Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Vampir Tampan....


__ADS_3

<<<<<


Bunda Artiana tersenyum, sesaat kemudian perlahan Bunda Artiana menutup matanya kembali.


"Bunda.... Sesuai permintaan Bunda, Dimas berjanji akan membawanya ke hadapan Bunda."


Janji Dimas pada Bunda Artiana, kemudian ia mengelus rambut putih Bunda Artiana dan mencium keningnya. Setelah itu, Dimas melangkahkan kakinya keluar dari ruang ICCU itu. Saat sudah berada di luar ruangan ....


"Ayah...." seru anak perempuan.


Dimas lalu menolehkan kepalanya ke arah suara tersebut.


"Nayla, Ayah, Ibu...." lirih Dimas.


Ternyata yang memanggilnya adalah Nayla dan ia datang bersama orang tua Eqitna. Kemudian Nayla memeluk Dimas.


"Ayah, Nay kangen sama Ayah," ucap Nayla.


"Ayah juga kangen sama Nayla," balas Dimas sambil mengangkat tubuh Nayla dan menggendongnya.


Kemudian Dimas mencium tangan Ayah dan Ibu mertuanya secara bergantian.


"Dimas, bagaimana keadaan Bunda kamu?" tanya Ayahnya Eqitna.


"Masih seperti itu Yah, tapi tadi sempat sadar kok," jawab Dimas.


"Oh, kamu yang sabar ya Dimas! Ibu doakan semoga Bunda kamu cepat sembuh," ucap Ibunya Eqitna.


Dimas tersenyum dan berkata, "Iya Bu. Euuum, terimakasih banyak Ayah, Ibu karena sudah menjaga Nayla. Dan maaf kalau Dimas sudah merepotkan Ayah dan Ibu."


"Hmmmm, kamu ini kaya sama siapa aja. Nayla kan cucu kami, jadi sudah kewajiban kami menjaganya," kata Ayahnya Eqitna.


"Benar apa yang di katakan Ayahmu Dimas, dan lagi dengan kehadiran Nayla di rumah. Membuat suasana rumah kami yang tadinya sunyi menjadi ramai," sambung Ibunya Eqitna.


Dimas pun kembali menyunggingkan senyumannya. Lalu....


"Ayah, Nenek kapan sembuh?" tanya Nayla.


"Sebentar lagi sayang," jawab Dimas.


"Kapan Ayah? Nayla udah kangen sama Nenek, Nayla kangen main sama Nenek," kata Nayla sambil menangis.


Dimas lalu mengusap air mata Nayla. "Iya, Ayah juga kangen sama Nenek. Kita doain Nenek ya sayang! Supaya Nenek cepat sembuh dan berkumpul lagi dengan kita," tuturnya.


Nayla mengangguk. "Iya Ayah, Nay mau doain Nenek."


"Yaudah kalau begitu Nayla jangan menangis lagi ya!" pinta Dimas.


"Iya Ayah."


Nayla pun langsung menyandarkan kepalanya di dada Dimas.


***********************


Villa Z&R


Setelah selesai dengan sarapan paginya, Ray langsung ke kamarnya dan kembali tidur. Sedangkan Davin berada di ruang kerja menggantikan Ray untuk mengecek semua Dokumen yang tersisa.


Sementara itu, Zuy dan Airin tengah sibuk menyirami tanaman yang berada di halaman Villa.


"Zuy...."


Zuy menoleh. "Iya Rin...."


"Aku lupa bilang ke kamu, kalau tadi Mamah nelpon dan nanyain kamu," ujar Airin.


"Oh iya, memangnya tadi kapan?" tanya Zuy.


"Tadi waktu kamu sedang di kamar, Mamah udah hubungi kamu, tapi kata Mamah hp kamu tidak aktif."


"Iya memang sengaja hpku tidak aku aktifkan, sebab aku tidak ingin mereka menghubungi ku," papar Zuy.


Airin memanggut. "Iya aku paham Zuy."


"Terus bagaimana kabar Mamah dan Rion? Apa mereka baik-baik saja?" Zuy bertanya kembali.


"Mereka baik-baik saja Zuy, Mamah juga bilang kalau Rion libur panjang dan Mamah gak sibuk, mereka bakalan kesini lagi," kata Airin.


Seketika senyum Zuy langsung mengembang.


"Benarkah? Duuh... Jadi tidak sabar ketemu Mamah, soalnya aku udah kangen sama pepes jamur bakar buatan Mamah," seloroh Zuy sembari membayangkan pepes jamur bakar sampai-sampai air liurnya hampir menetes.


Sehingga membuat Airin terkekeh geli melihatnya.


"Hihihi.... Kamu tenang aja Zuy, pasti Mamah bakalan buatin pepes jamur bakar sebanyak yang kamu mau," ujar Airin.


"Asik.... Mamah memang yang terba ...."


Zuy tiba-tiba terdiam, wajahnya yang tadinya sumringah menjadi sendu. Melihat itu, Airin segera mendekat ke arah Zuy.


"Zuy, kamu kenapa? Apa perutmu sakit?" tanya Airin dengan paniknya. "Ayo kita duduk di sana!" imbuhnya.


Airin dan Zuy melangkah ke arah kursi santai yang berada di sana. Setibanya, mereka pun duduk di atas kursi tersebut.


Lalu....


"Zuy, di sebelah mana yang sakit?" tanya Airin yang mulai khawatir.


Zuy menggeleng. "Tidak, perutku tidak sakit Rin."


"Hah! Tidak sakit?"


"Iya Rin, perutku baik-baik saja. Mereka kan anak-anak kuat," ujar Zuy.


"Terus tadi kenapa wajahmu tiba-tiba sendu seperti itu?"


Mendengar pertanyaan Airin, Zuy langsung menundukkan kepalanya.


"Zuy...."


"Rin, Mamah baik banget ya, padahal Zuy yang bukan anaknya aja di sayang. Kamu benar-benar sangat beruntung Rin, tidak seperti ku," ucap Zuy.


"Zuy, semua orang memiliki keberuntungannya masing-masing. Kaya aku yang beruntung memiliki Mamah, Rion dan juga kamu, Zuy. Tapi kalau di bandingkan dengan mu, justru kamu yang lebih sangat beruntung. Sebab kamu mempunyai Bibi yang sangat baik, Tuan Bos yang sangat penyayang dan juga semua orang yang selalu berada di samping mu itu, termasuk aku, Mamah dan juga si kembar ini," kata Airin.


Sesaat Zuy menghela nafas panjangnya dan mengangkat kepalanya.


"Haaaa.... Kamu benar juga Rin, harusnya aku lebih banyak bersyukur karena memiliki orang-orang yang sayang padaku," ujar Zuy.


Airin lalu merangkul pundak Zuy. "Nah gitu dong, ini baru namanya Zuy. Wanita cantik yang tangguh dan kuat," selorohnya.


Zuy tersenyum dan berkata, "Iya Rin, terimakasih banyak sahabat terbaikku."


"Sama-sama Kakak kesayanganku," balas Airin.


"Rin, air belum di matiin kan?"


Seketika Airin langsung menepuk jidatnya sendiri.


"Oh iya aku lupa, yaudah aku aja yang matiin keran airnya. Kamu tunggu aja di sini sekalian berjemur," kata Airin sambil bangkit dari posisinya.


"Oke, Nyonya Roveis."


"Buuu.... Kebiasaan deh suka godain aku," gumam Airin.

__ADS_1


Zuy pun tertawa kecil, Airin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Zuy.


"Anak-anak Mamah, kita berjemur dulu ya!" ucap Zuy sambil mengelus perutnya.


Dan di balas tendangan kecil dari anak-anak yang di kandungnya itu, sehingga membuat Zuy tersenyum bahagia, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kursi santai. Sesaat kemudian, Airin datang menghampiri Zuy, ia pun ikut merebahkan tubuhnya di kursi santai tepat di samping Zuy.


"Libur kerja kali ini benar-benar menyenangkan," seru Airin.


"Menyenangkan?"


Airin menolehkan kepalanya ke arah Zuy.


"Iya, sebab bisa libur di tempat seperti ini dan tentunya bersama dengan kamu juga, terimakash ya Zuy," ucap Airin.


"Iya sama-sama Rin," balas Zuy.


Beberapa saat kemudian....


Di dalam Villa, Ray nampak keluar dari kamarnya, begitu pula dengan Davin yang baru selesai dengan pekerjaannya, mereka berdua pun berpapasan.


"Tuan Ray, anda sudah bangun."


"Iya Kak, bagaimana apa sudah di cek semua dokumen-dokumen itu?" tanya Ray.


"Sudah dong, sisanya tinggal anda tanda tangani," jawab Davin.


Lalu mereka melangkah menuruni anak tangga satu-persatu.


"Sayangku...." seru Ray.


Akan tetapi tidak ada jawaban dari pujaan hatinya itu, Ray lalu mencari ke dapur dan ruang lainnya, namun tetap saja tidak ada.


"Sayangku kemana ya?" lirih Ray.


Lalu....


"Tuan Ray...." panggil Davin


Ray segera menghampiri Davin yang berada di teras depan Villanya.


"Ada apa?" tanya Ray.


"Anda mencari Zuy kan?"


"Iya...." singkat Ray.


"Tuh dia ada di sana, sedang berjemur." ujar Davin menunjuk.


Ray lalu mengarahkan pandangannya ke arah dimana Davin menunjuk.


"Hmmmm.... Pantesan di cari di dalam gak ada, ternyata sedang berjemur."


Mereka berdua berjalan menghampiri Zuy dan Airin. Sesampainya, Ray langsung terperangah melihat Zuy tengah tertidur pulas di atas kursi santai tersebut, begitu pula dengan Davin yang melihat Airin tertidur juga.


Ray membungkukkan badannya ke arah Zuy.


"Kasihan sayangku pasti kecapean gara-gara tadi pagi, makanya sampai tertidur di sini," ucap Ray sembari mengelus lembut pipi Zuy.


Kemudian ia perlahan mengangkat tubuh Zuy.


"Kak, aku bawa sayangku ke kamar dulu."


Davin mengangguk. "Iya Tuan Ray."


Ray segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam Villanya. Sedangkan Davin langsung duduk di kursi santai bekas Zuy sambil memandangi Airin.


"Kamu benar-benar mirip dengan Gracia Rin, cuma sifat kalian aja berbeda," batin Davin.


Lalu ia bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Airin. Setelah itu, Davin langsung mengangkat tubuh Airin.


Setelah di gendongnya Airin dengan gaya bridal style, Davin segera melangkahkan kakinya.


Kamar Z&R


Sesaat setelah tiba di kamarnya, Ray langsung merebahkan Zuy di atas kasurnya. Lalu tiba-tiba Zuy mengalungkan tangannya ke leher Ray, sehingga membuat Ray terpaku.


"Sayangku, kamu sudah bangun?"


Zuy membuka matanya dan tersenyum.


"Sudah tampanku."


"Hah! Sejak kapan kamu bangun?" tanya Ray.


Zuy mengganti posisinya menjadi duduk, kemudian tangannya beralih ke pipi Ray.


"Sejak kamu menggendong ku, Ray. Akan tetapi aku mengerjai mu dengan pura-pura tertidur, supaya kamu terus menggendong ku sampai kamar, hehehe...." ujar Zuy sambil terkekeh.


Mendengar itu, Ray langsung mencubit pelan pipi Zuy.


"Sayangku, kamu sudah berani ya mengerjai ku," pekik Ray.


"Awww.... Iya maaf, habisnya aku suka nyaman kalau udah di gendong sama kamu, Ray." ucap Zuy meringis.


Ray menyunggingkan senyumnya saat mendengar ucapan dari pujaan hatinya itu, ia lalu menurunkan tangannya dari pipi Zuy dan ....


Cup....


Satu ciuman mesra mendarat ke pipi Zuy yang bekas ia cubit, kemudian ia beralih ke leher Zuy dan menggigitnya sampai meninggalkan bekas merah, sontak membuat Zuy meringis kesakitan.


"Ray, kenapa kamu menggigit leherku?" pekik Zuy memegangi leher bekas di gigit Ray.


"Anggap saja itu hukuman karena sudah mengerjai ku, sayangku."


"Ray, kamu ini benar-benar serigala buas yang menjelma menjadi vampir," gerutu Zuy memanyunkan bibirnya.


Ray terkekeh geli mendengar Zuy menggerutu, ia pun menyunggingkan senyuman jahilnya sambil mendekatkan tubuhnya sedekat mungkin dengan pujaan hatinya itu.


"Oh, sekarang sayangku menyebutku vampir, baiklah akan aku tambah lagi gigitan mesra ku ini. Bersiap-siaplah sayangku dan rasakan serangan dari vampir tampan ini."


Tanpa pikir panjang, Ray langsung menyerang Zuy kembali.


"Tidaaaaaak....."


***************************


Amerika


ยฐApartemen Kimberly.


Kimberly terus saja berada di dalam kamarnya sambil menangis, bukan hanya karena wajahnya yang rusak, ia juga gagal mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Rubi, sang model dari Belanda yang selama ini ia kagumi. Karena model yang bernama Clara sudah menggantikan posisinya itu.


Hiks....


"Kenapa harus seperti ini sih, padahal aku sudah sangat menantikan momen pemotretan ku bersama dengan Rubi, tapi gara-gara wajah rusak ini, semuanya menjadi hancur seketika. Dan lebih parahnya lagi, di saat aku lagi menderita begini, orang-orang yang aku sayangi justru pergi meninggalkan ku. Mam, Archo bahkan Ay yang lebih memilih wanita OB sialan itu di bandingkan dengan ku." rutuk Kimberly.


Lalu kemudian YanYan datang sambil membawa makanan.


"Mrs Kimberly...."


"Ada apa?"


"Ayo makan dulu! saya sudah membawakan makanan untuk anda," kata YanYan sambil meletakkan makanannya di atas nakas.

__ADS_1


"Tidak Yan, aku sedang tidak berselera makan," balas Kimberly.


YanYan menghela nafasnya, lalu ia duduk di tepi ranjang samping Kimberly.


"Tapi dari tadi anda belum makan apa-apa, Mrs Kimberly." ujar YanYan.


"Biarin aja...."


"Mrs Kimberly, bukannya anda harus minum obat supaya wajah anda cepat sembuhnya dan lagi kalau wajah anda sembuh, anda bisa beraktivitas lagi seperti biasa, terus kita bisa balas dendam pada pelaku yang sudah menukar kosmetik anda itu," tutur YanYan.


Seketika Kimberly langsung bangkit dari posisinya menjadi duduk.


"Kamu benar juga Yan, baiklah kalau begitu. Mana makanannya!" pinta Kimberly.


YanYan pun tersenyum, kemudian ia mengambil makanannya yang berada di atas nakas dan memberikannya pada Kimberly.


"Ya cepatlah sembuh Mrs Kimberly, supaya aku bisa terus memanfaatkan mu," batin YanYan.


*************************


Mall CCV


Tak terasa sore hari pun tiba, sesuai dengan ucapannya semalam, ternyata Ray mengajak jalan-jalan Zuy ke Mall, karena ada sesuatu yang harus mereka beli. Setelah selesai membeli barang yang mereka butuhkan, Zuy lalu menarik tangan Ray dan membawanya ke toko perlengkapan bayi.


"Sayangku mau beli perlengkapan untuk anak-anak kita?" tanya Ray.


Zuy mengangguk. "Iya Ray, tidak ada salahnya kalau kita menyicil perlengkapan untuk si kembar, dan lagi aku sangat tertarik dengan model pakaian yang tergantung di sana." ujarnya.


"Ya benar juga apa kata kamu sayangku, yaudah kamu ambil semua yang kamu inginkan, bila perlu satu toko juga boleh," lontar Ray dengan gayanya yang khas.


Sehingga membuat Zuy mendengus kesal dan mencubit keras pinggang Ray.


"Kenapa mencubit pinggangku, sayangku?" tanya Ray yang meringis.


"Habisnya bicaramu itu ngaco kemana-mana," cetus Zuy.


"Ahahaha.... Maaf sayangku," ucap Ray.


"Hmmmm.... Dasar kamu, Ray." lirih Zuy.


Kemudian mereka berdua masuk ke toko perlengkapan bayi.


Beberapa saat kemudian.....


Sesudah membeli perlengkapan bayi, Ray dan Zuy singgah ke tempat makan yang berada di Mall tersebut. Setelah selesai memesan dan tak lama pesanan mereka berdua tiba. Ray dan Zuy langsung menyantap makanannya, sesekali Ray menyuapi pujaan hatinya itu.


"Sayangku, harus makan yang banyak! Supaya kamu dan anak-anak kita sehat," tutur Ray sambil menyuapkan makanannya ke mulut Zuy.


Zuy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Di saat mereka tengah asik menikmati makanannya, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka.


"Ternyata benar-benar Tuan Ray," ucapnya.


Ray lalu melirik kan matanya sekilas ke arah wanita itu dan beralih kembali ke makanannya.


"Ck, benar-benar pria dingin," batin wanita itu.


"Siapa dia Ray?" tanya Zuy.


"Entah, aku tidak mengenalnya," singkat Ray.


Lalu....


"Tuan Ray, masa anda lupa dengan saya, saya Allena sekretaris dari Perusahaan HM dan kita pernah bertemu di Perusahaan milik Pak Wildan," jelasnya yang ternyata Allena


Akan tetapi Ray tidak menggubrisnya, ia malah asyik menyantap makanannya. Kemudian pandangan Allena mengarah ke Zuy.


"Hmmm, anda pasti adiknya Tuan Ray ya?" tanya Allena pada Zuy.


Uhuuk... Uhuuk...


Zuy tersedak karena mendengar pertanyaan dari Allena, sontak membuat Ray terkejut. Ia pun segera bangkit dan beralih mendekat ke arah Zuy.


"Sayangku, ini minum dulu airnya!" titah Ray sembari memberikan gelas minumnya pada Zuy.


Zuy lalu mengambil gelas tersebut dan meminumnya. Sesaat setelahnya....


"Sudah mendingan sayangku?" tanya Ray mengelus punggung Zuy.


Zuy mengangguk. "Iya, sudah mendingan Ray."


Kemudian Ray mengarahkan pandangannya ke arah Allena.


"Nona, apa anda tidak ada kerjaan ya? Makanya mengganggu kami yang sedang makan." pekik Ray.


"Maafkan saya Tuan Ray, tapi saya hanya ingin menyapa anda saja dan maaf karena sudah membuat adik anda tersedak," ucap Allena.


"Dia bukan adik saya tapi istri saya," tegas Ray.


Sontak membuat Allena tercengang.


"A-apa! I-ini istri anda Tuan Ray."


Lalu tiba-tiba Zuy bangkit dari posisinya.


"Sayangku kamu mau kemana?" tanya Ray.


"Ray kita pulang sekarang!" pinta Zuy dengan nada kesal.


"Pulang? Baiklah sayangku, kita pulang sekarang."


Ray segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Zuy. Kemudian mereka melenggang pergi meninggalkan Allena.


"Ternyata Tuan Ray benar-benar sudah mempunyai istri dan sepertinya Tuan Ray sangat mencintai istrinya itu. Kesempatan ku merebut hati Ceo dingin itu gagal," ucap Allena.


*********************


Rumah Dimas


Sementara itu, Archo nampak tengah sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam kopernya, setelah mendapatkan kabar buruk dari Kimberly. Archo memutuskan untuk pulang ke Amerika besok.


"Archo, setelah sampai di sana, kamu segera kabari Mam. Mam bener-bener sedih dengan keadaan Kimberly," ucap Maria menangis.


"Iya Mam. Archo pasti akan mengabari Mam," balas Archo.


"Kenapa ada orang yang tega melakukan itu pada Kimberly, pokoknya Mam tidak terima Archo, kamu harus mencari pelakunya sampai ketemu!" pinta Maria.


Mendengar itu Archo menghentikan aktivitasnya dan beralih memegang tangan Maria.


"Iya Mam, Archo akan mencari informasi tentang si pelaku itu, walau bagaimanapun juga Kimberly itu adik Archo," ujar Archo.


"Archo, Mam punya permintaan," ucap Maria


"Permintaan? Permintaan apa Mam?" tanya Archo.


Maria lalu mengambil nafasnya dan perlahan menghembuskannya. Kemudian Maria menatap lekat wajah pria berkacamata itu.


"Mam ingin kamu membawa Kimberly kesini!"


"Apa! Bawa Kimberly kesini?"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Salam Author... ๐Ÿ˜‰โœŒ๐Ÿ˜‰โœŒ


__ADS_2