
<<<<<
Bletaaaaak
"Hoi kenapa kamu diam begitu Rin," kata orang tersebut sambil menyentil jidat Airin.
Airin pun langsung tersadar, "Hwaaaaa Briaaaan jeleeeek.!!"
Ternyata yang datang si Brian, mendengar teriakan Airin ia pun langsung menutup telinganya.
"Awww telingaku.." gumam Brian
"Ka-kamu kenapa bisa ada di sini, dan lagi kenapa kamu tiba-tiba menyentil jidatku," pekik Airin sambil menunjuk-nunjuk ke arah Brian.
"Aduuh, baru juga datang udah dapet omelan dari si crewet ini, bukannya di suruh masuk dulu kek, buatin minum kek, ampun deh anak ini," gerutu Brian
Airin pun menyilangkan kedua tangannya di dadanya, "Huh, siapa suruh kamu tiba-tiba datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu, udah gitu pake nyentil segala," papar Airin sambil memalingkan pandangannya.
"Hah, anak ini gak di kerjaan gak di kosan sama saja, aku kerjain ah.." batin Brian, lalu ia mengeluarkan Hpnya dari saku celananya.
"Hoi Rin..." panggil Brian
Airin pun langsung menoleh, "Apa lagi?" tanya Airin
Cekreeeek...
Brian pun memotret Airin dengan kamera di Hpnya, setelah itu ia langsung menunjukannya pada Airin. Betapa terkejutnya Airin melihat Fotonya itu.
"Aaargh.. dasar Brian jelek, hapus gak fotonya..!!" suruh Airin sambil mencoba mengambil hp Brian dari tangan Brian.
"Hmmm, gak akan aku hapus, soalnya ini foto terjelekmu, hahaha," ledek Brian.
"Tsk, dasar Brian jelek, siniin gak hpnya..!!" Airin pun mulai kesal.
"Heh, yaudah nih ambil sendiri kalau bisa," Brian terus menggoda Airin.
Airin pun terpancing, lalu ia mencoba merampas hp di tangan Brian, akan tetapi Brian malah mengangkat tangannya, sehingga Airin harus melompat-lompat untuk mendapatkan hp itu.
"Brian jelek, siniin gak hpnya, kamu ya datang-datang bikin masalah, buruan siniin hpnya..!!" pekik Airin
"Hehehe gak sampai ya," celetuk Brian
"Aah dasar Briaaaan jeleeek," teriak Airin.
Lalu seseorang keluar dari sebelah kosan Airin, dan ternyata dia adalah Key, " Woi dari tadi berisik mulu sih, gak tau orang lagi tidur apa, coba anteng sih jadi orang, jangan teriak-teriak terus," bentaknya.
"Aah maaf-maaf kak key, kalau Airin mengganggu Kakak," ucap Airin sambil membungkukkan badannya, "Tsk ini gara-gara si jelek jadi di marahin sama tetangga," batin Airin.
"Permisi, maaf kalau kami telah mengganggu istirahat anda, ini bukan salahnya tapi ini adalah salah saya," kata Brian membela Airin.
Key pun langsung terpanah melihat Brian, ia langsung mendekati Brian, "Ah begitu ya, ya ampun kamu ganteng banget ya, udah punya gebetan belum?" tanyanya sambil memegang pipi Brian.
Brian yang merasa tidak nyaman atas kelakuan Key, ia langsung melepaskan tangan Key, dan langsung mendekati Airin.
"Maaf Nona, kami ke dalam dulu, ayo Airin..!!" Brian pun langsung menarik tangan Airin, dan masuk ke dalam kosan Airin.
Braaak
Brian menutup pintu Kosan Airin dengan kencang.
"Ciih dasar sombong, sayang oi sama gantengnya," teriak Key, "Hoaaam mending balik istirahat lagi, karena malam harus dapat umpan tajir lagi," ujarnya, lalu ia pun kembali ke kamar Kosan nya.
`Di dalam Kosan Airin
Setelah berada di dalam, Brian pun terus memegang tangan Airin, lalu..
"Brian apa-apaan sih, make pegang-pegang tanganku segala," pekik Airin sambil mencoba melepaskan pegangan Brian.
Brian pun langsung melepaskan pegangannya, "Ah maaf Rin aku gak sengaja, itu tadi tetanggamu Rin?" tanya Brian
"Oh itu, iya namanya Kak Key dia orang baru di sini, tapi dia jarang di kosan, paling ada di Kosan kalau hari libur aja," jelas Airin, "Kenapa naksir ya?" sambung tanya Airin.
Mendengar pertanyaan Airin, Brian pun langsung memencet hidung Airin, "Kamu ya, siapa yang naksir sama dia sih, aku cuma curiga kalau dia orang yang gak bener," papar Brian.
"Briaan, lepasin gak tanganmu dari hidungku," pekik Airin,
Brian pun langsung melepaskan tangannya dari hidung Airin.
"Hehehe maaf Rin," ucap Brian, lalu Brian pun melihat sekeliling, ia terkejut melihat dalam Kosan Airin berantakan, Brian menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah Airin.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Airin
"Kamu ya, waktu di kerjaan sangat rajin dan rapih, tapi berbeda jauh saat kau sedang di sini, liat cemilan dimana-mana, selimut dan botol minuman juga berserakan, dan liat dirimu yang acak-acakan seperti itu," celoteh Brian.
Mendengar celotehan Brian, Airin pun nampak kesal, ia lalu menghela nafasnya, "Fyuuuh Brian jelek, kamu sebenarnya kesini mau apa sih, apa mau mengejekku?" tanya Airin sambil tersenyum terpaksa.
"Maaf Rin, aku gak bermaksud mengejekmu, tapi memang faktanya seperti itu, coba kamu lihat di sekeliling," ujar Brian
"Brian jelek, kalau masih mengejek aku lagi, lebih baik kamu keluar ya dari sini, bukannya bikin mood ku baik, ini malah nambah buruk, aku juga gak setiap hari begini Brian jelek, ini karena aku bosan dan malas aja di kosan," jelas Airin.
Brian pun langsung merapatkan kedua tangannya di depan dadanya, sambil menundukkan kepalanya.
"Iya maaf-maaf, aku gak akan ngejek kamu lagi, aku kesini pengin ngajak kamu pergi makan, aku juga di rumah bosan," ujar Brian, "Ayo kita pergi jalan-jalan Rin..!!" ajaknya.
Airin pun tertegun dengan ajakan Brian, akan tetapi rasa gengsinya lebih besar, ia pun menggelengkan kepalanya.
"Gak, aku gak mau di ajak jalan-jalan sama kamu, mending kamu ajak pacarmu si Salsa itu," kata Airin.
Raut wajah Brian pun berubah, ia pun kecewa dengan perkataan Airin, "Yah, padahal aku berharap kamu mau di ajak jalan sama aku, padahal aku jauh-jauh datang kesini, yaudah kalau gitu aku pergi ya Rin," papar Brian sambil berbalik ke arah pintu, lalu ia pun membuka pintu di Kosan Airin, akan tetapi...
"Tunggu... baiklah aku akan ikut denganmu," kata Airin, hatinya seketika luluh saat melihat raut wajah Brian yang nampak kecewa.
Mendengar Airin ingin ikut dengannya, Brian pun langsung bahagia, raut wajahnya berubah seketika.
"Benar nih Rin, kamu mau pergi denganku?" tanya Brian dengan penuh bahagia.
"Iya, iya.. tapi aku ganti baju dulu, kamu tunggu saja di sini..!!" suruh Airin.
Brian pun menganggukkan kepalanya, lalu Airin masuk ke kamarnya.
`Di kamar Airin
Setelah masuk ke kamarnya, Airin pun berdiri sejenak di balik pintu kamarnya.
"Huh, bisa-bisanya aku mau di ajak jalan-jalan sama si jelek itu, melihat raut wajahnya yang kecewa itu membuat aku gak tega, apa jangan-jangan aku udah ... ..., aah sadar Rin dia hanya Brian jelek yang sudah punya kekasih," kata Airin sambil menepuk-nepuk pipinya.
Ia pun langsung membuka lemari pakaiannya, dan berganti pakaiannya, setelah beberapa saat kemudian, ia pun keluar dari kamarnya.
"Brian ayo kita per ..., eeh..."
Airin pun terkejut melihat Brian ketiduran di sofa, ia lalu menghampiri Brian yang sedang tertidur, ia lalu mendekatkan wajahnya ke telinganya Brian, dan...
Sontak Brian pun langsung terbangun, "Aduh telingaku, ampun deh kamu Rin, coba pelan dong jangan pake teriak," gumam Brian memegang telinganya.
"Suruh siapa kamu tiduran di sini, ngajak jalan tapi malah tidur," pekik Airin
"Lagian kamu kelamaan, jadi aku ketiduran deh," celetuk Brian
"Oh begitu, yaudah gak jadi aja sekalian," gerutu Airin.
Brian langsung memegang tangan Airin, "Ya jangan gitu dong Rin, yaudah aku minta maaf, ayo kita pergi..!!" ajak Brian
"Hmmm, yaudah ayo berangkat," kata Airin
Lalu mereka pun keluar dari kosan Airin, bergegas pergi menggunakan motornya Brian.
*****
Sementara itu...
Beberapa saat sebelumnya, setelah selesai makan Zuy, Bi Nana dan lainnya pun langsung pergi meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuju ke mobil yang di parkirkan di depan rumah makan tersebut, setelah sampai...
"Eummm Bi Nana, Ray pinjam Kak Zuy sebentar ya," kata Ray meminta izin ke Bi Nana.
"Tuan Muda, Zuy bukan barang pake bilang pinjam segala," gerutu Zuy
Ray melihat ke arah Zuy, "Maaf Kak, bukan maksudku seperti itu," ucapnya.
Bi Nana pun langsung menoleh, "Memangnya kalian mau kemana?" tanya Bi Nana
"Gak kemana-mana sih Bi, maksud Ray gini biar Kak Zuy ikut di mobil Ray, terus Ray yang antar pulang Kak Zuy," kata Ray dengan gugupnya.
"Oh maksud anda begitu,yaudah gak apa-apa Tuan kalau anda yang akan mengantar Zuy pulang, tapi anda harus jagain Zuy, jangan sampai kenapa-napa," pinta Bi Nana, "Hmmm akan lebih baik kalau Zuy pergi dengan Tuan Muda, biar perasaannya tenang sedikit, " batin Bi Nana.
Lalu Bi Nana pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Bi Nana.." lirih Zuy
Ray pun langsung kegirangan mendengar perkataan Bi Nana, "Terimakasih banyak Bi Nana, iya Ray akan jagain Kak Zuy kok," ucapnya.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Aries, wajahnya terlihat sangat muram saat mendengar Bi Nana mengizinkan Ray yang mengantar Zuy.
"Ck, kenapa Tante mengizinkan mereka berduaan sih, ah sial ini membuatku merasa jadi tidak nyaman," kata hati Aries.
"Ries, kenapa diam aja, ayo kita pulang..!!" ajak Bi Nana yang berada di dalam mobil.
"Oh, iya Tante maaf," ucap Aries, ia pun langsung masuk ke dalam mobil.
Ray pun tersenyum tipis melihat Aries berwajah muram, hatinya pun berkata, "Heh, aku yang menang lagi Kak Aries."
"Tuan Muda, Zuy kita duluan ya," seru Bi Nana
"Iya Bi Nana, hati-hati ya..!!" kata Ray.
Mobil Bi Nana pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua di rumah makan tersebut.
Ray lalu membuka pintu mobilnya, "Kak Zuy ayo masuk..!!"
Zuy lalu menganggukkan kepalanya, dan masuk ke dalam mobil, Ray langsung menutup pintu mobil tersebut, lalu berjalan ke pintu ke arah pintu mobil yang di sebelah kanan, setelah itu ia pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Kak, udah pasang seat bealtnya?" tanya Ray
"Udah Tuan Muda, ayo berangkat Tuan, kepala Zuy udah sakit ini," ajak Zuy.
"Apa..!! yaudah Kakak tiduran aja di mobil, nanti kalau udah sampai Ray bangunin ya," kata Ray, lalu ia pun langsung mengemudikan mobilnya.
°°°°°
`Di mobilnya Bi Nana
Setelah beberapa saat di tengah perjalanan, Bi Nana gak ada henti-hentinya menangis mengingat perkataan Zuy tentang impiannya.
"Mami kenapa nangis?" tanya Nara yang kebingungan melihat Bi Nana nangis.
"Mami gak apa-apa sayang, udah Nara main yang anteng di belakang ya..!!" suruh Bi Nana
"Baik Mami," ucap Nara
Aries yang melihatnya pun langsung memegang pundak Bi Nana.
"Tante kenapa menangis?" tanya Aries
"Ries, apa aku terlalu egois pada Zuy, karena sampai sekarang aku masih belum jujur tentang siapa Mamahnya," kata Bi Nana.
"Tante kalau boleh Aries jujur, Tante memang egois pada Zuy karena tidak mau jujur, namun Tante ngelakuin ini juga karena gak mau kehilangan Zuy kan?" tanya Aries
"Iya Tante gak ingin kehilangan Zuy, dia adalah peninggalan satu-satunya dari Kakak, Tante benar-benar sangat menyayangi Zuy, Tante tidak ingin kalau suatu saat nanti Zuy tau Mamahnya, dia akan malah memilih Mamahnya dan meninggalkan Tante. Padahal Tante yang merawatnya dari kecil," jelas Bi Nana.
Aries lalu mengambilkan tisu buat Bi Nana, "Oh jadi seperti itu Tan, makanya selama ini Tante gak pernah cerita soal Maria, ya Aries bisa paham Tan, namun ada kalanya Tante harus ngomong baik-baik sama Zuy," tutur Aries
Bi Nana pun menganggukan kepalanya, " Iya kalau Tante akan bicara pada Zuy kalau Tante sudah siap" kata Bi Nana sambil mengusap air matanya.
°°°°°
`Sementara itu di mobilnya Ray...
Selama di perjalanan Zuy pun tertidur lelap di dalam mobilnya Ray, Ray yang lagi mengemudikan mobilnya pun sesekali melihat ke arah Zuy.
"Kak berapa lama aku melewatkan ini, ternyata kehidupan Kakak seperti ini, tapi Kakak setiap hari selalu tersenyum dan bahagia, kakak sangat pandai menyembunyikan semua kesedihan Kakak, aku sangat beruntung bisa menyukai orang seperti Kakak, dan aku gak akan melepaskan Kakak, aku akan selalu membuat Kakak bahagia," kata Ray dengan penuh kesungguhan, lalu Ray melanjutkan perjalanannya.
Beberapa saat kemudian....
Setelah sampai di suatu tempat tujuannya, Ray pun menghentikan laju mobilnya, lalu Ray membangunkan Zuy.
"Kak bangun yuk, kita sudah sampai.." kata Ray.
Zuy pun langsung terbangun dari tidurnya, "Hmmmm apa kita udah sampai di rumah?" tanya Zuy sedikit sadar karena bangun tidur.
"Coba Kak Zuy lihat ke arah luar..!!" pinta Ray
Zuy lalu membuka kaca jendela sebelahnya, dengan mata sedikit masih mengantuk, setelah di buka kaca jendelanya, ia pun langsung terkejut...
"Tuan Muda tempat ini...!!"
***Bersambung....
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1