Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Hadiah Dari Yiou..


__ADS_3

<<<<<


"Syukurlah kalau begitu, Bunda berharap semoga saja nanti malam bisa bertemu dengannya lagi, karena Bunda benar-benar sangat penasaran dengannya.."


Ujar Bunda Artiana yang berharap bertemu dengan Zuy kembali. Dimas dan Eqitna pun menatap satu lain, lalu kemudian tatapan Dimas kembali pada Bunda Artiana.


"Bunda benar-benar ingin bertemu dengannya lagi?" tanya Dimas.


Bunda Artiana pun mengangguk, "Iya Dimas, Bunda sangat ingin bertemu dengannya lagi," jawabnya.


"Iya semoga saja nanti malam kita bertemu dengan dia lagi," kata Dimas.


Bunda Artiana pun langsung tersenyum ke arah Dimas. Ya memang benar setelah pertemuannya dengan Zuy di tempat makan waktu itu, Bunda Artiana selalu memikirkan Zuy, rasa penasarannya terhadap Zuy begitu besar, bahkan ia selalu bertanya pada Dimas setiap kali Dimas pulang kerja.


Lalu mereka kembali menonton televisinya.


***********


Rumah Ray


Setelah dari ruangan Gym, Ray membawa Zuy dan yang lainnya ke taman belakang rumahnya, lalu mereka duduk santai di Gazebo yang berada di sana. Bu Ima pun mengantar minuman dan camilan untuk mereka, tentu saja Zuy juga membantu Bu Ima. Setelah itu, Bu Ima kembali ke dalam rumah. Airin lalu mengedarkan pandangannya, melihat-lihat pemandangan di taman tersebut.


"Waah, ini benar-benar nyata ya.." ucap Airin yang kagum.


"Nyata? maksudnya Rin?" tanya Ray


Airin lalu melihat ke arah Ray, "Iya nyata Tuan Bos, aku pikir taman seperti ini hanya ada di cerita dongeng yang sering aku baca, ternyata ada di real lifenya juga ya.." ujar Airin.


"Ya mungkin taman yang di dalam cerita dongeng terinspirasi dari taman ini Rin," canda Davin, membuat Airin dan yang lainnya tertawa.


"Hahaha, Pak Davin ada-ada saja.." tawa Airin sembari memukul pundak Davin. Lalu kemudian..


"Kak.." panggil Ray


Zuy langsung menghentikan tawanya dan beralih ke arah Ray, "Iya Tuan Muda.."


Lalu Ray menyelipkan bunga yang baru ia petik ke telinga Zuy.


"Cantik.." puji Ray sembari menyunggingkan senyumannya.


Blush...


Pipinya langsung memerah saat mendengar pujian yang di lontarkan oleh Ray. Airin dan Davin yang melihatnya langsung mengalihkan pandangan mereka dari Ray dan Zuy. Lalu Davin menepuk pundak Airin, begitu juga sebaliknya.


"Sabar Pak Davin, ini ujian untuk anda yang belum punya pasangan," ledek Airin ke Davin


"Heh.. sesama jomblo jangan saling meledek.." balas Davin


Airin pun terkekeh, lalu tiba-tiba seseorang datang...


"Hai Tuan dingin, aku datang...!!" serunya sembari berjalan mendekat ke arah Gazebo.


Ray dan yang lainnya langsung menoleh ke arah seseorang itu.


"Kak Yiou...!!" lontar Ray, yang ternyata seseorang itu adalah Yiou.


"Lho bukankah itu manager dari Boutique Fashion CZV ya, Tuan Muda?" tanya Zuy,


Ray pun menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Yiou sudah berada di dekat Gazebo.


"Hai Tuan dingin, tumben kamu berada di sini, dan lagi ...," Yiou pun melirik ke arah dimana Zuy, Davin dan Airin sedang duduk di sana.


"Aah Baby...!!!" seru Yiou mendekat ke Zuy dan kemudian memeluknya dengan erat.


Sontak membuat Zuy terkejut karena mendapat pelukan tiba-tiba dari Yiou, lalu ia melihat ke arah Ray.


"Kak Yiou, kau membuatnya ketakutan," pekik Ray.


"Ah benarkah?" Yiou pun melepaskan pelukannya dan menatap Zuy, "Baby, maafkan aku karena membuatmu takut," ucapnya.


"Ti-tidak apa-apa Mrs, lagi pula siapa yang ketakutan, saya hanya terkejut saja.." balas Zuy.


Lalu Yiou memicingkan matanya ke arah Ray, "Hei Tuan dingin, kenapa tadi kau bilang aku menakutinya, apa kau cemburu kalau aku memeluknya?"


"Ciih, siapa yang cemburu dengan wanita Tua seperti Tante," celetuk Ray membuang mukanya.


Yiou pun langsung mendengus kesal dengan celetukan Ray, dan lagi-lagi ia mengulurkan tangannya ke telinga Ray dan menjewernya.


Mendapat jeweran dari Yiou, Ray pun meringis kesakitan.


"Aduuh Kakak, suka banget menarik telinga Ray, lama-lama jadi caplang ini telinga," gerutu Ray


"Biarkan saja telingamu caplang, lagian seenak saja mengataiku wanita tua," pekik Yiou.


"Ya memang Kak Yiou itu wanita tua,"


"Tuan dingiiiiiiiin...!!!" seru Yiou yang menarik kencang telinga Ray.


Melihat kelakuan Yiou dan Ray, Davin pun menepuk jidatnya.


"Hah, mereka mulai lagi, dasar Tom dan Jerry, gak pernah akur setiap kali bertemu," gumam Davin. Sedangkan Zuy dan Airin tertawa.


"Waah lihat, Baby tertawa.." kata Yiou yang melihat Zuy tertawa.

__ADS_1


Ray pun menyunggingkan senyumannya melihat Zuy tertawa. Lalu Zuy menoleh ke arah Ray dan Yiou yang sedang memandanginya. Zuy langsung menghentikan tertawanya.


"Ah maafkan saya, sudah menertawai Tuan Muda dan Mrs Yiou," ucap Zuy.


"Tidak apa-apa Baby, justru saya senang melihatmu tertawa begitu, memang benar-benar cantik ya, pantas saja keponakanku yang dingin ini sangat tergila-gila padamu," ungkap Yiou


"Kak Yiou..!!" pekik Ray sembari menundukkan kepalanya karena malu dengan ungkapan Yiou.


"Ke-keponakan..!!" lontar Zuy yang terkejut mendengarnya, karena ia belum mengetahui kalau Yiou adalah tantenya Ray, yang Zuy tahu Yiou itu adalah pemilik Boutique Fashion CZV.


"Kenapa kamu terkejut begitu Baby? apa kamu belum mengetahui, kalau Tuan dingin ini adalah keponakanku?" tanya Yiou.


Zuy menggelengkan kepalanya, lalu kemudian Yiou menatap tajam ke arah Ray.


"Hei Tuan dingin, kenapa kamu tidak memberi tahu pada Baby, kalau aku adalah tantemu ah maksudku Kakakmu?" tanya Yiou


"Tidak sempat, tidak ada waktu, dan lupa.." jawab Ray


"Iish, benar-benar deh.." gerutu Yiou, "Ayo kenalkan aku ke calon istrimu dengan benar..!!" sambung pintanya.


Ray pun menghela nafasnya, "Hah, baiklah.. Ehemm, sayangku perkenalkan ini Tanteku Yiou, beliau ini adik dari Mom Candika, namun dari kecil tinggal di Inggris."


Lalu Zuy segera turun dari Gazebo, kemudian ia membungkukkan badannya, "Ah maafkan saya Mrs, saya benar-benar tidak tahu.." ucapnya


"Hei Baby, angkat kepalamu, ini bukan salahmu, tapi ini salah orang dingin satu ini," kata Yiou. Zuy pun mengangkat kepalanya.


"Nah dan dia Airin, teman Zuy sekaligus bawahanku," kata Ray, Airin pun langsung beranjak dari duduknya, kemudian ia turun dari Gazebo dan mengulurkan tangannya.


"Saya Airin.."


Yiou pun membalas uluran tangan Airin, "Bukannya kamu yang waktu itu datang bersama Davin?" tanya Yiou.


"Iya Mrs, maaf atas kesalahan saya waktu itu yang telah membuat rusuh di Boutique anda," ucap Airin, lalu ia melepaskan tangannya dan segera membungkukkan badannya.


"Hei, jangan seperti itu, ini bukan salahmu kok, dan lagi Davin sudah menceritakan kejadiannya padaku," jelas Yiou.


Airin pun mengangkat kepalanya, "terimakasih banyak Mrs," ucapnya.


"Memangnya ada apa Rin?" tanya Zuy penasaran


"Begini Baby, waktu dia ke Boutique ada orang yang ...," jelas Yiou yang terpotong sebab ia melihat Davin menggelengkan kepalanya, begitu pula dengan Ray yang memegang pundak Yiou dengan kuat.


"Hmmm, ada orang apa?"


"Begini Zuy, pas aku di Boutique sama Pak Davin, ada orang yang ingin mengambil baju, lalu ketahuan, eeh malah dia marah-marah dan membuat orang salah paham denganku, di sangkanya aku mau nyuri. Mungkin karena aku mengenakan seragam OB, jadi ya begitulah," ungkap Airin yang sengaja berbohong, karena ia tidak ingin Zuy sakit hati karena ucapan Erlin yang mengatai Zuy OB j*lang.


Sesaat kemudian, mereka pun kembali duduk di Gazebo, kecuali Zuy yang masuk ke dalam rumah untuk mengambil minuman buat Yiou. Tak lama kemudian Zuy kembali dengan membawa minuman. Ia meletakkannya di atas meja, kemudian ia bergabung dengan yang lainnya.


"Oh hampir lupa, ini pakaianmu dan Davin yang akan kalian kenakan untuk acara nanti malam," kata Yiou sambil memberikan paper bag pada Ray.


Lalu Yiou mengeluarkan sebuah kotak, "Dan ini hadiah untukmu Baby, maaf waktu itu aku lupa memberikan ini pas kamu ke Boutique," jelas Yiou sambil memberikan kotak itu pada Zuy.


"Apa ini Mrs Yiou?" tanya Zuy


"Panggil aku Kakak, kalau kamu penasaran buka saja..!!" titah Yiou


"Aku juga penasaran, ayo Zuy buka..!!" seru Airin.


Lalu Zuy membuka kertas yang membungkus kotak tersebut, setelah selesai, ia pun membuka tutup kotaknya, mata Zuy langsung terbelalak dengan isi kotak tersebut.


"A-apa ini Mrs?" tanya Zuy


"Oh ini ...," Yiou pun mengambil semua isi kotak tersebut, dan kemudian ia memperlihatkannya pada yang lainnya.


Bukan cuma Zuy yang terkejut, Airin, Davin dan Ray juga ikut terkejut, karena isi dari kotak tersebut adalah satu buah lingerie berwarna merah muda, namun tidak terlalu transparan, dan beberapa pakaian dalam dengan bermacam-macam jenisnya.


"Nah bagus semuanya kan Baby?" tanya Yiou


"Ah, i-iya ba-bagus semuanya...," jawab Zuy terbata-bata karena ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah seperti itu.


Ray lalu menepuk jidatnya, wajahnya sudah memerah, kemudian hatinya berkata, "Kak Yiou benar-benar ingin membunuhku ya, dia memakai pakaian biasa saja Squshy nya terlihat sempurna, apalagi memakai pakaian seperti itu, ck.."


Sedangkan Airin dan Davin malah terkekeh...


Pffft...


"Hahaha, ya ampun Mrs Yiou, anda memberikan Zuy baju seperti ini, bisa-bisa nanti malam Zuy langsung di terkam oleh si bayi gede ini," ujar Davin meledek Ray


"Orang setiap hari aja Tuan Ray suka ci ...," sambung Davin yang terpotong sebab Ray tiba-tiba menutup mulut Davin.


"Tidak usah di tutupin Rayyan, Kakak sudah tahu kok," papar Yiou, "Ternyata kamu sekarang nakal ya, padahal dulu kamu begitu dinginnya terhadap wanita, bahkan sama adiknya saja juga dingin," sambungnya.


Ray pun menurunkan tangannya dari mulut Davin.


"Tuan Ray benar-benar deh," lirih Davin. Sedangkan Zuy, sedari tadi hanya menunduk karena menahan rasa malu.


Yiou lalu menghela nafasnya, "Hah.. Oh iya Rayyan, untuk pendampingmu nanti malam?" tanya Yiou


"Aku akan membawa Zuy bersamaku dan menjadi pendampingku," jawab Ray


"Waah, bagus kalau begitu, baiklah nanti aku akan menelpon orang salon untuk mendandani Baby," kata Yiou.


"Ta-tapi Tuan Muda, Mrs Yiou.." hardik Zuy

__ADS_1


Yiou lalu menggerakan jari telunjuknya, "Jangan menolaknya Baby, pokoknya nanti malam kamu yang akan menjadi pendamping si laki-laki dingin ini," ujar Yiou, "Lalu ...," Yiou pun menoleh ke arah Airin.


"A-ada apa Mrs?" tanya Airin yang keheranan


Yiou pun menyunggingkan senyumannya, dan kemudian berkata, "Kamu, kamu yang akan mendampingi Davin nanti malam."


"Apa...!!" ucap Davin dan Airin bersama.


"Tuh kan kompak, udah jangan menolaknya, nanti kamu dan Zuy akan aku dandani," ujar Yiou.


Lalu Davin dan Airin saling menatap satu sama lain.


"Pak Davin, bagaimana ini?" tanya Airin berbisik.


"Ya aku juga tidak tahu Rin," balas Davin berbisik.


"Ehemmm.." Yiou pun berdehem..


Sehingga membuat Airin dan Davin langsung menoleh ke arahnya.


"Kalian jangan berbisik seperti itu, pokoknya kalian ikuti saja," pinta Yiou


Davin, Airin, Zuy langsung menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu.." ucap Yiou, lalu Yiou mengeluarkan Hpnya dan ia pun langsung menghubungi seseorang.


°°°°°°°°°°°°°°°°


Tak terasa waktu cepat berlalu, waktu menunjukan pukul 06.15 Pm, sedangkan acaranya di mulai pukul 08.00 Pm. Masih ada waktu untuk mereka bersiap-siap.


Kamar Ray


Ray sedang berdiri di depan kaca lemarinya, nampaknya ia sudah hampir selesai berdandan, ia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Lalu ia mengambil dasi yang berada di lemari, ia pun memilih warna hitam untuk dasinya, kemudian memasangkan dasi tersebut. Sesaat setelah selesai memasang Dasi. Ray mengambil jas warna hitam yang berada di atas kasur, lalu ia pun memakainya.


"Sempurna.." ucapnya sambil bercermin, "Hmmm, aku penasaran sama Kakak," sambungnya.


Setelah selesai semua, ia pun langsung keluar dari kamarnya, begitu pula dengan Davin.


Ray lalu menuruni anak tangga satu-persatu di ikutin Davin, di bawah sudah ada Yiou yang tengah duduk.


"Kak Yiou," panggil Ray


Yiou pun langsung menoleh, "Woaah, kalian berdua sangat tampan.." puji Yiou mengacungkan jempolnya.


"Ya, aku memang tampan dari dulu juga," kata Ray percaya diri.


Mendengar perkataan Ray, Yiou pun memutar bola matanya.


"Zuy belum selesai Kak?" tanya Ray


"Belum, sebentar lagi.." jawab Yiou.


Lalu Ray mendudukan dirinya di atas sofa, tak lama kemudian Zuy dan Airin pun keluar.


Zuy mengenakan gaun berwarna biru muda, dengan lengan pendek, bagian atasnya transparan, panjang gaun bagian depan hanya selutut, sedangkan bagian belakangnya panjang.


Sedangkan Airin memakai gaun berwarna merah, lengan pendek dan panjang gaunnya di bawah lutut, membuat tampilan Airin yang tomboy menjadi anggun.


Ray langsung terpukau melihat Zuy, matanya pun tak berkedip. "Kakak cantik banget," puji Ray lirih.


Sedangkan Davin hanya mengacungkan kedua jempolnya ke Airin, "Waah kamu keren Rin," ucapnya.


Lalu Airin mendekat ke arah Zuy, "Zuy, apa aku terlihat aneh, soalnya aku baru pertama kalinya pakai gaun seperti ini."


Zuy kemudian menoleh ke arah Airin, "Cantik Rin, kamu benar-benar sangat cantik," puji Zuy.


Airin pun langsung tersenyum, "Kamu juga Zuy, kamu bahkan lebih cantik.." balas Airin.


"Nak Zuy, Nak Airin.. kalian berdua benar-benar cantik," puji Bu Ima yang kagum.


Zuy dan Airin langsung memeluk Bu Ima, "Terimakasih Bu Ima," ucap mereka bersama.


"Nah Tuan Dingin, Davin bawa pasangan kalian masing-masing...!!" titah Yiou.


Ray lalu menghampiri Zuy, ia langsung mengulurkan tangannya ke arah Zuy, Zuy pun membalas uluran tangan Ray.


Kemudian Ray mencium tangan Zuy dan berkata, "Sayangku, kamu benar-benar cantik," puji Ray.


Zuy hanya membalas dengan senyuman. Sedangkan Davin langsung menggandeng tangan Airin dan berjalan menuju keluar rumah, Ray dan Zuy di belakangnya.


Setelah berada di luar rumah, Ray membukakan pintu mobilnya untuk Zuy, Zuy pun langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan Airin dan Davin sudah berada di belakang menggunakan mobil lainnya.


"Kalian berangkat lah dulu, Kakak nanti menyusul," kata Yiou.


"Baiklah kalau begitu, kami berangkat duluan Kak, Bu Ima," pamit Ray, lalu masuk ke dalam mobilnya, kemudian menyalakan mobilnya.


"Kalian hati-hati, Rayyan jangan ngebut bawa mobilnya," tutur Yiou.


Ray segera menancapkan gas mobilnya, keluar dari halaman rumahnya, di ikuti oleh mobil Davin. Mereka pun langsung menuju ke Perusahaan CV.


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author...♥🙏♥🙏


__ADS_2