Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Salah Paham...


__ADS_3

<<<<<


Ray pun langsung melihat ke arah Zuy, "Apa benar itu Kak Zuy?" tanya Ray dengan rasa penasaran


Zuy lalu menganggukkan kepalanya, Brian dan Ray pun langsung terkejut.


"Hah! Beneran..!!!"


Zuy menoleh ke arah Ray yang tengah terkejut, lalu ia pun bertanya, "Ada apa Tuan Muda, kenapa anda terkejut begitu?"


Ray lalu mendekat ke arah Zuy sambil menatapnya, melihat gelagat Ray yang tidak biasa, membuat Zuy merasa tidak nyaman karena mejadi pusat perhatian dari karyawan yang sedang berada di kantin, ia pun langsung mendorong pelan tubuh Ray.


"Tu-Tuan Muda, anda kenapa sih?" tanya Zuy yang kebingungan.


Ray kembali ke posisinya, raut wajahnya pun berubah, nampak kekecewaan dalam dirinya, sedangkan Airin dan Brian hanya jadi penontonnya saja.


"Hmmm, di tanya malah diam seperti itu," gumam Zuy.


Tanpa berbicara, Ray pun beranjak dari tempatnya, "Maaf Kak Zuy, Airin, Brian, sepertinya aku harus kembali, kalian jangan terlalu lama di kantin, kembalilah bekerja..!!" perintah Ray dengan nada dingin.


Ia pun langsung pergi meninggalkan yang lainnya.


"Hmmm Zuy, apa kamu benar-benar punya pacar?" tanya Brian


"Brian, kenapa kamu tiba-tiba nanya begitu, seperti Tuan Muda saja," gerutu Zuy.


"Yaa... cuma ingin tau aja, soalnya melihat gelagat Tuan Ray sepertinya dia cemburu," papar Brian


"Cemburu, untuk apa dia cemburu?" tanya Zuy,


Lalu ia langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Zuy kamu mau kemana?" tanya Airin


"Ah aku ke Pantry duluan ya, soalnya aku gak mau jadi nyamuk, kalian berdua di sini aja dulu itung-itung kencan, hihihi," ledek Zuy sambil pergi meninggalkan Brian dan Airin.


"Zuuuuuuy.." seru Airin.


"Kalau dia punya pacar, kenapa selalu dengan Tuan Ray ya?" Brian pun mulai bertanya-tanya. Lalu ia mengambil gelas minumannya dan Brian meminum Airin di dalam gelas itu, akan tetapi...


Paaak..


Airin tiba-tiba memukul keras pundak Brian, sontak membuat Brian terkejut


Buuuur...


"Uhuk, Uhuk... apa-apaan sih kamu Rin," pekik Brian


"Dasar bodoh, Zuy mana punya pacar, kalau dia punya juga pasti aku yang tahu duluan," gerutu Airin


"Lalu tadi kata kamu Molly itu pacarnya Zuy," papar Brian


"Duuh, ya memang Molly itu pacarnya Zuy, tapi kamu tau tidak kalau Molly itu apa," pekik Airin


Brian pun menggelengkan kepalanya, "Ya kan kata kamu Molly itu pacarnya, hmmm memangnya Molly itu apa?" tanya Brian.


Airin menepuk jidatnya sendiri. "Ck, dasar Brian jelek, Molly itu nama dari motornya Zuy, Zuy sering bilang kalau Molly itu udah kaya pacarnya sendiri, lalu aku sengaja ngomong begitu ke Tuan Bos karena ingin tahu isi hati Tuan Bos ke Zuy, apa dia benar-benar cemburu atau tidak, ternyata benar kalau Tuan Bos memang cemburu," jelas Airin.


"Oh jadi seperti itu ya," lirih Brian.


"Iya, tapi sayangnya Zuy gak pernah peka sama perasaan Tuan Bos, padahal aku sangat yakin kalau mereka punya perasaan yang sama," jelas Airin.


"Ya seperti kamu yang gak pernah peka," celetuk Brian sambil beranjak dari tempat duduknya.


Airin pun langsung menoleh ke arah Brian, "Apa maksudmu Brian jelek?" tanya Airin yang penasaran.


"Hmmm bukan apa-apa, ayo kita juga harus kembali bekerja," ajak Brian


"Dasar aneh, yaudah ayo pergi, kamu duluan sana..!!" pinta Airin.


"Haiis, iya-iya.. terserah kamu saja.."


Brian pun berjalan di depan dan Airin mengikutinya dari belakang. Mereka pun langsung pergi meninggalkan kantin. Sementara itu di tempat yang sama nampak Salsa yang sedang duduk gak jauh, ia pun terus melihat ke arah Brian dan Airin yang sudah pergi duluan.


"Tsk, ternyata benar kalau Kak Brian menyukai Airin, aku gak boleh kalah, apa bagusnya cewek tomboy, cerewet kaya Airin, pokoknya aku harus bisa mendapatkan Kak Brian," kata Salsa dengan penuh semangat.


°°°°°

__ADS_1


`Pantry


Tak lama kemudian, Zuy pun sampai di Pantry, nampak ada rasa kekesalan dan kebingungan pada dirinya.


"Tsk, kenapa sih Tuan Muda selalu saja membuat orang jadi salah paham. Apa yang ada di pikirannya sih sampai berbuat seperti itu dan lagi untuk apa dia cemburu pada Molly, huuu, ada-ada saja." Zuy menggerutu.


Lalu ia pun langsung kembali dengan pekerjaannya.


`Di Ruangan Ceo


Sementara itu, Ray nampak begitu tak bersemangat setelah mengetahui bahwa Zuy sudah punya pacar bernama Molly.


"Hah sepertinya aku terlambat," lirih Ray sambil menyandarkan kepalanya di kursi, dan memutar-mutar kursinya ke arah kanan dan kiri.


Lalu...


Tok... Tok... Tok...


"Masuk...!!" suruh Ray dengan nada lemas


Seseorang pun membuka pintunya dan masuk ke dalam ruangan Ceo, dan ternyata orang tersebut adalah Davin, ia pun langsung menghampiri Ray.


"Tuan Ray, ada berkas yang harus anda tanda ta ... ...," Davin pun terkejut melihat Ray yang sedang menyandarkan kepalanya ke meja yang di depannya.


"Tuan Ray ada apa?" tanya Davin


Ray menoleh ke arah Davin. "Oh ternyata kamu Kak, aku pikir Kak Zuy."


"Iya ini aku Davin, sebenarnya ada apa Tuan, kenapa anda nampak sedang gelisah dan tak bersemangat gitu?" tanya Davin.


Ray memalingkan wajahnya." Kak Davin aku sudah terlambat," lirih Ray.


Mendengar perkataan Ray, sontak Davin terkejut.


"Apa Tuan terlambat, udah terlambat berapa bulan Tuan, apa Tuan muntah-muntah atau gimana, apa mau aku panggilkan Dokter." canda Davin.


Ray langsung menatap tajam ke arah Davin, "Kak Davin gak usah becanda, aku serius ini," pekik Ray.


"Hahaha maaf-maaf, lagian anda cuma bilang kata terlambat, jadi aku gak tau maksud anda, memangnya terlambat dari apa Tuan?" ujar Davin sekaligus bertanya.


"Hmmm, ternyata Kak Zuy udah punya pacar, Kak." jelas Ray


"Tadi di kantin pas aku ajak Zuy pulang bareng, dia bilang mau pulang sama Molly. Terus aku tanya Molly itu siapa dan Airin malah yang jawab kalau Molly itu pacarnya Kak Zuy. Kak Zuy juga di tanya malah menggangguk, itu tandanya benar kalau Zuy punya pacar, haaa...." jelas Ray sambil kembali menyandarkan kepalanya.


Mendengar nama Molly, Davin pun merasa kaget, lalu di hatinya berkata, "Molly? tunggu bukankah waktu pas lagi di rumah Tuan Zuy pernah bilang kalau dia sangat merindukan Molly dan Molly itu nama motornya kan? Tapi kenapa Airin, ah aku tau Airin mencoba mengerjai Tuan Ray ya, aku juga mau ikutan ah, hihihi...."


"Oh iya aku ingat, waktu Tuan Ray sedang sakit, Zuy selalu bilang padaku kalau dia sangat mengkhawatirkan Molly, dia takut kalau Molly di ambil orang, makanya dia selalu melamun pas di rumah Tuan Ray, ya mungkin karena memikirkan si Molly itu," Davin pun mulai menggoda Ray.


"Jadi begitu ya, andai aja aku lebih cepat menyelesaikan masalahku pasti Zuy akan segera menjadi milikku," kata Ray dengan lemasnya.


Davin pun yang melihat Ray seperti itu hanya bisa menahan ketawa.


"Aku harus bagaimana Kak Davin?" tanya Ray meminta pendapat dari Davin


"Hmmm menurutku, mending nanti pas pulang kerja anda tanya langsung aja pada Zuy, dari pada galau begitu, kalau beneran Zuy punya pacar, anda tinggal bilang aja selamat," ujar Davin


Ray pun kembali menatap tajam Kak Davin, "Kak Davin.. keluar sekarang..!!" suruh Ray.


"Iya baiklah Tuan galau. Oh iya ini berkasnya jangan lupa di tanda tangan ya! Hihihi," lontar Davin seraya meledeknya, ia pun bergegas keluar dari ruangan Ray.


"Ciiih, dasar orang satu ini, bukannya ngasih solusi malah bikin orang tambah kesal aja," pekik Ray, ia pun kembali merenung sambil bersandar di kursi.


Beberapa Jam Kemudian...


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, jam pulang kerja pun sudah tiba, semua karyawan yang bekerja satu-persatu meninggalkan Perusahaan, sedangkan Zuy dan yang lainnya masih berada di Perusahaan karena pekerjaan mereka belum selesai.


Setelah beberapa saat kemudian, pekerjaan mereka pun selesai, dan mereka pun langsung bergegas pulang.


"Zuy kamu mau pulang bareng?" tanya Airin


"Gak ah, soalnya aku mau ke Resto Rin, bantu-bantu di sana, tadi Bi Nana menghubungiku, " jawab Zuy.


"Oh, jangan lupa jaga kesehatan, jangan sampai sakit lagi!" tutur Airin


"Siap Nyonya, hehehe.."


Lalu mereka pun pergi menuju ke parkiran, sesampainya di parkiran dan saat keduanya hendak mengambil motornya masing-masing, tiba-tiba...

__ADS_1


"Kak Zuy..." sapa seseorang menghampiri mereka.


Zuy dan Airin pun langsung menoleh ke belakang, dan ternyata dia adalah Ray serta Davin yang berada di belakang Ray.


"Tuan Muda. Emm, ada apa ya?" tanya Zuy


"Oh itu," terjeda seraya menghela nafasnya. "Um, sebenarnya aku mau nanya soal Molly pacar Kakak, apa dia baik sama Kakak? Apa dia sudah membuat Kakak bahagia? Apa Kakak Zuy sangat mencintainya? apa dia udah melamar Kakak?" beberapa pertanyaan di lontarkan oleh Ray.


Mendengar pertanyaan Ray membuat Zuy mengerutkan dahinya.


"Hmmm apa maksud pertanyaan anda Tuan Muda, Zuy jadi bingung harus jawab apa, pake ada kata melamar segala, memang siapa yang sudah melamar Zuy, ada-ada saja Tuan Muda." lontar Zuy.


Airin dan Davin yang mendengar hanya bisa menahan ketawa.


"Lha bukannya tadi kata Airin Kak Zuy punya pacar bernama Molly, otomatis dia pasti akan melamar Kakak kan?" cecar Ray.


"Pacar? Molly?" lirih Zuy. "Oh, Zuy tahu ini pasti gara-gara Airin bilang seperti itu. Aduh Tuan Muda sepertinya anda benar-benar salah paham ya! Kalau anda ingin tahu siapa Molly, ini Zuy kenalkan Molly pada Tuan Muda," jelas Zuy sampai menepuk-nepuk jok motornya.


"Apa! Jadi Molly itu motor kamu Zuy? Ray sangat terkejut, lalu ia beralih menatap tajam ke arah Airin dan Davin.


"Hahaha, maaf Tuan Bos, sepertinya aku harus segera pulang, tiba-tiba mendadak sakit perut," kata Airin sambil mengambil motornya, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan Zuy dan yang lainnya.


"Kak Daviiin.."


"Aku kenapa Tuan, orang perkataanku yang tadi benar, kalau Zuy bilang mengkhawatirkan Molly," ujar Davin.


"Tapi Kak Davin malah nambah-nambahin, seolah-olah kalau Molly itu benar-benar pacar Zuy," pekik Ray.


"Ada apa sih, bikin Zuy tambah bingung aja," cerca Zuy.


"Gini lho Zuy, tadi Tuan Ray itu ...." belum juga selesai ngomong, Ray tiba-tiba membekap mulut Davin, membuat Zuy semakin kebingungan.


"Ah jangan dengerin omongannya Kak! Oh iya lalu habis ini Kak Zuy mau langsung pulang atau mau kemana?" tanya Ray.


"Zuy mau langsung ke Resto, soalnya tadi Bi Nana nelpon dan menyuruh Zuy ke Resto," jawab Zuy. "Yaudah Tuan Muda, Pak Davin. Zuy duluan ya," imbuhnya sambil mengambil motornya.


"Oh begitu ya. yaudah Kak hati-hati, pelan-pelan bawa motornya!" tutur Ray.


"Iya makasih Tuan Muda," ucap Zuy, lalu ia pun pergi meninggalkan Ray dan Davin.


"Huuumpt," suara Davin yang masih di bekap oleh Ray.


Ray pun melepaskan tangannya dari mulut Davin.


"Hah.. Hah... Tuan Ray benar-benar ya! Hampir aja aku kehabisan nafas," gerutu Davin.


"Salah sendiri, sudahlah ayo pulang..!!" ajak Ray. Ia pun berjalan ke arah mobilnya.


"Tuan Ray anda benar-benar jahat bukannya minta maaf," Davin bergumam.


"Kak Davin gak usah bergumam gitu, aku tinggal baru tau rasa." seru Ray,


"Iya-iya Tuan Ray."


Davin pun menyusul Ray.


*****


^Di Resto


Bi Nana nampak sedang sibuk mengecek semua bahan-bahan makanan yang berada di Resto, satu-persatu ia cek semuanya, takut ada yang kurang ataupun ada bahan makanan yang tak layak di pakai, tentu saja dengan bantuan Aries.


"Hmmmm, Tante.." panggil Aries


"Ada apa Ries?" tanya Bi Nana


"Apa Zuy akan datang kesini?" tanya balik Aries


"Iya, tadi Tante sudah menghubunginya, mungkin sebentar lagi sampai," jelas Bi Nana


"Lalu bagaimana soal Mamahnya Zuy, apa Tante akan memberitahu ke Zuy sekarang?" tanya Aries, "Maaf Tante kalau Aries lancang," imbuhnya.


Bi Nana pun langsung menghentikan pekerjaannya, lalu ia langsung melihat ke arah Aries.


"Soal itu mungkin ... ...,"


***Bersambung....

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2