
<<<<<
"Kak Zuy tenang saja, Ray pasti akan menjaga Kakak, Ray gak akan membuat Kakak menangis lagi," batin Ray
"Zuy, bagaimanapun caranya, aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia selalu," kata hati Aries.
Lalu Zuy memeluk Nisan Ayahnya, di hatinya pun berkata, "Pah, maaf kalau Zuy datang dalam keadaan begini, ya Zuy sebenarnya lagi sedih, lagi-lagi ada orang yang membenci Zuy, bahkan di fitnah sebagai perebut milik orang, apa karena Zuy sampai sekarang belum menikah, Zuy sering di anggap wanita j*lang. Tapi ada alasan Zuy tidak mau menikah dulu, Zuy ingin impian Zuy tercapai Pah, itu janji Zuy di depan makam Papah."
Hiks.. Hiks...
Tak terasa tangisnya pun kembali pecah, Bi Nana yang di dekatnya sontak langsung memeluk Zuy. Aries dan Ray pun terpaku, karena mereka baru pertama kali melihat Zuy menangis seperti itu.
"Ssst.. Zuy udah jangan menangis, kamu seperti biasa kalau di bawa kesini pasti nangis begini, Bibi tau apa yang kamu rasakan karena dia juga Kakak Bi Nana, satu-satunya keluarga setelah orang tua Bi Nana," ujar Bi Nana mengelus kepala Zuy.
Zuy pun terus menangis sesenggukan, sehingga membuat Aries dan Ray merasakan kesedihan Zuy.
"Zuy andai cuma ada kamu, pasti aku yang akan memelukmu dan menghapus air matamu itu," batin Aries
Tak terasa Ray juga menitihkan air matanya dan di dalam hatinya pun berkata, "Kak, baru kali ini Ray melihat Kakak menangis seperti itu, rasanya Ray ingin sekali memeluk erat Kakak, menjadi penghapus kesedihan dan air mata Kakak."
Aries pun menoleh ke arah Ray, "Apa anda menangis Tuan?" tanya Aries
"Siapa yang nangis, mungkin anda kali yang menangis.." papar Ray memalingkan pandangannya sambil menghapus air matanya.
"Kakak Aries, Om ganteng, Kakak Zuy kenapa?" tanya Nara
Aries langsung menggendong Nara, ia pun menjawab pertanyaan Nara, "Kakak Zuy baik-baik aja Nara."
"Iya sayang, benar kata Kak Aries, Kakak Zuy gak kenapa-napa," ujar Ray memegang kepala Nara.
"Tapi kenapa Kakak nangis, siapa yang udah bikin Kakak nangis?" tanya Nara
Ray dan Aries pun langsung menatap satu sama lain, karena bingung harus jawab apa pada Nara.
"Udah Zuy kamu jangan nangis lagi, lihat Nara jadi banyak nanya kan, Aries dan Tuan Muda juga jadi kebingungan menjawab pertanyaan Nara," tutur Bi Nana.
Zuy lalu melepaskan pelukannya Bi Nana, ia pun mengusap air matanya.
"Ayo kita pulang..!" ajak Bi Nana
Zuy menganggukkan kepalanya, ia lalu kembali memegang Nisan Papahnya, "Pah, Zuy pulang dulu ya, kapan-kapan Zuy kembali lagi menemui Papah, dan Zuy janji akan membawa Mamah ke hadapan Papah," janji Zuy.
Mendengar perkataan Zuy, Bi Nana langsung melihat ke arah Zuy, "Zuy, kamu..." lirihnya, "Apa maksudnya barusan, apa dia benar-benar akan mencari Maria," batin Bi Nana
"Bi, Bi Nana ayo kita pulang..!!" ajak Zuy.
Bi Nana hanya menganggukkan kepalanya, ia dan Zuy langsung berdiri dari duduknya, setelah itu mereka meninggalkan makam Papahnya Zuy dan berjalan menuju ke arah luar makam.
"Zuy yang kamu katakan di makam tadi, apakah itu sungguh-sungguh?" tanya Bi Nana dengan rasa penasaran.
"Iya Bi, itu juga kalau Zuy bisa menemukan Mamah," jawab Zuy sambil tersenyum ke arah Bi Nana.
Bi Nana langsung terdiam, sedangkan Aries dan Ray yang berjalan di belakang Zuy hanya mendengarnya saja, walaupun di antara mereka masing-masing ada yang penasaran.
Setelah sampai di luar makam, mereka pun langsung berdiri sejenak.
"Tante, sebelum pulang kita mampir ke tempat makan dulu yuk..!!" ajak Aries.
"Ah iya bener juga, apalagi perjalanan kita membutuhkan waktu 2 jam lebih, yaudah kita cari tempat makan yang dekat sini aja," tutur Bi Nana.
Triiiiiing... Triiiiiing...
__ADS_1
Tiba-tiba Hp Ray berbunyi, ia langsung mengambil hpny di saku celana dan melihat layar hp, 'Davin Calling'
"Kak Davin? maaf semuanya, Ray angkat telpon dulu," papar Ray, lalu ia berjalan menjauh.
Setelah beberapa jarak dari Zuy dan lainnya, Ray pun langsung menjawab telpon tersebut.
"Ada apa Kak?" tanya Ray
"Maaf Tuan Ray, saya sudah melihat Cctv di Mall CCV tersebut, tentang kejadian yang menimpa Zuy kemaren Tuan," jawab Davin
"Lalu bagaimana, apakah terlihat jelas siapa yang melakukan itu terhadap Zuy? terus siapa orangnya?" tanya Ray
"Iya, di sini terlihat ada dua orang, yang satu sengaja mendekati Zuy dengan pura-pura menanyakan alamat supaya pandangan Zuy teralihkan, lalu satu orang lagi berjalan dari arah belakang, dan setelah berada tepat di belakang Zuy, ia langsung menyiramkan cairan kepada Zuy. Setelah itu ia langsung pergi, begitu pula dengan orang yang satunya, ia juga pergi begitu saja," jelas Davin.
"Oh ternyata dua orang, cepat cari mereka sampai ketemu, setelah itu bawa mereka ke hadapanku!!" perintah Ray.
"Ba-baik Tuan Ray, para pengawal yang di kirim oleh Pak Willy sedang mencarinya Tuan," ujar Davin.
"Oh begitu, baguslah.."
"Tuan, anda lagi di mana?" tanya Davin
"Saya lagi di Kota M, mungkin sampai rumah sore atau malam," jawab Ray.
"Oh yaudah kalau gitu Tuan, maaf kalau saya mengganggu," ucap Davin.
Lalu telpon pun terputus...
Setelah selesai, Ray pun kembali ke tempat di mana Zuy dan lainnya berada. Setelah sampai di tempat..
"Maaf menunggu lama, Kak Zuy masalah yang di Mall kemaren sudah ada ti... ...," belum juga selesai menjelaskan, Ray melihat Zuy menggelengkan kepalanya. Ray pun langsung terdiam.
"Ah itu Bi, kemaren Kak Zuy dan Kak Davin beli hp buat Ray di Mall, terus ada kesalahan dari penjualnya," kata Ray berbohong, "Maafin Ray Bi," batin Ray
Lalu saking gak percayanya Bi Nana dengan perkataan Ray, ia pun menoleh ke arah Zuy, "Apa benar yang di katakan Tuan Muda Zuy?" tanya Bi Nana
"I-iya Bi, benar apa yang di katakan Tuan Muda, tadinya Zuy juga mau ke sana, tapi kan Zuy sekarang lagi di sini, jadi Zuy nyuruh Pak Davin, hehehe.." jawab Zuy dengan gugup dan tangannya pun gemetaran.
"Oh jadi seperti itu, Bi Nana pikir kamu ada masalah Zuy.." ujar Bi Nana.
"Hahaha nggak kok Bi.." papar Zuy.
Aries yang menggendong Nara pun nampak mulai curiga dengan gelagat Ray dan Zuy, "Entah kenapa mereka sepertinya menyembunyikan sesuatu dari Bi Nana," batin Aries.
Kruyuuuuk..
Tiba-tiba suara perut Zuy berbunyi, ia pun terkejut dan langsung menutup wajahnya karena malu.
Mereka yang mendengarnya pun langsung tertawa, "Hahaha..."
"Hidiiih, Kakak Zuy kentut.." celetuk Nara
"I-ini bukan kentut Nara, tapi bunyi kepa ..., eh maksudnya perut Kakak," papar Zuy menahan rasa malunya.
"Yaudah ayo kita cari tempat makan, daripada nanti cacing di perutnya makin berontak," ledek Bi Nana
"Bi Nana...." seru Zuy..
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, Ray dengan Zuy, sedangkan Aries dengan Bi Nana. Setelah itu mereka pun langsung mengemudikan mobilnya dan meninggalkan tempat pemakaman itu.
`Di dalam mobil Ray...
__ADS_1
Ray gak berhenti menahan ketawa, Zuy yang melihatnya pun merasa sedikit kesal.
"Kalau mau tertawa, tertawa aja Tuan, huuuft.." gerutu Zuy
"Hehehe, maaf-maaf Kak, habis tadi lucu apalagi pas Nara bilang kalau itu suara kentut," papar Ray.
"Hmmm..." Zuy pun merajuk dan memalingkan pandangannya ke arah kaca mobil di sebelahnya.
"Duh ngambek, maafin Ray Kak..," ucap Ray.
Zuy hanya terdiam tanpa bicara apa-apa, ia hanya melihat pemandangan di luar.
Ray lalu menghela nafasnya, " Fuuh, Kak soal masalah di Mall CCV itu udah ada titik terangnya, oh iya Kak Ray mau nanya, waktu sebelum kejadian itu apa ada seseorang menanyakan alamat ke Kakak?" tanya Ray
Zuy langsung menoleh ke arah Ray, "Iya, ada wanita yang tiba-tiba nanya alamat ke Zuy," jawab Zuy
"Ternyata memang benar, pelakunya memang dua orang," jelas Ray
Zuy pun terkejut dan bertanya, "Du-dua orang, apa maksud anda Tuan?"
"Jadi begini, wanita yang tiba-tiba menanyakan alamat ke pada Kakak itu sebenarnya dia hanya ingin mengalihkan Kakak saja, sedangkan satunya si pelaku utamanya juga wanita, dan ia langsung kabur setelah melakukan itu pada Kakak," ungkap Ray. "Apa Kakak pernah bersinggungan dengan mereka?" imbuh tanyanya.
"Apa, Zuy gak pernah bersinggungan dengan siapapun, selain ... ...," ujar Zuy namun belum selesai, ia langsung terdiam.
"Kenapa diam Kak? selain siapa memangnya?" tanya Ray
"Oh bukan siapa-siapa Tuan, udah fokus nyetirnya..!!" suruh Zuy.
"Iya Kakak.." ucap Ray, "Sepertinya Kak Zuy menyembunyikan sesuatu dari ku, ah biarin deh nanti juga Kak Zuy bakalan cerita ke Ray," batin Ray.
`Sementara itu di mobilnya Bi Nana
Selama di perjalanan, Bi Nana hanya duduk terdiam dan melamun sambil memikirkan perkataan Zuy waktu di makam, Aries pun jadi kebingungan dan penasaran melihat Bi Nana seperti itu,
"Tante ada apa?" tanya Aries, namun Bi Nana tetap terdiam, Aries pun menepuk pundak Bi Nana.
Bi Nana pun langsung terkejut dan tersadar dari lamunannya, "Eeh ada apa Ries?" tanya Bi Nana
"Ada apa Tan, kenapa Tante diam aja, apa ada masalah?" tanya Aries.
"Ah maaf Ries, tadi Tante hanya mikirin perkataan Zuy waktu di makam Papahnya," jawab Bi Nana.
"Perkataan Zuy? perkataan yang mana Tan?" tanya Aries kembali
"Yang dia bilang akan membawa Mamahnya ke hadapan makam Papahnya," jelas Bi Nana.
"Lalu kenapa Tante seperti itu, ya bukannya bagus Tan," ujar Aries
Bi Nana pun menghela nafasnya, "Huuu, ya memang bagus, tapi dia gak tau Mamahnya siapa," celetuk Bi Nana
"Oh seperti itu, kenapa Tante Nana gak bilang aja ke Zuy siapa Mamahnya, bukannya akan lebih baik kalau Zuy tau Maria itu adalah Mamah kandungnya Zuy," ungkap Aries.
Mendengar itu Bi Nana pun langsung terkejut, "Bagaimana kamu tahu kalau Maria itu Mamah kandungnya Zuy?" tanya Bi Nana
"Ah maaf Tan, soal itu Aries tahu dari ... ...,"
***Bersambung....
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1