
<<<<
"Terimakasih Pin, kau memang sepupuhku yang paling ngertiin aku," ucap Anne.
Lalu Anne tersenyum dengan sinisnya, dan di hatinya pun berkata, "Hmmm liat saja nanti Zuy, apa kamu bisa tahan dengan ini, aku gak akan berhenti sebelum hidupmu benar-benar menderita."
Melihat gelagat Anne yang tersenyum sendiri, pino pun langsung menyentil jidat Anne.
Bletaak..
"Aduuh sakit tau Pin, ada apa?" tanya Anne sambil memegang jidatnya.
"Lagian situ senyum-senyum sendiri gitu, coba aku tebak.. pasti kamu lagi berfikir kalau rencanamu menghancurkan Zuy akan berhasil, iya kan.." papar Pino.
Anne pun langsung tercengang," Woaaa, bagaimana kamu bisa tau pin, kalau aku lagi memikirkan hal itu?" tanya Anne
Pino pun menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, ia pun berkata, "Ya pasti tau lah, dari gelagat mu juga aku bisa baca, tapi itu semua gak gratis, ya walau kau adalah sepupuhku."
"Iya, iya aku tau kok Pin," ujar Anne sambil merogoh tasnya, "Ini ambil, anggap saja sebagai DP, nanti kalau kau sudah berhasil menyebarkan Video ini, nanti aku tambah lagi," katanya sambil memberikan amplop berisi uang kepada Pino.
Pino langsung mengambil amplop tersebut dan membukanya, "Waah ternyata kamu banyak uang juga An, padahal aku lihat kamu hanya mondar-mandir saja," celetuk Pino.
"Kurang ajar, siapa juga yang mondar-mandir, aku tuh kerja tau, tapi malam hari.." ujar Anne
Pino pun terkejut, "Ja-jadi yang aku lihat waktu malam itu, ternyata benar-benar kau An, waaah hebat kamu bisa kerja seperti itu, hehehe," papar Pino.
"Ya mau bagaimana lagi, hanya pekerjaan itu yang membuatku banyak uang, makanya aku bisa memberikanmu uang kan," ujar Anne, "Lalu kapan Video itu akan di sebar?" tanya Anne
"Hah, sabar dong tunggu waktu yang tepat, ini membutuhkan waktu lama, kalau udah waktunya pasti aku kasih tau kamu," tutur Pino
Lalu Anne pun berdiri dari tempat duduknya, "Ya aku mengerti, aku serahkan semuanya padamu, asal kerjamu bagus, tidak lama, dan memuaskan," pinta Anne.
"Kamu tenang aja An, ngomong-ngomong kamu mau kemana?" tanya Pino
"Aku mau pergi karena ada urusan, kau makanlah dengan tenang, akubsudah membayarnya untukmu," ujar Anne sambil berjalan menuju ke luar .
"Terimakasih banyak An," seru Pino.
*****
Rumah Ray
Beberapa saat sebelumnya, setelah selesai mengobrol dengan Liora lewat telpon, Maria pun kembali masuk ke dalam rumah, setelah berada di dalam rumah Maria pun langsung menghampiri Kimberly dan lainnya.
"Siapa yang nelpon Mam?" tanya Kimberly
"Hanya seorang teman sayang," jawab Maria. Maria pun langsung melihat ke arah Ray, "Mana mungkin aku bilang kalau yang nelpon itu Liora, pasti Ray bakalan curiga," kata hati Maria.
Ray yang menyadari sedang di liatin Maria, ia pun langsung bertanya, "Ada apa Mrs Maria, kenapa anda melihat saya seperti itu?"
"Ah tidak ada apa-apa, aku merasa sangat bahagia kau dengan Kimberly seperti itu, seperti melihat pasangan suami istri yang serasi," puji Maria.
Kimberly pun langsung tersipu malu mendengar pujian Maria, "Ah Mam, membuat Kimberly senang saja," kata Kimberly.
Ray pun hanya terdiam tanpa bicara sepatah katapun, ia pun memalingkan wajahnya, Kimberly pun langsung melihat ke arah Ray.
"Ay kenapa? apa kamu tidak suka dengan pujian Mam?" tanya Kimberly
Ray pun menoleh ke arah Kimberly, dan menjawab pertanyaannya, "Pujian Mrs Maria terlalu berlebihan."
Lalu Zuy tiba-tiba datang..
"Tuan Muda, apa anda melihat Pak Da ... ...," Zuy kaget melihat Kimberly dan Maria ada di situ, "Eh Mrs Maria, Mrs Kimberly.." sapa Zuy.
Kimberly pun kesal melihat Zuy ada di rumah Ray, "Tsk, kamu lagi," cetus Kimberly.
"Kimberly..." pekik Ray melihat ke arah Kimberly.
Kimberly pun langsung menunduk, "Sorry Ay...," lirihnya.
"Ada apa Kak?" tanya Ray mendekat ke Zuy.
"Tidak, aku hanya ingin nanyain Pak Davin, soalnya mau ngembaliin buku yang aku pinjam," jawab Zuy
"Oh bukannya Kak Davin ada di ruang tengah ya," ujar Ray sambil tersenyum ke arah Zuy.
Kimberly pun makin kesal melihat Ray bersama dengan Zuy, ia pun langsung mendekati Maria.
"Mam, lihat tuh Ay sama wanita itu," gumam Kimberly.
Melihat anak kesayangannya kesal, Maria pun jadi terbawa suasana, Maria langsung menghampiri Zuy dan Ray.
__ADS_1
"Maaf mengganggu, Zoya ah maksudku Zuy, bisakah kita bisa bicara sebentar..!" pinta Maria
"Ah, baiklah Mrs Maria," ucap Zuy
"Ta-tapi Mrs Maria.." sela Ray sembari memegang tangan Zuy.
Lalu Kimberly pun mendekat dan menarik tangan Ray, "Ay temani Kim di depan yuk..!!" ajaknya.
Kimberly pun menarik tangan Ray dan menuju ke depan rumah, sedangkan Maria dan Zuy ke ruang tengah.
"Siapa aku, dimana aku," papar YanYan yang di tinggal sendirian di ruang tamu.
Ruang Tengah
"Silahkan duduk Mrs Maria..!!" suruh Zuy
Maria pun langsung duduk, "Hmmm kamu sudah seperti Nyonya rumah disini ya," singgung Maria.
Zuy lalu menundukan kepalanya, "Maaf bukan maksudku seperti itu Mrs Maria," lirih Zuy
"Hah... Zuy langsung saja ya, aku orangnya gak suka bertele-tele, sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Ray selain sebagai Pengasuhnya dulu?" tanya Maria
Zuy Mendongakkan kepalanya dan terkejut dengan pertanyaan Maria, ia pun menjawabnya, "Zuy tidak punya hubungan apa-apa dengan Tuan Muda, hubungan kami hanya sekedar Atasan dan bawahan saja."
"Oh baguslah kalau seperti itu, apa kau tau Ray itu calon tunangannya Kimberly, dan 2 bulan lagi kami akan mengadakan pesta pertunangan mereka, jadi aku minta kamu jangan coba mendekati Ray atau merebut Ray dari Kimberly," pekik Maria dengan tegasnya.
Deeeg...
Jantung Zuy pun berdegup dengan kencang, tangannya pun gemetaran karena perkataan Maria.
"Iya Mrs Maria, saya mengerti dan saya tahu kalau Tuan Muda adalah calon tunangan Kimberly dan calon menantu anda, saya juga tahu batasan, Mrs Maria." jelas Zuy
"Terus kenapa kamu malah berada di sini, bukankah itu pertanda kalau kamu akan mengambil Ray dari Kimberly," pekik Maria
Zuy pun langsung menundukan kepalanya, matanya pun berkaca-kaca, "A-aku gak bermaksud seperti itu, aku di sini juga kare ...."
"Karena aku yang menyuruhnya, Mrs Maria," sela Davin sambil menuruni tangga.
"Hmmm Davin, apa maksudmu?" tanya Maria
Davin pun langsung menghampiri mereka, dan ia pun langsung duduk di samping Zuy.
"Maaf kalau saya menyela pembicaraan anda dengan Zuy, dan maaf kalau saya mendengar obrolan anda dengan Zuy, Mrs Maria anda sepertinya sudah salah paham, Zuy berada di sini karena aku yang menyuruhnya," jelas Davin.
Davin pun langsung merangkul pundak Zuy dan berkata, "Mrs Maria biar aku jelaskan, aku menyuruhnya di sini untuk merawat Tuan Ray yang sedang sakit, kalau tidak ada Zuy, mungkin Tuan Ray tidak akan sembuh, justru malah akan di rawat di rumah sakit."
"Pak Davin..." lirih Zuy melihat ke arah Davin, Davin menoleh ke arah Zuy sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya, sebagai tanda kalau ia sedang membela Zuy.
"Oh jadi seperti itu, tapi kenapa kamu tidak menelpon Kimberly saja, walau bagaimanapun Kimberly kan calon tunangan Ray," papar Maria.
"Ah soal itu, aku gak punya nomor Mrs Kimberly," ujar Davin.
"Oh seperti itu, yaudah kalau gitu aku ke depan dulu," kata Maria beranjak dari tempat duduknya, ia pun kembali melihat Zuy yang tertunduk diam.
Nyuut..
Hati Maria terasa sakit saat ia melihat Zuy seperti itu, ia pun memegang dadanya, "Ah kenapa rasanya sesak dan sakit sekali, kenapa aku merasakan penyesalan yang dalam setelah menegurnya, apa yang terjadi denganku," batin Maria, ia pun langsung berjalan menuju ke ruang depan.
"Zuy, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Davin melihat Zuy yang masih tertunduk.
"A-aku tidak apa-apa Pak, aku mau ke kamar dulu ya Pak," kata Zuy, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya. Namun...
"Zuy tunggu..!!" seru Davin, ia pun menghampiri Zuy.
Langkah Zuy pun terhenti, dan berbalik ke arah Davin, lalu ia bertanya, "Ada apa pak Davin?"
"Eemm, begini Zuy, Tuan Ray menyuruhku untuk membelikan hp untuknya, namun aku bingung harus pilih seperti apa," ujar Davin.
"Lalu..."
"Kamu ikut ya Zuy, aku yakin kamu bisa memilih hp buat Tuan Ray, tolong ya Zuy..!!" pinta Davin
Zuy pun menganggukan kepalanya, "Baiklah Pak, tapi Zuy ambil tas dulu di kamar," kata Zuy, ia pun langsung berjalan menuju ke kamarnya.
"Hufft untung saja, aku tidak boleh membiarkan dia bersedih, ini demi Tuan Ray," ujar Davin, sambil menunggu Zuy, ia pun kembali duduk dan membaca buku.
Kamar Zuy
Setelah berada di kamar, Zuy berdiri di balik pintu, ia pun memegang dadanya dan tanpa terasa ia menitihkan air matanya.
Hiks..
__ADS_1
"Kenapa ketika Mrs Maria bicara seperti itu, rasanya sakit banget, seperti sedang di marahi oleh Bi Nana, tapi ini lebih sakitnya, apa karena dia orang yang aku idolakan, hiks.. hiks.." tangis Zuy.
Tak berapa lama kemudian, Zuy pun langsung mengusap air matanya, ia lalu mengambil tas dan keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah dimana Davin sudah menunggu, setelah sampai di ruang tengah..
"Pak Davin Zuy sudah siap, ayo berangkat.!!" ajak Zuy.
"Oh, ayo.." balas Davin,
Lalu mereka berjalan menuju ke ruang depan, setelah sampai di ruang depan, kebetulan Ray juga sudah berada di situ bersama Kimberly dan lainnya.
"Tuan Ray, kita berangkat dulu.." ucap Davin
"Lho kenapa Kak Davin ajak Zuy?" tanya Ray.
"Zuy sebentar ya,"pinta Davin, lalu ia pun menarik tangan Ray dan menjauh dari yang lainnya.
"Ada apa kak?" tanya Ray
"Tuan Ray, aku ajak Zuy supaya dia ... ...," lalu Davin menjelaskan semuanya ke Ray.
Ray pun terkejut mendengar penjelasan Davin, " Apa..!! yaudah aku mohon sama Kakak tolong jangan biarkan dia bersedih ya..!!" pinta Ray
"Baiklah Tuan, tapi anda harus menaikkan gajiku ya.." ucap Davin.
"Itu sih gampang, yaudah sana kalau mau pergi," kata Ray,
Mereka pun lalu kembali..
"Yaudah Tuan, Mrs Kimberly, Mrs Maria kami pergi dulu.." ucap Davin
"Iya hati-hati.. ingat pesanku.." kata Ray, lalu mereka pun pergi..
"Pesan apa Ay?" tanya Kimberly
"Bukan apa-apa, kalian istirahatlah dulu, Ray juga mau ke kamar," papar Ray, lalu ia pun langsung berjalan menuju ke kamarnya.
"Mam, apa yang tadi bicarakan ke Zuy?" tanya Kimberly
"Ya, Mam bilang kalau dia harus jaga batasan saja," jawab Maria.
Lalu Kimberly pun langsung memeluk Maria.
"Ehemmm... Mrs Kimberly, aku dari tadi di anggurin gini," gumam YanYan
"Ah Sorry ya YanYan, hehehe.."
*****
Mall CCV
Setelah beberapa saat kemudian, Zuy dan Davin akhirnya sampai di tempat, lalu Davin memarkirkan mobilnya, lalu mereka pun langsung masuk ke dalam Mall itu. setelah berada di dalam Mall, mereka bergegas menuju ke lantai atas. Setelah sampai di lantai atas, mereka berjalan ke tempat khusus menjual Hp.
Beberapa saat kemudian, setelah lama memilih, akhirnya mereka mendapatkan Handphone yang cocok untuk Ray. Lalu mereka menuju ke pusat pembelanjaan, dan memilih berbagai macam barang yang di butuhkan. Setelah selesai semuanya, mereka pun bergegas pulang.
"Zuy kamu tunggu di depan ya, aku ambil mobil dulu di parkiran, barang biar aku yang bawa," ujar Davin
"Yaudah ini Pak, kalau gitu Zuy ke depan dulu ya," kata Zuy sambil menyerahkan barang yang di bawanya, lalu ia langsung menuju ke depan, sedangkan Davin langsung ke parkiran.
Setelah sampai di depan, Zuy berdiri sambil menunggu Davin.
Sementara itu, dari arah lainnya nampak Anne sedang bersama temannya, lalu ia pun melihat Zuy sedang berdiri di depan pintu Mall.
"An, ada apa?" tanya temannya.
"Itu ada pelakor lagi berdiri di depan sana," jawab Anne menunjuk ke arah Zuy, "Eh aku boleh minta tolong gak?" imbuhnya. lalu Anne berbisik ke temannya.
Temannya pun mengangguk, sesaat kemudian, salah satu temannya Anne menghampiri Zuy.
"Eeem maaf boleh saya bertanya," kata temannya Anne.
"Eeh boleh, mau nanya apa?" tanya Zuy
"Alamat ini dimana ya?" tanya temannya Anne sambil menunjukan kertas pada Zuy, dengan tujuan mengalihkan Zuy. Lalu teman Anne yang lainnya, berjalan ke belakang Zuy dan...
Byuuur..
Ia pun menyiramkan cairan merah dan lengket seperti sirup ke arah Zuy, "Rasain kau pelakor.." serunya, ia pun lalu pergi.
Sedangkan temannya Anne yang menanyakan Alamat pun juga pergi meninggalkan Zuy.
**Bersambung...
__ADS_1
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌