Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Mengincar Zuy...


__ADS_3

WARNING..!!


Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan unsur-unsur lainnya, harap bijak dalam membaca.. terimakasih.. 🙏🙏


<<<<<


"Vin baru pul ..., lho Davin apa yang terjadi pada wajahmu? kenapa lebam begini?" tanya Yiou yang terkejut


"Errh, itu ...,"


Sesaat Davin terdiam sembari memalingkan pandangannya, Yiou yang melihat gelagat Davin seperti itu langsung menarik dasi Davin.


"Mrs Yiou apa yang anda lakukan, kecekik ini leherku, uhuk.." pekik Davin


Setelah berada di dekat sofa, Yiou pun melepaskan tangannya dari dasi Davin.


"Duduk...!!"


Davin pun menuruti perkataan Yiou, ia langsung mendudukan dirinya di atas sofa.


"Bu Ima..."


Sesaat Bu Ima datang menghampiri Yiou, "Ada apa Mrs Yiou?"


"Bu, tolong ambilkan air dingin tuang ke baskom sama handuk kecilnya..!!" titah Yiou.


Bu Ima menganggukkan kepalanya, "Baik Mrs Yiou," lalu Bu Ima melenggang pergi.


"Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa wajah mulus mu lebam begitu?" tanya Yiou sambil mendudukan dirinya di samping Davin.


"Itu sebenarnya ...,"


Davin menceritakan apa yang terjadi sebenarnya ...,


°°°°°°°°°°°°°°


Beberapa Saat Sebelumnya...


°Perusahaan CV


Saat itu waktu menunjukan pukul 08.45 Pm. Airin yang baru saja menyelesaikan tugasnya karena hari ini jadwal Airin mendapatkan tugas tambahan atau bisa di bilang kerja lemburan, bukan hanya Airin saja, Salsa dan beberapa karyawan lainnya juga sama. Setelah berada di parkiran, Airin pun segera mengambil motornya bersamaan dengan Salsa.


"Sa, mau pulang bareng?" tawar Airin


Salsa menoleh ke Airin sambil tersenyum tipis, "Maaf Airin, tapi aku buru-buru soalnya Kak Brian sudah menunggu," ujar Salsa memanas-manasi Airin.


"Oh begitu Sa, yaudah hati-hati..."


"Hmmmm, kenapa dia biasa saja, tapi Syukurlah kalau begitu," batin Salsa, kemudian ia pergi meninggalkan Airin.


"Ya, semoga kalian berdua bahagia...," lirih Airin


Ia pun langsung bergegas pergi. Akan tetapi tanpa ia sadari, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dia.


"Ayo kita ikuti dia, jangan sampai dia lolos," ajaknya pada yang lainnya, Mereka pun mengikuti Airin.


Selama di perjalanan, Airin dengan santainya mengendarai motornya, saat sudah beberapa meter dengan Kosannya, ia baru sadar bahwa jalan menuju Kosannya di tutup karena rusak, sehingga ia memutar arah dan mengambil jalan pintas, namun jalan itu sangat sepi dan jaraknya pun sedikit jauh dari Kosannya, tapi mau bagaimana lagi, hanya itu jalan satu-satunya.


Setelah berada di jalanan itu, Airin mulai merasa ada yang mengikutinya, sontak ia pun mempercepat laju motornya, akan tetapi ia kalah cepat dari orang-orang itu, sehingga ia di hadang oleh mereka yang mengikutinya, Airin langsung menghentikan laju motornya.


"Siapa kalian?" tanya Airin dengan nada keras,


Mereka turun dari motornya dan menghampiri Airin.


"Jangan mendekat..!!" teriak Airin, namun mereka tetap mendekat.


Airin pun merogoh tasnya untuk meraih hpnya, setelah dapat ia menghubungi seseorang secara asal-asalan agar bisa menolongnya.


"Hei cantik, apa kau yang bernama Zuy?" tanya seseorang itu sembari memegang rahang Airin.


Mendengar pertanyaan dari orang itu membuat Airin terkejut dan matanya membulat sempurna.


"Zuy? apa urusannya sama kalian?" tanya Airin.


"Hei perempuan, kami di suruh seseorang untuk membawa wanita yang bernama Zuy," jawab orang itu, "Sekali lagi aku tanya, apa kau yang bernama Zuy?" sambungnya.


Sesaat Airin menghela nafasnya, "Haaa, Iya saya Zuy, saya berada di jalan xxx," teriak Airin dengan keras agar terdengar di hpnya.


"Oh ternyata kau benar-benar Zuy, hei kalian ayo bawa dia pergi ke tempat sepi..!!" perintahnya pada orang lain.


Lalu mereka menghampiri Airin, akan tetapi Airin dengan sigap menendang salah satu Preman itu, sehingga Preman tersebut tersungkur. Airin pun lalu menjatuhkan motornya dan bergegas pergi, namun mereka malah menghadangnya.


••••••••


Sementara itu, Sesaat sebelumnya Davin masih berada di perjalanan menuju arah pulang, karena baru saja ia kembali dari urusan pekerjaannya. Lalu kemudian..


Triiiiiing.. Triiiiiing...


Davin pun langsung mengambil hpnya yang berada di sampingnya, ia melihat ke layar hpnya.


"Airin..!!"


Davin segera menjawab panggilan tersebut.


"Iya Rin, ada apa?!" tanya Davin


Lalu ia mendengar suara teriakan Airin dan suara para preman tersebut, sontak membuat Davin terkejut.


"Airin, bertahanlah aku akan kesana..!!" ujar Davin khawatir, lalu ia membanting setirnya, memutar arah menuju kemana Airin berada.


••••••••


Airin masih terkepung oleh beberapa Preman tersebut, sehingga ia tidak bisa kemana-mana.


"Mau lari kemana kau cantik?" lontar salah satu orang itu.


"Menurutlah, kami tidak akan menyakitimu," sambung yang lainnya.


Airin pun mengerutkan dahinya dan mengepalkan tangannya dengan erat. Saat para preman sudah mendekat ke arah Airin, lalu kemudian...


Duaaak...


Airin menendang salah satu orang tersebut di bagian vitalnya, sehingga Preman tersebut meringis kesakitan, kemudian ia melayangkan tinjunya ke arah wajah preman lainnya, sehingga Preman tersebut tersungkur.


"Ciih, perempuan ini pandai juga bertarung," umpat salah satu preman itu.


Saat salah satu preman itu melayangkan tinjunya ke arah Airin, tiba-tiba...


Duaaak..


Dari belakang Davin langsung menendang preman tersebut hingga tersungkur.


"Airin apa kamu baik-baik saja?" tanya Davin menghampiri Airin.


"Aku baik-baik saja Pak, tapi mereka mengincar Zuy," ujar Airin


"Apa..!! Mereka mengincar Zuy?!" Davin pun langsung terkejut.

__ADS_1


Saat Davin tengah lengah, tiba-tiba..


Bugh..!!


Preman yang lainnya langsung melayangkan tinjunya ke arah wajah Davin. Sehingga membuat wajah mulus Davin lebam dan sudut bibirnya berdarah.


"Pak Daviiiin..!!" teriak Airin sambil memegang Davin.


"Hahaha, rasain kau..!!" umpat Preman tersebut.


"Rin apa yang terjadi pada wajahku?" tanya Davin menoleh ke Airin.


Mendengar pertanyaan Davin, Airin langsung mengerutkan dahinya, "Ini orang bener-bener kocak ya, lagi genting masih mikirin wajahnya, kerjain aja sekalian, fufufu.." batin Airin.


"Oh tidak Pak Davin, wajah anda lebam parah dan berdarah-darah."


"Apa..!! beraninya dia membuat wajah tampanku ini rusak, Airin kamu menjauh lah..!!" murka Davin, Airin pun menjauh sambil terkekeh.


Davin langsung melonggarkan dasinya, kemudian ia menendang preman yang memukul wajahnya hingga terjatuh, melihat teman-temannya tersungkur, preman lainnya langsung mendekat ke Davin.


Baku hantam pun terjadi antara Davin dan Preman tersebut. Sesaat kemudian Preman-Preman tersebut pun kalah telak dari Davin, walau ia sempat kena pukul berapa kali. Lalu Preman-preman itu kabur meninggalkan Davin, sedangkan satu orang masih berada di sana, karena lukanya parah akibat pukulan Davin dan tendangan Airin. Davin pun menghampirinya dan menjambak rambutnya.


"Cepat katakan padaku, siapa yang menyuruh kalian?"


"A-aku tidak akan menjawabnya, walau kalian membunuh ku juga," ujar Preman tersebut


"Tsk, kurang ajar..!!" bentak Davin sambil membenturkan kepala Preman tersebut ke tanah dan membuatnya pingsan.


Lalu pengawal datang menghampiri Davin, "Pak Davin, maaf kami terlambat.."


"Tsk, dari mana saja kalian, cepat bawa dia ke polisi..!!" titah Davin.


Pengawal itu pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka membawa Preman tersebut pergi.


"Pak Davin..." Airin lalu menghampiri Davin, "Pak Davin, wajah anda?"


"Tidak apa-apa Rin, besok juga sembuh, ayo aku antar kamu ke Kosan.!!" ajak Davin.


Airin pun mengangguk, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.


Kosan Airin


Sesaat kemudian, mereka pun sampai di kosan Airin.


"Pak terimakasih sudah menolongku," ucap Airin


"Iya sama-sama Rin, masuk dan istirahat..!!" titah Davin.


"Pak Davin gak masuk dulu, biar Airin obati lukanya," tawar Airin


Davin pun menggelengkan kepalanya, "Terimakasih tawarannya, tapi aku harus pulang."


Lalu Airin menundukkan kepalanya, air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Pak Davin.."


"Ada apa Rin?"


Airin pun mengangkat kepalanya dan menatap sendu wajah Davin.


"Pak Davin, Airin kepikiran dengan Zuy, bagaimana kalau ini benar-benar terjadi padanya, Airin tidak sanggup membayangkannya. Pak Davin tolong bilang ke Tuan Bos untuk menjaga Zuy dengan baik, sepertinya ada orang yang ingin mencelakai Zuy, buktinya sekarang seseorang sudah berani menyuruh para preman itu mencelakai Zuy."


Davin pun tertegun mendengar perkataan Airin, lalu ia mendaratkan tangannya ke kepala Airin.


"Tenang saja, Tuan Ray akan menjaganya dengan baik, sekarang masuk dan istirahatlah..!!" pinta Davin


Flashback End


Mendengar cerita Davin, Yiou pun tersentak dan langsung bangkit dari posisinya.


"Davin apa kamu serius?"


"Iya aku Mrs Yiou, makanya nanti aku akan lapor pada Tuan Ray dan juga akan menyelidikinya," kata Davin.


"Tsk, kurang ajar! siapa yang berani mengganggu Baby-ku," umpat Yiou


Sesaat Bu Ima datang membawakan baskom berisi air dingin dan handuk, setelah itu Bu Ima kembali ke dalam, Yiou lalu kembali duduk di samping Davin dan mengompres wajah Davin yang penuh luka lebam.


"Duh wajah glowing-mu rusak seketika, kamu harus tempelin maskernya lebih banyak lagi Vin," ledek Yiou sambil mengompres wajah Davin.


Mendengar ledekan Yiou, Davin pun mendengus kesal, "Mrs Yiou jangan meledekku seperti itu, bikin aku ingin menghantam preman yang sudah membuatku seperti ini," umpat Davin


Yiou pun terkekeh, lalu ia terus mengompres wajah Davin.


************


Åre Ski Resort, Swedia


°Resort


Sementara itu, Ray masih berada di kamar Zuy, setelah beberapa saat yang lalu ia kembali ke kamarnya hanya untuk mandi, berganti pakaian dan mengambil laptopnya. Sedangkan Zuy masih berada di kamar mandi, ia belum mengetahui bahwa Ray sudah berada di kamarnya lagi. Tak lama kemudian Zuy keluar dari kamar mandi, ia pun terkejut melihat Ray sedang duduk sambil menatap laptopnya.


"Tu-Tuan Muda..!"


Ray langsung menoleh ke arah Zuy, "Sayangku, sudah selesai mandinya?"


Zuy mengangguk cepat, lalu ia berjalan menghampiri Ray.


"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan di sini?"


Ray menyunggingkan senyuman, kemudian ia menarik tangan Zuy, sehingga Zuy terjatuh tepat di pelukannya.


"Apa sayangku lupa dengan apa yang aku katakan sebelumnya?"


"Memangnya apa ya, Zuy lupa.. hehehe.."


Lalu Ray menghela nafasnya dan mencubit hidung Zuy.


"Sayangku benar-benar pelupa ya sekarang, apa harus di kasih ciuman maut dulu biar gak lupa lagi," pekik Ray.


Zuy pun langsung melepaskan tangan Ray dari hidungnya, "Bu-bukan lupa, lebih tepatnya gak ingat."


"Sama saja sayangku, iih gemas deh, rasanya ingin ku makan sekarang..!" papar Ray.


Zuy terkekeh, "Hihihi, becanda kok Tuan, lagian Zuy bingung dan penasaran dengan maksud Tuan itu."


Lalu Ray melepaskan pelukannya, ia pun langsung membuka bajunya, sehingga membuat Zuy terkejut.


"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan? kenapa bajunya di buka?" tanya Zuy menutup matanya


Ray mendekatkan wajahnya ke arah Zuy, dan menurunkan tangan Zuy dari matanya Zuy.


"Sayangku, ngapain sih tutup mata, nanti juga terbiasa dan lagi Ray buka baju karena Ray ingin sayangku melihat punggung ku, apa ada yang luka akibat terjatuh tadi," jelas Ray


Perlahan Zuy membuka matanya, "Oh, be-begitu ya, Zuy pikir apa."


"Memangnya apa yang sayangku pikirkan? hmmm.. apa jangan-jangan sayangku berfikir kalau Ray akan mengajak sayangku bikin telinga?" tanya Ray menggoda

__ADS_1


"Ah, si-siapa yang berfikiran seperti itu, ada-ada saja Tuan Muda," gumam Zuy, "Yaudah kalau gitu, anda menghadap ke depan, biar Zuy lihat punggung anda," sambungnya.


Ray menganggukkan kepalanya, ia langsung menghadap ke depan dan membelakangi Zuy. Lalu Zuy mulai melihat punggung Ray yang lebar dan kekar itu.


"Tubuhnya benar-benar bagus, aah apa sih yang aku pikirkan, lama-lama aku ketularan mesum," batin Zuy, akan tetapi wajahnya yang memerah tak bisa di sembunyikan.


"Sayangku, bagaimana? apa ada yang luka?" tanya Ray


"Sebentar Tuan," Zuy terus memeriksa, "Euuum ada Tuan Muda, di sini lebam," sambungnya sambil menunjuk.


"Oh...,"


"Sebentar ya Tuan," Zuy pun beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan keluar dari kamarnya.


"Sayangku, benar-benar buatku tegang terus," lirih Ray


Sesaat kemudian, Zuy kembali dengan membawa kantung es yang ia dapat dari Pantry Resort. Ia pun kembali mendudukan dirinya di samping Ray.


"Dari mana sayangku?" tanya Ray


"Ambil es buat luka lebam anda," jawab Zuy, "Maaf ya, Zuy pegang punggungnya."


"Pegang saja sepuas sayangku, punggung ini juga milik sayangku kok," kata Ray


Mendengar itu Zuy langsung memutar bola matanya dengan malas.


"Mulai lagi deh, penyakit godanya," gerutu Zuy


Zuy lalu menempelkan es tersebut pada luka lebam Ray dengan hati-hati, supaya Ray tidak kesakitan. Tak lama setelah es mencair dan tidak dingin lagi, Zuy pun menghentikan aktivitasnya.


"Sudah selesai Tuan," ujar Zuy


Ray segera membalikan badannya ke arah Zuy, lalu ia memeluk Zuy.


"Terimakasih sayangku..."


Blush...


Wajah Zuy memanas akibat di peluk Ray yang tengah telanjang dada, sesaat ia pun mendorong pelan Ray dan memalingkan wajahnya.


"Ada apa sayangku?"


"Tuan Muda, pakai baju anda, ja-jangan sampai masuk angin..!" pinta Zuy


Dan lagi-lagi Ray menyunggingkan senyuman jahilnya, ia pun mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy.


"Kalau Ray masuk angin, kan ada sayangku yang obatin Ray, dari pada itu, mending sayangku aja yang jadi bajunya, supaya Ray hangat selalu," bisik Ray menggoda.


Deeeg


Bukan hanya wajahnya Zuy yang memerah, tapi jantungnya pun berdegup kencang, ia membalikan badannya ke arah Ray.


"Si tampan-ku selalu saja bikin orang jantungan," pekik Zuy.


"Tapi sayangku menyukainya kan? mau coba di peluk lagi?"


Zuy menggelengkan kepalanya, akan tetapi Ray malah memeluknya dengan erat.


"Rayyan, pakai bajunya dulu, tubuhmu sudah dingin, nanti masuk angin..!" pinta Zuy


Bukannya menjawab, Ray malah melepaskan pelukannya, kemudian ia menangkup kedua pipi Zuy dan mendekatkan wajahnya.


"Sayangku, kenapa kamu begitu menggemaskan sih," kata Ray.


"Tu-Tuan Muda ...," lirih Zuy


"Siapkan dirimu ya sayangku..!!"


"Hmmmm..."


Perlahan Ray menghujani ciuman di wajah Zuy, satu-persatu tanpa tertinggal, lalu saat ia mendekatkan bibirnya ke bibir Zuy, tiba-tiba...


Triiiiiing... Triiiiiing...


Hp Ray berdering sangat kencang, sontak membuat Ray menghentikan aktivitasnya.


"Tsk, siapa sih yang menelpon..." umpat Ray dalam hati.


Ia pun mengambil hpnya dari atas meja dan melihat ke layar hpnya.


"Kak Davin...!!"


Ray langsung menjawab telponnya.


"Ada apa?!" tanya Ray dengan nada kesal.


"Waduh sepertinya aku nelpon di waktu yang kurang tepat," papar Davin.


"Tsk, buruan ada apa Kak Davin menelpon?"


"Tuan Ray, bisakah anda keluar sebentar, ada yang harus aku sampaikan dan ini soal keselamatan Zuy, Tuan Ray.."


Mendengar perkataan Davin, Ray langsung tersentak kaget.


"Apa kamu bilang...!!"


************


Sementara itu di tempat lain seseorang tengah mengobrol lewat telponnya.


"Apa..!! Orang yang kamu suruh gagal, bagaimana bisa?"


"Maaf Mrs, tadi ada seseorang yang menolongnya dan lagi kata mereka perempuan itu jago bela diri," ujar si penelpon.


"Dasar tidak berguna, baiklah biar aku saja yang akan membereskannya, kebetulan lusa aku akan kesana,"


"Baiklah Mrs, sekali lagi maaf," ucap si penelpon.


Mereka pun memutuskan telponnya.


"Ciih, ngurus satu wanita saja tidak becus," umpatnya sambil melempar hpnya.


Lalu tiba-tiba seseorang orang datang sambil membuka pintu.


"Mam, ada apa? kenapa marah-marah?" tanyanya


Sontak membuatnya terkejut dan menoleh ke arah pintu.


"Ki-Kimberly...!!"


***Bersambung


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌

__ADS_1


__ADS_2