Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Bekas Lipstik Menempel..!!


__ADS_3

<<<<<


Namun ada pemandangan yang tidak menyenangkan, Zuy melihat sesuatu yang menempel pada kemeja putih Ray, yang membuatnya kesal, ternyata itu adalah...


"Be-bekas bibir...!!"


Lirih Zuy, lalu ia mendongakkan kepalanya ke arah wajah Ray yang tengah sibuk membetulkan sealt beat, sesaat kemudian pandangannya pun beralih mengarah kembali ke kemeja yang terdapat tanda bekas bibir.


Zuy pun mengerutkan dahinya, "Warna lipstik ini persis dengan lipstik yang di pakai Nona Erlin, apa jangan-jangan Tuan Muda dan Nona Erlin?" batin Zuy yang menduga-duga, ia pun menundukkan kepalanya sambil meremas gaunnya.


"Nah, sudah bener lagi," ujar Ray sembari beralih dari posisinya, kemudian ia menarik sealt beatnya dan memakaikannya pada Zuy.


Setelah selesai, mata Ray beralih melihat Zuy yang tengah menunduk.


"Kak.." panggil Ray


Namun Zuy tidak menyahut panggilan Ray, ia terus diam sembari menundukkan kepalanya. Melihat gelagat Zuy yang tidak terbiasa, Ray pun mengulurkan tangannya ke arah pipinya Zuy, akan tetapi saat tangan Ray sudah menempel di pipi Zuy, tiba-tiba...


Paak..


Zuy menepis keras tangan Ray, sontak membuat Ray terkejut karena tidak biasanya Zuy seperti itu. Lalu kemudian Ray memegang kedua pundak Zuy.


"Kakak ada apa? kenapa Kakak tiba-tiba begini?" tanya Ray


Zuy pun mengangkat kepalanya, sehingga pandangan mereka saling bertemu. Kemudian Zuy menatap Ray dengan tatapan yang tidak biasa, yaitu tatapan yang menunjukan bahwa Zuy benar-benar sedang kesal.


Melihat tatapan Zuy yang tak biasa, Ray pun merasa curiga, lalu ia bertanya, "Kak, kenapa menatapku seperti itu? apa Kakak sedang marah padaku?"


Mendengar pertanyaan Ray, sesaat Zuy memejamkan matanya, kemudian ia menarik nafas dan menghembuskannya.


Fyuuuuh...


Lalu Zuy membuka matanya dan menatap Ray kembali.


"Tuan Muda, Zuy cape ingin istirahat, bisakah kita pulang sekarang..!!" titah Zuy.


Ray pun mengangguk, perlahan ia menurunkan tangannya dari pundak Zuy, kemudian Ray menggeserkan badannya dan kembali ke kursi kemudinya, ia pun menyalakan mobilnya, lalu Ray melirikkan matanya ke arah Zuy.


"Sebenarnya ada apa dengan Zuy, kenapa tiba-tiba sikapnya jadi seperti ini, apa dia benar-benar marah karena kejadian tadi itu," batin Ray sembari mencengkram kuat setirnya.


Sesaat setelahnya, Ray langsung menancapkan gas mobilnya dan mereka pun pergi meninggalkan Perusahaan CV.


*************


Rumah Pak Wildan


Sementara itu, Erlin nampak duduk di depan meja rias yang berada di dalam kamarnya, sambil menghapus make up yang menempel di wajahnya, saat ia hendak menghapus lipstiknya, ia tiba-tiba mengingat sesuatu sehingga menghentikan aktivitasnya.


Lalu Erlin beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia mendekatkan wajahnya pada cermin rias di depannya sembari memegang bibirnya yang merah karena lipstik.


"Saat aku memeluk Tuan Ray, Wangi parfum dari tubuh Tuan Ray begitu melekat di hidungku, ingin rasanya aku memeluknya lebih lama lagi, tapi sayangnya gara-gara si OB j*lang itu, Tuan Ray jadi mendorongku, Aah dasar j*laaang.."


Erlin pun berjalan beberapa langkah ke tempat tidurnya, setelah itu, ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Lalu kemudian..


Drrrrrtttt.. Drrrrrttt...


Mendengar hpnya berbunyi, ia segera bangkit dari posisinya dan duduk di tepi ranjang, Erlin pun langsung mengambil hpnya yang berada di atas nakas.


"Anne..!!"


Lontar Erlin, kemudian ia pun menjawab panggilan tersebut.


"Malam Lin," suara Anne dari telponnya.


"Malam juga Ann, tumben jam segini telpon, biasanya juga udah tidur," balas Erlin.


"Aku gak bisa tidur Lin, karena penasaran tentang rencana yang aku berikan padamu, apa itu berhasil membuat mereka bertengkar?" tanya Anne


Lalu Erlin menghela nafasnya, "Rencana yang pertama kamu berikan gagal Ann, gara-gara si j*lang, aku pikir dia bakalan nyerah, eh gak tahunya dia malah bicara padaku kalau Tuan Ray sudah melamarnya dan akan segera menikah," jelas Erlin.


Anne pun terkejut mendengar penjelasan Erlin, "Apa..!! Tuan Ray melamarnya, lalu kamu percaya sama bualan j*lang itu Lin?" tanya Anne.


"Ya, tentu aku tidak percaya padanya, dan lagi mana mungkin Tuan Ray melamar OB j*lang seperti dia," papar Erlin.


"Yupz bener banget itu, lalu bagaimana dengan rencana ku yang lainnya?" tanya Anne


"Kalau itu, aku sudah memberikan tanda bibirku pada kemeja Tuan Ray sesuai rencana yang kau berikan padaku," ujar Erlin


"Bagus, kali ini mereka berdua pasti bertengkar," kata Anne


"Ya Anne semoga saja," lirih Erlin.


Lalu mereka berdua pun melanjutkan obrolannya.


***************


Rumah Ray

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah, lalu Ray menghentikan mobilnya pas di halaman rumahnya.


"Kakak, tunggu sebentar biar Ray yang membukakan pintunya," pinta Ray.


Akan tetapi, saat Ray hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba Zuy sudah terlebih dulu membukakan pintunya dan keluar dari mobil Ray, lalu kemudian...


Braaaak...


Zuy menutup pintu mobilnya dengan kencang, dan bergegas menuju ke arah pintu rumah, sontak membuat Ray terkejut, Ray segera turun dari mobilnya. Setelah turun dari mobilnya, Ray pun langsung mengejar Zuy.


Sesampainya di depan pintu, Zuy pun memijit bel pintu rumah Ray, namun belum ada yang membukakan pintunya, lalu dari belakang Zuy, Ray tiba-tiba menarik lengan Zuy, dan membuat Zuy membalikan badannya menghadap ke arah Ray.


"Tuan Muda, apa yang anda lakukan, lepasin lengan Zuy..!!" pinta Zuy dengan nada keras.


"Kakak, sebenarnya apa yang terjadi? apa Kakak marah padaku?" tanya Ray


Zuy pun menundukkan kepalanya dan terdiam, akan tetapi saat pandangannya mengarah ke arah kemeja Ray yang terdapat bekas bibir menempel, sontak rasa kesal itu kembali muncul. Lalu dengan sekuat tenaga Zuy melepaskan lengannya dari tangan Ray dan segera memutarkan badannya ke arah pintu.


Saat hendak memijit bel kembali, seseorang langsung membukakan pintunya, dan ternyata adalah Davin dengan masker di wajahnya.


"Ck, pantas saja lama, ternyata lagi nempelin adonan mocinya," gumam Ray. Lalu..


"Kenapa kalian baru datang? Apakah kalian berkencan terlebih dahulu?" tanya Davin


"Maaf Pak Davin, Zuy masuk duluan, permisi.." ucap Zuy


"Oh iya Zuy," balas Davin, kemudian Zuy pun masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke arah kamarnya.


"Apa Zuy sedang marah Tuan Ray?" tanya Davin


"Entahlah..." lirih Ray sambil berjalan masuk.


Kemudian Ray langsung mendudukan dirinya di atas sofa, dan menyandarkan kepalanya, sedangkan Davin menutup pintunya, setelah itu ia menghampiri Ray.


"Apa yang terjadi Tuan Ray?" tanya Davin


"Hah, mungkin dia marah, karena tadi melihatku berpelukan dengan anaknya Pak Wildan, padahal bukan seperti itu, ia sengaja menjatuhkan tubuhnya ke arahku dengan bantuan sekertarisnya, sehingga kami terlihat seperti sedang berpelukan ...,"


"Dan sampai meninggalkan bekas lipstik di kemeja anda Tuan Ray.." sela Davin.


Ray terkejut mendengar perkataan Davin, ia segera mengangkat kepalanya, "Apa maksud Kakak?" tanya Ray


"Anda lihat sendiri, di kemeja anda.." ujar Davin sambil menunjuk ke arah kemeja Ray yang terdapat bekas lipstik tersebut.


Ray kemudian melihat ke arah kemejanya, dan sontak membuatnya terkejut.


Davin pun mengangguk, "Iya itu Tuan Ray, wajar kalau Zuy sangat marah," jelas Davin


Ray kemudian membuka satu-persatu kancing kemejanya, setelah itu Ray langsung melepaskan kemejanya dan melemparkannya pada Davin.


"Buang...!!" perintah Ray.


"Apa, di bu-buang Tuan?" tanya Davin


"Iya buang, bila perlu bakar sekalian..!!" pintanya dengan nada keras.


Davin pun mengangguk, "Baiklah Tuan Ray." ucap Davin.


"Padahal aku ingin memberikan rekaman yang dari Airin, tapi nanti saja deh," batin Davin.


"Kenapa masih berdiri, cepat buang..!!"


"Ah, iya baik Tuan Ray.." Davin pun bergegas menuju ke dapur.


Sedangkan Ray langsung beranjak dari sofa dan ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar Zuy.


Kamar Zuy


Beberapa menit sebelumnya...


Setelah masuk ke kamarnya, Zuy langsung melemparkan tas yang di bawanya, lalu ia mendudukan dirinya di tepi ranjang dan menundukkan kepalanya.


"Apa yang aku lakukan, kenapa aku bisa sampai semarah itu pada Tuan Muda, hanya karena perbuatan Erlin, bukankah waktu itu aku sudah pernah bilang akan selalu percaya pada Tuan Muda, Aaaah... mungkin karena lagi datang bulan, jadi emosiku tiba-tiba naik, besok aku harus minta maaf pada Tuan Muda," kata Zuy.


Ia lalu bangkit dari tempat duduknya, kemudian ia melepaskan jepitan di rambutnya, setelah itu Zuy menarik reat sleting gaunnya hingga ke bawah, ia pun melepaskan gaun yang ia kenakan hingga tersisa kaos tank-top dan celana pendeknya.


Lalu kemudian Zuy membuka pintu lemarinya untuk mengambil piyama, dan betapa terkejutnya Zuy, melihat piyama miliknya tidak ada, yang ada hanya lingerie pemberian dari Yiou yang tergantung.


"Mana Piyama ku?"


Kemudian Zuy melihat ada catatan yang menempel di balik pintu lemarinya, Zuy pun langsung mengambil catatan itu dan membacanya.


"Maaf ya Baby, Piyama milikmu aku pinjam tadi, lalu setelah itu aku suruh Bu Ima mencucinya. Sementara kamu pakai dulu aja yang ada, oke My Baby.. hehehe.."


^^^Yiou^^^


Begitulah isi dari catatan tersebut.

__ADS_1


"Masa aku harus memakai ini...!!" seru Zuy. Lalu kemudian..


Tok.. Tok.. Tok..


Seseorang mengetuk pintu kamarnya...


"Sebentar...!!" seru Zuy


Zuy berjalan menuju ke arah pintu, saat hendak memutar handle pintu, Zuy tersadar bahwa ia hanya memakai celana pendek dan baju tank-top saja, ia pun berdiri di balik pintu.


"Siapa?" tanya Zuy


"Ini aku Ray, Kak," jawabnya dari luar kamar, dan ternyata dia Ray.


"Tuan Muda?" lirihnya, "Ada apa?"


"Sayang buka pintunya, Ray ingin bicara sama Kakak, Ray ingin minta maaf sama Kakak, soal kejadian tadi, Ray benar-benar gak memeluknya Kak, dia yang menjatuhkan tubuhnya sendiri pada Ray. Kak Ray mohon Kakak jangan salah paham, tolong maafin Ray Kak..," ucap Ray.


Zuy pun langsung tertegun saat mendengar ucapan Ray,


"Tuan Muda, harusnya Zuy yang minta maaf, bukan anda Tuan," batin Zuy, lalu..


"Tuan Muda, lebih baik anda istirahat saja, Zuy juga ingin tidur," seru Zuy.


Sebenarnya ia sangat ingin membukakan pintu kamarnya, dan langsung meminta maaf, akan tetapi karena pakaian yang ia kenakan, jadi Zuy mengurungkan niatnya.


"Baiklah kalau begitu Kak," ucap Ray yang kecewa.


Sesaat setelahnya, Zuy berjalan ke tempat tidurnya, kemudian ia menjatuhkan dirinya di atas kasur.


"Maaf Tuan Muda, sudah membuat anda kecewa," lirih Zuy, kemudian ia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


Sementara itu di luar kamar Zuy, Ray ternyata masih berdiri di balik pintu dengan posisi kepalanya yang menyandar di pintu kamarnya Zuy. Davin yang melihatnya langsung menghampiri Ray, lalu kemudian ia menepuk pundak Ray.


"Tuan Ray..."


Ray pun menoleh ke arah Davin, "Ada apa Kak?" tanyanya.


"Tuan Ray, lebih baik anda istirahat dulu, mungkin Zuy juga kecapean Tuan, dan lagi anda juga masih telanjang dada begitu, nanti bisa-bisa anda masuk angin, Tuan Ray," tutur Davin


Ray pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya.


"Hmmm, dasar kalian berdua.. lebih baik aku kembali ke kamar ngelanjutin baca buku dongeng yang aku pinjam ke Airin tadi," ujar Davin, Lalu ia pun bergegas menuju ke kamarnya.


***************


Amerika


Kediaman Michael


Sementara itu, nampak Maria dan Kimberly sedang di rumah Michael, mereka sedang berdiskusi tentang pertunangan Ray dan Kimberly. Sedangkan Michael masih berada di Perusahannya.


"Tentang pertunangan Ray dan Kimberly, bagaimana kalau kita adakan pertunangan mereka di sana.." usul Maria


"Ide bagus Maria, sekalian kita liburan di sana," ujar Liora


"Apa kamu setuju sayang?" tanya Maria pada Kimberly


Kimberly pun menoleh ke arah Maria, "Kim, ikut saja apa kata Mam dan Aunty Liora.." lirihnya


"Kimberly, kenapa sepertinya kamu tidak bersemangat?" tanya Maria


"Mam, Ay sekarang jarang menghubungi Kim, tidak pernah sama sekali, bahkan Kim telpon dan Chat pun gak di balas sama Ay Mam, Ay benar-benar sudah melupakan Kim," ujar Kimberly, nampak kesedihan di wajah Kimberly.


Melihat itu, Maria langsung memeluk Kimberly, "Hei sayang, Ray seperti itu mungkin karena dia sibuk, kan kamu tahu kalau calon suamimu itu Ceo terhebat di sana," tutur Maria


Kimberly pun mengangkat kepalanya dan menatap Maria, "Bukan seperti itu Mam, sesibuk apapun seseorang, pasti nyempetin buat hubungi calon tunangannya, tapi ini tidak Mam, Ay sepertinya mengabaikan Kimberly, Kim merasa kalau Ay di sana punya wanita lain selain Kimberly Mam, dan wanita itu pasti dia Mam," kata Kimberly.


Mendengar perkataan dari Kimberly, Maria langsung mengerutkan dahinya, "Maksudmu wanita yang bernama Zuy itu?" tanya Maria.


"Iya Mam, siapa lagi kalau bukan dia, kan cuma dia yang sangat dekat dengan Ay," pekik Kimberly


"Maria, apa kamu pernah bertemu dengannya?" tanya Liora


Maria pun mengangguk, "Iya Liora, aku sudah bertemu dengannya, memang benar Ray sangat perhatian padanya, di bandingkan dengan Kimberly, aku melihatnya dengan mataku sendiri," jelas Maria


"Berarti dia sangat berbahaya, dia pasti akan menggagalkan acara pertunangan Ray dengan Kimberly, ini tidak bisa di biarkan Maria," papar Liora


"Kamu benar Liora, Kimberly kamu tenang saja, jika wanita itu sampai berani mengambil Ray dan menggagalkan acara pertunangan kalian, Mam tidak akan tinggal diam, Mam akan buat perhitungan dengannya, dan Mam pastikan dia tidak akan berani mengganggu Ray lagi," ancam Maria


"Karena hanya kamu yang pantas menjadi istri Rayyan, Kimberly anak Mam tersayang..."


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author...♥🙏♥🙏

__ADS_1


__ADS_2