
<<<<<
Praaaang
Suara nampan yang di pegang Bi Nana jatuh, dan Bi Nana pun mendekati Ray.
"Ka-kamu Tuan muda Ray, beneran ini Tuan muda Ray?!! tanya Bi Nana sambil memegang Ray.
" Iya Bi ini Ray, anak kecil yang dulu," ungkap Ray
Lalu Bi Nana memeluk Ray, semuanya pada terkejut.
"Tuan muda, kamu sudah sebesar ini, ya ampun Bi Nana sampai pangling," Bi Nana menangis di pelukan Ray
"Iya Bi, Ray akhirnya bisa bertemu lagi dengan Bi Nana, Ray kangen banget sama Bi Nana," ujar Ray
"Zuy Pemandangan ini sangat mengharukan, aku jadi ingin menangis, hiks.. hiks..." kata Airin dan tanpa sadar Airin menyandar di pundak Brian
"Ehemmm, terharu sih terharu tapi liat dong siapa yang kamu sandar Rin, berat tau Rin!" celetuk Brian
"Errrr.. Aku pikir itu Zuy atau Pak Davin yang ganteng, gak taunya Brian jelek.." pekik Airin
"Duuh mulai Lagi.." Kata Zuy
"Ha.. ha.. ha..." semua tertawa
"Tuan muda ayo duduk.!!" ajak Bi Nana
"Terimakasih Bi Nana.." ucap Ray
"Ternyata Tantenya Zuy dekat banget dengan Tuan Ray, tadi saya sempat terharu," ucap Davin
"Ya begitu lah Tuan Davin, Tante juga gak nyangka bisa bertemu lagi dengan Tuan Muda, dan dia udah sebesar ini, tambah ganteng lagi.." Bi Nana memuji Ray.
"Bi Nana mah bisa aja memujinya," lirih Ray
"Zuy bentar lagi Aries datang bawa makanan, Bi Nana ke dapur dulu, mau bikinin Kroket buat Tuan muda.." kata Bi Nana.
"Krokeeet, mau.. " ucap Zuy dan Ray barengan.
"Haaa.... Itu lah mereka, denger kroket aja langsung kesenangan, jadi inget dulu.." kata Bi Nana
"Aaah, Bi Nana mah...." lagi-lagi Zuy dan Ray barengan
"Duuh Tuan Ray sama Zuy barengan terus.." goda Davin
"Cieee, Cieeee," Airin mulai Meledek Zuy
"Hmmmm, hmmmmm." Brian pun ikut-ikutan
"Apa sih.." seru Zuy sedikit malu.
"Bi Nana Airin mau bantu dong.." tawar Airin
"Boleh Ayo sini ikut ke dapur!" ajak Bi Nana.
mereka pun langsung ke Dapur.
"Kakak Zuy, Nara Bosen main di dalam, Nara mau gendong.." Nara menghampiri Zuy.
"Yaudah sini kakak gendong.." Zuy pun menggendong Nara.
"Hai anak ganteng siapa namamu?!!" tanya Ray
"Namaku Nara..." jawab Nara
"Anak pintaaar," ucap Ray memegang kepala Nara.
"Kalian para lelaki ngobrol dulu, Zuy mau nenangin Nara dulu ya.." Kata Zuy,
Lalu Zuy melangkah keluar meninggalkan para lelaki.
"Duuh jadi gak enak duduk sama Atasan," kata Brian
"Hahaha gak apa-apa, ini kan bukan di kantor," ujar Ray
"Iya Bener kata Tuan, jadi gak perlu Formal dan malu gitu," sambung Davin
"I-iya Tuan.." kata Brian gugup
"Hahaha... masih gugup dia, Tuan." ujar Davin
Tak berapa lama kemudian, Aries pun datang membawa makanan..
"Maaf lama Nunggu, nih pesanan Tante," kata Aries menaroh makanan di meja.
"Aries udah datang! Tante juga baru selesai buat Kroket, yaudah tante siapin dulu, kamu ikut makan juga ya!" suruh Bi Nana.
Aries mengangguk. "Iya tante." ucapnya.
Lalu Zuy menghampiri....
"Eeh kak Aries, kapan sampai?!!" tanya Zuy
"Zuy, gimana keadaanmu, apa sudah mendingan?!!" tanya Aries.
"Iya sudah mendingan Kak.." jawab Zuy
"Syukurlah..." ucap Aries.
Aries memegang dahi Zuy membuat semua terkejut melihatnya termasuk Ray, Davin yang melihat ekspresi wajah Ray pun langsung menyenggol lengan Ray.
"Tuan jangan cemburu gitu, mungkin orang itu khawatir, lagian kemaren juga Tuan megang dahi Zuy kan.." Bisik Davin ke Ray
"Si-siapa yang cemburu," pekik Ray
__ADS_1
"Iya deh," lirih Davin
"Kakak Aries, jangan pegang kakak Zuy! Hanya Nara yang boleh pegang Kakak," oceh Nara
"Iya kak Aries minta maaf ya, Zuy aku minta maaf ya.." ucap Aries
"iya gak apa-apa Kak," kata Zuy
"Makanan udah siap, Kroket dan yang lainnya," seru Bi Nana membawa makanan
"Asiik Kroket..." lagi-lagi Zuy dan Ray barengan.
"Tuh liat keduanya, pipinya langsung mengembung liat Kroket.." ledek Bi Nana
"Ma-mana ada!" Zuy memanyunkan bibirnya.
"Oh jadi ini teman-temannya Zuy ya? Perkenalkan saya Aries keponakan Tante Nana, salam kenal semua." Aries memperkenalkan Diri
"Saya Rayyan dan ini asisten saya Davin, salam kenal juga" ujar Ray
"Saya... saya Airin, salam kenal kakak ganteng.." Airin menunjuk dirinya sendiri.
"Tidak ada yang nanya namamu Rin," Ledek Brian, "Saya Brian..."
"Apa sih Brian jeleek," gumam Airin.
"Ha..Ha..Ha..."
"Udah-udah, Ayo makan..!!!" ajak Bi Nana..
Mereka pun makan bersama, setelah selesai makan..
"Bi, Zuy yang beresin semua," kata Zuy
"Aku jua mau bantuin.." tutur Airin,
Airin dan Zuy pun membereskannya meja dan membawa piring kotornya ke dapur.
"Tuan muda, gimana Kroket buatan Bi Nana?!!" tanya Bi Nana
"Enak banget Bi, makasiih ya Bi Nana.." ucap Ray
"Syukurlah kalau Tuan muda Suka, Tuan Muda kita Ngobrol di ruang depan yuk..!" ajak Bi Nana
"Oh oke," Ucap Ray, mereka pun ke Ruang depan
"Mereka mau kemana?!!" tanya Zuy
"Mungkin ke depan mau Ngobrol, biarkan saja Zuy, mungkin Tuan Ray kangen.." ujar Davin
"Nara sayang, kamu sama kakak Aries dulu ya, kakak Zuy mau beresin dapur," kata Zuy, "Kak Aries tolong ya!!"
"Iya Kakak Zuy.." ucap Nara. Zuy kembali ke Dapur..
**Di Ruang depan..
"Ya Ray juga kaget Bi, ternyata Zuy bekerja di perusahaan CV, dunia memang sempit ya Bi," kata Ray
"Oh iya gimana kabar Mr.Michael dan Mrs.Candika?!!" tanya Bi Nana
"Kabar Daddy baik-baik aja, tapi Mom Candika udah meninggal setelah 2 bulan ngelahirin Lesya.." jawab Ray
"Apa!! ya ampun Mrs. Candika, meninggalnya kenapa Tuan muda?!!" tanya Bi Nana menangis
"Mom punya Riwayat penyakit ganas, kami juga baru tau pas Mom di Rawat, Mom menyembunyikannya dari kami, dan sekarang Daddy udah Nikah lagi, alasanya karena Lesya masih membutuhkan kasih sayang Mom.." ungkap Ray
"Lalu adikmu udah tau siapa momnya?!!" tanya Bi Nana
"Sampai sekarang Lesya belum mengetahuinya, karena kami sudah janji sama Momy Liora, sebenarnya Perusahaan yang Ray pimpin sekarang ini adalah punya Mom Candika, lalu di ambil alih sementara oleh Om Willy.." ujar Ray
"Oh, ya sebenarnya rumah yang Zuy tempati ini, rumah yang di kasih sama Mrs Candika waktu kalian pergi. Zuy tinggal di sini sendiri, awalnya Bi Nana juga tinggal di sini, cuma pas Bibi Nikah, Bibi pindah dan Zuy gak mau ikut Bibi, dia lebih memilih tinggal di sini sendirian.." ungkap Bi Nana
"Jadi ini hadiah yang Mom kasih buat Bi Nana dan Zuy, jadi kangen sama Mom Candika, Momy Liora sangat berbeda jauh dari Mom Candika..." ujar Ray
"Iya tapi tidak semuanya sama Tuan, Momy Tuan yang sekarang sayang kan sangat Tuan dan Nona?!!" tanya Bi Nana
"Iya Momy Liora sayang pada kami, apalagi sama Lesya, akan tetapi ...," ucap Ray
"Tuan.. Bi Nana yakin, Tuan pasti bisa menghadapi masa sekarang, liat Zuy dia selalu menyembunyikan kesedihannya malah dia tersenyum, dan mau memaafkan kesalahan orang, sebenarnya Bi Nana agak kesal sama kejadian di Resto waktu itu," ujar Bi Nana
"Kejadian di Resto, maksud Bi Nana?!!" Tanya Ray penasaran
Lalu Bi Nana pun menceritakan kejadian yang menimpa Zuy, Ray pun tertegun mendengar penjelasan dari Bi Nana.
"Iya Ray udah tau dari Om Willy, kasihan kak Zuy, udah berapa banyak penderitaan yang di alaminya," Ray perihatin keadaan Zuy
"Ya Tuan Muda, tapi dia anak yang tegar dan kuat, apalagi dia punya cita-cita ingin jadi desainer, makanya dia bekerja keras, ya pokoknya kalau ada apa-apa dengan Zuy, Bibi tidak akan tinggal diam, karena sebelum Zuy menikah, Zuy masih tanggung jawab Bibi" kata Bi Nana
"Iya Zuy pernah cerita ke Ray Bi, Ray juga ingin menjaga Zuy, dulu Zuy juga selalu jagain Ray" ungkap Ray
"Lalu Tuan Ray, apa Tuan Ray udah punya pacar atau tunangan?!!" Tanya Bi Nana
Uhuuuk...
"Ray gak punya pacar, Ray lagi fokus sama kerjaan, apalagi Ray ingin mengembangkan Perusahaan milik Mom Candika, agar jadi Perusahaan yang terkenal.." ujar Ray.
"Baguslah, bukan apa-apa takutnya ada salah paham, kasihan Zuy kan.." kata Bi Nana
"Mami, kenapa Mami sama Om ini?!!" tanya Nara
"Lho Nara, Mami cuma ngobrol sayang.." kata Bi Nana menggendong Nara. lalu...
"Bi Nana, kami pulang dulu ya.." pamit Airin
"Lho kok udah pulang?!!" tanya Bi Nana
__ADS_1
"Udah malam, besok kan kerja, lagian takut kena hukum sama bos.." papar Airin
"Ehhhmmm, Bos kalian di sini lho.." gerutu Ray
"Maaf Tuan bos, kalau gitu kita pamit, ayo Brian..!!" ajak Airin
"Saya pamit Tante, Zuy dan semuanya, terimakasih untuk hari ini.." ucap Brian membungkukkan badan
"Hati-hati Rin, Brian, terimakasih banyak sudah menjenguk Zuy," ucap Zuy.
"Iya sama-sama.. Bye.." Airin dan Brian pun pergi.
"Tuan Ray kita juga harus pulang..!!" papar Davin
"Hah, padahal mau ngobrol banyak, yaudah Bi Nana, Zuy, dan Tuan Aries Ray pulang dulu. Terimakasih atas jamuannya," ucap Ray, "Zuy aku tunggu besok..!!"
"Permisi Semuanya.." ucap Davin, lalu mereka pergi.
"Dia itu Atasan Zuy kan Tan, kok Tante akrab banget?!!" tanya Aries
"Dia itu anak majikan Tante dan Zuy yang dulu, Ries.." jawab Bi Nana
"Oh, pantesan akrab banget, oh iya Tante apa mau pulang sekarang atau nanti?!!" tanya Aries
"Tante pulang sekarang aja, pasti Om udah mau pulang, Nara juga ngantuk, Zuy Bi Nana juga pulang ya, besok jangan terlalu cape, kalau Tuan Muda maksa kau kerja berat, bilang ke Bibi, biar nanti Bibi jewer tuh Tuan Muda" kata Bi Nana
"Hahaha, iya Bi.. Hati-hati Bi, salam buat Paman.." ucap Zuy.
Bi Nana dan Aries pun pergi..
"Haaa sendirian lagi.." lirih Zuy
Meooong..
Si manis menghampiri Zuy
"Ya ampun manis, kamu main kemana, tadi aku dan Nara nyariin kamu, kotor banget kamu ya, ayo makan, besok baru mandi.." papar Zuy menggendong si manis.
°°°°°°°°°
Keesokan harinya di perusahaan Cv
"Pagi Rin..." sapa Zuy
"Zuy, kamu masuk kerja ya? apa kamu sudah benar-benar sembuh?" tanya Airin
"Iya Aku sudah sembuh, buktinya aku masuk hari ini.." jelas Zuy
"Aaach Syukurlah jadi aku ada teman.." Airin langsung memeluk Zuy karena Senang.
"Iya, aduh ini anak.." gumam Zuy
"Hoe para Wanita, kalian menghalangi jalanku, kalau mau pelukan jangan di sini, tuh lapangan lega," pekik Brian
"Aah Brian jelek... ganggu aja, ayo Zuy masuk.." ajak Airin menarik tangan Zuy
"Woe tungguin..." seru Brian mengejar Airin dan Zuy
Pantry..
Zuy, Airin dan Brian pun datang..
"Kak Zuy kamu udah masuk, apa udah sembuh?!!" tanya Salsa
"Eeh Salsa, iya udah mendingan.." jawab Zuy
"Maaf aku gak bisa jengukin kakak.." ucap Salsa
"Iya gak apa-apa, ayo kita mulai kerja..!!" ajak Zuy
"Kak Brian, ayo sama salsa.." salsa menarik tangan Brian
"Iya tapi jangan di tarik, aduuh.." papar Brian
"Maaf kak Brian, habis salsa senang bisa bareng kak Brian.." ungkap salsa
"Rin...!!" Zuy memegang pundak Airin
"Zuy mulai deh, udah yuk waktunya kerja, nanti Bu Rere ngoceh lagi.." ujar Airin..
"Hmmm kamu cemburu kan Rin.." gumam Zuy di hati, mereka mulai kerja..
Beberapa Saat kemudian semua karyawan pun sudah datang, lalu..
Tap tap tap
Suara langkah kaki, ternyata seorang wanita cantik, lalu wanita itu pergi ke bagian Resepsionis
"Maaf ada yang bisa saya bantu?!!" tanya Citra
"Saya ingin Bertemu dengan Tuan Rayyan," jawab si Wanita itu.
"Oh Tuan belum datang, mungkin anda bisa menunggu disini.." kata Citra
"Bolehkah saya menunggu di Ruangannya?!!" tanya dia
"Maaf Nona, anda harus tunggu di sini," ujar Citra, "Silahkan duduk Nona!!"
"Saya ingin menunggunya di ruangannya," Bentak si wanita itu dengan Nada kesal.
"Tapi Nona.."
"Kamu belum tau saya, saya Erlinda khanza, putri dari pak Wildan.." Kata si Wanita itu, ternyata si Erlin.
"Ada apa pagi-pagi udah Ribut gini?!!" tanya Ray yang baru datang
__ADS_1
***Bersambung...