
<<<<
*****
Lalu Ray menarik tangan Zuy dan memeluk Zuy, semua orang yang disitu pun terkejut.
"Orang yang kau bilang penggoda suamimu, wanita j*lang dan kau tampar mukanya hingga memar ini, dia sebenarnya..." Ray belum selesai menjelaskan, langsung di potong oleh Zetta
"Lalu apa hubungan anda dengan si j*lang ini?!!" sela Zetta
"Dia sebenarnya adalah Wanita ku.." ungkap Ray
"Apa..!!"
Zuy dan semuanya yang berada di tempat itu pun terkejut mendengar perkataan Ray, termasuk si Anne.
"Apa..!! Zuy adalah Wanitanya Ceo itu, tunggu dulu bukannya Erlin juga lagi ngejar Ceo dari Perusahaan CV, ternyata memang tampan, Tsk.. Zuy kali ini kamu benar-benar beruntung, tapi lain kali kamu gak akan lepas dariku, akan aku tunjukan ini pada Erlin, liat saja kamu Zuy.." pekik Anne.
Lalu Anne pun segera bergegas keluar dari tempat makan itu, karena takut ketahuan kalau dia dalang di balik semuanya ini.
Orang-orang di sana pun kembali berbisik.
"Waah ternyata wanita itu adalah kekasihnya Ceo dari Perusahaan CV itu, ternyata kita salah menilai dia," bisik seseorang yang di situ.
"Tu-Tuan Muda," lirih Zuy sambil menoleh ke atas melihat Ray.
"Ssst, tetaplah seperti ini," suruh Ray, lalu Zuy pun menundukan kepalanya.
"Tuan Ray, apakah anda serius dengan perkataan anda," gumam Davin di hati.
"Waah Tuan Bos memang sangat Kereeen.." seru Airin
"Ja-jadi wanita j*lang ini adalah pacar anda?!!" tanya Zetta yang tidak percaya
"Apa perlu aku ulangi lagi perkataanku tadi, iya dia (Zuy) adalah Wanita ku, milikku dan satu lagi aku peringatkan jangan memanggilnya dengan sebutan j*lang, kalau sampai aku mendengar kau menyebutnya j*lang lagi aku tidak akan segan ...," gertak Ray
"Tu-Tuan Muda sudah..!! jangan di perpanjang lagi masalah ini, Zuy sudah tidak apa-apa, lebih baik kita pergi dari sini..!!" pinta Zuy
"Sebentar Kak, untukmu Tuan Deva, saya benar-benar sangat menyesal telah mengizinkan anda mengajak wanita saya pergi makan dengan anda, dan saya lebih menyesal atas tindakan istri anda terhadapnya, jadi saya akan memutuskan untuk membatalkan perjanjian dan membatalkan pengajuan anda meminjam uang kepada perusahaan kami." dengan lantang Ray mengatakannya.
Mendengar perkataan Ray, sontak Deva pun terkejut.
"Tu-Tuan jangan seperti ini, tolong maafkan perlakuan istri saya, jangan batalkan Perjanjian kita Tuan," Deva memohon pada Ray
"Maaf Tuan Deva, nanti berkas yang anda berikan ke saya, akan saya kembalikan lagi, dan untuk semuanya yang berada di sini, saya tadi mendengar apa yang kalian bisikan mengenai wanita saya, untuk kali ini saya maafkan, tapi jika saya mendengar kalian berbicara buruk lagi tentangnya, jangan salahkan saya jika ada surat panggilan dari pengacara saya untuk kalian semua," tegas Ray.
Semuanya pun pada tertunduk diam, lalu Ray dan lainnya pun pergi meninggalkan tempat makan itu.
Selepas mereka pergi, Deva pun langsung tertunduk dengan wajah muram dan nampak sedih, ia pun langsung pergi meninggalkan Zetta.
"Deva, tunggu..!! kenapa kau meninggalkanku, Devaaaa.." teriak Zetta mengejar Deva
°°°°°°°°°
Perusahaan CV
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di Perusahaan dan mereka pun bergegas masuk ke dalam, semua orang yang disitu nampak terkejut melihat Ray berjalan sambil menggandeng Zuy.
"Eeh Lidya lihatlah, Tuan Ray menggandeng tangan Zuy, apa terjadi sesuatu di antara mereka, terus liat pipi Zuy terlihat memar dan sudut bibirnya pun berdarah, apa yang terjadi sebenarnya?!!" bisik mirna
"Aku juga gak tau, udah ah jangan gosip, nanti Tuan Ray dengar," kata Lidya
Langkah Ray pun terhenti, lalu...
"Airin, tolong kamu ambilkan es batu dan antar ke Ruangan saya!!" suruh Ray
"Baik Tuan.." ucap Airin, lalu Airin pun langsung ke Pantry mengambil es batu
"Tuan Muda, Zuy kembali ke Pantry ya.." kata Zuy
"Tidak boleh, kamu harus ikut ke ruanganku, biar aku yang obatin lukamu Kakak," papar Ray
"Tapi Tuan Muda.."
Tanpa basa-basi lagi, Ray pun langsung menarik tangan Zuy menuju ke Lift, setelah Lift terbuka mereka pun bergegas masuk ke dalam Lift. Setelah beberapa saat, mereka pun sampai ke lantai atas dan bergegas keluar dari Lift menuju ke Ruangan Ceo.
°Ruangan Ceo
Nampak Friska keluar dari Ruangannya Ray, lalu..
"Bu Friska.."
"Eh Tuan Ray, anda sudah kembali, maaf tadi saya masuk ke ruangan anda, tapi anda tidak ada," ujar Friska
__ADS_1
"Oh, memang ada apa Bu Friska?!!" tanya Ray.
"Ini aku sudah buatkan surat perjanjian anda dengan Perusahaan DE, tinggal anda tanda tangani," ujar Friska
"Kamu simpan dulu aja suratnya, karena perjanjian ini akan saya batalkan," ungkap Ray
"Baik Tuan akan saya simpan, (menoleh) Zuy apa yang terjadi dengan wajahmu?!!" tanya Friska
"Tidak apa-apa Bu, ini hanya terjatuh di jalan," jawab Zuy berbohong pada Friska
"Oh, kenapa gak hati-hati, mau aku obati?!!" tawar Friska
"Tidak usah, biar saya yang obati, Bu Friska kembali bekerja..!!" suruh Ray
"Baik Tuan Ray," ucap Friska.
Lalu mereka pun masuk..
"Kakak duduk di sini dulu, Ray ambilkan kotak P3knya.." kata Ray
"Tuan Muda, maaf merepotkan anda lagi.." lirih Zuy
"Kakak.. Ray gak merasa di repotin kok, lagian juga udah jadi tugas Ray Kak.." ujar Ray, "Kakak diem ya, Ray obatin dulu lukanya.." sambung Ray sambil membersihkan darah di sudut bibir Zuy
"Awwww, perih.." rintih Zuy
"Tahan bentar Kak, lukanya sedikit lebar, pasti karna tamparannya yang terlalu kencang sehingga bibir Kakak sampai tergigit gini, dan lagi ini pipi kamu sampai memar banget." jelas Ray
"Hah, pasti butuh beberapa hari ini mah, agar memarnya hilang, kalau Bi Nana ngeliat ini pasti bakalan khawatir banget, dan lagi pasti aku di suruh istirahat, gak boleh ngapa- ngapain," gerutu Zuy.
"Oh iya, Bi Nana sangat perhatian banget sama Kakak ya, Kakak sangat beruntung," tutur Ray.
"Iya Tuan Muda, Zuy sangat bersyukur punya Bi Nana di kehidupan Zuy," ungkap Zuy.
"Iya Kak, nah selesai.. lukanya udah Ray tutup, tinggal nunggu es buat ngompres pipi Kakak yang memar itu," tutur Ray, lalu Ray pun membereskan kotak P3knya.
"Selain bisa ngobatin luka, Tuan ternyata sangat berbakat menjadi mata-mata, sampai Zuy tidak menyadari hal itu, Hahaha..." sindir Zuy
"Ahahahaha, itu karena aku memang mau makan di sana juga.." Elak Ray sambil menggaruk kepala,
Ray pun beranjak dari tempat duduk untuk menaroh kotak P3k itu, namun..
"Tuan Muda.."
"Untuk yang tadi terimakasih banyak, Tuan Muda telah menolong Zuy, tapi kenapa Tuan Muda sampai mengatakan ke semuanya kalau Zuy adalah wanita Tuan?!!" tanya Zuy
"Ya memang kenyataan Kak Zuy, You Are My Woman, Kak Zuy adalah wanita yang berharga bagi Ray.." ungkap Ray
Zuy pun berdiri, "Apa yang anda katakan barusan Tuan, dan apa maksud anda mengatakan hal seperti itu.."
Ray pun lalu berbalik dan menghampiri Zuy, lalu kedua tangan Ray memegang pundak Zuy,
"Kakak Zuy, sebenarnya Ray sangat ingin mengatakan pada Kakak, tapi Ray masih belum berani mengungkapkannya, apa yang aku janjikan pada diriku sendiri, sebenarnya Ray ingin ...," Ray sempat terdiam dan menundukan kepalanya, lalu..
Braaaak
"Tuan Ray, Zuy aku udah bawain es batunya, Heh.." Airin tiba-tiba muncul sambil membawa es batu, lalu Airin pun terkejut melihat Ray dan Zuy saling berhadapan.
"Airin..!!" seru Zuy dan Ray bersama.
Lalu Ray melepaskan pegangannya.
"Ma-maafkan saya, saya langsung masuk dan gak mengetuk pintu dulu," kata Airin, "apa saya mengganggu kalian?"
"Tidak kok Rin, apa kamu membawa es batunya?" tanya balik Ray
"Ah iya ini es batunya, maaf kalau lama, tadi aku cari di kulkas malah masih cair, jadi aku suruh Brian beli di luar," ujar Airin.
"Yaudah sini masuk..!!" suruh Ray
Airin pun masuk dan menghampiri mereka.
"Ini Tuan es batunya.." Airin memberikan es batu ke Ray
"Zuy mana pipimu, sini aku kompres.." ujar Ray
"Euum Tuan Muda, biar aku aja yang mengompresnya," papar Zuy
Lalu Ray memberikan Es batu itu ke Zuy, Zuy pun mulai mengompres pipinya dengan es, Ray kembali ke meja kerjanya karna ada banyak berkas yang harus ia tanda tangani.
"Duuh sampai memerah gini Zuy, emang dasar wanita gila itu, tiba-tiba datang terus menampar kamu sampai begini, rasanya pengin banget acak-acak mukanya itu.." sergah Airin.
"Udah Rin.. aku maklumin kok, dia tidak sepenuhnya salah juga, dia hanya terpengaruh omongannya Anne, apalagi dia sedang mengandung, tau kan orang hamil kadang emosinya berubah.." ungkap Zuy
__ADS_1
"Mana aku tau emosinya orang hamil, kan aku belum pernah hamil Zuy.." celetuk Airin
"Ya nanti kalau udah nikah sama Brian.." ledek Zuy
"Zuy, lagi-lagi kamu menggodaku.." gumam Airin
"Hahaha, Adududuh.." rintih Zuy
"Makanya jangan suka ngeledek, sini aku aja yang ngompres," ujar Airin
Mendengar tawa Zuy, Ray pun berhenti sejenak dan matanya melihat ke arah Zuy, saat melihat Zuy tertawa, Ray pun tersenyum.
"Kak Zuy, mungkin belum saatnya aku mengatakan yang sebenarnya, tapi Ray janji akan mengungkapkannya padamu Kak Zuy." batin Ray sambil memandangi Zuy
Lalu tiba-tiba Kimberly datang..
"Ay, I'm coming.."
"Kimberly.." lirih Ray.
"Ay, aku membawakan makanan untukmu, (menoleh) Lho Zuy dan Airin kalian sedang apa di sini?!!" tanya Kimberly
"Tadi aku yang menyuruh mereka kesini, Zuy tadi jatuh di lantai, lalu aku panggil Airin untuk mengobati Zuy.." kata Ray berbohong
"Oh begitu, terus apa kamu baik-baik saja Zuy?!!" tanya Kimberly
"Ah, aku baik-baik saja Mrs. Rin kita harus kembali ke Pantry, Tuan Muda, Mrs Kimberly kami pamit dulu. Tuan Muda terimakasih.." ucap Zuy menarik tangan Airin
"Ta-tapi Zuy.."
Lalu mereka pun pergi...
"Ay, ini makanan untukmu, aku yang buat lho tapi di bantu sama My Mam, hehehe.." ujar Kimberly memberikan makanan ke Ray.
"Terimakasih Kim, tapi kamu gak perlu repot2 gini," ucap Ray mengambil makanan dari tangan Kimberly.
"Buat Ay mah gak ngerepotin kok, kan Ay calon tunangan Kim." kata Kimberly
"Uhuk, uhhuk.." Ray tiba-tiba tersedak mendengar perkataan Kimberly
"Ay, kamu tidak apa-apa, ini minum dulu, " tutur Kimberly
"Tidak, aku tidak apa-apa, lalu dimana Mrs Maria?!!" tanya Ray
"Mam lagi di toilet, katanya Mam gak mau di tinggal sendirian, jadi Kim bawa Mam kesini," jawab Kimberly.
"Oh begitu," lirih Ray.
Sementara itu...
Setelah keluar dari ruangan Ceo, Zuy dan Airin pun berjalan menuju ke Lift..
"Kenapa tadi Tuan Ray berbohong pada Mrs Kimberly ya, apa kamu tau Zuy?!!" tanya Airin yang keheranan
"Aku tidak tau Rin," jawab Zuy
"Mesti ada apa-apanya ini, apa jangan-jangab mereka punya hubungan khusus, waah Zuy sainganmu berat ini mah, persis cerita dongeng yang aku baca itu, tapi lupa judulnya ...," ujar Airin mencoba menggoda Zuy.
"Airiiiin, sepertinya kamu kebanyakan dongeng ya.." gumam Zuy.
"Hahaha..." tawa Airin
Buuuuuuk
Tanpa sengaja Airin pun menabrak seseorang.
"Ah maafkan saya, saya tidak sengaja," ucap Airin
"Iya tidak apa-apa, lain kali hati-hati jalannnya jangan meleng ya.." tutur orang itu.
Airin menoleh ke arah orang itu, betapa terkejutnya Airin melihat orang itu, lalu Zuy langsung menghampiri Airin.
"Rin, apa kamu baik-baik saja, tolong maafkan teman saya, dia tidak sengaja menabrak anda.." ucap Zuy membungkukkan badan ke hadapan orang itu.
"Siapa namamu?!!" tanya orang itu
"Saya Zuy dan ini teman saya Airin.." jawab Zuy
Lalu Zuy pun mengangkat kepalanya, pandangan mereka saling bertemu, sontak Zuy sangat terkejut sama seperti Airin.
"Hah... Mrs Maria..!!"
****Bersambung
__ADS_1