Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Menghadiri Acara....


__ADS_3

<<<<<


"Terimakasih sudah menemuiku dan Zuy Kak, pesan Kakak akan segera Nana sampaikan padanya, tenanglah Kakak di sana, kami selalu mendoakanmu Kak," ucap Bi Nana,


Lalu Bi Nana pun melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan tempat itu.


...----------------...


'Dalam Alam Nyata'


Nara yang tengah duduk di samping Bi Nana pun terus memandangi Bi Nana.


"Mamih, kenapa tidur terus? Nara kangen sama Mamih, main sama Mamih di rumah, Nara juga kangen sama Kakak, Mamih ayo bangun terus telpon Kakak suruh datang kesini.." oceh Nara sambil mengguncangkan tubuh Bi Nana dengan tangan mungilnya.


Mendengar ocehan Nara, Pak Randy langsung menghentikan aktivitas makannya dan melihat ke arah Nara.


"Nara, jangan seperti itu, kasihan Mamih-nya," tutur Pak Randy.


Nara pun menoleh, "Tapi Pih, sampai kapan Mamih tidur, Nara kangen di buatin susu sama Mamih, Nara mau Mamih pulang nemenin Nara, Hwaaaa..." ucapnya sambil menangis, lalu tiba-tiba ...,


"Nara sayang jangan menangis..!"


Mendengar suara itu, Nara langsung mengalihkan pandangannya ke arah Bi Nana, ia pun terkejut melihat Bi Nana tersenyum sambil melihat ke arahnya, begitu pula dengan Pak Randy dan Aries, mereka langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Bi Nana.


"Mamih...!!"


"Na, Syukurlah kau akhirnya sadar," ucap Pak Randy yang bahagia.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Bi Nana kebingungan.


Lalu Pak Randy mengangkat tubuh Nara, kemudian ia mendudukan dirinya di kursi tersebut, kemudian ia menempatkan Nara di pangkuhannya, sedangkan Aries langsung keluar dari ruang inap untuk memanggil Dokter.


"Dari semalam kau belum sadarkan diri, kami semua sangat khawatir, kami takut kamu kenapa-napa," jelas Pak Randy.


"Oh begitu ya.." lirih Bi Nana, "Hmmm, Kak Jordhan terimakasih..." batinnya.


"Na, apa kau ingin minum?" tanya Pak Randy


Bi Nana pun mengangguk, kemudian Bi Nana perlahan membangunkan dirinya dan duduk menyandar. Lalu Pak Randy mengambil air mineral kemasan botol dan membuka tutupnya, ia pun segera memberikannya pada Bi Nana.


********


Γ…re Ski Resort, Swedia


Β°Kamar


Sementara itu, Ray yang berada di kamarnya, tengah duduk sambil menatap laptopnya, ia langsung kembali ke kamarnya, setelah beberapa saat sebelumnya ia telah menikmati sarapan pagi bersama pujaan hatinya. Lalu kemudian ...,


Tok Tok Tok...


"Masuk...!!" seru Ray dari dalam kamarnya.


Seseorang pun membuka pintu kamarnya, setelah terbuka ia langsung menghampiri Ray dan ia adalah Zuy.


"Tu..., ah maksudku Ray kopinya," ucap Zuy


"Taroh di meja saja sayangku..!"


Zuy pun meletakkan kopinya di atas meja, "Yaudah kalau gitu Zuy keluar ya," kata Zuy.


Namun saat hendak melangkahkan kakinya, Ray menarik tangan Zuy, sontak membuat Zuy terjatuh di pelukannya.


CUP..!!


Ray mendaratkan bibirnya ke kening Zuy beralih ke pipinya Zuy. Sesaat setelahnya...,


"Sayangku, tetaplah di sini..!" titah Ray


"Ray, tapi kan kamu lagi sib ...,"


Ucapan Zuy terhenti karena Ray mendaratkan jari telunjuknya ke bibirnya Zuy dan menatap Zuy dengan tatapan memohon.


"Sayangku...."


Melihat tatapan Ray, Zuy pun menganggukkan kepalanya, ia lalu menurunkan jari telunjuk Ray dari bibirnya.


"Baiklah Zuy tetap di sini," kata Zuy


"Terimakasih sayangku," ucap Ray, lalu ia mengangkat tubuhnya Zuy dan memangkunya.


"Ray, apa yang kamu lakukan?" tanya Zuy keheranan


"Tidak ada, hanya saja ingin memangku sayangku saja, biar lebih romantis," ujar Ray


"Tapi nanti kamu keberatan Ray," papar Zuy.


Mendengar itu, Ray langsung tersenyum dan memencet hidung Zuy.


"Gak akan keberatan sayangku, lagian tubuhku ini 2x lipat dari tubuhmu, sayangku," jelas Ray sambil menurunkan tangannya dari hidung Zuy.


"Hmmm, benar juga ya.."


"Nah maka dari itu, sayangku duduk anteng ya di pangkuhan ku..!!"


Zuy tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, lalu ia mengalungkan tangannya ke leher Ray sembari menatap lekat wajah Ray.


"Baru kali ini aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya," batin Zuy.


"Ray.."


"Iya sayangku..." sahut Ray


"Terimakasih, sudah mau menjadi teman hidupku dan menerima segala kekuranganku, aku benar-benar sangat bahagia," ucap Zuy.


Mendengar ucapan Zuy, Ray langsung menoleh ke arah Zuy, senyumnya terukir di wajah tampannya.


"Sayangku, jangan berterimakasih seperti itu, justru Ray yang harusnya berterimakasih, karena sayangku sudah menerima Ray menjadi pendamping hidupmu, Ray juga bahagia karena Ray bisa merasakan lagi kasih sayang dari seorang wanita yang sangat Ray sayangi," ucap Ray, "Jadi jangan pernah tinggalkan aku ya sayangku..!"


"Iya Ray, Zuy tidak akan meninggalkanmu," balas Zuy menyandarkan kepalanya di dada Ray.


Ray kembali mendaratkan bibirnya ke kening Zuy, kemudian ia mengelus kepala Zuy dengan lembut.


"Euum Ray, apa kau tahu semalam sebelum Zuy bermimpi bertemu dengan Papah, Zuy terlebih dahulu bermimpi tentang kita, yang sedang jalan-jalan di pantai, tapi di situ kita membawa anak kecil usianya masih tiga tahunan," jelas Zuy


"Anak?!"


Zuy mengangguk dan berkata, "Iya, wajahnya juga sangat tidak asing banget, lalu anak itu memintamu menemaninya ke suatu tempat dan meninggalkan ku sendirian, nah setelah kalian pergi, baru lah Papah datang menemui ku."


"Oh begitu ya sayangku, mungkin itu anak kita yang akan hadir sebentar lagi," kata Ray


"Ya semoga saja Ray," lirih Zuy. Lalu kemudian...


Kling...


Mendengar bunyi Chat masuk di hpnya, Ray langsung mengambil hpnya dan membaca isi Chat tersebut.

__ADS_1


[Chat]


πŸ“² Hei ColdMan, jangan lupa ya malam ini, nanti aku akan menyuruh orang untuk menjemputmu, kamu tinggal Sharelock di mana tempatmu itu.! βœ‰ (Bryllian)


βœ‰ Baiklah Hyeong, nanti akan aku kirimkan lokasinya.πŸ“² (Ray)


πŸ“² Okey, nanti aku chat kamu lagi jika orang yang aku suruh sudah berangkat untuk menjemputmu.βœ‰ (Bryllian)


Chat berakhir, Ray kembali meletakkan hpnya di atas meja.


"Siapa Ray?"


"Bryllian Hyeong sayangku, nanti kita siap-siap ya sayangku..!"


"Siap-siap? Memangnya kita mau kemana?" tanya Zuy


"Datang menghadiri acara Anniversary pernikahan mereka," jawab Ray.


"Oh, baiklah Ray.."


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Tak terasa waktu berlalu, sebelum jemputan dari Bryllian tiba, mereka pun tengah siap-siap. Zuy yang baru saja keluar dari kamar mandi, lalu ia segera membuka lemari yang berada di kamarnya untuk mengambil pakaian yang akan di kenakannya. Setelah itu ia pun langsung mengenakannya. Akan tetapi...


"Haaa.. Kenapa aku harus membawa baju ini, susah raih resletingnya," keluh Zuy


Lalu seseorang membuka pintu kamarnya, dan ternyata itu Ray.


"Sayangku, apa kamu sudah siap?"


"Euum, sebentar lagi Ray," jawab Zuy


Ray pun berjalan menghampiri Zuy, "Sayangku, kenapa?"


"Ini resletingnya susah di raih," jawab Zuy


"Biar Ray bantu ya sayangku," tawar Ray


Zuy langsung menganggukkan kepalanya, lalu Ray berdiri di belakang Zuy, namun sesaat ia terdiam sambil memandangi punggung Zuy yang tengah terbuka.


"Ray, kenapa diam?" tanya Zuy


"Ah maaf sayangku," ucap Ray, lalu ia segera menaikan resleting baju Zuy, "Sudah sayangku."


"Terimakasih ya Ray," ucap Zuy.


Ray langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Zuy dan mencium tengkuk leher Zuy.


"Sayangku, kau benar-benar membuatku tegang," batin Ray.


"Ray ngapain sih? kau membuatku geli," pekik Zuy.


"Ray hanya mencium wangi khas dari tubuh sayangku saja," ujar Ray.


Mendengar itu, Zuy langsung menghela nafasnya dan memutar badannya menghadap ke arah Ray.


"Dasar kamu ya, pasti deh penyakit godanya kumat lagi," celetuk Zuy.


"Hehehe, sayangku tau aja..."


Dan tak lama kemudian jemputan yang di utus oleh Bryllian pun sampai, setelah itu mereka segera berangkat menuju ke tempat acara.


***************


Hanya butuh waktu beberapa saat di perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yaitu sebuah Resort besar berlantai dua. Ray dan Zuy langsung turun dari mobilnya. Kemudian mereka masuk ke Resort tersebut.


Ray pun segera membalasnya, "Terimakasih telah mengundangku Hyeong."


Kemudian Bryllian melepaskan pelukannya, "Bagaimana kabarmu Ray?"


"Kabarku baik-baik saja," jawab Ray.


Pandangan Bryllian pun beralih ke arah wanita yang berada di samping Ray.


"Apa ini calon istrimu, ColdMan?" tanyanya.


Ray langsung menganggukkan kepalanya, "Iya, ini dia is ..., eh maksudku calon istriku. Nah sayangku, ini sahabat ku yang aku ceritakan padamu itu."


Lalu Bryllian dan Zuy saling berjabat tangan.


"Apa kabar Nona? perkenalkan saya Bryllian Alden Harrison, sahabat dari ColdMan maksudku Rayyan."


"Oh, iya saya Zoey Lestari panggil saja Zuy."


Kemudian seorang wanita cantik datang menghampiri mereka.


"Honey..." panggilnya pada Bryllian.


"Oh iya, Nona Zoey perkenalkan ini istri saya Zivara Narendra Anarghya,"


Zuy dan Vara pun saling berjabat tangan.


"Waah ternyata yang datang banyak juga ya Hyeong," ucap Ray mengedarkan pandangannya.


"Iya, kan temanku banyak Ray, oh iya perkenalkan ini temanku namanya Adrian Christoper seorang Jaksa tampan dan handal, dan dia datang bersama istrinya Penny Patterson seorang Detective hebat yang selalu mengungkapkan banyak kasus, serta anaknya yang cantik, ah aku lupa namanya," ujar Bryllian


"Namanya Victoria Anastasia," kata Adrian.


"Ah iya itu Victoria," ujar Bryllian, Bryllian pun lanjut memperkenalkan temannya yang lain pada Ray dan Zuy. Lalu...


"Nah, teman-teman semua perkenalkan ini sahabatku, lebih tepatnya junior-ku saat aku kuliah di Inggris dulu, namanya Rayyan G Michael dan di sebelahnya adalah Zoey Lestari, calon istrinya Rayyan," ucap Bryllian. Zuy dan Ray pun mengangguk pelan sambil tersenyum pada teman-temannya Bryllian.


Setelah itu mereka saling berjabat tangan, namun ada yang aneh pada Zuy saat berjabat tangan dengan seorang wanita yang bernama Penny, matanya berbinar-binar dan tangannya gemetaran.


"Waah, mimpi apa aku semalam bisa bertemu Detective Penny," ucap Zuy kegirangan.


"Sayangku mengenalnya?"


"Siapa yang tidak mengenalnya, Detective cantik yang pandai mengungkapkan semua kasus-kasus berat," ucap Zuy


"Anda terlalu memuji ku Nona," kata Penny sambil tersenyum.


Lalu sesaat kemudian, ada yang datang lagi, Bryllian pun langsung menyambut hangat kedatangan mereka dan memperkenalkan mereka pada teman-temannya.


"Teman-teman semuanya, perkenalkan ini sahabat ku waktu kuliah di Inggris, Sutra Adrian Zahyar, Arsitek hebat Internasional, dia datang bersama dengan istrinya Kama Leandra Rahayu, pewaris tunggal Ibrahim corp Malaysia."


Semuanya pun tersenyum pada mereka, tak lama acara pun di mulai, mereka yang hadir di suguhkan hidangan mewah oleh si pemilik hajat.


Setelah selesai menikmati makan malamnya, Ray dan yang lainnya bergabung dengan teman-teman Bryllian. Sedangkan Zuy bersama dengan Vara dan para wanita.


"Nah Ray, kapan kau menikah?" tanya Bryllian


"Secepatnya Hyeong," jawab Ray


"Ya semoga acaranya lancar, dan lagi kalau udah nikah kan enak, mau apa aja bisa bebas," Bryllian mencoba menggoda Ray

__ADS_1


"Iya bener banget tuh," sambung Adrian


"Kalau gak percaya tanya saja sama pengantin baru, iya gak Sutra,"


Pria yang bernama Sutra pun menganggukkan kepalanya, "Iya bener, ternyata nikah itu enak lho, bisa peluk-peluk setiap hari."


"Nah kalau mau pandai minta di ajarin sama Sutra, atau Tuan Adrian," goda Bryllian


"Iya boleh juga," kata Adrian


"Tapi kalau dia-nya mau, Hahaha..." timpal Sutra


"Okey, nanti saya akan minta tips sama kalian yang sudah berpengalaman, termasuk dirimu juga Hyeong, hahaha..." balas Ray sambil terkekeh.


Mereka pun tertawa bersama.


Sementara itu di tempat yang sama Zuy dan lainnya sedang asik mengobrol, tiba-tiba seseorang datang menghampiri Vara dengan membawa Baby kembar yang lucu-lucu.


"Lucunya, apa mereka anak anda, Nona Zivara?" tanya Zuy


"Iya ini anak kami namanya Bradley dan brilley," jawabnya, "Apa anda ingin menggendongnya, Nona Zuy?"


"Beneran di bolehin?"


Vara pun menganggukkan kepalanya, "Tentu saja,"


Zuy lalu menggendong salah satu anak dari Vara, awalnya si Baby takut, namun tak butuh waktu lama akhirnya ia mau di gendong Zuy.


Ray yang melihat pujaan hatinya sedang menggendong salah satu anak dari sahabatnya itu pun tersenyum sambil membayangkan apa yang ada di dalam fikirannya. Sedangkan Bryllian dan yang lainnya hanya terkekeh melihat kelakuan Ray.


Beberapa saat kemudian, acara pun selesai, satu-persatu teman Bryllian pergi, tinggal Ray dan Zuy yang berada di sana. Mereka sudah bersiap-siap untuk kembali.


"Hei ColdMan, apa kau tidak menginap di sini saja?" tawar Bryllian


Ray menggelengkan kepalanya, " Tidak Hyeong, karena besok kita juga mau siap-siap," ujar Ray


"Oh jadi liburan kalian sudah selesai?" tanya Bryllian


"Iya Hyeong, ya sebenarnya pengin di perpanjang sih, tapi sayangnya di sana juga masih banyak urusan," jawab Ray


"Oh, yaudah kalau begitu, kapan-kapan kita bertemu lagi, dan jangan lupa kirim undangan pernikahan kalian..!"


"Okey, nanti aku kirim lewat burung garuda, hahaha..." canda Ray


"Hahaha, baik aku tunggu..!"


Lalu Mereka pun langsung berpamitan pada Bryllian dan Vara. Setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.


***************


Rumah Ray


Β°Kamar Davin


Sementara itu di dalam kamarnya, Davin tengah membersihkan wajahnya itu, kemudian ia membuka lacinya dan mengambil masker yang berada di dalam laci tersebut, namun sebelum itu, ia menghitung jumlah maskernya terlebih dahulu. Dia khawatir kalau maskernya di curi oleh Yiou.


"Syukurlah masih sama jumlahnya," ujar Davin.


Kemudian ia membuka maskernya dan menuangkannya ke dalam wadah, setelah itu ia pun langsung memoleskannya pada wajahnya, sambil bersiul-siul.


Sesaat setelahnya, Davin pun langsung membaringkan badannya di atas kasurnya. Ia pun mengambil foto yang berada di atas nakas, kemudian ia memandangi foto tersebut, dan foto itu adalah calon istrinya yang sudah meninggal.


"Gracia, apa kau tenang di sana, sudah tiga tahun lebih kau meninggalkan ku sendirian, dan di saat itu pula aku mengunci hatiku untuk orang lain, Gracia andai kau tidak pergi mungkin sekarang kita sudah mempunyai anak. Gracia jika ada seseorang yang aku sukai, apa kau mengizinkan aku untuk membuka hatiku dan menggantikanmu dengan dia? semoga saja kamu bisa mengerti apa yang aku rasakan sekarang," ucap Davin.


Lalu perlahan ia menutup matanya dan tertidur lelap.


****************


Hotel


Di hotel, Archo nampak sedang duduk menyandar di atas kasurnya, lalu tiba-tiba....


Triiiiiing.. Triiiiiing


Mendengar hpnya berbunyi, ia pun langsung menyambar hpnya yang berada di sampingnya, kemudian ia melihat ke arah layar.


"Kimberly..!!"


Archo pun langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hello sis,"


"Archo, kapan kamu pulang dari Hawaii?


"Masih lama, memang ada apa Kim?"


"Gak ada apa-apa, hanya saja aku kangen sama kamu Bro,"


"Oh, lalu ada apa dengan suaramu itu, sepertinya kamu menangis, apa yang terjadi Kim?


" Archo, Ray sudah tidak memperdulikan Kimberly lagi, hiks.." tangis Kimberly


"Apa kamu bilang? maksudmu Pria dingin itu memcampakanmu gitu?" tanya Archo terkejut,


"Hmmm baguslah kalau si Ray mencampakan Kimberly, aku juga tidak suka kalau dia bersatu dengan Kimberly," batin Archo.


"Iya, dan pasti ini gara-gara wanita pengasuhnya itu, dia pasti sudah membuat Ray memcampakanku, Hiks.."


"Yaudah, kan bisa cari yang lain lagi Kim, masih banyak Pria dingin lain selain dia," tutur Archo


"Tidak mau, Kimberly maunya sama Ay, dan lagi kenapa kamu tidak mendukungku Archo? Mam saja mendukungku sampai Mam rela menyuruh seseorang untuk mencelakai Pengasuhnya Ray itu," jelas Kimberly


Mendengar penjelasan dari Kimberly sontak membuat Archo terkejut, "Apa yang kamu bilang barusan..!!"


***Bersambung..


...----------------...


Hai Kakak semuanya, yuk siapa yang penasaran sama tokoh-tokoh di atas, bisa mampir nih ke rumah mereka.. jangan lupa tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love. yuk langsung cek di bawah ini.. πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Bryllian dan Zivara.. πŸ‘‡πŸ‘‡



Adrian dan Penny.. πŸ‘‡πŸ‘‡



Kama dan Sutra πŸ‘‡πŸ‘‡



Maaf jika ada kesalahan dalam penyebutan nama tokoh karakternya.. πŸ™πŸ™


...----------------...

__ADS_1


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2