
<<<<<
Archo hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu supir Taxi tersebut menancapkan gas mobilnya, Archo pun meninggalkan Bandara dan menuju ke hotel.
******
Hotel
Beberapa saat kemudian, Archo pun sampai di Hotel, lalu ia turun dari Taxi, Lalu supir Taxi membuka bagasinya dan mengambil koper milik Archo.
"Ini Mr. kopernya.." kata supir Taxi menyerahkan koper milik Archo
"Thanks.." ucap Archo.
Supir Taxi itu hanya menganggukkan kepalanya saja, ia pun masuk ke dalam Taxi-nya kembali dan pergi meninggalkan Archo. Sedangkan Archo langsung masuk ke dalam dan menuju ke Resepsionis. Sesampainya..
"Maaf Mr. ada yang bisa kami bantu?"
"Saya ingin memesan kamar untuk beberapa hari kedepan.." jelas Archo.
Petugas Resepsionis pun langsung meminta data-data Archo, tak lama kemudian, setelah selesai semuanya, Petugas Resepsionis itu memberikan Cardlock pada Archo.
"Thanks.."
Lalu salah satu Staff hotel mengantar Archo ke kamar yang di pesannya. Sesaat kemudian setelah sampai di kamar.
"Ini kamar anda Mr." kata Staff hotel tersebut.
"Okey, Thank you.. oh iya ini untuk anda," ucap Archo sambil memberikan tip.
Lalu ia menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Archo. Kemudian Archo mengetukkan Cardlock yang di tangannya ke arah sensor pintu kamar.
Tiiit..
Lampu sensor pun menyala hijau, setelah itu Archo langsung membuka pintu kamarnya dan bergegas masuk ke dalamnya dan berjalan menuju ke tempat tidurnya. Sesampainya ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.
"Akhirnya bisa istirahat juga," lontar Archo sambil meregangkan otot-ototnya. Lalu..
Kling
Sebuah bunyi pesan masuk dari hpnya, Archo pun mengganti posisinya menjadi duduk, lalu ia mengambil hpnya yang berada di saku jasnya. Setelah itu ia melihat ke layar hpnya. Senyumnya pun terukir di wajah pria tampan berkacamata tersebut.
"Akhirnya tak butuh waktu lama, besok aku akan pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk menemui Dokter Dimas," ucapnya.
Archo meletakkan hpnya di sampingnya dan melepaskan kacamatanya, lalu ia membaringkan tubuhnya kembali dan memejamkan matanya. Sesaat kemudian ia pun tertidur lelap.
***********
Rumah Ray
Setelah dari Gazebo, Ray dan Zuy langsung ke kamarnya masing-masing, sedangkan Davin berada di ruang tengah sambil membaca kembali buku dongeng milik Airin.
°Kamar Ray
Di kamar, Ray nampak sibuk memasukan pakaiannya yang akan ia bawa besok ke dalam kopernya. Lalu..
Tok Tok Tok...
"Masuk..!!"
Lalu seseorang membuka pintu kamarnya Ray dan masuk ke dalamnya.
"Rayyan.."
Ray menoleh ke arah suara tersebut, "Kak Yiou..."
Ternyata ia adalah Yiou, lalu Yiou menghampiri Ray.
"Ada apa kamu menyuruhku datang ke kamarmu?" tanya Yiou
"Tidak ada apa-apa, Ray hanya ingin tahu apa yang Kak Yiou bicarakan pada Zuy saat di kamar Zuy," ujar Ray
Yiou pun menyunggingkan senyuman, dan mendudukan dirinya di samping Ray.
"Hmmm, aku tidak berbicara apa-apa padanya, aku hanya memberikan gelang yang di wasiatkan oleh Candika," jelas Yiou.
"Benarkah itu?"
Yiou pun menganggukkan kepalanya, "Tentu benar, untuk apa aku berbohong," pekik Yiou, "Apa kamu takut aku memberi tahu ke Baby yang sebenarnya, kalau kamu dan Baby sekarang sudah ...,"
"Kak Yiou, Ray bukannya takut, hanya saja tunggu waktu yang tepat, dan biar Ray yang akan menjelaskannya sendiri," ujar Ray
Lalu Yiou menepuk-nepuk punggung Ray, "Iya aku tahu, makanya aku tidak berbicara apa-apa,"
"Tapi waktu di Gazebo, Tante hampir keceplosan kan, sampai ngasih obat kuat segala.." pekik Ray
"Ahahaha, untuk yang satu itu, aku hanya menggoda kalian saja kok," papar Yiou sembari menggaruk kepalanya.
Mendengar itu, Ray langsung mengerutkan dahinya.
"Hei Rayyan.."
"Hmmmm..."
"Cepat atau lambat kau harus memberitahu rahasia dan kebenarannya pada Baby, tadi saat aku memberikan gelang milik Candika, ia sempat ragu untuk menerimanya," jelas Yiou
"Ragu? kenapa dia ragu Kak?" tanya Ray penasaran
Lalu Yiou mengambil hpnya dan memutarkan sebuah rekaman yang merekam pembicaraan Yiou dan Zuy ketika di kamar Zuy. Ray pun langsung tertegun setelah mendengarnya.
"Sayangku ternyata sampai berfikiran seperti itu, aku terharu, jadi ingin memeluknya," lirih Ray.
"Mulai lagi bucinnya.., tapi aku sangat bersyukur lho, ternyata Baby benar-benar wanita dewasa dan baik, aku sangat menyukainya," ujar Yiou
"Ray, jangan pernah sekali-kali kamu menyakitinya bahkan sampai membuatnya menangis, kalau sampai itu terjadi, aku yang akan memberi pelajaran padamu," gertak Yiou sambil mengepal tangannya di depan wajah Ray.
"Tante Yiou, Ray akan selalu membuat sayangku bahagia, Ray akan selalu melindunginya, menjadi pahlawan untuknya," ucap Ray bersungguh-sungguh.
Yiou pun langsung tersenyum bahagia, lalu ia mendaratkan tangannya ke kepala Ray.
"Kamu sudah dewasa Rayyan, bahkan sekarang kamu sudah menjadi orang hebat dan seorang Pria yang berstatus," ucap Yiou.
__ADS_1
"Terimakasih Kak.."
"Ehemmm.. ngomong-ngomong kapan nih mau memberikan ku keponakan?" tanya Yiou menggoda Ray.
"Kalau sudah waktunya, aku akan memberimu cucu, sebanyak yang Tante Yiou mau," papar Ray. Lalu..
Bletaaak
Yiou pun menyentil jidat Ray dengan keras, "Ya aku akan menunggunya, tapi jangan terlalu lama."
"Secepatnya.. oh iya Kak Yiou aku boleh minta tolong lagi.."
"Minta tolong apa?"
Ray lalu bangkit dari posisinya, lalu ia berjalan ke arah lemarinya dan mengambil sebuah Map coklat yang ia letakkan dalam di lemarinya. Setelah itu Ray kembali duduk di samping Yiou. Kemudian ia memberikan Map tersebut pada Yiou.
"Apa ini Ray?" tanya Yiou.
"Itu sertifikat yang di kirimkan kemaren, sekalian buku aktanya ada di situ semua, Kak Yiou tolong simpankan ini untuk Ray," pinta Ray.
Yiou lalu membuka Map tersebut dan mengambil isinya, kemudian Yiou pun membacanya.
"Hmmm, baiklah kalau lembar ini aku akan menyimpannya, tapi kalau buku aktanya, lebih baik kamu saja yang simpan, buat jaga-jaga juga Ray," tutur Yiou sambil memberikan buku akta tersebut pada Ray.
Ray menganggukkan kepalanya, Yiou lalu memasukan kembali surat itu ke dalam Map, kemudian memasukannya ke dalam tasnya itu.
"Aku keluar dulu Ray, mungkin hari ini aku menginap di sini ya," kata Yiou
"Oke, tapi carilah kamar sendiri, jangan mengusik kamar sayangku," pekik Ray.
"Ck, takut amat kalau aku tidur bareng sama Baby, hmmm ya aku paham, pasti nanti malam kamu yang akan menyelinap ke kamarnya ya.." goda Yiou
Mendengar perkataan Yiou, Ray pun mendengus kesal, lalu ia menatap tajam ke arah Yiou, "Kak Yiou, berhenti menggodaku..!!" pekik Ray
"Ahahaha, oke.. oke.." Yiou pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kamar Ray.
"Dasar Tante tua.."
Lalu Ray kembali memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
••••••••
Sementara itu di ruang tengah, Davin masih sibuk membaca buku dongengnya, entah berapa buku yang ia pinjam pada Airin. Lalu Bu Ima datang membawa nampan minuman.
"Tuan Davin.."
Davin pun menoleh ke arah Bu Ima, "Ada apa Bu Ima?"
"Nyonya Yiou dimana?" tanya Bu Ima.
"Yi di sini Bu.." seru Yiou sambil menuruni anak tangga, setelah itu Yiou menghampiri Bu Ima.
"Ada apa Bu Ima?"
"Ini Nyonya minuman anda.." kata Bu Ima memberikan minuman milik Yiou.
"Terimakasih Bu," ucap Yiou sambil mengambil minuman itu.
"Kamu baca apa sih Vin, serius amat?" tanya Yiou sambil menyeruput minumannya.
"Buku dongeng Mrs Yiou," ujar Davin
"Ck, suka amat ya sama buku dongeng," celetuk Yiou
"Ya begitu lah, karena buku dongeng lebih seru ketimbang majalah dengan cover cewe BERBI-KINI," papar Davin
Yiou pun terkekeh saat mendengar perkataan Davin.
"Pantas saja jomblo terus.. Hahaha..."
"Sama seperti anda, hahaha..," balas Davin,
Lalu Davin melihat ke arah cangkir yang di pegang Yiou.
"Tumben minum kopi hitam, biasanya juga capucino."
Yiou pun menoleh ke arah Davin yang tengah melihat ke arah cangkirnya. Lalu ia menyunggingkan senyum jahilnya.
"Oh ini, aku lagi pengin kopi hitam, apa kamu mau Vin?" tanya Yiou sambil menyodorkan cangkirnya.
"Waah beneran boleh nih? kebetulan mataku mulai tidak bersahabat," ujar Davin
Yiou menganggukkan kepalanya, "Tentu boleh dong, ini minum..!!"
Davin lalu mengambil cangkir tersebut dari tangan Yiou, ia pun perlahan mendekatkan bibirnya ke cangkir itu dan langsung meminumnya. Namun tiba-tiba...
"Hwaaaaa, Pahiiiiiiiiiiit....!!" teriak Davin sembari meletakkan cangkir tersebut di atas meja
"Bwahahaha.. kena kamu Davin.." gelak tawa Yiou
Davin pun langsung memicingkan matanya ke arah Yiou, "Mrs Yiou, anda sengaja ya tidak memberikan gula pada kopinya, sehingga rasanya pahiiit banget di lidah.." pekik Davin mengusap mulutnya.
"Hahaha.. ini bukan kopi Vin, ini minuman sehari-hariku, bagus lho untuk kesehatan," ujar Yiou
Davin pun langsung terkejut, "Jangan bilang kalau ini ..., sial kena lagi aku.." ia beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju ke kamar mandi.
"Hoee... mau kemana Davin?!!" tanya Yiou,
"Daruraaaat..!!" seru Davin
Yiou pun menepuk jidatnya, "Ada-ada saja, tapi suka lucu sih sama kelakuannya.. Hahaha.." ujar Yiou,
Ia pun mengambil cangkirnya dan menyeruput kembali minumannya.
•••••••••
Tak terasa hari cepat berlalu, matahari pun sudah berada di atas kepala. Semua orang pun sedang menikmati waktu istrihat siangnya.
Kamar Zuy
Sementara itu, Zuy sedang merapihkan pakaiannya untuk ia bawa ke Swedia, tentu saja di bantu oleh Bu Ima.
__ADS_1
"Nak Zuy, apa kamu sudah bilang ke Nana kalau kamu akan pergi?" tanya Bu Ima
Zuy langsung terkejut mendengar pertanyaan Bu Ima, "Oh iya, Zuy lupa Bu, aduuh bisa-bisa Bi Nana bakalan ngomel ini."
"Hmmmm, mumpung masih ada waktu Nak, kamu ke rumahnya dan minta izin padanya!" tutur Bu Ima.
"Pasti Bu, Zuy akan bilang ke Bi Nana. Yaudah Zuy keluar sebentar Bu, mau bilang ke Tuan Muda." kata Zuy sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Yaudah kamu bilang dulu sama Tuan Ray sana! Biar ini Ibu yang bereskan.."
Zuy pun menganggukkan kepalanya, lalu ia berjalan keluar dari kamarnya, setelah berada di luar kamar, Zuy mengedarkan pandangannya, ia berharap kalau Ray berada di ruang tengah.
"Hmmmm, aku pikir Tuan Muda ada di sini," lirih Zuy.
Zuy bergegas menuju ke kamar Ray, sesaat setelah menaiki tangga dan berjalan beberapa langkah menuju ke kamarnya Ray. Sesampainya..
Tok.. Tok.. Tok...
"Tuan Muda.." seru Zuy, namun tidak ada jawaban apa-apa,
"Apa sedang tidur ya, hmmm yaudah nanti aja deh.." sambungnya.
Zuy pun memutar badannya, dan hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba pintu kamar Ray terbuka membuat Zuy memutar badannya kembali ke arah kamarnya Ray.
"Tuan Muda.."
Bukannya menyahut, Ray malah memegang tangan Zuy dan menariknya ke dalam kamarnya. Setelah berada di dalam, Ray langsung memeluk tubuh Zuy dengan erat.
"Tuan Muda, apa yang anda lakukan? Zuy gak bisa nafas ini..." pekik Zuy.
"Ah maaf sayang, Ray hanya senang saja," ujar Ray melepaskan pelukannya.
Lalu mereka pun duduk di sofa yang berada di kamar Ray. Zuy lalu menatap ke arah Ray sambil memegang tangannya.
"Tuan Muda.."
"Iya sayangku, ada apa?"
"Begini Tuan, kan besok kita berangkat ke Swedia, tapi Zuy lupa bilang ke Bi Nana.."
Mendengar itu, Ray pun terkejut dan seketika ia langsung menepuk jidatnya.
"Oh iya, Ray juga lupa minta izin ke Bi Nana, yaudah nanti kita ke rumah Bi Nana ya sayang.."
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah Tuan Muda.."
Lalu seketika Ray merebahkan tubuhnya di sofa dengan posisi kepalanya di atas paha Zuy sontak membuat Zuy terkejut.
"Tuan Muda, apa yang anda lakukan?"
"Hanya ingin tidur di pangkuhan istriku yang cantik ini, bolehkan sayangku?" tanya Ray sembari memegang pipi Zuy.
Zuy pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Belai rambutku juga dong sayangku..!!" pinta Ray dengan nada manja.
"Huh dasar manja.." gerutu Zuy.
Ray pun terkekeh, Zuy lalu membelai rambut Ray dan mengelus-elus kepalanya Ray, sehingga membuat Ray nyaman dan langsung memejamkan matanya, sesaat kemudian Ray langsung tertidur lelap.
Zuy tersenyum bahagia melihat Ray tertidur, ia pun langsung menyandarkan kepalanya sambil menatap langit-langit. Rasa kantuknya pun mulai datang, sesaat Zuy memejamkan matanya.
Tak lama, Ray pun terbangun dan perlahan membuka matanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, seketika ia terkejut melihat pujaan hatinya tertidur, ia pun segera bangkit dan duduk mendekat ke Zuy. Ray menatap lekat wajah Zuy sembari mengelus pipinya, lalu ia mengecup bibir Zuy dengan lembut. Sesaat setelahnya...
"Sayangku, kamu sekarang sudah menjadi milikku yang sah, tidak akan ada yang berani menyakitimu bahkan merebutmu dariku," ucap Ray sambil menyandarkan kepalanya Zuy di dadanya.
••••••••••••••••
Sore hari...
Ray dan Zuy sudah berangkat menuju ke rumah Bi Nana dengan menggunakan mobilnya Ray, dan tentunya mereka hanya berdua saja tanpa membawa Davin.
Rumah Bi Nana
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mereka akhirnya sampai di rumah Bi Nana, Ray lalu memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bi Nana. Setelah itu mereka pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah pintu. Sesampainya Zuy langsung memijit bel pintunya.
Ting.. Tong..
"Semoga Bi Nana ada di rumah ya," lirih Zuy.
Lalu tak lama kemudian, seseorang membukakan pintunya dan ternyata Bi Nana.
"Zuy, Tuan Muda.." lontar Bi Nana
Zuy langsung mencium tangan Bi Nana, di susul dengan Ray. Bi Nana mengajak mereka masuk ke dalam rumah, setelah berada di dalam, Bi Nana pun menyuruh Ray dan Zuy duduk.
"Sebentar ya, Bi Nana buatkan minuman untuk kalian," ujar Bi Nana.
"Tidak usah Bi Nana, nanti Zuy yang ambil sendiri, Bi Nana duduklah..!!" kata Zuy.
Bi Nana pun mengangguk, lalu ia duduk di sofa lainnya.
"Tumben kalian berdua main ke rumah tanpa memberitahu dulu, dan untungnya Bi Nana ada di rumah," celetuk Bi Nana.
"Hehehe maaf Bi Nana," ucap Zuy, "Sebenarnya Zuy datang kesini juga karena Zuy dan Tuan Muda ingin pamit dan minta izin sama Bi Nana," sambungnya
"Pamit, minta izin? memangnya kalian mau kemana?" tanya Bi Nana yang terkejut
Zuy dan Ray saling menatap satu sama lain, lalu Ray menghela nafas panjangnya dan melihat ke arah Bi Nana.
"Begini Bi Nana, jadi besok kita akan pergi untuk liburan, makanya kita datang kesini untuk pamit sama Bi Nana," ujar Ray.
"Oh begitu ya Tuan Muda, lalu kalian bakal liburan kemana?" tanya Bi Nana
"Ke Swedia Bi.." jawab bersama.
"Apa yang kalian katakan barusan? Swedia..!!"
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌