
<<<<<
Tiiiiiin
Suara klakson mobil yang baru datang dan mobil itu menghalangi mobilnya Bi Nana, Zuy dan yang lainnya menoleh ke arah mobil tersebut. lalu seseorang turun dari mobilnya dan menghampiri Zuy dan lainnya.
"Kak Zuy, Bi Nana kalian mau kemana?" tanyanya.
"Hah Tuan Muda...!!!"
"Oh Tuan Muda anda sudah sembuh?" tanya Bi Nana
Ray memegang pundak Zuy, "Iya sudah Bi, ini semua karena Zuy yang telah merawat Ray," ujar Ray menatap wajah Zuy.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Bi Nana
"Tu-Tuan Muda, anda terlalu berlebihan," papar Zuy
Ray pun tersenyum ke arah Zuy, "Hehehe, Oh iya kalian mau kemana?" tanyanya.
"Kami mau ke makam Papahnya Zuy," jawab Bi Nana
"Oh begitu," lirih Ray, "Hah, padahal aku ingin mengajak Zuy jalan-jalan ke pantai," gumam Ray di dalam hati.
Sementara itu Aries yang melihat Ray berdekatan dengan Zuy, nampak kecemburuan di raut wajahnya, "Hmmm, kenapa dia berada di sini sih," batin Aries,
Aries pun menghampiri mereka, karena posisi Aries di sebelah kanan mobil.
"Tante, apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Aries, lalu ia melirik ke arah Ray, " Oh Tuan Ray apa kabar?" sambungnya.
"Kak Aries, kabarku baik-baik saja," jawab Ray, "Ternyata dia juga ada di sini ya, kalau begitu aku juga harus ikut," batin Ray.
"Oh, iya kita berangkat sekarang aja, eummm Tuan Muda maaf bukannya Bi Nana tidak mau ngobrol dengan anda Tuan, tapi kami harus pergi," ujar Bi Nana,
Lalu Bi Nana membuka pintu mobil, akan tetapi...
"Bi Nana, apa Ray boleh ikut?" tanya Ray
Bi Nana pun menganggukan kepalanya dan berkata, "Oh, tentu saja boleh Tuan, ayo kalau Tuan Muda mau ikut."
"Waah, terimakasih banyak Bi Nana, Kak Zuy satu mobil dengan Ray ya..!" pinta Ray memegang tangan Zuy.
"Ta-tapi Tuan Muda, Zuy ...," lirih Zuy.
Ray memasang wajah memohonnya, "Please, Kakak satu mobil dengan Ray ya...!"
"Biarkan dia memilih Tuan, dia mau ikut mobil mana," papar Aries.
Ray dan Aries pun saling menatap satu sama lain, membuat Zuy kebingungan. Bi Nana juga ikut kebingungan melihat tingkah laku Ray dan Aries terhadap Zuy.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka sih, apa jangan-jangan mereka ...," batin Bi Nana.
"Hei kalian, mau sampai kapan begitu terus, udah mending begini aja, Zuy kamu ikut dengan Tuan Muda, lalu Aries bersama dengan Tante," tutur Bi Nana.
"Yes aku menang.." batin Ray yang kegirangan, "Ayo kak..!" ajak Ray sambil memegang tangan Zuy dan berjalan menuju ke mobilnya, namun...
"Oh iya Tuan Muda, nanti anda di belakang ikutin kami ya..!" suruh Bi Nana
Ray pun menganggukan kepalanya, "Siap Bi Nana, kalau gitu Ray sama Kak Zuy langsung ke mobil ya Bi," kata Ray.
Aries yang melihatnya pun sedikit kesal, "Tsk, kenapa aku kesal melihat mereka berdua," batinnya sambil mengepalkan tangan
"Ries, ayo buruan berangkat..!!" seru Bi Nana yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Oh, iya Tante," balas Aries, ia pun langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya.
"Mi, Kakak mana?" tanya Nara
"Kakak ada di mobilnya Om Ray sayang," jawab Bi Nana.
"Oh sama Om ganteng ya, yaudah deh," kata Nara sambil memakan kuenya.
Aries dan Bi Nana pun terkejut mendengar perkataan Nara, karena biasanya Nara gak pernah suka kalau Zuy dekat dengan orang lain. apalagi orang yang belum akrab dengannya.
Lalu Aries pun melajukan mobilnya, sedangkan Ray mengikuti mobil Bi Nana dari belakang.
******
__ADS_1
AMERIKA
Rumah Michael
Lesya nampak sedang asik belajar di kamarnya, sambil mendengarkan musik. Lalu Liora pun datang dan mengetuk pintu kamarnya Lesya..
Tok... Tok... Tok...
"Come In!!" seru Lesya.
Lalu Liora pun masuk ke kamar Lesya, "Hai dear, kamu sedang apa?" tanya Liora
"Oh Momy, Lesya sedang belajar buat ujian akhir," jawab Lesya.
"Rajinnya anak Momy yang cantik ini, ini Momy bawakan susu hangat dan kue buat kamu," kata Liora sambil meletakkan susu dan kue yang ia bawa.
"Thanks Momy," ucap Lesya.
Liora pun duduk di atas tempat tidurnya Lesya, sambil mengelus kepala Lesya.
"Lesya.." panggil Liora
"Ada apa Momy?" tanya Lesya sambil berbalik menghadap Liora.
"Gak ada apa-apa sayang, Momy ingin nemenin kamu aja, oh iya Kimberly katanya hari ini pulang lho.." kata Liora
Mendengar Liora menyebut nama Kimberly, Lesya pun langsung kegirangan, "Serius Momy, Kimberly pulang hari ini, Lesya kangen sama Kimberly," ujar Lesya, "Oh iya apa Ray ikut Mom?" tanya Lesya.
"Momy gak tau, justru Momy mau tanya sama kamu, kan kata Daddy semalam kamu telpon Ray," ujar Liora.
"Iya semalam aku telpon Ray, tapi Lesya gak ngomong apa-apa, Lesya cuma bilang kalau Daddy sangat khawatir dengan Ray," jelas Lesya.
"Oh begitu, Lesya.."
"Iya Momy," sahut Lesya.
Liora pun memegang tangan Lesya dan berkata, "Andai misalnya Ray punya wanita lain selain Kimberly, lalu membatalkan pertunangannya dengan Kimberly, apa kamu menyetujuinya?" tanya Liora
Lesya pun langsung terkejut, "Apa..!! siapa wanita lain yang mau deketin Ray, Lesya gak akan menyetujuinya, sampai kapan pun itu. Lesya hanya ingin Ray dengan Kimberly, Lesya ingin Kimberly jadi Kakak iparku," jelas Lesya dengan nada marah.
"Walau misalnya juga, Lesya tetap gak akan menyetujuinya," ujar Lesya.
Liora pun langsung memeluk Lesya, "Uh anak Momy, makanya dari sekarang kamu harus selalu ngingetin Ray tentang Kimberly, supaya Ray tetap dengan Kimberly," kata Liora
"Pasti Momy, terimakasih Mommy," ucap Lesya.
"Heh, cuma anak ini yang bisa aku manfaatin, supaya Ray tetap menikahi Kimberly, karena bagaimanapun Lesya adik kesayangannya Ray, pasti dia akan menurut," kata Liora di dalam hati sambil tersenyum dengan sinisnya.
*****
Di Perjalanan...
Sementara itu, Zuy yang berada di dalam mobil bersama Ray, ia hanya terdiam tanpa bicara apa-apa, Ray yang melihatnya pun mulai bingung, ia lalu menghela nafasnya, sambil fokus menyetir mobilnya.
"Huh.. apa yang terjadi dengan Kakak? kenapa Kak Zuy hanya diam saja, apa Ray salah sama Kakak?" tanya Ray
Zuy pun menoleh ke arah Ray, " Nggak kok, Tuan Muda gak salah apa-apa, Zuy hanya lagi mikirin ...," ujar Zuy
"Masalah yang di Mall kemaren itu, Kakak tenang aja Ray sama Kak Davin lagi cari pelakunya," jelas Ray.
"Tuan Muda," lirih Zuy sambil melihat ke arah Ray.
"Mata Kakak sampai bengkak seperti itu juga pasti gara-gara itu, pokoknya Kakak tenang aja, Ray akan melindungi Kakak apa pun yang terjadi," ujar Ray.
Zuy langsung tersenyum, "Tuan Muda memang adik yang sangat pengertian," kata Zuy.
Ciiit..
Mendengar itu, Ray langsung mendadak menghentikan mobilnya, lalu ia pun melepaskan seat beltnya dan langsung mendekati Zuy, Zuy sangat terkejut dan mencoba menghindarinya namun posisinya sudah mentok di pintu mobil.
Ray lalu menatap Zuy sambil memegang dagunya, "Kakak bilang apa barusan, apa maksudnya adik?" tanya Ray dengan tatapan dinginnya.
"Ah Ma-maaf Tuan Muda, tadi Zuy hanya kepleset lidah saja, Tuan Muda adalah Tuan Muda atasan Zuy," jelas Zuy sambil memejamkan matanya karena ketakutan.
Melihat Zuy seperti itu, Ray lalu melepaskan tangannya dari dagunya Zuy, ia pun kembali ke posisinya.
"Tapi aku tidak menganggap Kak Zuy itu Kakak ataupun bawahan Ray lho," papar Ray dengan dinginnya, ia pun memasang seal beatnya kembali.
__ADS_1
Zuy lalu membuka matanya dan kembali duduk ke posisi semula, "Maaf Tuan Muda, Zuy gak bermaksud.." ucap Zuy,
"Benar apa kata Pak Davin, Tuan Muda yang sekarang sangat dingin tidak seperti dulu, aku harus hati-hati kalau begitu," batin Zuy
Ray kembali mengemudikan mobilnya dengan raut wajahnya yang dingin, Zuy lalu kembali terdiam dan pandangannya hanya di kaca sebelahnya.
"Kalau begini terus, aku harus buru-buru menyelesaikan masalahku dengan Kimberly, setelah itu mengungkapkan perasaanku pada Zuy, agar Zuy tidak salah paham. Kak, Ray begini karena Ray sayang sama Kak Zuy sebagai wanita, bukan sebagai Kakak ataupun bawahan ku," batin Ray.
*****
Pemakaman Kota M
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih, akhirnya mereka sampai di tempat, namun yang sampai duluan hanya Aries dan Bi Nana, sedangkan Ray dan Zuy belum sampai, lalu mereka pun turun dari mobilnya.
"Lho Tuan Muda dan Zuy masih belum sampai?" tanya Bi Nana
"Sepertinya belum Tan," jawab Aries sambil melihat ke arah jalan.
"Apa mereka nyasar kali ya, coba Tante telpon Zuy dulu," kata Bi Nana.
Lalu Bi Nana mengambil hpny di dalam tas, dan mencoba menghubungi Zuy, namun tidak di angkat.
"Bagaimana Tan?" tanya Aries
"Gak di angkat, duh apa mereka nyasar kali ya, tapi gak mungkin nyasar, soalnya Zuy juga tau tempat ini," papar Bi Nana, ia pun mulai panik.
Lalu dari arah kejauhan, nampak mobil Ray yang melaju ke arah mereka.
"Ah sepertinya itu mereka, Syukurlah kalau gak nyasar," kata Bi Nana.
Setelah sampai, Ray langsung menghentikan mobilnya di samping mobilnya Bi Nana. Lalu mereka pun turun dari mobil.
"Ya ampun Zuy, Bi Nana pikir kalian nyasar," ujar Bi Nana
"Ya gak dong Bi, kan Zuy udah berapa kali ke sini," kata Zuy.
Aries menghampiri Zuy, "Lalu kenapa kalian terlambat?" tanyanya.
"Oh itu ...,"
"Itu karena Ray mampir dulu ke pom bensin," ujar Ray berbohong.
"Oh, Yaudah ayo kita masuk, Zuy bawa bunganya ya..!!" suruh Bi Nana.
Lalu Zuy mengambil bunga di mobilnya Bi Nana, setelah itu mereka langsung masuk ke pemakaman. Bi Nana berjalan di depan sendirian bersama Nara, sedangkan di belakang Zuy, Ray dan Aries saling berdampingan.
"Zuy, pasti berat ya jadi kamu, hidup di tinggal Papahmu dari kecil?" tanya Aries sambil memegang kepala Zuy.
"Tidak kok Kak Aries, kan ada Bi Nana yang selalu ada buat Zuy," jelas Zuy sambil tersenyum ke arah Aries.
"Kamu memang hebat Zuy, aku salut padamu," puji Aries
Ray yang melihatnya pun mulai merasa kesal, nampak raut wajahnya yang sedang cemburu, lalu Zuy menoleh ke arah Ray.
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy
"Tidak apa-apa, hanya cuaca di sini panas banget ya?" sindir Ray.
"Oh.. memang sedang panas cuacanya, Tuan.." papar Zuy.
Aries yang mendengarnya pun langsung terkekeh, sedangkan Ray tercengang dan menepuk jidatnya. Mereka melanjutkan perjalanannya.
Tak lama kemudian, mereka pun akhirnya sampai di salah satu makam yaitu makam Papahnya Zuy. Mereka langsung duduk di samping makam tersebut dan berdoa, setelah selesai Zuy lalu meletakkan bunga di atas makam Papahnya.
"Pah, Zuy datang, maaf kalau Zuy jarang nemuin Papah, Pah.. Zuy sangat ingin sekali melihat wajah Papah walau hanya Mimpi, Papah di sana yang tenang ya! Jangan khawatirkan Zuy. Zuy di sini baik-baik saja, banyak orang-orang yang sayang sama Zuy, lihat di sini ada Bi Nana, Tuan Muda dan Kak Aries, mereka sayang sama Zuy." ucap Zuy di depan makam Papahnya, ia pun menitihkan air matanya.
Ray dan Aries hanya terdiam dan tertegun mendengar ucapan Zuy, sedangkan Bi Nana langsung menangis sambil mengelus kepala Zuy.
"Kak Zuy tenang saja, Ray pasti akan menjaga Kakak, Ray gak akan membuat Kakak menangis lagi," batin Ray
"Zuy, bagaimanapun caranya, aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia selalu," kata hati Aries.
***Bersambung...
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1