Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Bermain Ski...


__ADS_3

<<<<<


"Memangnya kapan berangkat?" tanya Kimberly


"Lusa sayang," singkat Maria


"Hah..!! Lusa?!"


Kimberly pun terkejut mendengar jawaban Maria, lalu ia menundukkan kepalanya.


"Kim ada apa? kenapa kamu terkejut begitu?" tanya Maria sambil memegang pundak Kimberly.


Sesaat Kimberly mengangkat kepalanya dan menatap Maria dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mam, sepertinya Kimberly gak bisa ikut Mam," lirih Kimberly


"Kenapa sayang?"


Kimberly pun menghela nafasnya, "Mam, lusa nanti Kimberly harus pergi juga, karena ada pemotretan untuk cover majalah terbaru, dan lagi pemotretannya di Swedia Mam, makanya Kimberly kesini ingin memberitahu Mam," jelasnya.


"Oh begitu, sayang sekali ya.." lirih Maria.


"Iya. Euum Mam.."


Maria pun menoleh, "Iya Kim, kenapa?"


"Mam, kenapa Ay selalu mengabaikan ku ya? Kimberly telpon dia, Chat dia tapi gak di respon, kemaren di hari ulang tahunnya, Kimberly memberi ucapan lewat Chat, tapi hanya di baca saja dan sekarang nomer Kimberly malah di blokir," ujar Kimberly


"Apa! Ray memblokir nomer mu Kim?"


Kimberly kembali menundukkan kepalanya dan air matanya lolos membasahi pipinya.


Hiks...


"Iya Mam, Mam apa Ay sudah gak peduli lagi padaku? apa Ay benar-benar melupakanku? Kimberly benar-benar tidak sanggup kalau Ay melupakan Kim, Mam," tangis Kimberly.


Melihat Kimberly menangis, Maria pun langsung memeluk Kimberly.


"Mam, ini pasti gara-gara pengasuhnya Ay itu, Ay jadi melupakan Kim, Mam Kimberly gak mau jika Ay di ambil oleh wanita itu, hiks.."


"Kimberly, jangan menangis seperti itu, Mam jamin tidak ada yang bisa mengambil Rayyan darimu, Mam pastikan Rayyan akan menjadi milikmu selamanya. Jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu, dan untuk sekarang lebih baik kamu fokus pada kerjaanmu dulu, ya sayang..!!" tutur Maria menenangkan Kimberly.


"Iya Mam.."


Kimberly pun memeluk erat Maria, sedangkan Maria langsung mengerutkan dahinya, amarahnya terpancar dari sorot matanya itu.


"Hmmm, aku harus secepatnya bertindak dan juga untukmu Zuy, berani sekali kamu bersaing dengan anakku Kimberly, burung gereja tetap selamanya burung gereja, jangan bermimpi bisa menjadi burung phoenix. Hmmm pokoknya lihat saja nanti, aku akan memberi perhitungan padamu, jangan harap kamu bisa lepas dariku..!" gertak Maria dalam hatinya.


**************


Γ…re Ski Resort, Swedia


Sementara itu, Zuy dan Ray sedang menikmati sarapannya, lalu....


Uhuuk.. Uhuuk...


Tiba-tiba Zuy tersedak dan membuatnya menghentikan aktivitasnya.


"Ada apa ini, sepertinya ada yang sesuatu yang mengganjal, tapi apa ya?" batin Zuy


Ray yang melihatnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Zuy.


"Sayangku, pelan-pelan makannya! ini minum dulu...!" tutur Ray memberikan minuman pada Zuy. Kemudian ia mengelus punggung Zuy.


"Terimakasih Ray," ucap Zuy, ia pun langsung meneguk minumannya. Sesaat setelahnya...


"Apa sudah mendingan sayangku?" tanya Ray


Zuy menganggukkan kepalanya, "Iya sudah Tuan."


"Syukurlah..."


Ray mengelus kepala Zuy dan mencium puncak kepalanya, kemudian ia kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Zuy kembali menyantap makanannya. Sesaat kemudian mereka pun menghabiskan sarapannya.


"Terimakasih makanannya.." ucap bersama sembari menangkupkan kedua tangannya.


Setelah itu waiters datang membawa minuman pesanan mereka, yaitu cokelat panas untuk Zuy dan Cappucino untuk Ray. Sesaat kemudian Waiters pun pergi, Zuy mengangkat gelas Mug-nya, ia meniup cokelat panas tersebut dan pelan-pelan meminumnya.


"Ahhh, enaknya.." ucap Zuy sembari meletakkan gelas tersebut. Ray pun tersenyum melihat ekspresi Zuy.


Lalu kemudian Ray melihat bekas lipstik warna pink milik Zuy menempel di Mug tersebut, Ray langsung meletakkan cangkir Cappucino-nya dan beralih melihat ke arah Zuy.


"Euum sayangku, aku minta minuman cokelat milikmu dong..!!" pinta Ray.


"Hmmm, Tuan Muda mau?"


Ray mengangguk cepat, Zuy pun langsung memberikan mug tersebut pada Ray.


"Sayangku benar-benar pengertian," ucap Ray


Zuy pun hanya tersenyum saja, lalu Ray menyeruput cokelat panas tersebut, tentunya di bagian bibir mug yang tertempel lipstik Zuy.


"Hmmm, manis dan wangi stroberi.." batin Ray.


Setelah selesai, Ray langsung mengembalikan mug tersebut pada Zuy.


"Ini sayangku, terimakasih.."


"Sama-sama Tuan Muda," balas Zuy dan kembali menyeruput cokelat tersebut.


"Oh iya sayangku, ada yang ingin aku tanya kan nih.." ujar Ray


Zuy melirik ke arah Ray, "Hmmm, apa itu Tuan Muda?"


"Sebenarnya Airin sudah punya pasangan belum?" tanya Ray.


Mendengar pertanyaan Ray sontak membuat Zuy terkejut, lalu ia menatap ke arah Ray dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


"Kenapa anda bertanya seperti itu Tuan?"


"Euum tidak apa-apa, hanya saja Ray ingin tahu saja, dan lagi ini juga demi Kak Davin," jelas Ray


"Pak Davin? apa hubungannya dengan Pak Davin?" tanya Zuy


Sesaat Ray menghela nafasnya, "Haaa, begini sayangku, Ray merasa kalau Kak Davin ada rasa sama Airin, buktinya kemana-mana selalu dengan Airin."


"Oh seperti itu ya, ya Zuy rasa Airin pun sama," ujar Zuy,


"Kalau boleh tau, kenapa Pak Davin gak mau punya pasangan ya Tuan? padahal banyak yang suka dia, seperti Citra yang selalu mencari perhatian Pak Davin, tapi sepertinya Pak Davin acuh saja, ya walaupun kadang Pak Davin suka genit sih sama wanita lainnya," sambung tanya Zuy.


"Oh itu, karena kisah asmaranya dulu selalu kandas di tengah jalan, sayangku," jawab Ray.


Zuy pun tercengang dengan jawaban Ray, "Maksudnya? Pak Davin pernah pacaran terus di tinggal pacarnya?"


Ray kembali menghela nafasnya, kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Iya sayangku, dia pernah punya pacar tapi selalu di tinggal pergi, pacar pertamanya hanya memanfaatkan Kak Davin saja, wanita itu selingkuh di belakang Kak Davin, untung saja langsung ketahuan. Terus Kak Davin mendapatkan kekasih baru, dia sangat baik dan pengertian sama Kak Davin, bahkan mereka sudah hampir menikah," jelas Ray.


"Lalu apa yang terjadi Tuan Muda, apa dia menghianati Pak Davin?"


Ray menggelengkan kepalanya, "Tidak sayangku, calon istri Kak Davin tidak pernah menghianati Kak Davin. Saat itu Kak Davin berusia 25 tahun dan ia memantapkan dirinya untuk menikah dengan wanita itu. Akan tetapi saat akan melangsungkan upacara pernikahannya dan tinggal menunggu calonnya datang, tiba-tiba Kak Davin mendapat kabar bahwa mobil yang di tumpangi calon istrinya mengalami kecelakan dan meninggal di tempat kejadian. Sontak membuat Kak Davin syok dan memutuskan untuk tidak ingin mempunyai pasangan," ungkap Ray


Zuy pun tertegun mendengar cerita Davin dari Ray, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Ya ampun Pak Davin.." lirih Zuy.


"Ya, makanya selama tiga tahun dia tetap bertahan sendiri, ya walaupun kadang suka goda-godain perempuan, tapi dia tidak punya perasaan pada perempuan yang ia goda," ujar Ray.


"Ternyata di balik kekonyolan dan tingkah Pak Davin yang lucu, dia menyimpan luka dan kesedihannya itu. Zuy benar-benar salut sama Pak Davin," kata Zuy.


"Ya seperti itu lah Kak Davin, dari dulu juga sikapnya konyol dan suka menghibur," ujar Ray, namun air mata tak bisa di bendungnya, tanpa sadar ia pun menitihkan air matanya.


Melihat Ray menangis, Zuy langsung menggenggam erat tangan Ray.


"Rayyan.."


"Ah maaf sayangku, aku jadi nangis begini, pasti wajahku sangat jelek dan aneh ya?"


Zuy menyunggingkan senyumannya, ia bangkit dari duduknya, kemudian menyodorkan badannya ke arah Ray dan menghapus air mata Ray.


"Tidak jelek kok, bagiku tampan-ku tetap tampan," ucap Zuy.


Mendengar ucapan Zuy, Ray langsung tersenyum bahagia, ia lalu meraih tangan Zuy dari pipinya dan menciuminya. Sesaat setelahnya...


"Sayangku, ternyata pandai mengucap kata manis, baiklah nanti akan aku beri hadiah.." ujar Ray.


"Hadiah?! tidak usah Tuan Muda, sudah banyak hadiah yang Zuy terima dari anda," ucap Zuy.


"Sayangku, di larang menolak pemberianku," papar Ray.


"Ta-tapi ...,"


Ray menempatkan jari telunjuknya ke bibir Zuy, "Tidak ada tapi-tapian sayangku."


"Haaa... terserah anda saja, Tuan tampan-ku,"


"Nah gitu dong sayangku," ujar Ray, "Ayo kita pergi dari sini..!!" sambung ajaknya.


Zuy mengangguk, lalu Ray meletakkan uang di atas meja tersebut, setelah itu mereka pun berjalan keluar dari tempat makan itu.


Saat berada di luar, Ray membawa Zuy ke tempat penyewaan alat-alat untuk bermain ski. Sesampainya di tempat...


"Ada yang bisa saya bantu Mr?" tanya si pemilik tempat.


"Saya ingin menyewa peralatan ski lengkap, untuk dua orang," jawab Ray.


"Okey, silahkan isi nama dulu.."


Ray mengangguk, setelah itu ia langsung menuliskan namanya, sesaat setelahnya pemilik tersebut memberikan peralatan ski pada Ray.


"Thanks Mr." ucap Ray.


Lalu Ray melenggang pergi menuju tempat di mana banyak orang yang bermain ski. Setelah berada di tempat, Ray langsung memakai peralatan ski yang ia sewa.


"Tuan Muda, apa kita serius memainkan benda ini?" tanya Zuy menunjuk ke papan ski.


"Serius sayangku," singkat Ray.


"Tapi Zuy gak ngerti caranya? jangankan maininnya, alatnya aja Zuy baru liat," ujar Zuy.


Ray memegang pipi Zuy dan berkata, "Sayangku, nanti Ray yang akan mengajari sayangku bermain ski."


"Memangnya anda bisa bermain ski?" tanya Zuy.


"Hmmm, bisa dong sayangku, apa sayangku ingin melihatnya?"


"Kalau boleh buktikan..! Zuy ingin lihat Tuan tampan-ku bermain ski," ujar Zuy.


Lalu Ray menyunggingkan senyuman jahilnya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy.


"Sayangku, jika Ray bisa membuktikannya, sayangku harus menciumku yang lama ya! tapi kalau Ray tidak bisa membuktikannya pada sayangku, maka Ray yang akan mencium sayangku," bisik Ray.


Mendengar bisikan Ray membuat Zuy tercengang, matanya pun membulat sempurna. Kemudian Ray menjauhkan wajahnya dari telinga Zuy.


"Bagaimana sayangku?"


"Tunggu sebentar, Tuan Muda ini berarti sama-sama cium dong, aah enak di anda berarti ya, Zuy gak mau.." pekik Zuy


"Tidak ada penolakan, yaudah Ray main dulu ya, sayangku harus melihatku dan siap-siap menciumku..!!" titah Ray sembari melenggang pergi menjauh dari Zuy.


"Rayyan..!!" seru Zuy, "Dasar Tuan Muda, masa aku di tinggal sendirian," umpatnya.


Zuy pun mendudukan dirinya di atas tanah bersalju sambil tangannya memegang ranting dan melukis di atas tanah bersalju tersebut.


"Hmmmm, kira-kira Tuan Muda kemana ya?" lirih Zuy, lalu tiba-tiba..

__ADS_1


Swiiiiish...


Seseorang datang dengan permainan skinya, ia menunjukan kehebatannya dalam bermain ski, dan saat menunjukan aksinya di depan Zuy, ia pun menoleh ke arah Zuy sambil mengedipkan satu matanya, dan ternyata dia adalah ...,


"Tu-Tuan Muda...!!"


Zuy terpukau melihat Ray begitu pandai dalam bermain ski.


"Waah ternyata dia benar-benar bisa main ski, aah ini berarti aku kalah dan aku harus menciumnya.." batin Zuy sembari memegang kedua pipinya.


Swiiish..


Sesaat setelah menunjukan aksinya pada Zuy, Ray langsung menghampiri Zuy dan menghentikan aksinya di depan Zuy sontak membuat Zuy kecipratan salju akibat papan ski Ray.


"Aah Dingin..." pekik Zuy.


"Bagaimana sayangku?" tanya Ray.


"Hummpt, Zuy gak lihat apapun," jawab Zuy berpura-pura.


"Sayangku, kamu tega sekali bilang kalau kamu gak melihatku bermain ski," gumam Ray memanyunkan bibirnya.


Zuy menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Hmmmm.."


"Haaa, baiklah Ray akan menunjukannya lagi pada sayangku, tapi sayangku harus benar-benar melihatku," pinta Ray


Lalu ia pun menjauh dari Zuy sambil memain papan ski-nya, akan tetapi...


Bruuugh..


Ray terjatuh saat memainkan papan ski-nya, sontak Zuy terkejut melihat Ray terjatuh, ia langsung menghampiri Ray. Sesampainya Zuy tersentak melihat Ray tergeletak di atas tanah bersalju.


"Tuan Mudaaaaaa...!" teriak Zuy.


Ia pun bergegas mendekat ke arah Ray yang tengah pingsan.


"Tuan Muda, apa yang terjadi? bangun Tuan Muda..!!" ucap Zuy sembari mengguncangkan tubuh Ray, akan tetapi Ray tidak meresponnya, ia terus memejamkan matanya.


Kepanikan mulai melanda pada Zuy, ia pun mengedarkan pandangannya mencari seseorang untuk di mintai tolong, akan tetapi orang-orang tersebut malah mengabaikannya.


"Aaah.. dari sekian banyak orang, kenapa tidak ada yang menolong sih.." pekik Zuy.


"Rayyan maafin Zuy, sebenarnya tadi Zuy melihat Tuan Muda, hanya saja Zuy pura-pura tidak melihatnya, agar Zuy tidak mencium anda," ungkap Zuy.


Lalu ia pun terus mengguncang tubuh Ray, "Tuan Muda bangun..! jangan tinggalin Zuy, Zuy janji akan menepati janji Zuy untuk mencium anda, tapi Zuy mohon bangunlah...!!"


Zuy pun menangis sejadi-jadinya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Ray, kemudian...


"Benarkah sayangku akan menciumku?"


"Iya.. iya.. Zuy akan mencium anda Tuan Muda, dan Zuy ..., eeh tunggu sebentar..!"


Zuy langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ray, melihat Ray terbangun membuat Zuy bahagia. Ray segera mengangkat tubuhnya dan mengganti posisinya menjadi duduk.


"Tuan Muda, akhirnya sadar juga, apa anda baik-baik saja?" tanya Zuy


Ray mengangguk cepat, "Ray baik-baik saja sayangku, hanya saja Ray pura-pura pingsan karena ingin mengerjai sayangku," ungkap Ray


Mendengar ungkapan Ray, Zuy mendengus kesal, lalu dengan sengaja ia memukul badan Ray dengan tangannya.


Bugh..!!


Bugh..!!


"Tuan Muda benar-benar keterlaluaaan! Zuy sudah ketakutan setengah mati, takut anda pergi ninggalin Zuy, tapi ternyata anda malah ngerjain Zuy begini, dasar Tuan Muda nyebelin..!!" umpat Zuy sembari menangis.


Lalu kemudian Ray langsung merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya dengan erat.


"Sayangku, maaf karena Ray sudah mengerjai sayangku, Ray gak bermaksud membuat sayangku khawatir dan sedih," ucap Ray


Hwaaaaaa...


"Zuy benar-benar ketakutan tadi, Zuy takut anda pergi ninggalin Zuy, Zuy gak mau di tinggal oleh Tuan Muda lagi," tangis Zuy.


"Ssst, gak ada yang meninggalkanmu sayangku, Ray tetap selalu bersama sayangku, sudah jangan menangis lagi..!!" titah Ray, "Tadi sayangku kan sudah janji mau menciumku," sambungnya.


Zuy pun menghentikan tangisannya, ia mengangkat kepalanya menghadap ke wajah Ray, kemudian Ray menghapus air mata Zuy. Setelah itu Zuy memegang kedua pipi Ray, lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ray, dan...,


Cup..!


Zuy mendaratkan bibirnya ke bibir Ray, sesuai dengan janjinya, Ray pun langsung membalasnya dengan lembut dan mesra.


Entahlah berapa lama mereka melakukan itu..(Author)


*************


Rumah Sakit


Sementara itu di rumah sakit tempat di mana Bi Nana di rawat, nampak Eqitna berlari menuju ke ruang inap Bi Nana, sesampainya ia pun segera masuk ke ruangan tersebut, lalu kemudian..


"Apa yang terjadi?" tanya Eqitna menghampiri Pak Randy.


Pak Randy langsung menoleh ke arah Eqitna, "Tadi dia batuk-batuk dan sesak nafas Dok," jawab Pak Randy tersedu-sedu.


Lalu Eqitna langsung memeriksa Bi Nana yang tak sadarkan diri, sesaat kemudian..


"Bagaimana Dokter keadaan istri saya?" tanya Pak Randy yang cemas.


"Istri anda terkena radang tenggorokan Pak," jawab Eqitna.


"Hah..!! ra-radang tenggorokan..?!"


***Bersambung..


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2