
<<<<<
"Maria, apa kamu benar-benar Maria?" tanya Wanita tersebut kepada Zuy.
Mendengar pertanyaan dari wanita itu, Zuy dan Airin pun terkejut. Lalu kemudian...
"Ma-Maria...!!"
••••••••••••••••••••••••••
°Beberapa Saat Sebelumnya...
Nampak seorang Laki-laki bersama dengan Wanita separuh baya keluar dari suatu tempat berbelanja, Laki-laki itu bernama Dimas dan wanita paruh baya itu bernama Artiana, mereka adalah anak dan Ibu.
"Bunda apa ini benar-benar cukup?" tanya Dimas pada Ibunya.
"Sepertinya ini sudah cukup," jawab Bunda Artiana sambil mengecek barang yang di bawa oleh Dimas
"Oh Yaudah kalau gitu ayo kita pulang..!!" ajak Dimas
Bunda Artiana pun menganggukkan kepalanya, saat hendak melangkahkan kakinya untuk mengikuti Dimas, tanpa terduga, ia melihat ke arah jendela tempat makan KPC, matanya pun terbelalak saat melihat sosok wanita yang sedang duduk di sana sambil menikmati makanannya. Dan ternyata wanita yang ia lihat adalah Zuy.
"Maria...!!" kata yang di lontarkan olehnya, sontak ia pun bergegas menuju ke arah tempat makan itu.
"Bunda, apa benar ini udah cukup, takutnya nanti kurang Bun ...," ujar Dimas, lalu ia menoleh ke belakang, namun betapa terkejutnya Dimas melihat Bundanya sudah tidak ada.
"Bunda... Bunda di mana?" seru Dimas, dan ia pun mulai panik sambil melihat sekeliling mencari Bundanya, saat pandangannya menuju ke arah tempat makan, ia melihat Bunda Artiana sudah masuk ke dalam tempat makan tersebut.
"Bunda, kalau lapar ngomong dong, bikin kaget saja," paparnya, ia pun langsung menyusulnya.
Saat berada di dalam, Bunda Artiana lalu menghentikan langkahnya, ia lalu melihat ke arah Zuy.
"Maria, akhirnya kamu kembali, maafkan aku Maria, bukan aku mengingkari janji, tapi aku sangat merindukanmu," ungkapnya, lalu ia pun melangkahkan kakinya kembali dan menghampiri Zuy.
^^^****^^^^^^^^^
"Ma-Maria...!!"
Lontar Airin yang terkejut mendengar ucapan wanita paruh baya (Bunda Artiana) yang memeluk Zuy.
"Maaf Nyonya, mungkin anda salah orang, saya bukan Maria Nyonya," ungkap Zuy, akan tetapi tangan Zuy malah membalas pelukannya.
"Tidak, aku yakin kalau kamu Maria, kamu Maria.." tangis Bunda Artiana, membuat pusat perhatian orang-orang yang sedang makan di sana.
Lalu Dimas datang menghampiri mereka, "Ada apa ini Bunda? kenapa Bunda memeluk orang lain?" tanyanya yang heran melihat Bunda Artiana memeluk Zuy.
Mendengar suara Dimas, ia pun melepaskan pelukannya pada Zuy dan beralih memeluk Dimas.
"Nak, dia bukan orang lain, dia Maria Kakakmu," jelasnya sambil menunjuk ke arah Zuy.
"Maaf Nyonya, saya bukan Maria.." ujar Zuy
Lalu Dimas memandangi wajah Zuy, dan dalam hatinya pun berkata, "Dia memang mirip dengan Kak Maria, walau aku hampir lupa dengan wajah Kak Maria, tapi Fotony masih terpampang di rumah, ah lebih baik aku bertanya padanya saja, dari pada harus menduganya."
"Bagaimana kamu bisa bilang, kalau kamu bukan Maria, Bunda tahu kamu marah, tapi jangan seperti ini," seru Bunda Artiana.
Dimas lalu memegang pundak Bunda Artiana dan ia langsung mendekat ke Zuy, "Maaf sebelumnya, aku ingin bertanya siapa namamu dan berapa usia mu?"
"Nama saya Zuy Tuan, usia saya hampir menginjak 29 tahun," jawabnya.
Mendengar itu, ia pun langsung menatap Bundanya, "Bunda, Bunda sudah dengar kan, kalau wanita ini namanya Zuy, bukan Maria dan lagi usianya baru 29 tahun, sedangkan Kakak mungkin sudah kepala empat bahkan lebih."
Lalu Bunda Artiana langsung terdiam saat mendengar perkataan dari Dimas dan ia pun memalingkan pandangannya.
"Kenapa situasinya jadi seperti ini sih," batin Airin sambil meminum minumannya.
"Bunda..."
"Iya Bunda tahu, ini mungkin karena Bunda merindukan Maria yang sudah lama pergi, saat melihatnya Bunda berfikir dan berharap kalau dia itu Maria, tapi ternyata bukan," kata Bunda Artiana sambil kembali melihat ke arah Zuy.
"Ayo kita pulang, anak dan istrimu pasti sudah menunggumu di rumah, begitu juga dengan Ayahmu," ajak Bunda Artiana pada Dimas.
Dimas pun menganggukkan kepalanya, "Iya Bunda, tapi tunggu sebentar.."
"Apalagi yang kamu tunggu?" tanya Bunda Artiana
"Untuk kejadian hari ini, saya benar-benar minta maaf pada anda Nona Zuy, Bunda seperti itu karena ia benar-benar merindukan Kak Maria, begitu juga saya, saya harap Nona bisa maklum," ucap Dimas.
"Tidak apa-apa Tuan, saya bisa maklumi kok Tuan, Kakak anda sangat beruntung, karena Ibunya selalu merindukannya," kata Zuy sambil tersenyum.
"Iya Nona, kalau begitu saya permisi, oh iya ini kartu nama saya, siapa tau kita bertemu kembali," ujar Dimas sambil memberi kartu namanya untuk Zuy.
Zuy lalu menerima kartu nama dari Dimas, "Terimakasih Tuan."
Lalu Dimas dan Bunda Artiana pergi dari tempat makan itu, ada Rahasia yang tidak di ketahui oleh mereka, yaitu bahwa antara Zuy dan dua orang tersebut, memiliki hubungan satu Ikatan darah.
Setelah kepergian mereka, Zuy tiba-tiba termenung, tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Zuy kenapa kamu menangis?" tanya Airin yang terkejut melihat Zuy tiba-tiba menitihkan air matanya.
"Aah tidak apa-apa Rin, aku cuma kepikiran dengan seseorang yang meninggalkan anaknya, apa dia masih mengingat anaknya seperti Nyonya tadi," papar Zuy sambil menyeka air matanya.
"Apa kamu sedang membicarakan Ibumu Zuy?" tanya Airin
Zuy terkejut mendengar pertanyaan Airin, lalu..
"Ahahaha.. Ka-kamu ngomong apa sih Rin, aku hanya ...," Zuy pun langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya.
"Zuy..." panggil Airin sambil beranjak dari tempat duduknya, dan berpindah duduknya menjadi di samping Zuy.
__ADS_1
"Hei apa kamu baik-baik saja?" tanya Airin sambil menepuk pundak Zuy.
Zuy lalu menoleh ke arah Airin dengan raut wajah yang sedih.
"Aku tidak apa-apa Rin, aku cuma terbawa suasana saja," jawab Zuy sambil tersenyum tipis.
"Iya aku ngerti kok Zuy, yaudah habis dari sini kita kemana lagi Zuy?" tanya Airin.
"Aku lupa membeli sesuatu Rin, nanti habis ini kita kembali ke toko tadi ya..!" pinta Zuy
Lalu Airin pun mengacungkang jempolnya, "Oke Zuy.."
•••••••••••••••
°Sementara itu di tempat yang sama..
Tak jauh dari tempat duduk Airin dan Zuy, dua pengawal yang di utus oleh Ray terus mengawasi Zuy. Melihat Zuy menangis mereka pun saling menatap satu ke yang lain.
"Hei apa kita harus memberitahu pada Tuan, kalau Nona sedang bersedih gara-gara seseorang?" tanya salah satu pengawal.
"Jangan ke Tuan langsung, kamu tahu kan Tuan kalau sudah marah seperti apa wajahnya, aku gak berani menatapnya, lebih baik kita beri tahu ke Pak Davin saja, biar sisanya dia yang mengurus," jelas pengawal satunya lagi.
"Iya ide bagus, aku akan beri tahu pada Pak Davin," paparnya.
Mereka pun kembali mengawasi Zuy.
***********
Rumah Ray
Di saat Zuy masih berada di luar dengan Airin, ada seseorang yang sedang menunggunya yaitu Ray, ia nampak gelisah sebab Zuy belum pulang juga. Ia terus saja menunggu di ruang utama, sambil sesekali berjalan bolak-balik di sekitar ruang utama itu.
Davin yang melihat Ray seperti itu, ia langsung menghampirinya.
"Tuan Ray.." tegur Davin sambil membawakan Ray minuman.
"Oh Kak Davin, ada apa Kak?" tanya Ray sambil melihat ke arah Davin.
"Tidak, aku hanya ingin duduk di sini, sekalian membawakanmu Minuman," ujar Davin, "Kenapa Anda nampak gelisah seperti itu Tuan?" sambung tanya Davin
"Tidak apa-apa, cuma Ray khawatir aja dengan Zuy yang sedang di luar sana," kata Ray, lalu kemudian...
Triiiiiing... Triiiiiing...
Tiba-tiba Hp Ray berdering, ia segera mengambil Hpnya dari atas meja, dan Ray pun melihat ke arah layar hp untuk mengetahui siapa yang menghubunginya itu.
"Bryllian Hyeong...!!" lontar Ray saat mengetahui bahwa yang menelponnya adalah Bryllian
••••••••••••••••••
Flashback
°Perusahaan CV
"Maaf Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Citra
"Oh iya, saya ingin bertemu dengan Pak Willy Ceo dari CV, apa beliau ada?" tanyanya.
"Pak Willy? Maaf Tuan Pak Willy tidak ada di sini, dan lagi Pak Willy bukan Ceo dari CV lagi," jawab Citra.
Mendengar itu, laki-laki itu terkejut dan kembali bertanya, "bukan Ceo CV lagi, jadi maksudnya?"
"Iya Tuan, Pak Willy sudah mengundurkan diri dari jabatannya dan yang memimpin CV sekarang adalah Tuan Rayyan G Michael," jelas Citra.
"Apa..!! barusan anda menyebut nama Ceo CV ini adalah Rayyan G Michael?" lagi-lagi laki-laki itu terkejut mendengar perkataan dari Citra.
"Apa kamu mengenalnya Honey?" tanya Wanita yang berada di sampingnya.
"Nama itu sepertinya tidak asing bagiku Sayang," jawabnya, lalu ia pun kembali melihat ke arah Citra, "Apa aku boleh bertemu dengannya?" sambung tanyanya.
"Tentu saja, kalau boleh tahu anda siapa ya Tuan?" tanya Citra.
"Oh iya sampai lupa, saya Bryllian Alden Harrison Ceo dari BR GROUP, dan ini Zivara Narendra Anarghya istri saya," ia pun memperkenalkan dirinya.
"Oh baiklah kalau begitu, saya hubungi dulu Tuan Ray, apa dia bisa di temui atau tidak," papar Citra sambil memegang gagang telponnya.
"Oke, tapi saya minta jangan memberi tahu nama saya, soalnya saya ingin memberi kejutan untuknya," pinta Bry
Citra pun menganggukkan kepalanya.
°°°°°°°°°
Ruangan Ceo
Sementara itu, Ray sedang duduk sambil melihat hasil laporan melalui laptopnya. Lalu kemudian..
Kriiing...
Tiba-tiba telpon berbunyi, Ray pun langsung memijit salah satu tombol di telpon itu, ternyata dari Citra, lalu Citra memberitahu bahwa ada yang ingin bertemu dengannya.
"Baiklah, bawa mereka ke ruangan saya..!!" perintah Ray
"Baik Tuan," Citra pun menutup telponnya.
"Siapa yang datang ya.." lirih Ray
Tak lama kemudian...
Tok... Tok.. Tok..
__ADS_1
"Masuk...!!"
Lalu Citra membuka pintunya, "Maaf Tuan, saya membawa tamu yang ingin bertemu dengan anda," ujar Citra
"Baiklah suruh mereka masuk..!!"
"Baik Tuan, nah Tuan Bryllian silahkan masuk..!!" kata Citra
Lalu Bry dan istrinya pun langsung masuk ke ruangan Ray.
"Ternyata benar-benar kamu ya, Cold Man...," seru Bryllian menghampiri Ray
Ray pun terkejut saat mendengar seseorang menyebutnya Cold Man
"Cold Man? sapaan ini, jangan-jangan ...," Ray langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera menghampiri Bry, lalu ia pun langsung memeluk Bryllian.
"Apa ini benar-benar kamu, Bryllian Hyeong?!!" tanya Ray
"Hmmm, ternyata kamu masih mengingatku Cold Man," papar Bry sambil membalas pelukan Ray.
Sesaat kemudian Ray melepaskan pelukannya, "Tentu saja aku masih ingat, apa kabar Hyeong?" tanya Ray
"Kabarku baik-baik saja, oh iya perkenalkan ini Zivara Narendra Anarghya istriku," ujar Bry sambil memperkenalkan Vara pada Ray.
Vara dan Ray pun berjabat tangan. Lalu Ray mempersilahkan mereka untuk duduk dan mereka pun langsung duduk di sofa.
"Lama tidak bertemu, tahu-tahu Hyeong sudah menikah," papar Ray.
"Hehehe iya dong, bahkan kami sudah mempunyai anak kembar, jagoan pula, nama mereka Bradley dan brilley" ungkap Bryllian
"Waah nama yang bagus, Selamat Hyeong, kamu benar-benar hebat, salut aku.." puji Ray.
Bryllian pun tertawa mendengar pujian dari Ray. Lalu...
"Cold eh maksudku Ray, sebenarnya aku datang kesini mau memberi tahu, bahwa aku tidak bisa datang ke acara ulang tahun Perusahaan CV, karena kami akan pergi ke Swedia untuk liburan di sana, maaf ya Rayyan" ujar Bryllian
"Oh, yaudah tidak apa-apa Hyeong, santai saja.." ucap Ray sambil menepuk pundak Bryllian.
Lalu mereka pun melanjutkan ngobrolnya,
Flashback Off
•••••••••••••••••••••••
Setelah mengetahui bahwa panggilan tersebut dari Bryllian, Ray pun langsung menjawabnya.
"Halo Hyeong.." sapa Ray
"Malam Ray, maaf nih kalau mengganggu," kata Bryllian
"Gak mengganggu kok Hyeong, ada apa?" tanya Ray
"Begini Ray, aku ingin mengundangmu untuk datang ke Swedia, aku mengadakan acara di sana, dan aku sangat mengharapkan kehadiranmu Ray," pinta Bryllian
"Acara apa Hyeong? lalu kapan?" tanya Ray
Lalu Bryllian menjelaskannya pada Ray tentang acara tersebut.
"Apa kamu bisa Ray, pokoknya aku memaksamu untuk hadir di acara ku itu," kata Bryllian
"Baiklah Hyeong, aku akan hadir, tapi apakah aku boleh membawa seseorang?"
"Boleh, memang siapa yang mau kamu ajak Ray?" tanya Bryllian yang penasaran.
"Calon istriku Hyeong," jelas Ray.
Mendengar itu, Bryllian pun terkejut dan seketika langsung tertawa, "Hahaha, kamu punya Calon istri...!! kenapa tadi gak bilang sih Ray kalau punya Calon istri, beruntung sekali calon istrimu bisa menaklukan hati Cold Man sepertimu."
"Ya sama sepertimu Hyeong, hahaha.." Ray pun ikut tertawa.
"Yaudah kamu boleh membawanya Ray, aku juga penasaran siapa Calon istrimu itu," kata Bryllian
"Tadi Hyeong sudah melihatnya, wanita yang membawa minuman untukmu Hyeong," jelas Ray.
"Oh jadi dia orangnya, pantas saja tadi kamu meliriknya terus, yaudah kamu bawa saja calon istrimu itu ya Ray," pintanya.
"Iya terimakasih banyak Hyeong," ucap Ray
"Siip, yaudah kalau gitu aku tutup telponnya ya, jangan lupa hadir..!!"
Lalu mereka mengakhiri obrolan mereka.
"Hmmm Swedia ya, kebetulan sekali Bryllian Hyeong mengundangku ke sana, jadi aku bisa cuti dan mengajak Kak Zuy liburan di sana," ujar Ray.
"Bryllian? siapa dia Tuan?" tanya Davin
"Dia seniorku saat aku kuliah di Inggris dulu.."
**Bersambung...
Siapa yang kepo nih dengan Bryllian dan Zivara, bisa mampir ke Novelnya Kakak Author tersayang.. 👇
Dan siapa yang penasaran, acara apa yang di adakan Bryllian sampai mengundang Ray untuk datang ke Swedia, bisa kepoin Novelnya Kakak Author tersayang.. 👇
Banyak tokoh-tokoh kece dari Author tersayang lainnya yang hadir di sana, yuk kepoin..!! jangan lupa Like Rate Vote.. terimakasih banyak.. 🙏🙏🙏♥♥
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌