
<<<<
"Tentu aku punya Rencana bagus," ucap Maria.
Lalu Maria mendekati Liora dan berbisik...
"Bagus aku setuju, kita harus cari waktu yang pas untuk Rencana kita ini," ucap Liora sambil tersenyum sinis..
Maria pun mengangguk, "Iya bener katamu, aku tau kapan waktu yang pas, serahkan padaku," ujar Maria
"Iya, atur saja Maria, lalu dimana Kimberly?!!" tanya Liora
"Kimberly lagi ada pemotretan untuk iklan baru.." jawab Maria
"Memang calon mantu idaman..." puji Liora ke Kimberly
"Ngomong-ngomong Aku punya desain Gaun yang baru apa kau mau lihat?!!" tanya Maria
"Waaah, boleh juga, kamu memang Desainer terbaik, ayo kita pergi..!!" ajak Liora
Mereka pun lalu pergi...
°°°°°
^Di Resto
Zuy pun akhirnya sampai di Resto, lalu ia bergegas masuk ke dalam Resto,
"Zuy kamu datang?!!" tanya Aries
"Pasti datang dong Kak, Paman tadi nelpon katanya mereka mau pergi," ujar Zuy
"Iya mereka pergi mau beli barang-barang dan bahan buat kebutuhan Resto juga, terus buat pesta ulang tahun Nara lusa, Nara juga ada di sini, tuh dia lagi tidur," jelas Aries
"Aah yang bener Kak, kalau tau tadi aku beli sesuatu buat Nara," ucap Zuy.
"Tapi kamu di suruh kesini buat bantuin aku," celetuk Aries
"Iya maaf Kak, baiklah serahkan padaku, hehehe.." kata Zuy dengan percaya diri..
"Okay, mumpung Nara masih tidur, kalau dia bangun pasti dia langsung nempel ke kamu terus," kata Aries, "Eummm Zuy, semangat ya..!!"
"Siap kak, Zuy taroh tas dulu ya kak,"
Zuy langsung ke belakang, setelah menaroh tasnya, Zuy pun mulai membantu Aries di Resto.
"Pelayan, Minta menunya..!!!" seru Pelanggan.
"Iya tunggu sebentar," balas Zuy, ia pun menghampiri. "Ini silahkan di pilih menunya, Nona.." imbuhnya.
"Aku mau yang ini, ini dan ini," ucap pelanggan itu, lalu ia menoleh ke Zuy. "Hmmm Zuy, kamu Zuy kan?!!" sambung tanyanya.
Zuy mengangguk. "Iya saya Zuy, apa kita pernah bertemu?!!"
"Heh pura-pura gak kenal, aku Anne. Heh gak nyangka kamu bekerja di sini, tapi kamu cocok untuk jadi seorang pelayan Resto" ucap Anne yang bermaksud menghina Zuy.
"Anne, oh ternyata kamu, apa kabar, iya ini pekerjaanku terimakasih atas pujiannya," ucap Zuy (Anne mantan Rekan kerja Zuy yang dulu)
"Tapi aku tidak memujimu lho," pekiknya
"Iya sama-sama, nanti saya ambilkan pesanan anda, silahkan tunggu," ujar Zuy
Lalu Zuy pun pergi untuk mengambil makanan yang di pesan Anne,
"Heh, liat bagaimana aku buat kamu malu.." gumam Anne
Beberapa saat kemudian, Zuy pun kembali mengantar makanan yang di pesan Anne.
"Ini pesanannya Nona, ada lagi?!!" tanya Zuy
"Tunggu sepertinya ada yang salah," kata Anne, " Hee, lihat bagaimana aku mempermalukanmu Zuy," gumam Anne di dalam hati
Lalu Anne berdiri dan menyiramkan minumannya ke badan Zuy, semua yang ada di situ pun terkejut, Aries yang melihatnya langsung menghampiri.
"Apa yang terjadi?!!" tanya Aries
"Maaf Tuan, pelayan anda salah ambil minuman, kalau kaya gini bisa ngecewain pelanggan, pecat saja dia!" sergah Anne
"Apa? tapi dia bukan ...," kata Aries tapi Zuy menghalangi Aries untuk menjelaskan siapa Zuy
"Maaf Nona kalau minumannya salah, tapi emang ini yang anda pesan, kalau saya ada salah sama anda, saya minta maaf, hanya karena salah minuman anda langsung menyiram saya, apa gak bisa ngomong baik-baik," ujar Zuy memberikan bill menu yang di pesan Anne
"Nona kalau ini kesalahan pelayanan kami, kami minta maaf, biar kami ganti pesanannya atau minumannya saya gratiskan.." ujar Aries
"Ciih, gak perlu di ganti, aku bukan orang miskin, awas kau Zuy..." gertak Anne, lalu Ia pun pergi
"Zuy apa kamu tidak apa-apa, apa yang terjadi sebenarnya?!!" tanya Aries
"Tidak apa-apa kak, Zuy ke belakang dulu ya," kata Zuy sambil berjalan menuju Toilet
"Zuy, memang bener kata Tante, kalau kau pandai menyembunyikan kesedihanmu.." gumam Aries
*Di Toilet
Zuy pun langsung mengganti pakaiannya yang kotor akibat di siram oleh Anne,
"Anne, haaa kenapa harus berhadapan dengannya lagi, dulu dia fitnah aku nyuri sampai aku di pecat, sekarang lama gak ketemu, dia malah mempermalukanku di depan semua.." gumam Zuy menahan Rasa sedih.
"Zuy, apa kamu baik-baik aja?!! Zuy, Zuy.." Aries memanggil Zuy karena khawatir, lalu Zuy keluar
"Eeh kak Aries, Zuy gak apa-apa, kan Zuy ganti baju jadi agak lama, karena lengket kena minuman, ayo kerja lagi, semua pelanggan udah nungguin" kata Zuy dengan semangat
"Hmmm... Syukurlah kalau kamu gak apa-apa Zuy," ucap Aries
Mereka pun kembali bekerja, beberapa jam kemudian, Resto pun tutup, semuanya sudah pada pulang tinggal Zuy dan Aries yang masih dbebersih,
"Nara bangun yuk...!!" Zuy membangunkan Nara yang tertidur di Resto
"Hmmm, kaya suara kakak Zuy," ucap Nara setengah sadar
"Ini kakak sayang, kamu tidur nyenyak banget, ayo pulang sama kak Aries..!!!" ajak Zuy
"Hengngng.." Nara tertidur lagi
"Zuy apa Nara sudah bangun?!!" tanya Aries
"Udah, tapi malah tidur lagi.." jawab Zuy
"Yaudah kamu gendong dia taroh di mobil, aku mau ngunci pintu dulu," suruh Aries
"Iya Baiklah..."
Zuy pun menggendong Nara dan menarohnya di Mobil, tiba-tiba suara gemuruh dari langit terdengar, sepertinya mau hujan.
"Zuy kamu buru-buru pulang sepertinya akan turun hujan.." kata Aries sambil masuk ke mobil..
"Iya kak, Kakak hati2, awas jangan sampai Nara terbangun.." ucap Zuy..
"Iy, aku duluan, bye.."
Lalu Aries pun pergi.
"Hah, sepertinya bakalan gede hujannya, aku harus buru-buru pulang," ucap Zuy, lalu ia pun pergi
Tiba-tiba hujan pun turun dengan derasnya membasahi semuanya, Zuy yang tengah di jalan menuju arah pulang pun kehujanan, Zuy pun menepi sebentar untuk mengambil jas hujan.
"Mana jas hujannya, sepertinya aku lupa bawa, alamat kebasahan ini..." gerutu Zuy mencari jas hujan,
Byuuuur..
Lalu tiba-tiba mobil lewat dengan kencang, Zuy terkena cipratan air karena mobil itu, alhasil pakaian Zuy bukan hanya basah juga kotor semua.
"Hah hari ini aku kenapa sih, tadi kena siram minuman oleh si Anne, lalu di guyur hujan dan sekarang kena cipratan air banjir, hmmm sepertinya hujan masih lama dan malam akan panjang," Kata zuy mendongak ke atas dan tak terasa ia meneteskan air matanya.
Lalu Zuy pun melanjutkan perjalanannya.
°°°°°°°°°°°°°
Di Rumah Zuy
Beberapa saat kemudian, Zuy pun sampai di rumah, lalu ia segera masuk ke rumah untuk bebersih setelah selesai.
"Haah.. sungguh hari yang melelahkan, sepertinya hujannya bakal lama, lalu apa akan mati lampu, karena kilatnya makin Kencang," lirih Zuy
"Meong.. Meong.." Anak kucing itu menghampiri Zuy
"Ooh Manis.. kenapa belum tidur, kamu pasti laper lagi ya? maaf ya baru pulang, Ayo kita makan, Zuy juga laper.." Kata Zuy,
Lalu Zuy memberi makan buat si Anak kucing itu..
****
__ADS_1
Rumah Ray
Sementara itu....
Ray yang tertidur pun akhirnya terbangun karena suara Gemuruh di tengah hujan, lalu ia keluar kamar dan menuju Dapur, tiba-tiba...
"Tuan, sedang apa kau di sini, hihihi..." suara seseorang, Ray pun menoleh ke belakang, lalu..
Bletaaak..
"Aww... Tuan Ray sakit tau, aduh..." orang itu ternyata si Davin,
"Heh suruh siapa kak Davin malam-malam mengagetkan orang, jadi refleks kan, terus dari mana Kak, hujan-hujan gini?!!" tanya Ray
"Ini aku nyari makan, kebetulan ada Nasi Goreng, terus Kebetulan juga aku beli dua," ujar Davin
"Kamu makan aja sendiri, aku udah kenyang.." kata Ray.
Krunyuuuuuk...
(Suara perut Ray)
"Heh, ayo makan bareng sini!!" ajak Davin
"Iya.." lirih Ray menunduk malu,
Mereka menuju meja makan, dan menyantap nasi gorengnya, lalu...
"Tuan, tadi saya sepertinya melihat Zuy di jalan..." ujar Davin
Uhuuuk.. uhuuuk..
Ray tersedak karena kaget..
"Tuan pelan-pelan, ini minum dulu!" Davin memberikan minuman ke Ray.
"Kakak liat dia dimana?!!" tanya Ray penasaran..
"Di jalan pas beli nasi goreng ini, awalnya ku pikir bukan Zuy, soalnya dia jauh di sebrang jalan, bajunya basah juga kotor, pas saya mau nyamperin, eeh dia udah pergi, ngebut lagi bawa motornya.." papar Davin
"Sedang apa dia malam-malam begini keluar, kalau ada apa-apa gimana," Ray mulai khawatir
"Mungkin dia nyari makanan kali Tuan, terus kehujanan, jangan berfikir yang bukan-bukan, ayo makan lalu tidur besok jadwal Tuan banyak.." kata Davin,
Mereka pun melanjutkan makan...
*********
Perusahaan Cv.
Zuy Dan Airin seperti biasa selalu datang pagi-pagi..
Haatchuuuu...
"Zuy kamu tidak apa-apa?!!" tanya Airin
"Aku gak apa-apa Rin, cuma sedikit flu.." jawab Zuy
"Oh kalau kamu ngerasa gak enak badan bilang ya Zuy.." tutur Airin sedikit khawatir..
"Udah gak apa-apa, ini hanya Flu kok, ayo masuk!!" ajak Zuy,
Lalu mereka pun masuk dan mulai bekerja,.tak berapa lama Rere pun datang dan menghampiri Zuy.
"Zuy, kamu ke atas ya ke ruangan Ceo dan bersihin semua ya!!" perintah Rere
"Baik bu Rere, (sniiift)" ucap Zuy..
"Zuy apa kau baik-baik aja?!!" tanya Rere
"Saya baik-baik aja bu, kalau gitu saya ke atas dulu ya bu," jelas Zuy,
Zuy pun pergi ke Ruangan Ceo..
Ruangan Ceo
Setelah sampai, Zuy pun mulai membereskan dan membersihkan semuanya, namun tiba-tiba..
"Aduh, kok kepala ku makin puyeng gini, aku duduk sebentar deh," gumam Zuy
Zuy tanpa sengaja tertidur, beberapa saat kemudian Ray dan Davin datang, Davin pun melihat Zuy dan menghampirinya, tapi mereka belum sadar bahwa itu Zuy..
"Hei, ini waktunya kerja, bukan untuk tiduran.." pekik Davin membangunkan Zuy
"Lho kakak Zuy, kenapa bisa tiduran di sini, terus wajahmu pucat gitu, Kak Zuy kenapa?!!" tanya Ray khawatir melihat kondisi Zuy
"Aku gak apa-apa Tuan aku hanya flu saja.." jawab Zuy
"Apa karena kamu kehujanan semalam ya Zuy.." sambung Davin
"Ba-bagaimana Pak Davin tau?!!" tanya Zuy keheranan
"I-itu...!!"
Ray lalu mendekat, dan memegang dahi Zuy, "Tuh badanmu panas banget kak, Kakak berobat ya, Ray antar..!" pinta Ray
"Tuan Ray pagi ini anda ada rapat dan siang juga kita harus pergi.." ujar Davin
"Tuan gak usah khawatir, aku baik-baik aja kok," ujar Zuy
"Tapi kamu harus berobat dan pulanglah lebih awal, istirahat supaya sakitnya gak parah.." pinta Ray
"Ta-tapi Tuan muda.." lirih Zuy yang ingin menolak untuk berobat
"Bu Friska Bisa kemari sebentar!" Ray menghubungi Friska
Lalu Friska pun datang dan bertanya "Ada apa tuan?!!"
"Tolong buatkan surat untuk berobat karwayan buat Zuy supaya dia berobat dan istirahat, bilang ke Bu Rere kalau Zuy sakit ya!!" suruh Ray
"Baik Tuan, akan saya buatkan, saya permisi dulu.." Friska pun pergi..
Lalu Zuy pun ke Rumah sakit untuk berobat setelah selesai Zuy pun pulang ke Rumah.
***
Rumah Zuy
Zuy pun sampai di Rumah dan ia buru-buru masuk dan segera istirahat
Trrrrrrt.. Trrrrrrt.. Trrrrrrt..
Hp Zuy berbunyi, ternyata Bi Nana yang menelpon.
"Iya halo Bi, haatchiii.."
"Zuy kamu kenapa, kamu sakit?!!" tanya Bi Nana
"Gak kok Bi Nana, Zuy cuma Flu aja, tadi udah berobat kok Bi,(Sniift)" jawab Zuy
"Terus kamu dimana?!! di Rumah apa di kerjaan?!!" sambung tanya Bi Nana
"Di Rumah Bi, atasan suruh Zuy pulang untuk istirahat.." jawab Zuy..
"Oke, Nanti Bi Nana ke Rumah ya, bawain bubur buat kamu, kamu istirahat dulu ya..!!" Bi Nana pun khawatir
"Iya Bi, tapi Bi Nana gak perlu repot-repot, Zuy baik-baik aja.." ucap Zuy
"Anak ini ya, udah kamu istirahat, Nanti Bi Nana akan kesana secepatnya, kebetulan Bi Nana juga bikin Bubur, udah ya, tunggu Bibi..!!" ujar Bi Nana,
Lalu telpon di tutup.
"Haah, Bi Nana maaf ya Bi, aku harus ngerepotin Bi Nana lagi," kata Zuy
Beberapa saat kemudian, Bi Nana pun datang...
Tok..Tok.. Tok...
"Lho gak di kunci, anak ini ceroboh banget," gerutu Bi Nana,
Bi Nana pun masuk..
"Kakak Zuy, kakak Zuy... Nara datang nih," Nara memanggil Zuy
"Ssst.. Nara jangan berisik, kakak mungkin di kamarnya, ayo kita ke kamarnya.." Kata Bi Nana,
Bi Nana dan Nara langsung ke kamar Zuy.
"Tuh, dia lagi tidur..." Kata Bi Nana
"Kak Zuy, Kak Zuy, Nara datang.." Nara membangunkan Zuy.
__ADS_1
"Hhmmm, Nara sudah datang?" papar Zuy setengah sadar.
"Kakak Zuy kenapa?!!" tanya Nara
"Kakak gak apa-apa Nara, Bi Nana makasiih udah datang, maaf Zuy ngerepotin Bi Nana.." ujar Zuy
"Gak ngerepotin kok Zuy, ayo makan dulu, Bibi bawa bubur nih, mau makan di sini atau di ruang tengah?!!" tanya Bi Nana
"Di sana aja Bi.." kata Zuy, ia pun beranjak dari ke tempat tidur, menuju ruang tengah.
Bi Nana pun menyiapkan makanan untuk Zuy.
"Nih habisin ya, lalu minum obatnya..!!" suruh Bi Nana
"Iya Bi, terimakasih.." ucap Zuy,
Zuy pun memakannya..
"Zuy, kamu sakit apa gara-gara kemaren waktu di Resto?!!" tanya Bi Nana
"Hmmm, gak kok Bi, Zuy kemaren pas pulang dari Resto kehujanan, Lupa bawa jas hujan.." jawab Zuy
"Lalu kemaren apa yang terjadi Sebenarny, Kenapa bisa Kejadian seperti itu di Resto?!!" sambung pertanyaan Bi Nana karena penasaran
"Pasti kak Aries yang cerita, Zuy gak tau Bi, dia pesen Makanan, terus Zuy antar sesuai dengan pesanannya, dan dia bilang minumannya salah, lalu dia menyiramkan minuman itu ke badan Zuy," ujar Zuy menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
"Siapa dia sebenarnya, kenapa berbuat ulah di Resto, orang gak salah juga make di siram minuman" murka Bi Nana
"Tapi Bi, mungkin dia masih marah sama Zuy, karena masalah dulu Bi.." tutur Zuy
"Maksud kamu?!!" tanya Bi Nana
"Bi Nana ingat gak sama Anne? dulu waktu Zuy di fitnah seseorang, sampai Zuy di pecat oleh pak Willy, dia si Anne yang bikin masalah di Resto kemaren.." ungkap Zuy
"Apaaaa! jadi anak itu masih di sini, dulu dia bikin Fitnah keponakanku sekarang di bikin ulah lagi, maunya apa sih anak itu..." Bi Nana semakin murka
"Udah Bi.. gak apa-apa kok, Zuy juga baik2 aja," jelas Zuy menenangkan Bi Nana
"Hah, habis Bi Nana kesal, dulu kamu hampir masuk penjara gara-gara dia, untung kenalan Papinya Nara banyak, terus juga atasan kamu gak tinggal diam. Tapi sayangnya kamu terlalu baik Zuy, kamu malah ngelepasin Anne begitu aja, akhirnya gini lagi.." gerutu Bi Nana
"Iya Bi, karna Zuy gak ingin punya dendam.." Ucap Zuy
Gak terasa hari sudah sore menjelang malam, lalu seseorang datang ke rumah Zuy.
Tok.. tok.. tok...
Bi Nana pun membukakan pintu, ternyata yang datang Davin.
"Anda siapa ya?!!" tanya Bi Nana
"Saya Davin, oh iya ini dari Tuan untuk Zuy. Pesan Tuan, Zuy harus Istirahat! Dan maaf Tuan gak bisa datang karena masih sibuk.." ujar Davin menyerahkan bingkisan
"Ooh terimakasih banyak, apa anda mau masuk dulu temui Zuy?" tawar Bi Nana
"Tidak terimakasih, saya hanya mengantar ini saja, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Davin,
Lalu Davin pun pergi, Bi Nana pun menutup pintunya.
"Siapa yang datang Bi?!!" tanya Zuy
"Ooh katanya suruhan bosnya, namanya Davin, dan ini buatmu..." ujar Bi Nana menyerahkan bingkisannya.
"Ooh Pak Davin, Ini pasti dari Tuan muda.." ungkap Zuy
"Tuan Muda? sejak kapan kamu panggil Bos mu Tuan Muda? Dia kan sudah tua.." cetus Bi Nana
"hahaha, maaf Zuy belum cerita ke Bi Nana ya? Sebenarnya atasan Zuy sudah ganti, bukan pak Willy lagi," ungkap Zuy
"Oh, Bi Nana pikir atasanmu masih pak Willy.." celetuk Bi Nana
"Atasan Zuy sekarang masih Muda Bi, dia juga bilang kangen sama Bi Nana, dan juga pengin ketemu Bi Nana, kalau Bi Nana tau pasti kaget.." papar Zuy
"Oh iya, siapa Atasan Zuy sekarang? kenapa dia kenal dengan Bibi, aah jadi penasaran, memang siapa Zuy?" tanya Bi Nana penasaran
"Biar jadi kejutan, entar Zuy kenalin ke Bi Nana ya!" kata Zuy.
"Hmmmm, Bibi tunggu ya, oh iya Zuy Bibi nginep di sini ya buat jagain kamu.." tutur Bi Nana
"Eeh jangan Bi, kasihan Paman, Zuy udah baikan kok Bi, besok Zuy udah bisa kerja lagi," kata Zuy..
"Gak boleh kerja dulu! Kamu harus istrahat! kalau atasanmu menyuruh kamu kerja, Bibi yang akan lawan.." celoteh Bi Nana.
"Iya Zuy akan dengerin kata-kata Bi Nana.." ucap Zuy memeluk Bi Nana..
"Kakak, Mami... Nara juga ikutan dong..!!" Nara menghampiri Zuy dan Bi Nana
"Sini Nara..!!!" Kata Zuy, mereka pun berpelukan...
*****
**Sementara itu...
Ray datang menghadiri undangan makan malam, setelah sampai, Ray di sambut hangat oleh Pak Wildan dan keluarga.
"Maaf pak Wildan, saya datang terlambat," kata Ray berjalan dengan gagahnya..
"Oh gak kok, Kami juga baru datang, oh iya perkenalkan ini istri saya Linda dan anak saya Erlin," Pak Wildan memperkenalkan keluarganya.
"Tuan salam kenal saya Erlin.." Erlin mengulurkan tangan
"Salam kenal, Saya pikir ini undangan makan malam mengenai pekerjaan, ternyata acara keluarga," celetuk Ray sambil menjabat tangan Erlin
"Iya, sekalian perkenalan juga," ujar pak Wildan, "Silahkan duduk..!!"
"Terimakasih banyak Pak.." ucap Ray
"Saya sangat senang, anda mau datang Tuan Ray, saya masih benar-benar gak nyangka Willy punya keponakan yang pandai berbisnis sepertimu Tuan," Pak Wildan memuji Ray
"Terimakasih Tuan atas pujiannya, iya karena saya dari kecil sudah di ajari berbisnis sama orangtua saya, agar saya bisa mandiri," ungkap Ray.
"Waaah orangtua kamu orang yang hebat ya, Mereka apa ada disini?!!" tanya Tuan Wildan
"Oh Mereka di luar Negri," jawab Ray.
Tak berapa lama makanan pun datang..
"Ayo kita makan dulu!!" ajak pak Wildan,
Mereka pun makan bersama, setelah selesai Makan, mereka pun lanjut mengobrol.
"Erlin kenapa kamu diam aja, ajak ngobrol dong Tuan Ray-nya! Dia udah jauh-jauh datang kesini.." ujar Pak Wildan
"Eemm Er-Erlin malu Pi.. " ungkap Erlin dengan wajah memerah karena Melihat Ray
"Hahaha, anak saya ini memang pemalu Tuan, jadi maaf ya kalau dia Diam gini, walau begitu dia anak yang pandai, Erlin selalu jadi juara di kelasnya.." Pak Wildan memuji anaknya di depan Ray
"Kok kaya Dejavu ya..." gumam Ray di dalam hati.
"Nak Ray kenapa diam aja?!!" tanya bu Linda
"Ooh tidak apa-apa," lirih Ray..
Lalu hp Ray berbunyi.
"Sebentar, saya angkat telpon dulu, (kebetulan kak Davin telpon) iya ada apa?!!" tanya Ray
"Tuan Ray tadi saya udah sampaikan pesan Tuan ke Zuy," Kata Davin..
"Hah apa? iya sebentar lagi saya kesana.." ujar Ray berpura-pura.
"Apa yang kamu bicarakan Tuan?!!" tanya Davin kebingungan.
"Iya ini mau berangkat, tunggu ya! terimakasih.." kata Ray
Telpon pun di tutup..
"Ada apa Nak Ray??!" tanya pak Wildan
"Maaf Pak, semuanya saya sepertinya harus pergi, ada urusan mendadak, terimakasih atas undangan makan malamnya, lain waktu kita akan bertemu lagi, saya permisi.." pamit Ray..
Lalu Ray pergi..
"Dia orang yang sibuk dan juga sangat tampan ya pi," ungkap Erlin mengagumi Ray..
"Itu alasannya kenapa papi ngenalin kamu ke dia, bagaimana apa kamu tertarik?!!" tanya pak Wildan
"Iya aku tertarik dengannya pi.." papar Erlin
"Kamu harus menangkan hatinya, supaya kamu Bisa dapetin dia," ujar Pak Wildan..
"Iya mami setuju, sepertinya dia juga pekerja keras.." jelas Linda
__ADS_1
"Tuan Ray, aku pasti bisa mendapatkanmu.."kata Erlin dengan penuh semangat.
*Bersambung...