Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Pantai..


__ADS_3

Selamat Tahun Baru 2021 Kakak2 Semuanya.. 🎉🎉


<<<<<


"Hah, kapan aku bisa bertemu lagi dengan anak itu, rasanya ingin sekali berada di dekatnya selalu, wajahnya yang begitu mirip dengan Maria, jika benar dia cucu-ku, aku akan membawanya pulang dan akan aku rawat dia di sisa umurku ini..."


Ucap Bunda Artiana dengan nada lirih, ia kembali menyeruput cangkir tehnya. Selang beberapa saat kemudian, sebuah mobil masuk ke halaman rumah Dimas, dan berhenti di depan rumahnya. Lalu seseorang turun dari mobilnya dan ternyata dia adalah Dimas yang baru pulang dari rumah sakit.


"Ayaaaah...!!" seru Nayla (anaknya Dimas) sambil berlari ke arah Dimas.


"Nayla, jangan lari-lari, nanti jatuh.." tutur Dimas sembari mengangkat tubuh Nayla dan menggendongnya.


"Maaf Ayah..," ucap Nayla


Dimas pun hanya tersenyum, lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke arah rumahnya.


"Dimas, kamu sudah pulang Nak," sambut Bunda Artiana.


Dimas pun langsung mencium tangan Bunda Artiana, "Iya Bunda, kebetulan jadwal Dimas gak terlalu padat."


Lalu Bunda Artiana mengedarkan pandangannya ke arah mobilnya Dimas.


"Dimas.."


"Iya Bunda.." sahut Dimas


"Eqitna mana? kenapa gak bareng sama kamu?" tanya Bunda Artiana


"Eqi masih ada di rumah sakit, karena ada pasien yang masih membutuhkannya," ujar Dimas.


"Oh, hmmm Dimas, apa kamu su ..."


"Dimas belum dapat Info apa-apa tentang wanita yang bernama Zuy itu Bunda.." sela Dimas menggelengkan kepalanya.


Raut wajah Bunda Artiana pun berubah kecewa dan ia langsung menundukkan kepalanya, lalu Dimas memegang pundak Bunda Artiana.


"Bunda, Bunda tenang saja, Dimas akan terus berusaha mencari info dan petunjuk tentang wanita itu, jadi Bunda jangan khawatir ya, kita pasti akan mengungkapkan siapa dia sebenarnya," ujar Dimas,


"Bi...!!" panggil Dimas kepada pengasuhnya Nayla


"Iya Pak.." sahutnya


"Nay ikut Bibi ya, Ayah mau mengobrol dengan Nenek," titah Dimas.


Nayla pun menganggukkan kepalanya, lalu Dimas memberikan Nayla pada pengasuhnya, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan Dimas dan Bunda Artiana duduk di kursi yang berada di teras depan rumahnya. Lalu...


"Bunda, Dimas ingin bertanya pada Bunda," papar Dimas


"Kamu mau bertanya apa Dimas?" tanya Bunda Artiana


Lalu Dimas memegang tangan Bunda Artiana, "Bunda, jika dia benar-benar anaknya Kak Maria, apa yang ingin Bunda lakukan padanya?" tanya Dimas


"Bukankah waktu itu Bunda pernah bilang padamu Dimas, kalau Bunda ingin menebus kesalahan Bunda karena telah menyia-nyiakan anak Maria itu, dan juga Bunda ingin menebus kesalahan Maria yang sudah meninggalkan anaknya demi menuruti keegoisan kami, Dimas," jelas Bunda Artiana.


"Iya Dimas paham, apa itu artinya Bunda ingin mengambil wanita itu dari keluarga yang sudah membesarkannya?" tanya Dimas.


Bunda Artiana pun menganggukkan kepalanya, "Iya Dimas, Bunda akan mengambil hak asuhnya, lalu membawanya pulang dan kemudian Bunda ingin merawatnya," jelas Bunda Artiana.


Dimas lalu menghela nafasnya, "Hah, Bunda.. apa Bunda tidak memikirkan perasaan Bibinya yang sudah merawatnya, Bunda pikirkan baik-baik sebelum bertindak, apalagi semalam Bunda pernah bilang pada Dimas kalau wanita itu akan segera menikah," tutur Dimas.


Seketika Bunda Artiana langsung terdiam dan menundukkan kepalanya, Dimas yang melihatnya langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Bunda Artiana, kemudian ia berlutut di hadapan Bunda Artiana.


"Bunda, jika Bunda ingin menebus kesalahan Bunda, biarkan dia bahagia bersama orang-orang yang menyayanginya, kita hanya bisa memberi dukungan untuknya Bunda, iya Bunda.." ujar Dimas.


Lalu Bunda Artiana mengangkat kepalanya, "Kamu benar Dimas," kata Bunda Artiana sambil menganggukkan kepalanya.


Dimas pun bangkit dari posisinya, "Yaudah kalau begitu kita masuk yuk Bunda, Dimas mau bebersih dan lagi kalau lama-lama di luar gak baik untuk kesehatan Bunda."


Bunda Artiana pun tersenyum, lalu berkata, "Baiklah Pak Dokter, Bunda akan menuruti perkataan anda."


Dimas pun langsung terkekeh mendengar perkataan Bunda Artiana, lalu Bunda Artiana beranjak dari tempat duduknya, dan mereka pun bergegas masuk ke dalam rumah.


*********


Pantai


Beberapa menit kemudian, mereka pun akhirnya sampai di Pantai, Ray langsung memarkirkan motornya di tempat parkir yang sudah di sediakan di sana. Zuy segera turun dari motor di susul Ray, lalu saat Zuy hendak membuka helm-nya, tiba-tiba Ray menahan tangan Zuy, kemudian ia langsung membuka pengait helm-nya Zuy dan melepaskan helm itu dari kepala Zuy.


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy


"Sama-sama sayangku," balas Ray sambil tersenyum


"Ayo kita kesana Tuan Muda..!!" ajak Zuy


Ray menganggukkan kepalanya, Zuy lalu menggenggam tangan Ray, kemudian mereka pun berjalan bergandengan menuju ke tepi pantai. Sesampainya Zuy melepaskan genggamannya, ia pun langsung merentangkan tangannya dan menarik nafasnya. Ray yang melihatnya hanya tersenyum bahagia.


"Hah, rasanya tenang sekali kalau sudah berada di sini," ujar Zuy.


"Apa Kakak sering datang ke pantai?" tanya Ray


Zuy pung mengangguk, " Iya Tuan Muda, kalau akhir pekan Zuy sering kesini."


"Dengan siapa?" tanya Ray


Zuy langsung menyunggingkan senyuman jahilnya, "Tentunya dengan seseorang dong.."


"Apa..!! apa dia seorang laki-laki?" tanya Ray yang penasaran.


Lalu Zuy menyodorkan badannya ke arah Ray sambil menatap Ray, "Apa Tuan Muda-ku penasaran?"


"Tu-Tuan Muda-ku..!!" batin Ray, lalu ia memalingkan wajahnya, "Tidak, siapa yang penasaran.." gumam Ray.


Zuy pun tersenyum dan berkata, "Oh iya, tapi wajah anda memerah lho, Tuan."


"Si-siapa yang wajahnya memerah..!!" Ray pun langsung salah tingkah.


"Hahaha.. padahal Zuy hanya menggoda anda Tuan Muda," ujar Zuy sambil berjalan di atas pasir menelusuri pantai.


"Apa...!!


"Anda tenang saja, Zuy sering kesini juga dengan Airin kok, tapi kadang juga Brian suka ikut," jelas Zuy.


Lalu tiba-tiba Ray menyipratkan air laut ke arah Zuy, sontak membuat Zuy terkejut dan menoleh ke arah Ray.


"Tuan Muda, apa yang anda lakukan?" tanya Zuy


"Hoho, ini adalah hukuman untuk sayangku karena telah menggodaku," ujar Ray


"Oh begitu," pekik Zuy, lalu ia pun membalas perbuatan Ray dengan menyipratkan air laut ke arah Ray.

__ADS_1


Mereka saling menyipratkan air laut, lalu tiba-tiba..


"Awwww.." rintih Zuy


"Ada apa sayangku?" tanya Ray mendekat ke arah Zuy


"Perih Tuan.." ujar Zuy sembari mengucek matanya


"Mana yang perih, pasti ini terkena air laut, maaf ya sayang," ucap Ray


Lalu Ray mendekatkan wajahnya karena ingin meniup mata Zuy, lalu kemudian Zuy menahannya


"Ada apa Kak? kan Ray ingin meniup mata Kakak," ujar Ray


"Memang mata Zuy perih, tapi ..," lalu Zuy membungkukkan badannya, lalu tangannya pun sudah mengambil air laut dan kemudian...


"Tapi bohong.." sambung Zuy sambil menyipratkan kembali air itu pada Ray. Lalu ia pun berlari..


"Sayangku sudah berani mengerjaiku," cetus Ray..


Zuy lalu berbalik, "Biarin, bleeeh.." seru Zuy menjulurkan lidahnya.


"Tunggu jangan kabur..!!"


Ray pun mengejarnya, akhirnya mereka saling kejar-kejaran, membuat orang yang berada di pantai langsung memandangi mereka. Akan tetapi lari Ray lebih cepat dari Zuy, akhirnya Zuy tertangkap oleh Ray.


"Mau lari kemana kamu sayangku?!!" tanya Ray memegang tangan Zuy


"Iya ampun Tuan Muda," ucap Zuy.


"Tidak ada kata ampun buatmu sayangku," papar Ray sambil memegang rahang Zuy.


Ia pun mulai mendekatkan wajahnya.


"Hei Tuan Muda, jangan di sini! Banyak orang-orang di sini.." titah Zuy


"Biarkan saja, ini hukuman buat sayangku," cetus Ray.


"Tuan Muda, sunset..!!" seru Zuy menunjuk ke arah matahari yang terbenam,


Lalu Zuy melepaskan tangan Ray dan berjalan berapa langkah, kemudian ia melihat ke arah matahari yang hampir terbenam.


"Tuan Muda bagus kan pemandangannya.." kata Zuy


Ray pun mendekat sambil memeluk Zuy dari belakang.


"Iya bagus sayang, cantik seperti dirimu," puji Ray sambil mencium puncak kepala Zuy.


Blush...


"Tu-Tuan Muda, bisa saja ya ngegombal," celetuk Zuy yang wajahnya memerah.


"Siapa yang ngegombal, orang beneran kok, kalau sayangku memang cantik," ucap Ray, lalu kemudian...


"Hei kalian berdua, kalau mau bermesraan jangan dekat orang jomblo dong, bikin orang baper saja," gerutu seseorang.


Mendengar itu, Ray dan Zuy langsung menengok ke arah orang tersebut.


"Ahahaha maafkan kami Tuan," ucap Zuy,


Zuy pun langsung menggenggam tangan Ray dan menariknya pergi. Mereka pun berjalan menelusuri pantai.


"Ada apa sayangku?" tanya Ray


"Zuy ...," papar Zuy, dan tiba-tiba..


Krunyuuuuuk...


Suara perut Zuy pun langsung bergema, membuat Ray terkekeh saat mendengarnya.


"Hihihi, ternyata sayangku lapar, ayo kita makan di sana..!!" ajak Ray


"Iya Tuan Muda," balas Zuy menganggukkan kepalanya.


Lalu mereka pun segera bergegas menuju ke Restoran yang berada di sana. Sesampainya Zuy dan Ray langsung masuk ke restoran tersebut


"Selamat datang..!!" sambut pelayan


"Iya Terimakasih.." ucap Zuy


Mereka pun langsung duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan, Zuy sengaja memilih tempat duduk dekat dengan pemandangan laut. Lalu Waiter (pelayan laki-laki) datang membawa buku menu.


"Ini Tuan, Nona.." ujarnya sambil memberikan buku menu makanan.


Ray dan Zuy langsung melihat-lihat daftar menu makanan tersebut. Sesaat kemudian mereka pun memesan makanan yang sama, lalu waiter mencatat pesanan mereka, setelah itu ia pun pergi.


"Sayang, sebentar ya Ray ke toilet dulu, sudah gak tahan.." ujar Ray sambil beranjak dari tempat duduknya.


Zuy pun menganggukkan kepalanya, Ray melangkahkan kakinya menuju ke belakang, akan tetapi Ray bukan ingin ke toilet, melainkan pergi menemui Manager Restoran tersebut. Setelah berada di depan ruangan Manager Restoran itu. Ray langsung mengetuk pintunya.


Tok Tok Tok


"Masuk...!!" seru seseorang yang berada di dalam.


Lalu Ray menarik handle pintu dan mendorong pintu hingga terbuka, saat melihat yang masuk adalah Ray, Manager Restoran tersebut sangat terkejut, ia langsung berdiri membungkukkan badannya.


"Tuan Ray.." sapanya.


Ray pun mengangguk, lalu ia menghampiri Manager itu.


"Aku membutuhkan bantuan kalian," ujar Ray


"Bantuan apa Tuan?" tanya Manager itu.


Lalu Ray membisikan sesuatu pada Manager restoran tersebut. Manager itu pun menganggukkan kepalanya.


Sesaat setelah selesai dengan urusannya, Ray pun keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju ke arah Zuy. Sesampainya..


"Kenapa lama Tuan Muda?"


"Oh itu karena perutku lagi gak enak, jadi sedikit lama," ujar Ray berbohong, "Yaudah, ayo kita makan..!!"


"Selamat makan...!!" ucap bersama..


Mereka pun menyantap makanannya, tak lama kemudian, setelah selesai menyantap makanannya, dan membayar Bill-nya, mereka bergegas keluar dari Restoran.


Setelah berada di luar, Ray mengajak Zuy untuk duduk di kursi panjang yang berada di dekat pantai tersebut.


"Kita duduk dulu di sini ya sayang, nanti habis ini langsung kita pulang," kata Ray.

__ADS_1


"Oh yaudah, gak apa-apa Tuan Muda," balas Zuy


"Euum, Kakak tunggu sebentar ya..!!" titah Ray


"Memangnya Tuan Muda mau kemana?" tanya Zuy


"Ke situ sebentar sayang," jelas Ray,


Ray mencium pipi Zuy dan pergi meninggalkan Zuy. Tak lama setelah Ray pergi, tiba-tiba...


Duaaaar...


Suara letusan kembang api meramaikan suasana langit malam, macam-macam gambar dari letusan kembang api tersebut terlukis di atas langit malam.


"Waah indah sekali.." puji Zuy yang terpukau melihatnya.


Duaaaaaar...


Satu letusan kembang api melesat ke atas, dan seketika muncul tulisan di langit...


I LOVE YOU ZOEY LESTARI


Begitulah tulisan yang terukir di atas langit, membuat Zuy tertegun melihatnya.


"Tuan Muda.." lirih Zuy


"I Love You Zoey Lestari.." ucap Ray dari arah belakang


Mendengar itu Zuy langsung menoleh ke belakang, Zuy pun terkejut saat melihat Ray membawa buket berisi coklat dan boneka bear.


Ya mungkin buket bunga bagi Ray sudah terbiasa.. hehehe (Author nimbrung)


Zuy langsung beranjak dari tempat duduknya, dan menghampiri Ray, kemudian ia memeluk erat Ray.


"I Love You too Rayyan.." balas Zuy.


Prook.. prook..


Semuanya yang berada di sana terpukau dan mereka langsung tepuk tangan.


*******


Rumah Ray


Sementara itu, Bu Ima sedang berada di dapur sedang mencuci piring, lalu Davin pun menghampiri Bu Ima.


"Bu Ima, belum tidur?" tanya Davin


"Belum Tuan, Ibu bel ..," Bu Ima pun menoleh ke arah Davin,


"Hantu...!!" seru Bu Ima saat melihat Davin yang menggunakan maskernya, lalu ia memegang sendok sayur yang baru ia cuci.


"Hantu? di mana hantunya?" tanya Davin sambil mengedarkan pandangannya.


Lalu Bu Ima menunjuk ke arah Davin, sontak membuat Davin menyadari akan sesuatu, lalu ia pun menghela nafasnya..


"Hah.. Bu Ima, ini saya Davin, orang paling ganteng dan glowing," ujar Davin


"Anda beneran Tuan Davin?" tanya Bu Ima


Davin pun menganggukkan kepalanya, seketika Bu Ima langsung menarik nafasnya dan menghembuskannya sambil mengelus dadanya.


"Huh, bikin kaget saja, maaf Tuan Davin," ucap Bu Ima


"Iya tidak apa-apa Bu," balas Davin, "Apa Tuan Ray dan Zuy sudah pulang?" sambung tanya Davin


Bu Ima pun menggelengkan kepalanya, "Belum Tuan.."


"Oh, yaudah kalau begitu, saya kembali ke kamar, Ibu jangan lupa istirahat, karena kesehatan lebih penting," tutur Davin sambil berjalan menuju ke kamarnya.


Sedangkan Bu Ima melanjutkan kembali aktivitasnya yang tertunda tadi.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Keesokan harinya...


Seperti biasa pagi-pagi sekali Bu Ima sudah ke pasar untuk berbelanja bahan makanan, beberapa saat kemudian Bu Ima pun sampai di rumah, dan langsung menuju ke dapur. Kemudian Bu Ima menjalankan aktivitasnya, yaitu menyiapkan makanan untuk majikannya.


Zuy yang baru bangun dan keluar dari kamarnya pun langsung menghampiri Bu Ima yang berada di dapur.


"Pagi Bu Ima.." sapa Zuy, lalu ia menuangkan air minum ke dalam gelas dan meneguknya


"Pagi Nak Zuy.." balas Bu Ima,


"Oh iya Nak Zuy, Ibu belikan sesuatu untuk Nak Zuy, supaya perut Nak Zuy gak sakit," sambung Bu Ima


"Oh, yaudah taroh saja di meja makan Bu, nanti Zuy minum, soalnya Zuy mau ke kamar mandi dulu," pinta Zuy.


"Baik Nak Zuy," balas Bu Ima.


Zuy pun bergegas menuju ke kamar mandi, sedangkan Bu Ima menaroh gelas tersebut di atas meja makan, kemudian ia kembali ke dapur.


Sementara itu, Davin baru saja keluar dari kamarnya, lalu ia pun berjalan menuruni tangga, setelah sampai di bawah, ia bergegas menuju ke dapur, akan tetapi pada saat di meja makan, ia melihat segelas minuman yang di taroh di atas meja.


"Waah su-su, kebetulan..." kata Davin


Davin pun langsung menyambar gelas tersebut dan meminumnya, namun ia merasakan ada yang aneh dalam minuman itu.


"Duh ini su-su kok agak sedikit asin ya, apa Bu Ima salah kali ya, jangan-jangan di masukin garam," gumam Davin,


Kemudian Bu Ima datang membawa makanan yang baru matang ke meja makan.


"Tuan Davin, selamat pagi," sapa Bu Ima


"Pagi juga Bu, oh iya Bu Ima kenapa su-su ini agak asin, apa Bu Ima menaroh garam?"


Bu Ima pun kebingungan, lalu ia melihat gelas yang buat Zuy sudah kosong.


"Tuan Davin, apa anda meminumnya?"


"Iya saya yang minum su-su di gelas ini," ujar Davin.


Bu Ima pun terkejut, "Apa..!! tapi itu bukan su-su Tuan, itu adalah Beras Kencur.."


"Hah..!!"


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2