Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Ingin Melihat Wajahnya...


__ADS_3

<<<<<


Zetta pun menganggukan kepalanya, "Iya aku akan sungguh-sungguh dan tulus meminta maaf pada Zuy, terimakasih Deva," kata Zetta, lalu ia pun memeluk Deva.


Deva lalu membalas pelukan Zetta, "Tapi kita juga jangan terlalu berharap, aku takut dia gak akan membantu kita," ujar Deva


Zetta mendongakkan kepalanya ke arah Deva, ia pun berkata, "Dev, aku sangat yakin kalau dia akan membantu kita, bukankah kamu pernah bilang kalau dia itu sering membantumu waktu Sekolah."


"Tta, tapi itukan dulu beda sama sekarang, apalagi aku dan Zuy itu baru bertemu beberapa kali, seseorang juga bisa berubah Tta," ujar Deva.


"Aku sangat yakin kalau dia pasti mem ... ...," belum juga menyelesaikan pembicaraan, tiba-tiba raut wajah Zetta berubah, ia langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Deva, lalu tangannya beralih memegang perutnya.


Deva yang melihatnya pun langsung terkejut dan bertanya, "Ada apa Tta? apa yang terjadi dengan perutmu?"


"Sa-sakit Deva," rintih Zetta sembari memegang perutnya.


Deva pun mulai panik, ia langsung membaringkan badan Zetta di atas sofa, "Apa ini udah waktunya kamu lahiran Tta?" tanya Deva


"Masih satu setengah bulan lagi Dev, tapi akhir-akhir ini perutku sering sakit, Aaaw..." rintih Zetta sambil meringis kesakitan.


"Pasti karena kamu selalu mikirin tentang masalah Perusahaan jadi kandunganmu juga terganggu, kita kerumah sakit ya," papar Deva, Zetta pun menganggukan kepalanya.


"Pak Amin..." teriak Deva


Lalu Pak Amin (supir Deva) pun datang, "Ada apa Tuan?" tanyanya.


"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit.!! perintah Deva


Pak Amin lalu pergi untuk menyiapkan mobil yang akan di pakai Deva, Deva pun memapah Zetta sampai ke depan rumah, setelah berada di depan rumah, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Jalan Cepat Pak..!!!" suruh Deva sembari memegang tangan Zetta.


"Iya Tuan..." ucap Pak Amin, lalu mereka pun pergi..


"Bi, Mami kenapa?" tanya anaknya Zetta yang berada dalam gendongan pengasuhnya.


"Mami tidak apa-apa, ayo kita masuk..!" ajak pengasuhnya.


Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah.


*****


Rumah Zuy


Tak terasa waktu pun begitu cepat, malam pukul 11.35Pm Zuy pun terbangun dari tidurnya, dengan matanya yang masih sayu, ia langsung duduk di atas kasur sambil mengucek matanya.


"Aduh kenapa mataku terasa sakit dan berat banget ya," lirihnya.


Lalu Zuy beranjak dari tempat tidurnya, ia pun langsung berdiri di depan cermin yang berada di lemari bajunya, betapa terkejutnya Zuy melihat matanya yang sembab akibat menangis. ia pun langsung keluar dari kamarnya dan bergegas menuju ke dapur.


Setelah berada di dapur, ia pun langsung membuka pintu kulkas dan mengambil botol berisi air dingin, Zuy lalu menuangkan air dingin itu ke baskom, setelah selesai ia langsung membawa baskom itu ke ruang tengah.


Di ruang tengah, ia lalu mengambil kapas yang berada di dalam tasnya, Zuy pun mengompres matanya dengan air dingin itu.


Trrrrrrt... Trrrrrrt...


Hpnya pun berbunyi, lalu ia mengambil hpnya yang berada di dalam tasnya, "Bi Nana, ada apa ya?" tanyanya sambil melihat layar hp,


Ia pun langsung menjawab telpon itu.


"Iya Bi ada apa?" tanya Zuy sembari mengompres matanya.


"kamu sekarang lagi di mana Zuy, apa masih di rumah Ray?" tanya balik Bi Nana


"Zuy udah di rumah Bi," jawab Zuy


"Oh, begini Zuy besok Bi Nana mau ke makam Papahmu, apa kamu mau ikut?" tanya Bi Nana


"Makam Papah, sudah lama Zuy gak kesana, pasti Zuy mau ikut Bi, tapi Bi Nana jemput Zuy ya, soalnya motor Zuy masih di kantor belum Zuy ambil," ujar Zuy.


"Iya besok Bi Nana jemput, yaudah kalau gitu, jangan tidur terlalu malam," tutur Bi Nana


"Iya Bi.."


Lalu Telpon pun terputus..


"Papah ya, coba kalau Papah masih hidup, pasti dia akan melindungiku, dan coba aja kalau Mamah dulu gak pergi ninggalin Zuy, pasti dia akan memelukku sekarang, dan pasti Zuy bisa merasakan kasih sayang dari ke dua orang tua. Sebenarnya Mamah ada di mana sekarang, Zuy ingin bertemu dengannya walau hanya sedetik. Zuy benar-benar ingin tau wajah Mamah seperti apa," kata Zuy tanpa terasa ia menitihkan air matanya dan menangis kembali.

__ADS_1


*****


Sementara itu di dalam Pesawat...


Maria, Kimberly dan YanYan pun sudah berada di dalam Pesawat, dan sudah Pesawat pun sudah terbang beberapa jam yang lalu, selama di perjalanan mereka pun tertidur pulas, lalu....


Deeeg..


"Zoyaaa...!!" teriak Maria yang terbangun dari tidurnya.


Mendengar teriakan Maria, yang berada di Pesawat pun langsung menoleh ke arahnya.


Kimberly juga jadi terbangun dari tidurnya, "Ada apa Mam, kenapa teriak seperti itu, lalu siapa Zoya?" tanya Kimberly dengan tatapan penuh curiga terhadap Maria


"Maaf telah membangunkan mu, Zoya? Mam juga gak tau siapa dia, Mam hanya mimpi buruk saja," jawab Maria sedikit berbohong.


"Oh, Kim pikir Mam lagi mimpiin tentang orang yang bernama Zoya," lirih Kimberly


"Tidak sayang, kamu tidurlah lagi Kim, perjalanan kita masih panjang," suruh Maria, lalu Kimberly pun kembali tertidur, sedangkan Maria termenung dan menyandar di tempat duduknya.


"Kenapa rasanya dadaku sesak begini, apa yang terjadi, apa ada hubungannya dengan Zoya, Zoya anakku maafin Mam karena belum bisa menemukanmu, tapi Mam janji akan segera menemukanmu Zoya," batin Maria, ia pun menitihkan air matanya.


*****


Rumah Ray


Ray nampak sedang tertidur lelap, sambil memeluk gulingnya.. lalu...


Triiiiiing... Triiiiiing.. (suara hp Ray)


Mendengar hpny berbunyi, Ray pun terbangun, dengan mata yang masih mengantuk, Ray langsung duduk di kasur dan mengambil hpny yang berada di kasur. ia lalu melihat ke layar hpnya, namun karena masih setengah sadar, jadi layarnya terlihat samar.


Ray pun langsung menjawab telponnya..


"Hmmm..."


"Rayyan..." panggilnya


Mata Ray pun langsung terbuka lebar mendengar suara yang nelpon tersebut, "Daddy...." lirihnya, ternyata yang menelpon Ray adalah Michael.


"Kabar Ray baik-baik aja Dad, Daddy gimana kabarnya?" tanya balik Ray


"Kabar Daddy juga baik-baik saja, tapi Daddy sangat khawatir denganmu Son," ujar Michael


"Terimakasih Dad sudah mengkhawatirkan Ray, maaf kalau beberapa hari ini Ray gak ngasih kabar, karena hp Ray hilang," jelas Ray


"Iya Daddy tau, tadi Lesya memberitahuku kalau hp kamu hilang," ujar Michael


"Oh jadi Lesya udah memberi tahu duluan ya," papar Ray


"Iya, yaudah kalau gitu, Daddy mau meeting dulu ya, maaf ya sudah mengganggu tidurmu, jaga kesehatan ya Son, Bye.." kata Michael


Lalu telpon pun terputus...


Kruyuuuuuk...


"Aduuh kebiasaan kalau jam segini pasti sudah lapar, mending ke dapur dulu," ujar Ray, lalu Ray pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur.


Setelah sampai di dapur, Ray pun langsung membuka pintu kulkas dan mengambil makanan di dalam kulkas, setelah mengambil makanan, ia pun menutup kulkasnya kembali.


Lalu Ray pun membawa makanan menuju ke ruang tengah, namun ketika ia hendak berjalan, Ray melihat ke arah kamar yang di pakai Zuy, saat Zuy tinggal di rumahnya. Ia berjalan ke arah kamar itu, setelah sampai di kamar tersebut...


Ray lalu membuka pintu kamar Zuy, "Kak ayo bangun, kita ma ... ...."


Keheningan nampak di kamar itu, yang tadinya ada Zuy sekarang tidak ada, Ray pun masuk ke dalam kamar tersebut, dan langsung duduk di atas kasur.


"Terasa sangat sepi banget pas gak ada Kakak, kenapa Kak Zuy gak tinggal di sini aja sih, padahal Ray ingin sekali Kakak jadi Pengasuhku lagi, Ray ingin sekali kalau Kak Zuy tetap berada di sini, jadi kalau Ray bangun yang di lihat pertama adalah senyuman dari Kakak," kata Ray,


Ia pun langsung berdiri dan keluar dari kamar tersebut.


*****


Rumah Zuy


Keesokan harinya...


Tok... Tok.. Tok...

__ADS_1


"Iya tunggu sebentar," seru Zuy sambil berjalan menuju ke pintu, setelah di depan pintu ia pun membuka pintunya...


Cekleek


"Kakak.." seru Nara sambil memeluk Zuy


"Aiih Nara sayang sudah datang," kata Zuy, ia pun menggendong Nara


"Hai Zuy apa kabar?" tanya Aries


"Lho Kak Aries juga datang, kabarku baik kak," jawab Zuy


"Zuy apa yang terjadi dengan matamu?" tanya Bi Nana menatap Zuy.


"Oh ini ..., ah ayo masuk kak Aries Bi Nana," ajak Zuy mengalihkan pandangannya,


Lalu mereka pun masuk ke rumah.


"Ayo silahkan duduk, Zuy ambilkan minum dulu," kata Zuy, ia pun langsung bergegas menuju ke dapur, Bi Nana lalu mengikuti Zuy dari belakang.


Setelah sampai di dapur...


"Zuy..." panggil Bi Nana


Zuy lalu menoleh, "Iya Bi Nana, ada apa?" tanya Zuy, Bi Nana pu mendekat ke arah Zuy.


"Apa yang terjadi dengan matamu, apa kamu menangis?" tanya Bi Nana curiga.


"Siapa yang nangis Bi, Zuy gak nangis kok, Zuy hanya ... ...," jawab Zuy.


Lalu Bi Nana pun memeluk Zuy, "Bibi sudah pernah bilang berapa kali, kalau ada masalah cerita ke Bibi Zuy," kata Bi Nana.


Zuy lalu membalas pelukan Bi Nana, tangisnya pun pecah, "Maaf Bi, maafin Zuy yang tidak pernah cerita ke Bibi soal masalah Zuy, soalnya Zuy gak mau ngerepotin Bibi, Zuy gak mau menambah beban Bi Nana," ujar Zuy


Bi Nana pun melepaskan pelukannya, ia lalu memegang kedua pipi Zuy dan berkata, "Hei, ingat kamu masih menjadi tanggungan Bibi, kalau mau cerita ya cerita saja ke Bibi, jangan di simpan sendiri, nanti bisa jadi penyakit." tutur Bi Nana, "Lalu apa yang terjadi Zuy?" sambung tanya Bi Nana


"Zuy nangis karena Zuy ingin bertemu dengan Mamah, Zuy ingin melihat Mamah, Zuy sampai terbayang-bayang wajah Mamah, sehingga Zuy menangis," ungkap Zuy


Bi Nana pun terkejut mendengar perkataan Zuy, ia pun kembali memeluk erat Zuy.


"Zuy maafin Bi Nana, karena belum bisa jujur siapa ibumu sebenarnya, dia juga lagi berada di sini, Bibi pernah bertemu dengannya sekali, semoga kamu tidak bertemu dengannya Zuy," batin Bi Nana, "Zuy ayo kita siap-siap pergi ke makam Papahmu..!!" ajak Bi Nana


"Baik Bi, tapi Zuy mau bikin minum buat Kak Aries dan Bi Nana," papar Zuy


"Udah gak usah, kamu siap-siap dulu sana, nanti keburu siang lho," tutur Bi Nana


"Iya Bi, kalau gitu Zuy ke kamar dulu..." kata Zuy, lalu ia pun ke kamarnya.


Bi Nana lalu ke ruang depan, setelah di ruang depan Bi Nana pun langsung duduk di sofa.


"Lho Zuy mana Bi?" tanya Aries


"Dia di kamarnya lagi siap-siap, kita tunggu sebentar," ujar Bi Nana.


"Iya Bi," ucap Aries.


Beberapa saat kemudian Zuy pun keluar dari kamarnya, lalu ia menghampiri Bi Nana dan Aries yang berada di ruang depan.


"Bi aku udah siap, ayo berangkat..!" ajak Zuy


"Oh, oke ayo..!!" kata Bi Nana sambil berdiri dari tempat duduknya.


Lalu mereka pun keluar dari rumah Zuy, dan menuju ke mobil yang terparkir di depan rumah Zuy. Ketika hendak masuk ke mobil, namun tiba-tiba....


Tiiiiiin


Suara klakson mobil yang baru datang dan mobil itu menghalangi mobilnya Bi Nana, Zuy dan yang lainnya menoleh ke arah mobil tersebut. lalu seseorang turun dari mobilnya dan menghampiri Zuy dan lainnya.


"Kak Zuy, Bi Nana kalian mau kemana?" tanyanya.


"Hah Tuan Muda...!!!"


***Bersambung...


^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2