Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
First Kiss


__ADS_3

<<<<<


"Oh, maaf Zuy kamu bisa kembali ke Perusahaan gak, soalnya Tuan Ray ...," ujar Davin


"Apa! Baik Zuy akan segera kesana, tolong tunggu sebentar ya!" kata Zuy


Lalu telpon di tutup.


Zuy pun bergegas menuju ke Perusahaan CV.


°°°°°°


`Beberapa saat sebelumnya...


Davin terus menunggu Ray terbangun, sambil menunggu, ia pun duduk di tempat duduk kerja Ray sambil melanjutkan pekerjaan Ray yaitu mengecek semua tumpukan berkas di meja kerjanya Ray. Lalu tiba-tiba..


"Mom, Mom..," suara Ray mengigau.


Davin langsung menghampiri Ray. Davin pun mulai panik karena melihat Ray terus mengigau dan badannya penuh dengan keringat dingin, ia mencoba membangunkan Ray.


"Tuan Ray, Tuan Ray bangun! Apa yang terjadi sebenarnya? Ya ampun badannya panas begini. Apa jangan-jangan karena tangannya terluka? Aah tapi kayaknya gak mungkin. Haa... Aku harus bagaimana ini?" lirih Davin dengan paniknya.


Namun Ray tetap saja tidak bangun, wajahnya semakin memucat, ia terus mengigau memanggil Candika Mom-nya Ray, Davin pun semakin panik dan bingung apa yang harus ia lakukan.


Tanpa pikir panjang ia langsung menghubungi Zuy, setelah selesai menghubungi Zuy, Davin pun duduk di samping Ray yang sedang tertidur, ia terus menatap Ray.


"Tuan Ray, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa setelah bertemu dengan Mrs Maria, anda langsung seperti ini, apa yang Mrs Maria katakan pada anda Tuan? Sehingga anda jadi seperti ini?" tanya Davin,


"Hmmmm, tapi Tuan tenang saja saya akan selalu berada di samping Tuan, karena ini janjiku pada Mom Candika," imbuhnya.


Lalu ia pun mengingat akan janjinya terhadap Mrs Candika.


......................


^Beberapa Tahun Sebelumnya...


Davin adalah anak angkat dari Michael, alasan Michael mengadopsinya, agar dia menjadi teman Ray, dan juga karena Davin anak yang sangat pandai. Awalnya Ray sangat dingin terhadap Davin, akan tetapi ia terus berusaha, walaupun kadang ia sering bertingkah laku konyol supaya Ray mau menerimanya.


Usaha Davin pun berhasil, akhirnya Ray mau berteman dengan Davin, mereka pun selalu bersama, kadang juga Davin sering sekali membantu Ray belajar.


Beberapa bulan kemudian, saat Candika di rawat di rumah sakit karena penyakitnya. Davin pun selalu mengunjungi Candika.


"Mrs Candika.."


"Oh Davin, sini masuk!" suruh Candika


Lalu Davin masuk ke ruang rawat dimana Candika di rawat saat ini.


"Bagaimana keadaan Mrs Candika hari ini?!!" tanya Davin sambil duduk di samping Candika.


"Ya lumayan membaik, tapi rasanya ingin cepat-cepat pulang!" kata Candika


"Iya kalau Mrs Candika sudah sembuh total, pasti di bolehin pulang," ujar Davin


"Davin, saya boleh minta sesuatu?"


"Apa itu Mrs?!!" tanya Davin.


"Jika suatu hari aku pergi, aku mohon padamu, tolong jagain Rayyan, jangan sampai ia merasa kesepian lagi. Karena kesalahanku memisahkan Ray dari pengasuhnya. Dulu sifat Rayyan gak seperti itu, dia anak yang riang dan ramah terhadap siapapun. Namun sekarang sifatnya berubah dari yang aslinya, tapi sepertinya dia mulai nyaman dengan mu. Jadi tolong ya!" pinta Candika untuk Davin.


"Mrs Candika jangan bicara seperti itu, anda pasti akan sembuh Mrs Candika, anda harus melihat anak-anak anda sukses dan menikah," pinta Davin sambil menangis


"Jangan menangis! Terus bisakah kau ubah cara panggilmu, kamu juga anakku, jadi panggil aku Mom sama seperti Rayyan ya!" pinta Candika


Davin menggelengkan kepalanya, "Maaf Mrs Candika, aku akan tetap memanggil anda seperti itu," ujarnya

__ADS_1


"Hmmm, baiklah.." lirih Candika


Namun selang beberapa hari kemudian, berita duka pun datang dari keluarga Michael, Candika meninggal karena penyakitnya, membuat semuanya sangat terpukul termasuk Davin, ia berjanji akan selalu menemani Ray, dan sejak saat itu Davin selalu menemani Ray sampai sekarang.


Flashback End


......................


"Mrs Candika, kalau anda masih hidup, pasti anda sangat bahagia melihat anak anda sukses, dan bisa melampaui Mr Michael," kata Davin.


Beberapa saat kemudian, Zuy pun datang..


"Apa yang terjadi pada Tuan Muda, Pak?!!" tanya Zuy menghampiri Davin dan Ray


"Zuy kau sudah datang, tiba-tiba Tuan Ray mengigau memanggil nama Mrs Candika, badannya juga panas," ujar Davin


"Apa..!!"


Zuy lalu duduk di dekat Ray dan memegang dahi Ray,


"Badannya panas banget, Pak lebih baik kita bawa pulang Tuan Muda..!!" pinta Zuy


"Tapi ..., aku gak kuat kalau harus mengangkat bayi besar ini sendirian," celetuk Davin


"Pak Davin mulai deh, huh... untung orangnya tidur. Yaudah kalau gitu Pak Davin tunggu di sini, Zuy akan panggilkan security," tutur Zuy.


Lalu Zuy keluar untuk memanggil Security, setelah itu mereka pun memapah Ray dan memasukan Ray ke mobil.


"Terimakasih banyak Pak, Zuy titip motor di sini ya Pak!" ucap Zuy ke security


"Iya sama-sama Zuy," kata Security, "Siaaaap akan saya jaga motornya dengan baik."


"Terimakasih.." ucap Zuy sambil tersenyum..


Lalu Zuy masuk ke mobil, dan mereka bergegas menuju ke rumah Ray.


°°°


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah, setelah itu Zuy dan Davin memapah Ray menuju ke kamar Ray,


°Kamar Ray


Setelah sampai di kamar, ketika mereka akan membaringkan Ray di tempat tidurnya, namun tiba-tiba Ray terbangun.


"Tuan Ray, akhirnya anda bangun. Syukurlah, aku akan segera hubungi Dokter," ucap Davin


Lalu Davin segera menghubungi Dokter.


"Tuan Muda, anda tidak apa-apa?!!" tanya Zuy


Ray pun langsung menoleh ke arah Zuy.


"Kak Zuy! Apa ini Kak Zuy?" lirih Ray menatap Zuy dengan setengah sadarnya.


Zuy mengangguk. "Iya Tuan Muda, ini Zuy." ucapnya.


Lalu tanpa sadarnya, Ray tiba-tiba langsung mencium Bibir Zuy, membuat Davin dan Zuy terkejut, sontak Zuy mendorong pelan tubuh Ray, akan tetapi Ray malah kembali memeluk erat Zuy.


"Tu-Tuan Muda apa yang anda lakukan?!!" tanya Zuy sambil mengusap bibirnya.


"Kak Zuy, stay here with me..."


Ray sambil memeluk Zuy dengan lemasnya, Lalu kemudian Ray kembali tak sadarkan diri.


"Tuan Muda, Tuan Muda.." seru Zuy

__ADS_1


Davin kembali membaringkan tubuh Ray ke tempat tidurnya.


"Zuy, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Davin


"A-aku tidak apa-apa, Pak Davin." jawab Zuy


"Maaf ya Zuy, atas apa yang di lakukan Tuan Ray.." ucap Davin


"Tidak apa-apa, kalau gitu Zuy ke dapur mau buatin Tuan Muda Bubur," ujar Zuy, "Apa Dokternya sudah di hubungi Pak?!!"


"Iya, mungkin udah di jalan," jelas Davin


"Oh, yaudah kalau begitu," lirih Zuy


Zuy pun keluar dari kamar Ray dan berjalan menuju ke dapur.


`Di dapur


Setelah sampai dapur, Zuy berdiri sejenak sambil mengingat apa yang terjadi barusan dengan Ray..


Deeeg..


"Tuan Muda, apa yang kamu lakukan barusan membuatku sedikit kecewa, itu ciuman pertamaku yang akan aku berikan untuk seseorang yang akan menjadi pendampingku kelak. Tapi kenapa Tuan mengambilnya? Dan lagi perasaan apa ini, kenapa jantungku berdegup dengan sangat kencang. berhentilah aku mohon!" gumam Zuy sambil memegang dadanya.


"Zuy, apa kamu baik-baik saja?!!" tanya Davin yang tiba-tiba muncul


"Eeh Pak Davin, ada apa Pak, kenapa anda kesini?!!" tanya balik Zuy


"Oh, itu Dokternya sudah datang," ujar Davin


"Yaudah kita kesana..!!" ajak Zuy


Lalu mereka pun kembali ke kamar Ray, setelah sampai di kamar ternyata Dokter lagi memeriksa Ray, Zuy dan Davin menunggu di luar, setelah selesai memeriksa Ray Dokter akhirnya keluar dari kamar Ray.


"Bagaimana keadaannya Dok, apa perlu di bawa ke rumah sakit?!!" tanya Zuy


"Oh, dia hanya kelelahan saja, kalau bisa beri dia waktu untuk istirahat," ujar Dokter


"Tapi bukan karena luka di tangannya kan Dok?!!" Zuy kembali bertanya


"Tidak, itu tidak ada hubungannya, ini saya kasih resepnya, jangan lupa ya pesan saya dia harus istirahat agar kondisinya pulih kembali, dan juga jangan terlalu banyak pikiran," pesan Dokter, "kalau gitu saya permisi dulu.."


"Baik Dok terimakasih.." ucap Zuy


"Mari saya antar Dok," tutur Davin,


Lalu Dokter pergi, sedangkan Zuy kembali ke dapur untuk membuatkan bubur untuk Ray.


***


Rumah Deva


Sementara itu setelah kejadian di tempat makan, Deva pun terus mendiamkan Zetta, karena kelakuan Zetta, Deva jadi tidak bisa meminjam uang pada Perusahaan CV,


"Dev, sampai kapan kamu akan seperti ini, aku benar-benar minta maaf atas kelakuan ku terhadap Zuy," ucap Zetta


"Kamu tau atas apa yang kamu lakukan tadi, Tuan Ray membatalkan peminjaman uang untuk perusahaan kita," bentak Deva


"Apa! Jadi hanya karena itu kamu jadi seperti ini," gerutu Zetta, "Kamu kan bisa pinjam ke Perusahaan lainnya."


"Enak banget kalau bicara, semua Perusahaan yang di sini, semuanya bekerja sama dengan Perusahaan CV, tanpa persetujuan dari Perusahaan CV, kita tidak bisa meminjam uang ke Perusahaan manapun untuk Perusahaan kita, apa kamu tahu, perusahaan kita bakalan bangkrut dan itu semua karena kamu Zetta..!!" ungkap Deva dengan nada marah.


"Apa yang kamu katakan barusan Deva?!!"


***Bersambung....

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak2 Readers yang aku sayangi, terus semangat ya Kakak dan jaga kesehatan kalian semua ya, ♥♥ Terimakasih banyak atas dukungannya, mohon Maaf kalau ada kesalahan dan maaf klw sedikit... hehehe..


Salam Author.. ✌😉😉✌


__ADS_2