maksud Ray Kakak mau kemana? kan Resto udah tutup," tanya Ray


"Untuk sekarang, Zuy ingin pulang ke rumah Tuan, karena Zuy ingin langsung istirahat, hari ini rasanya cape banget," kata Zuy, "Tolong antar Zuy pulang ya Pak Davin, Tuan Muda," imbuhnya.


"Oke siap Zuy," ucap Davin.


Mendengar itu Ray langsung terdiam dengan raut wajahnya yang muram dan nampak kecewa.


"Hah, kenapa harus pulang sih," gumam Ray.


"Hmmm, anda barusan bilang apa Tuan?" tanya Zuy sambil melirik Ray.


Ray pun mengibaskan kedua tangannya. "Ti-tidak, aku tidak bilang apa-apa, hehehe..." papar Ray dengan gugupnya.


"Oh, aku pikir anda bicara sesuatu," lirih Zuy.


"M-mana mungkin, yaudah kita antar Kakak pulang ke rumah," ujar Ray.


Zuy pun tersenyum. "Terimakasih banyak Tuan Muda."


Deeeg


Ray langsung terpesona melihat senyuman Zuy, pipinya merah merona. Seketika ia memalingkan wajahnya yang sedang tersipu itu.


"I-iya sama-sama Kakak," kata Ray.


"Hmmm dasar bucinnya Zuy, di kasih senyuman aja langsung memerah, heh...." batin Davin.

__ADS_1


Ia pun melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke arah rumah Zuy.


******


^Di Rumah Zuy


Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan yaitu rumah Zuy. Davin memarkirkan mobilnya di halaman depan dari rumahnya Zuy, Zuy langsung turun dari mobilnya Ray.


"Tuan Muda, Pak Davin, terimakasih banyak sudah mengantar Zuy pulang, dan terimakasih juga untuk hari ini udah bantuin Zuy," ucap Zuy


"Iya sama-sama Zuy, tapi maaf kami gak bisa mampir, karena udah malam juga," ujar Davin.


"Iya gak apa-apa kok Pak Davin, yaudah kalau gitu Zuy ke rumah dulu ya, Kalian hati-hati di jalan!" kata Zuy,


Ia pun langsung berjalan menuju ke rumahnya, akan tetapi...


"Kak Zuy, tunggu...!!" Ray langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Zuy.


Zuy lalu berhenti dan berbalik ke arah Ray, "Ada apa lagi Tuan Muda?"


Ray lalu menghela nafasnya. "Huh.... Kak soal ajakan Ray untuk menikah tadi, apa Kakak ingin menjawabnya sekarang?" tanya Ray


"Tuan Muda, apa anda benar-benar sedang demam? Soalnya bicara anda ngelantur lagi," papar Zuy.


Mendengar itu, Ray langsung memeluk pinggang Zuy, dan satu tangannya memegang dagunya Zuy, lalu mendongakkannya sehingga pandangan mereka saling bertemu.


"Tu-Tuan Muda apa yang anda lakukan?" tanya Zuy


"Apa Ray terlihat seperti sedang ngelantur bicara atau seperti orang yang sedang mengigau? Sehingga di anggap sedang demam oleh Kakak," ujar Ray dengan tatapan tajam.


"Maaf kalau Zuy berkata seperti itu, tapi Zuy bingung menjawabnya, Tuan Muda kan tau kalau Zuy ...." ujar Zuy akan tetapi..


"Soal janji Kakak terhadap Papah Kakak, Ray janji akan bantu mencari keberadaan Mamah Kakak, Ray janji akan menemukannya dan langsung membawanya ke Kakak," kata Ray dengan tegasnya.


"Tapi bagaimana dengan Kimberly? Calon tunangan anda Tuan?" tanya Zuy. "Zuy gak mau di anggap perebut milik orang lagi atau di anggap duri penusuk hubungan orang," papar Zuy.


"Kakak, Ray gak ada hubungan apa-apa dengan Kimberly, tentang pertunangan Ray dengannya itu hanya rencana mereka, bukan kemauan Ray. Ray hanya menganggap Kimberly sebagai adik saja, gak lebih dari itu. Ray juga sudah muak dengan drama yang mereka buat, Ray hanya ingin bersama dengan Kakak. Karena Kakak, Ray bisa seperti ini," ungkap Ray.


"Tuan Muda, maaf..." lirih Zuy,


Lalu ia melepaskan pegangan Ray dan berjalan menuju ke arah rumahnya.


"Kak Zuy...," lirih Ray dengan penuh kekecewaan, dia menganggap bahwa dirinya telah di tolak.


Lalu kemudian Zuy menghentikan langkahnya dan ia kembali menoleh ke arah Ray.


"Tuan Muda, anda jangan berfikir kalau Zuy menolak Tuan Muda. Zuy hanya ingin Tuan Muda mengerti tentang Zuy, dan maaf Tuan Muda, bukannya Zuy egois tapi Tuan harus menyelesaikan masalah Tuan dengan keluarga Tuan. Satu lagi Zuy harap Tuan Muda bisa menunggu Zuy siap," ujar Zuy.


Mendengar perkataan Zuy, mata Ray langsung terbuka lebar, wajahnya pun kembali sumringah, senyumnya terukir di bibirnya.


"Ja-jadi Kakak ... ...,"


Zuy hanya menyunggingkan senyuman manisnya tanpa berkata apa-apa lagi, lalu ia berbalik dan berjalan menuju ke rumahnya.


"Ray janji akan menyelesaikan masalah Ray dengan Kimberly, dan Ray janji akan menunggu Kakak!" seru Ray dengan senangnya, lalu...


Tiiiiin... (Suara klakson mobil)


Sontak membuat Ray terkejut dan membalikan badannya.


"Tuan Ray, sudah belum pacarannya? Ayo kita pulang sudah malam nih." teriak Davin.


"Iya, iya Kak Davin maaf.." ucap Ray,


Lalu ia bergegas menuju ke mobil dan segera masuk ke dalam mobil, setelah itu Davin langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Zuy.


°°°°°


`Di dalam Rumah Zuy


Sementara itu, setelah berada di dalam rumahnya, Zuy berdiri di balik pintu, tangannya terus memegangi dadanya karena jantungnya yang terus saja berdegup kencang.


"Aaah.. apa yang baru saja aku katakan padanya, tapi ..., hmmm... Tuan Muda, semoga saja ini berjalan dengan baik.." katanya sambil mendongakkan kepalanya ke atas dan tersenyum...


**Bersambung..


Catatan Tambahan....


Sementara itu beberapa saat sebelumnya...


Nampak dari kejauhan, seseorang sedang melihat Zuy yang sedang di peluk Ray, lalu ia bersembunyi di balik tiang listrik agar tidak ketahuan.


"Hmmm, berita terbaru, harus di publikasikan ke ibu-ibu ini.. hehehe," kata seseorang itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2