Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Urungkan Niatmu itu!


__ADS_3

<<<<<


Mendengar itu, sontak membuat Maria tersentak kaget, Maria pun perlahan membuka mulutnya.


"Kimberly! Apa kamu serius?"


Maria menatap lekat wajah anak kesayangannya itu, ia berharap bahwa ucapan Kimberly hanya bualan Kimberly saja. Melihat tatapan Maria membuat Kimberly mengerutkan dahinya, kemudian ia mencondongkan badannya ke arah Maria.


"Aku serius Mam, benar-benar serius ingin menyingkirkan wanita itu dari kehidupan Ay untuk selama-lamanya," tegas Kimberly.


"Apa Mam mendukung ku?" sambungnya sembari mengangkat tubuhnya kembali.


Nyuuut...


Seketika Maria langsung terdiam. Ada rasa sakit yang menghantam di dadanya saat mendengar perkataan Kimberly, ia pun menundukkan kepalanya.


"Kenapa saat Kimberly berkata seperti itu, rasanya dadaku terasa sakit begini," batin Maria sembari memegang dadanya.


"Kenapa diam, Mam?" tanya Kimberly menyidik.


Sesaat Maria pun tersadar dan mengangkat kepalanya, ia kembali menatap Kimberly.


"Kimberly...."


"Hmmmm...." sahut Kimberly.


"Lebih baik kamu urungkan niatmu itu, sayang!" pinta Maria.


Sontak membuat Kimberly terkejut mendengar permintaan Maria.


"Hah! Mam bilang apa barusan?"


Maria menghela nafasnya dan berkata, "Mam bilang, lebih baik kamu urungkan niatmu itu Kimberly!"


"Kenapa tiba-tiba Mam berkata seperti itu?" tanya Kimberly yang mulai penasaran.


"Itu karena ...."


"Karena apa Mam? Jawab!" Kimberly pun mulai meninggikan suaranya.


Bukannya menjawab, Maria malah tertunduk diam. Sehingga membuat Kimberly merasa kesal.


"Kenapa diam Mam? Oh jangan-jangan Mam sudah mulai menyukai wanita itu? Makanya Mam menyuruh ku untuk mengurungkan niat ku ini, iya kan?


Maria menggelengkan kepalanya. "Tidak Kim."


"Oh, atau jangan-jangan wanita itu melakukan sesuatu yang membuat Mam luluh terhadapnya?"


"Itu juga bukan Kim...."


"Lantas apa? Ah Kim tahu ini, apa jangan-jangan ...."


Kimberly kembali mencondongkan tubuhnya ke arah Maria.


"Dia itu anak haram yang Mam lahirkan?" bisik Kimberly.


Sontak membuat mata Maria membulat sempurna karena terkejut mendengar bisikan Kimberly.


"Kimberly, kamu ...."


"Oh ternyata benar ya kalau wanita itu anak haram Mam," cetus Kimberly, ia pun menjauhkan tubuhnya kembali. Lalu ....


"Dia bukan anak haram ku Kimberly!" sentak Maria


"Kalau bukan anak haram, terus apa?" cecar Kimberly.


Seketika Maria langsung meremas kuat bajunya.


"Di-dia bukan anak ku dan dia bukan siapa-siapa!" ujar Maria yang berbohong.


"Kalau dia bukan siapa-siapa, kenapa Mam melarang ku melakukan sesuatu terhadapnya?"


"Itu karena Mam tidak ingin kamu menjadi orang jahat, Kimberly!" kata Maria dengan lantang.


"Hah! Mam bilang apa barusan? Apa aku tidak salah dengar?"


Maria menggelengkan kepalanya. "Ka-kamu tidak salah dengar Kimberly, Mam tidak ingin kamu menjadi orang jahat dan bertindak melebihi batas."


Lalu kemudian....


"Hahaha.... Hahaha.... Maaf aku tertawa, habis Mam lucu. Mam sayang, bukankah dulu Mam selalu bilang padaku bahwa apapun yang aku inginkan harus aku dapatkan, meskipun aku harus menjadi orang jahat sekalipun," ujar Kimberly. "Iya kan Mam?"


Maria pun kembali tertunduk diam, nampak air mata Maria yang lolos membasahi pipinya.


"Nah sekarang Kimberly ingin mendapatkan Ay kembali. Terus apa Kim salah, jika Kim harus berbuat jahat terhadap orang yang telah mengambil Ay dariku?" sergah Kimberly.


"Tapi Kimberly ...."


"Mam, asal Mam tau. Selama ini Kim hanya diam, walaupun hati Kim sakit saat Ay mencampakan Kim. Sebab Kim percaya dengan perkataan Mam, bahwa Mam yang akan membalaskan rasa sakit Kimberly terhadap wanita itu dan mendapatkan Ay kembali. Tapi kenyataannya sekarang, Mam malah jadi seperti ini, tidak bisa apa-apa dan sudah tidak berguna. Terus lagi Mam sekarang kerjanya cuma duduk di kursi roda saja," cetus Kimberly.


"Maaf, jika sekarang Mam tidak berguna dan mengingkari perkataan Mam," ucap Maria tersedu-sedu.


"Itu Mam sadar diri. Ya maka dari itu, mulai sekarang aku yang akan bertindak sendiri, aku yang akan berusaha mendapatkan Ay kembali dan menyingkirkan wanita itu untuk selama-lamanya. Walaupun dengan cara jahat sekalipun," tegas Kimberly. "Dan Kim sangat mohon pada Mam, tolong Mam jangan menghalangi niat Kim ini!" sambung pinta Kimberly.


Kemudian Kimberly menghentakkan kakinya menuju ke kamarnya sendiri.


"Kimberly, asal kamu tahu. Kenapa Mam menyuruh mu untuk mengurungkan niat mu itu, sebab Mam tidak ingin kamu bernasib sama seperti Mam yang berakhir seperti ini. Mam telah mendapatkan balasan yang setimpal, karena perbuatan Mam terhadapnya. Yang ternyata adalah anakku sendiri, Kakak kamu Kimberly." sesal Maria.


Beberapa saat kemudian....


Kimberly turun dari tangga, ia nampak berpakaian rapih sambil membawa tasnya, sontak membuat Maria tercengang.


"Kimberly, kamu mau kemana?" tanya Maria.


"Kim mau pergi, ada panggilan dari atasan dan mungkin malam ini Kim gak pulang," jawab Kimberly.


Lalu Maria memegang tangan Kimberly.


"Kimberly, Mam mohon kamu jangan pergi! Mam ingin kamu di sini temani Mam." pinta Maria


Akan tetapi Kimberly malah menepis tangan Maria. "Mam jangan seperti ini! Kim pergi juga untuk pekerjaan dan lagi Kim ingin menenangkan diri."


"Tapi Kim ...."


Kimberly lalu melangkahkan kakinya menuju keluar dari rumah.


"Kimberly jangan pergi!" teriak Maria


Namun Kimberly tidak mendengarnya, ia terus berjalan tanpa berbalik, kemudian Maria mencoba mengejar Kimberly, akan tetapi....


Bruuugh....


Karena tidak seimbang, Maria pun terjatuh bersama dengan kursi rodanya.


Aaaaaaah...


"Kimberly, Kimberly....." teriak Maria sembari menangis.


********************


Rumah Ray


Β°Kamar Ray


Sementara itu, Zuy yang tengah tertidur di samping Ray, lalu tiba-tiba ....


"Mamaaaaaah......" teriak Zuy sembari membangunkan dirinya sendiri.


Nafasnya pun terengah-engah dan keringat dinginnya bercucuran membasahi keningnya, tanpa sadar air matanya lolos dan mengalir dengan sendirinya. Mendengar teriakan pujaan hatinya, Ray langsung terbangun dari tidurnya.


"Sayangku ada apa?" tanya Ray


Zuy pun menoleh ke arah Ray dengan mata yang berkaca-kaca dan sudah menampung air matanya. Melihat itu Ray terkejut dan langsung memeluk Zuy.


"Sayangku, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis? Apa kamu mengalami mimpi buruk?" lontar beberapa pertanyaan Ray.


"Zuy gak tau Ray, kenapa Zuy seperti ini. Tiba-tiba ada sesuatu menyerang di hati," ujar Zuy


"Hmmm... Kasihan sayangku," Ray mengelus kepala Zuy dan menciumnya.


Sesaat kemudian Zuy melepaskan pelukan Ray.


"Sekarang jam berapa Ray?"


Ray lalu mengambil hpnya yang berada di atas nakas, ia pun melihat ke layar hpnya itu.

__ADS_1


"Baru jam tiga lewat, sayangku."


"Oh.." Zuy beranjak dari tempat tidurnya.


"Mau kemana sayangku?"


"Mau ke kamar mandi," jawab Zuy.


"Mau di temenin gak?"


Zuy mengibas tangannya. "Gak usah Ray, Zuy sendiri aja."


Ray mengangguk, kemudian Zuy melangkah menuju ke kamar mandi. Setelah berada di kamar mandi, ia terdiam sejenak sembari menatap ke arah cermin besar di depannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku selalu merasakan sakit yang tiba-tiba menyerang di hatiku, sehingga membuat dadaku terasa sesak," ucap Zuy memegang dadanya.


Zuy lalu menyalakan keran di wastafel, kemudian ia mencuci wajahnya. Sesaat setelahnya, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke tempat tidur lagi.


"Sudah sayangku?" tanya Ray yang masih duduk menyandar.


Zuy mengangguk. "Iya udah, aku pikir kamu tidur lagi Ray?"


"Bagaimana mau tidur lagi, sayangku saja masih di kamar mandi," kata Ray.


"Hmmmm...."


Zuy mendudukkan dirinya di tepi ranjang, ia pun mengambil gelas berisi air minum yang berada di atas nakas dan meneguknya. Lalu Ray melingkarkan tangannya ke pinggang Zuy sembari mendaratkan bibirnya ke tengkuk leher Zuy.


"Ray...."


"Iya sayangku...."


"Tidur! Takutnya besok kesiangan," titah Zuy.


"Tapi Ray mau bermanja dulu sama sayangku," ujar Ray manja.


"Rayyan...."


"Iya sayangku, asal Ray tidur di pangkuhan sayangku ya! Soalnya pengin ngelus-elus anakku ini," pinta Ray.


Zuy mengangguk, ia pun menaikkan kakinya ke atas kasur dan meluruskannya. Lalu Ray menempatkan kepalanya di pangkuhan Zuy sembari memandangi perut Zuy.


"Kesayangan Daddy sedang apa di sana? Sebenarnya Daddy kangen pengin mampir dan lihat kamu lagi nak, tapi Mommy kamu ...."


"Ray...."


Ray mendongakkan kepalanya ke arah Zuy yang tengah melotot ke arahnya, seketika pandangan Ray langsung beralih kembali ke perut Zuy.


"Tuh kan sayang Mommy kamu udah melototin Daddy, tapi kamu tenang saja, besok-besok Daddy pasti mampir buat ngeliat kamu," ucap Ray


"Rayyan.... Jangan bicara aneh-aneh pada anakku!" pekik Zuy.


"Anak kita sayangku. Kan aku dan geoduck milik ku ini yang beraktivitas sampai berkeringat, sehingga membuahkan hasil di perutmu itu," ujar Ray


Blush....


Wajah Zuy langsung merona, kemudian ia menutup wajahnya dengan tangannya.


"Kamu benar-benar mesum ya Ray!"


"Tapi sayangku menyukainya kan?" Ray menggoda Zuy.


"Rayyan.... Berhenti menggodaku!" seru Zuy.


Ray terkekeh. "Hihihi.... Wajah sayangku sudah memerah," ledeknya.


"Wajah ku ungu bukan merah," pekik Zuy.


Drama pun berlanjut sampai mereka berdua tertidur.


...----------------...


Pukul 06:35Am


Zuy nampak tengah sibuk di dapur mencuci peralatan dapur, karena setelah selesai memasak untuk sarapan, Bu Ima langsung pergi ke pasar, jadi Zuy yang membereskan sisanya. Lalu....


Trrrrrrt... Trrrrrrt... Trrrrrrt...


Tiba-tiba hpnya berdering, sehingga membuat Zuy menghentikan aktivitasnya dan mengambil hpnya di atas meja.


Zuy pun langsung menjawab telponnya.


"Iya Kak...."


"Kamu lagi apa Zuy?" tanya Aries dari sebrang telponnya.


"Zuy lagi nyuci prabotan Kak," jawab Zuy.


"Oh.... Maaf ya Zuy kalau Kakak mengganggu," ucap Aries.


"Gak ganggu Kak, memang ada apa Kak? Tumben pagi-pagi udah nelpon."


"Be-begini Zuy, Kakak ingin curhat sama kamu, sebenarnya kemaren Kakak melamar Yiou," ungkap Aries


Sontak membuat Zuy terkejut.


"Hah! Apa Zuy gak salah dengar? Kak Aries udah melamar Mrs Yiou?"


"Kamu gak salah denger Zuy, Kakak kemaren melamarnya."


"Waah terus lamaran Kakak di terima gak tuh?" Zuy mulai penasaran.


"Tentu di terima dong, tapi ...."


"Tapi apa Kak?"


Aries lalu menghela nafasnya. "Haaa... Tapi dia menyuruh Kakak datang ke rumah Kakaknya untuk meminta izinnya."


"Ya Kakak tinggal ke rumah Pak Willy aja dan minta sama Paman untuk menemani Kakak!"


"Ya Kakak juga maunya gitu, tapi Kakak belum bicara sama Om Randy."


"Kakak bilang dong ke Paman Randy dan lagi ...."


Tiba-tiba Zuy menghentikan obrolannya karena seseorang melingkarkan tangannya ke pinggang Zuy, membuat Zuy tersentak dan menoleh ke belakang.


"Ray...."


"Pagi sayangku...." sapa Ray sembari menyandar di bahu Zuy.


Lalu....


"Halo Zuy," panggil Aries dari sebrang telponnya.


Zuy menempelkan kembali benda pipih tersebut ke telinganya.


"Ah maaf Kak, barusan ...."


"Ada Tuan Ray ya?"


"I-iya Kak, ada Ray di sini," jawab Zuy.


"Oh, yaudah kalau begitu Kakak tutup telponnya deh, soalnya takut kena semprot sama Tuanmu itu," celetuk Aries.


"Tuan Aries jangan bicara aneh-aneh," seru Ray


"Hahaha.... Maaf Tuan Ray, yaudah ya!"


Aries pun langsung memutuskan telponnya.


"Humpt...." dengus Ray


"Kenapa Ray?"


"Gak apa-apa, cuma penasaran aja, kenapa Aries pagi-pagi sudah menelpon sayangku? Bikin badmood aja," gerutu Ray.


Zuy yang mendengarnya pun terkekeh, kemudian pandangannya mengarah ke lantai.


"Ada apa sayangku? Kenapa kamu ngeliatin lantai?" tanya Ray kebingungan.


"Zuy hanya memastikan saja, apa lantainya kena tumpahan cuka atau tidak? Soalnya Zuy nyium bau cuka yang tajam dan menyengat di sekitar sini," ledek Zuy.


Seketika Ray kembali mendengus, lalu ia pun mencubit hidung Zuy.


"Sayangku sudah pandai meledekku ya!"

__ADS_1


"Aduuh sakit! Lagian kamu posesife banget sih, padahal Kak Aries nelpon kan mau curhat," ujar Zuy menurunkan tangan Ray dari hidungnya.


"Curhat? Curhat apa memangnya?" tanya Ray penasaran.


Sesaat Zuy menghela nafasnya. "Haaa... Tadi Kak Aries curhat, bahwa ia habis melamar Mrs Yiou, Ray." jelasnya.


Ray langsung terkejut mendengar penjelasan dari Zuy.


"Hah! Tadi sayangku bilang apa? Aries melamar Kak Yiou?"


Zuy mengangguk cepat. "Iya Ray, Kak Aries yang barusan bilang seperti itu."


Ray lalu menarik nafasnya dan sesaat ia menghembuskannya.


"Huuu.... Syukurlah kalau Kak Aries benar-benar serius dengan Kak Yiou," ucap Ray.


"Iya Ray, yaudah kalau kamu mau nyarap duluan aja ya! Soalnya Zuy mau ngelanjutin nyuci," ujar Zuy.


Namun Ray malah memeluk Zuy dengan erat.


"Ray...."


"Aku nyarapnya mau di temani sama sayangku saja," pinta Ray dengan nada manja.


"Huuu.... Dasar kamu ya, yaudah aku temenin," balas Zuy memegang pipi Ray.


Senyumnya langsung terukir di wajah tampannya itu, lalu ia mendaratkan bibirnya ke pipi dan beralih ke bibir Zuy. Saat tengah asik dengan kemesraannya bersama pujaan hatinya, tiba-tiba....


"Ehemmm.... Sepertinya aku salah masuk dapur...." seru seseorang yang tak lain adalah Davin.


Mendengar itu, Ray langsung menghentikan aksinya tersebut dan menoleh ke arah Davin, Ray lalu menatap tajam Davin.


"Ahahaha.... Sepertinya aku nyasar ini, padahal tadinya mau ke meja makan karena cacing di perutku sudah merontah dan berdemo. Kalau gitu aku ke meja makan duluan, kalian lanjutin aja misterinya!" ujar Davin.


Davin pun segera memutar badannya dan menutup matanya, lalu ia melangkahkan kakinya.


"Aku gak lihat apa-apa, aku gak lihat apa-apa, aku gak lihat apa-apa," lontar Davin yang berulang-ulang.


"Bener-bener ini si adonan moci," umpat Ray.


"Huu... Kalian berdua ya. Oh iya tadi kamu mau nyarap kan, yaudah ayo! Zuy temenin kamu." kata Zuy.


Ray menganggukkan kepalanya, kemudian mereka melangkah bersama menuju ke meja makan.


*******************


Rumah Bi Nana


Setelah selesai mengobrol dengan Zuy lewat telpon, Aries langsung meletakkan hpnya di atas nakas, kemudian ia beranjak dari posisinya dan melangkah keluar dari kamarnya. Aries lalu menuruni anak tangga satu-persatu sambil mengedarkan pandangannya, saat ia melihat Pak Randy tengah duduk sambil menikmati kopinya, Aries mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Pak Randy.


"Om Randy...."


Pak Randy pun menoleh. "Hmmmm, ada apa Ries?"


Aries lalu mendudukkan dirinya di atas sofa lainnya.


"Om, Aries mau ngomong sesuatu sama Om," ujar Aries sembari menundukkan kepalanya.


"Aries, kalau mau ngomong, angkat kepalamu dulu!" titah Pak Randy.


Aries pun langsung menurutinya, ia lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Pak Randy.


"Nah gitu dong kan nyaman jadinya, nah sekarang kamu mau ngomong apa?" lanjut tanya Pak Randy.


"Be-begini Om, Aries ingin meminta Om untuk menemani Aries," balas Aries.


"Menemani kamu? Memangnya kamu mau kemana? Apa mau melamar seseorang?" Pak Randy hanya menduga-duga, Pak Randy pun kembali menyeruput kopinya.


"I-iya Om, Aries ingin melamar seseorang," jelas Aries.


Lalu tiba-tiba....


Uhuk....


Karena kagetnya Pak Randy, ia pun sampai tersedak.


"Om Randy! Om tidak apa-apa?" tanya Aries khawatir.


"Om tidak apa-apa Ries, Om hanya kaget saja. Lalu tadi kamu bilang mau melamar, apa kamu benar-benar serius Ries?"


Aries langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya Om Aries serius, makanya Aries meminta Om untuk menemani Aries, karena di sini Aries hanya punya Om dan Tante, sedangkan orang tua Aries kan berada di Luar Negri Om," ujar Aries.


"Jadi bagaimana Om, apa Om mau menemaniku?" sambung tanya Aries.


"Iya Om akan temani kamu, Ries. Lagi pula, orang tuamu menitipkan kamu pada Om, terus wanita mana yang akan kamu lamar? Apa wanita yang kemaren datang bersama mu?


Aries kembali mengangguk. "Iya Om, dia orangnya."


"Jadi pelabuhan terakhir mu jatuh pada Tantenya Tuan Ray, baiklah Om akan temani kamu, terus kapan rencana melamarnya?"


"Aries penginnya secepatnya, cuma kan Tante masih di rumah sakit, jadi Aries nunggu Tante pulang dulu," kata Aries.


"Nanti sore Tantemu pulang Ries," ujar Pak Randy


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, nanti Aries kabarin Om lagi, lagian Aries juga harus minta izin dulu sama Apah dan Mama," jelas Aries.


"Yaudah kalau begitu, Om tunggu kabar darimu saja."


"Oke Om, terimakasih banyak ya Om," ucap Aries.


Pak Randy mengangguk pelan seraya membalas ucapan Aries.


"Yaudah kalau begitu Aries ke kamar dulu ya Om, mau ngasih tau ke Apah."


Lalu Aries beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan Pak Randy.


"Syukurlah, akhirnya kamu menemukan cintamu kembali, dan semoga saja dia benar-benar orang yang tepat untuk mu," ucap Pak Randy.


Pak Randy pun kembali menyeruput kopinya itu.


*********************


Menjelang sore hari....


Rumah Dimas


Sementara itu di rumah Dimas, Bunda Artiana nampak tengah duduk duduk di sofa, seperti biasanya tangan Bunda Artiana selalu bermain rajutannya, entah kali ini apa yang akan Bunda Artiana buat.


"Topi ini pasti akan cocok di pakai untuk calon cicitku nanti," ucap Bunda Artiana yang ternyata tengah membuat topi. Lalu ....


Ting Tong....


Seseorang memijit bel pintu rumahnya, mendengar itu, Bunda Artiana langsung menghentikan aktivitasnya.


"Mira...." seru Bunda Artiana memanggil asisten rumah tangganya.


"Iya Nyonya besar, ada apa?"


"Sepertinya ada yang datang, tolong kamu bukakan pintunya!" titah Bunda Artiana.


Mira pun mengangguk patuh, lalu ia berjalan menuju ke arah pintu.


"Hmmmm, siapa yang datang ya? Apa Dimas atau Eqitna," lirih Bunda Artiana sembari memainkan kembali alat rajutannya itu.


Sesaat kemudian Mira datang bersama seseorang dan mira pun menghampiri Bunda Artiana.


"Nyonya besar ada yang ingin bertemu dengan anda," kata Mira.


"Hmmm, siapa yang ingin menemui ku?" tanya Bunda Artiana


"Orangnya di sana Nyonya," ujar Mira sembari menunjuk.


Lalu Bunda Artiana mengangkat kepalanya dan pandangannya mengarah ke arah yang di tunjukan oleh Mira.


Seketika senyum Bunda Artiana langsung mengembang karena melihat seseorang yang ia sayangi dan seseorang itu adalah ....


"Zuy!!"


***Bersambung...


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ


__ADS_2