Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Keisengan Ray...


__ADS_3

<<<<<


Benar saja, mendengar bisikan Ray membuat wajah Zuy langsung memerah, jantungnya semakin bedegub kencang, lalu kemudian...


"Aaaaah... Tuan Mudaaaaaa, anda benar-benar mesum..!!!"


Teriak Zuy dengan suara masih serak, ia pun terus menutupi matanya, lalu...


Pffft..


"Hahaha," tawa Ray karena melihat Zuy malu seperti itu,


"Ke-kenapa anda malah tertawa seperti itu, cepat pakai bajunya..!!" pekik Zuy.


"Lagian lucu lihat wajah Kakak memerah gitu," ujar Ray sambil mengambil handuk kimono yang berada di atas tempat tidur dan langsung memakainya.


"Ya itu karena kelakuan Tuan Muda yang isengin Zuy," papar Zuy, "Apa sudah memakai baju?"


"Tapi Kakak suka kan sama keisengan Ray ini, hahaha," Ray lagi-lagi godain Zuy.


"Tuan Mudaaaaa..!!!"


Lalu Ray kembali mendekati Zuy dan memeluk Zuy dari belakang, "Kak, bukannya Kakak dulu sering melihat Ray telanjang dada kan, bahkan lebih dari itu Kak," bisik Ray.


Mendengar itu, Zuy langsung memutar badannya, dan kemudian...


Paaak.. Paaak...


"Anda bener-bener ya Tuan Muda, ini rasakan..!!" pekik Zuy sambil memukul punggung Ray.


"Hahaha, aduh ampun Kakak, Ray kapok, gak ulangi lagi.." ucap Ray sambil menahan pukulan Zuy.


Zuy pun langsung berhenti memukul, "Huuuft dasar Tuan Muda, lagian kan dulu sama sekarang berbeda Tuan Muda."


"Apa bedanya?" tanya Ray


"Dulu kan anda masih kecil Tuan Muda, sekarang anda sudah ...," Zuy langsung terdiam.


Ray pun penasaran dengan lanjutan perkataan Zuy dan bertanya, "Sudah apa Kak?"


Zuy langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak, bukan apa-apa kok Tuan Muda."


"Oh begitu ya.." lirih Ray


"Iya, oh iya Tuan Muda, Zuy kesini mau ngasih tahu anda, kalau sarapan sudah Zuy siapin," jelas Zuy


"Oh hanya itu Kak?"


"Iya, yaudah kalau begitu Zuy berangkat kerja dulu ya.." kata Zuy,


Lalu ia melangkahkan kakinya menuju keluar kamarnya Ray, namun..


"Kakak mau berangkat kerja?" tanya Ray sambil memegang lengan Zuy, sehingga membuat Zuy tertahan.


Zuy lalu menoleh ke arah Ray, "Iya Tuan Muda, memangnya kenapa?"


Ray pun mengerutkan dahinya, "Bukannya Kakak masih sakit, kenapa maksain kerja Kak? istirahatlah dulu di rumah..!!" tutur Ray


"Haaa, Tuan Muda.. Zuy seminggu ini sudah banyak bolosnya, kemaren juga gak masuk kerja kan, lagian Zuy bosan kalau harus di rumah terus Tuan," ujar Zuy


"Tapi Kak, kan Kakak sekarang ..., huumpt" belum sempat menyelesaikan apa yang akan ia katakan, tiba-tiba Zuy menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya Ray, membuat Ray terdiam.


"Tuan Muda, Zuy tahu kok apa yang ingin anda katakan, Zuy juga sangat berterimakasih pada anda Tuan Muda, tapi hanya karena Zuy dekat dengan anda, dan anda adalah Ceo dan pemilik dari CV, bukan berarti Zuy bisa seenaknya saja bolos kerja Tuan. Zuy gak mau kalau ada omongan yang tidak enak di dengar, Zuy gak mau di sangka hanya memanfaatkan anda Tuan. Jadi Zuy mohon agar Tuan Muda bisa mengerti," jelas Zuy sambil memegang pipi Ray


Mendengar itu Ray langsung menarik nafas dan menghembuskannya, Ray memegang tangan Zuy yang berada di pipinya.


"Baiklah Kakak sayang, Ray mengerti, lagi pula dengan adanya Kakak di kantor, Ray bisa semangat bekerja," ucap Ray, ia pun mencium tangan Zuy.


"Tu-Tuan Muda, terimakasih banyak sudah mengerti Zuy, yaudah kalau gitu Zuy berangkat kerja dulu ya, maaf gak bisa nemenin anda sarapan," Zuy pun membungkukkan badannya ke arah Ray.


Lalu ia memutar badannya dan melangkahkan kakinya menuju keluar kamarnya Ray.


"Hmmm, itulah kenapa Ray sangat menyukai Kakak," lirih Ray.


Ray langsung membuka pintu lemarinya, ia langsung mengambil pakaiannya. saat hendak mengenakan pakaiannya, lalu...


Triiiiiing... Triiiiiing...


Hp Ray pun berbunyi, ia segera mengambil hpnya yang berada di atas nakas, kemudian Ray melihat ke layar hp siapa yang menelponnya.


"Kimberly...!!" Lontar Ray saat mengetahui bahwa yang menelponnya adalah Kimberly.


Akan tetapi bukannya di jawab, ia malah mengabaikannya dan meletakkan kembali hpnya di atas nakas, Ray pun memakai pakaiannya kembali.


Setelah keluar dari kamar Ray, Zuy pun mengambil tasnya yang berada di atas meja, lalu Zuy bergegas pergi.


Beberapa saat kemudian, setelah selesai mengenakan pakaiannya, dan merapihkan rambutnya, Ray pun langsung keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah tangga. lalu ia menuruni anak tangga satu-persatu hingga sampai di ruang tengah.


"Selamat pagi Tuan Ray," sapa Davin yang sedang duduk sambil menikmati sarapannya.


"Pagi Kak Davin," sahut Ray, lalu ia menghampiri Davin, dan setelah itu Ray pun menarik kursi dan mendudukinya.


Ray lalu menuangkan air minum ke dalam gelas dan meminumnya. Setelah itu ia langsung mengambil sarapannya yang sudah di sediakan oleh Zuy.


Bread omelet sandwich itulah menu sarapan yang di siapkan oleh Zuy, Ray pun langsung menyantap sarapannya.


"Ternyata Zuy pandai juga ya membuat sarapan seperti ini, rasanya juga sangat enak Tuan," puji Davin.

__ADS_1


"Iya, rasanya juga sama persis dengan buatan Mom Candika, walaupun Mom sudah lama pergi, tapi Ray masih bisa merasakan rasa dari masakan Mom Candika," ujar Ray sambil terus menyantapnya.


"Iya Tuan Ray," lirih Davin.


Tak lama kemudian, Ray pun telah menghabiskan sarapannya, lalu ia menuangkan kembali air minum ke dalam gelas dan meminumnya.


"Kak Davin.."


"Ada apa Tuan Ray?" tanya Davin sambil memegang gelas minumannya


"Kak Davin masih ada hutang penjelasan padaku," papar Ray


"Hutang penjelasan, maksudnya?" tanya Davin yang penasaran sambil minum air yang ada di gelasnya.


"Kak Davin harus menjelaskan soal gaun Zuy itu, Kak Yiou memberitahuku kalau Kak Davin yang menyuruhnya untuk menyiapkan gaun yang sexy, menonjol dan itu semua atas perintahku, apa itu benar?" tanya Ray sambil menatap tajam Davin.


"Iya Tuan Ray, lagian anda cuma bilang gaun yang mewah, ya aku pikir gaun mewah itu yang sexy dan menonjol," jelas Davin.


Mendengar penjelasan Davin, Ray pun langsung menghela nafas panjangnya.


"Kak Davin, karena ulah Kak Davin itu, aku jadi malu dan gak enak sama Kak Zuy, apalagi pas Kak Zuy nyobain gaunnya itu, terlihat sangat ...," ungkap Ray, namun tiba-tiba ia terdiam. Raut wajah Ray pun kembali memerah.


Melihat itu, Davin langsung tersenyum smirk dan ia lalu mendekati Ray.


"Tuan Muda, bukannya itu bagus, jadi anda bisa melihat sesuatu yang menonjol indah milik Zuy," papar Davin menggoda Ray.


"Me-memang iya sih, eh bukan seperti itu.." Ray pun semakin tersipu dengan godaan Davin.


"Hehehe, anggap saja itu bonus sebelum anda menikah dengan Zuy Tuan Ray," lagi-lagi Davin menggoda Ray.


"Ya Kak Davin memang benar, dan karena ulah Kak Davin, Kak Davin harus di kasih hukuman, malam ini Kak Davin harus mengenakan gaun yang Kakak pesan itu..!!" perintah Ray ke Davin


Mendengar perintah dari Ray, membuat Davin sangat terkejut, "Tuan Ray, ja-jangan menghukumku seperti itu dong, ya.. ya.." pinta Davin sambil memijit Ray.


"Oke, tapi sebagai gantinya bonus buat Kakak bulan ini gak ada ya, kan lumayan tuh bonus yang aku kasih, kalau buat masker bisa sampai 50 pack," ujar Ray sambil mengedipkan satu matanya.


"50 pack masker, woaaaa..," batin Davin sambil membayangkan 50 masker itu. Lalu ia kembali melihat ke arah Ray.


"Ya baiklah-baiklah Tuan Ray, aku terima hukuman memakai gaun itu, asal bonusku masih aman," kata Davin


"Oke kalau begitu, yaudah Ray ke kamar dulu, ambil tas sama hp," kata Ray sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Iya, aku juga mau manasin mobil dulu," ujar Davin.


**************


Perusahaan CV


Tak lama kemudian, Zuy pun akhirnya sampai dan ia langsung menuju ke parkiran untuk memarkirkan motornya.


Mendengar suara Airin, Zuy pun langsung menoleh, "Airin, kamu baru datang?"


"Iya Zuy, tadi nyuci dulu," ujar Airin sambil melepaskan hodie yang ia kenakan, lalu ia menaroh hodie tersebut di bagasi motornya. Airin pun langsung menghampiri Zuy.


"Tumben rajin Rin, biasanya juga kamu suka malas," celetuk Zuy


"Buu, aku mah selalu rajin lagian aku ...," Airin pun langsung menatap Zuy, "Apa yang terjadi dengan suaramu Zuy?"


"Itu karena aku salah makan Rin, jadi ya seperti ini," jelas Zuy


"Oh begitu Zuy, lain kali hati-hati, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi," tutur Airin


"Iya Rin, terimakasih ya sudah mengkhawatirkanku," ucap Zuy, "Oh iya Rin, pulang kerja ada waktu luang tidak?"


"Waktuku selalu luang Zuy, memang kenapa?" tanya balik Airin


"kamu antar aku ya, ya sekalian kita jalan-jalan, nanti aku traktir makan deh," pinta Zuy


Mendengar itu mata Airin langsung berbinar, "Woaaa serius Zuy, memang mau antar kemana?"


"Nanti juga tahu, ayo kita masuk..!!" ajak Zuy.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam Kantor.


****************


Amerika


Sementara itu di malam hari, Lesya dan Michael tengah duduk berdua, Lesya sibuk dengan bukunya, sedangkan Michael sibuk dengan Laptopnya. Namun Lesya terlihat sangat jenuh sejak kepergian Liora yang sedang menjenguk Mario.


"Daddy.."


"Ada apa girls?" tanya Michael


"Aku sangat merindukan Momy, kapan Momy pulang Dad?" keluhnya


"Besok sepertinya, soalnya yang Daddy dengar, Mario akan di pindahkan kesini," jawaban dari Michael


"Sungguh Dad, ah Syukurlah.." ucap Lesya mendengar jawaban dari Michael.


"Yaudah kalau gitu kamu tidur sana..!!" titah Michael


"Lalu Ray kapan pulang?" lagi-lagi Lesya memasang raut wajah sedih


"Daddy juga tidak tahu Lesya, kamu merindukan Ray?" tanya Michael


Lesya pun menganggukkan kepalanya, "Iya Dad, Lesya sangat merindukan Ray, Lesya ingin bertemu dengan Ray, terus Lesya ingin Ray, Kimberly dan Lesya jalan-jalan bertiga," kata Lesya dengan polosnya.

__ADS_1


"Hah, nanti kita kesana saat ulang tahun Ray ya Lesya," ujar Michael.


"Waah asik, aku harus menelpon Kimberly supaya dia tahu dan lalu ikut dengan Lesya kesana," Lesya pun tersenyum senang.


"Iya terserah kamu sayang, yaudah kamu ke kamar sana..!!" titah Michael.


Lesya pun beranjak dari tempat duduknya, namun sebelum ke kamarnya, ia mencium pipi Michael.


"Good night Daddy," ucap Lesya,


"Good night, too.." balas Michael, lalu Lesya berjalan menuju ke kamarnya.


"Lesya, apa kamu masih berharap kalau Ray dengan Kimberly, lalu bagaimana jika nantinya kamu tahu bahwa Ray tidak menyukai Kimberly," lirih Michael.


************


Perusahaan CV


`Ruang Ceo


Ray nampak sedang bersantai di kursi kebesarannya sambil membaca buku, lalu kemudian...


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk...!!"


Seseorang langsung membuka pintunya, ternyata dia adalah Zuy


"Tuan Muda..." sapa Zuy sambil berjalan menghampiri Ray


"Oh Kakak, ada apa?" tanya Ray.


"Eumm Tuan Muda ...," Zuy nampak ragu ingin mengatakan apa yang ingin ia katakan.


"Ada apa Kak, apa Kakak perlu sesuatu?" tanya Ray


Zuy lalu menghela nafasnya, "Huuh, Tuan Muda, maaf hari ini mungkin Zuy akan pulang terlambat, jadi Tuan Muda jangan menunggu Zuy ya.." ujar Zuy


Mendengar itu Ray pun terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya, "Terlambat, memangnya Kakak mau kemana?"


"Ada sesuatu yang harus di beli Tuan Muda," jawab Zuy


"Yaudah biar Ray yang temani Kakak ya," tawar Ray


"Jangan Tuan Muda," tolak Zuy sambil melambaikan tangannya.


Mendengar Zuy menolak tawarannya, membuat Ray nampak kecewa, ia pun menundukkan kepalanya, "Kenapa Kakak menolak ajakan Ray, apa Kakak malu dengan Ray?"


"Bu-bukan begitu Tuan Muda, anda jangan salah paham, Zuy menolak karena Zuy sudah janji dengan Airin, kan gak enak sudah janji masa harus di ingkari," tutur Zuy


"Oh yaudah kalau sama Airin Ray jadi tenang, asal jangan terlalu larut pulangnya ya Kakak," pinta Ray


"Oke Tuan Muda, terimakasih banyak, kalau begitu Zuy keluar dulu ya.." ucap Zuy sambil membungkukkan badannya, lalu ia pun keluar dari ruang kerja Ray.


Tak lama kemudian, Davin pun masuk ke ruangan Ray.


"Tuan Ray, ini ada beberapa Proposal yang harus anda tanda tangani," kata Davin sambil memberikan berkas pada Ray.


"Oke taroh situ saja Kak," titah Ray


"Tuan Ray, ada masalah kah, anda terlihat kebingungan?" tanya Davin


"Bukan apa-apa, tadi Zuy datang, dia bilang akan pulang terlambat karena mau pergi dengan Airin untuk membeli sesuatu," ujar Ray


Lalu Davin merogoh saku celananya dan memberikan sesuatu pada Ray yaitu hp milik Zuy yang rusak.


"Mungkin dia ingin beli ini Tuan Ray," ujar Davin


Lalu Ray mengambil hp tersebut, "Ini bukannya milik Kak Zuy, Kak Davin menemukannya dimana?" tanya Ray


"Di lantai, tadi gak sengaja ketendang, soalnya saya tidak melihatnya," jelas Davin


Ray pun mencoba menyalakan hp milik Zuy, namun tidak menyala sama sekali.


Lalu ia pun bertanya pada Davin, "Kenapa ini tidak menyala, apa gara-gara Kak Davin tendang tadi?"


"Enak saja, waktu gak sengaja di tendang juga hpnya udah mati, ya mungkin karena kehujanan waktu itu Tuan," papar Davin.


"Oh gara-gara itu ya, tapi Kakak kenapa gak bilang ya," lirih Ray


"Ck.. Ck.. Tuan Ray, mungkin Zuy gak bilang karena ada alasan sendiri, anda harusnya paham dong.." celetuk Davin


Ray lalu kembali berdiri dari tempat duduknya, dan langsung menghampiri Davin.


"Kak Davin, nanti Kak Davin kirim satu atau dua orang pengawal untuk mengawasi Zuy dari kejauhan..!! " perintah Ray ke Davin.


"Baik Tuan Ray, nanti saya kirim pengawal untuk mengawasi Zuy," kata Davin


"Bagus, karena Ray gak ingin Zuy kenapa-napa lagi, dan sekarang sudah jadi tanggung jawabku untuk melindunginya."


***Bersambung...


Author: "Maaf atas keterlambatannya, semoga menghibur.. 🙏🙏🙏"


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2