Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Akulah Ibu Yang Sebenarnya....


__ADS_3

<<<<<


Sontak Maria terkejut mendengar ungkapan dari Bi Nana.


"Hah! Di-dia sudah menikah?!"


Deeeg


Jantungnya pun berdegup kencang seakan-akan ingin meledak dan dadanya terasa sakit seperti di hantam oleh batu besar. Bi Nana yang melihat Maria terkejut pun langsung menyeringai. Sedangkan Dimas, ia malah menyunggingkan senyuman bahagia.


"Syukurlah.... Ternyata dia benar-benar sudah menikah," batin Dimas. Lalu ....


"Nana, apa yang kau katakan itu benar?!" tanya Maria yang belum percaya.


"Menurutmu? Apa aku sedang berbohong?" pekik Bi Nana menunjukan ekspresi wajah seriusnya.


Seketika Maria langsung meremas bajunya dengan menggunakan tangan kirinya sambil menggertakan giginya. Dimas yang melihatnya pun langsung memegangi pundak Maria.


"Kak Maria.... Lebih baik kita kembali ke kamar!" titah Dimas.


Akan tetapi Maria malah menepis tangan Dimas dan menatap tajam Dimas.


"Jangan menyuruh ku untuk kembali ke kamar! Karena aku belum selesai bicara dengan orang ini." pekik Maria.


"Ta-tapi Kak ...."


Pandangan Maria beralih ke Bi Nana. "Kenapa kau begitu lancang menikahkan anak itu dengan seseorang tanpa memberitahu ku! Dan lagi siapa orang yang sudah menikahinya?" sentaknya.


"Hah! Memberitahu mu? Memangnya kamu siapa Maria?" tanya Bi Nana dengan nada kencang. "Dan lagi, jangan sebut dia dengan anak itu! Dia punya nama, namanya Zuy!" sambungnya.


"Kau tanya aku siapa? Tentu saja aku Ibunya, aku yang melahirkannya!" tegas Maria.


"Apa aku tidak salah dengar? Kau barusan bilang bahwa kau Ibunya?"


"Ya memang aku Ibunya, apa ada yang salah?" papar Maria.


Bi Nana pun menghela nafasnya dan berkata, "Haaaa.... Maria Lestari, memang benar kau adalah Ibunya dan kau yang telah melahirkannya. Akan tetapi kau tidak pernah memberikan kasih sayang untuknya layaknya seorang Ibu, bahkan sekarang kau terus-terusan menyiksanya. Dan lagi apa kau lupa, bahwa kau sudah meninggalkannya sejak ia masih berusia dua bulan dan sejak saat itu aku yang merawatnya hingga sekarang, jadi bisa di pastikan bahwa aku lah Ibu yang sebenarnya, bukan kau, Maria."


"Nyonya Nana... Kak Maria! Sudah jangan berdebat! Apa kalian tahu ini rumah sakit." ujar Dimas melerai keduanya.


"Dimas, jangan ikut campur! Ini adalah urusan ku dengan wanita ini." pekik Maria.


"Bukannya Dimas ikut campur, tapi ini rumah sakit, tolong jangan bikin keributan di sini! Dan Nyonya Nana, saya mohon lebih baik anda segera pergi dari sini!" pinta Dimas menangkupkan kedua tangannya.


"Tanpa di suruh pun saya juga akan pergi Dokter Dimas, karena saya juga sudah malas meladeni wanita yang tidak punya hati ini," papar Bi Nana.


Bi Nana pun melangkahkan kakinya, akan tetapi ....


"Tunggu! Kau belum jawab pertanyaan ku Nana?" seru Maria.


Seketika Bi Nana langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Maria.


"Pertanyaan mana yang belum aku jawab Maria?"


Maria pun menatap tajam Bi Nana. "Jawab dengan jujur! Siapa yang sudah berani menikahinya?"


Bi Nana lalu menyunggingkan senyuman sinisnya.


"Heh.. Tanpa aku menjawabnya pun kau pasti tahu siapa laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu," papar Bi Nana.


"Apa! Jangan bilang kalau yang sudah menikahinya itu adalah ...."


Tanpa berkata apa-apa, Bi Nana langsung melangkah pergi meninggalkan Maria dan Dimas.


"Tidak mungkin Rayyan kan yang menjadi suaminya. Kalau sampai Ray beneran suaminya, pasti Kimberly bakalan sedih. Aaah, pokoknya aku tidak akan membiarkan mereka bahagia di atas kesedihan Kimberly. Tidak akan aku biarkan!" batin Maria.


Tiba-tiba Maria memegangi kepalanya, karena ia merasakan sakit menyerang di kepalanya.


"Hmmmm... Tidak, Nana pasti berbohong padaku supaya aku kepikiran terus, kenapa aku begitu bodoh sih. Hahaha..." ujar Maria sembari tertawa.


"Kak Maria, apa kau baik-baik saja?" tanya Dimas yang keheranan karena melihat gelagat Maria.


"Aku baik-baik saja Dimas. Oh iya, Dimas apa kau tahu laki-laki yang sudah menikahinya?" tanya Maria


Dimas menggeleng cepat. "Ti-tidak Kak, Dimas tidak tahu apa-apa," jawabnya. Namun ada kebohongan dalam diri Dimas


"Dim, bisakah kau membawaku ke kamar!" pinta Maria


"Iya Kak Maria. Dimas akan membawa Kak Maria ke kamar," kata Dimas.


Lalu Dimas mendorong kursi roda Maria menuju ke kamar rawat Maria.


*******************************


Beberapa Saat Sebelumnya....


Perusahaan CV


"Anak-anakku apa kalian berdua melupakan ku?" seru Daddy Michael sambil melangkah masuk, membuat Ray dan Davin tercengang melihatnya.


"Daddy...!!"


Ray dan Davin langsung bangkit dari posisinya, mata mereka pun membulat sempurna saat melihat sosok orang yang mereka rindukan ada di depannya.


"Daddy...."


Davin segera berlari dan memeluk Daddy Michael. Daddy Michael langsung membalas pelukan Davin.


"Apa kabar kamu Vin?" tanya Daddy Michael.


"Aku baik-baik saja Dad, apa kau tidak melihat wajahku yang semakin glowing ini," jawab Davin membuat Daddy Michael terkekeh.


Lalu kemudian pandangan Daddy Michael beralih ke arah Ray yang tengah berdiri sambil melihat ke arahnya.


"Rayyan, kenapa kamu berdiri di sana? Apa kamu tidak merindukanku dan memelukku?" lontar Daddy Michael sambil merentangkan satu tangannya.


"Apa kau benar-benar Daddy?" tanya Ray yang masih belum sadar.


Daddy Michael pun mengangguk. "Tentu saja ini Daddy, Rayyan. memangnya siapa lagi laki-laki tampan selain Daddy-mu ini," ujarnya.


Seketika Ray langsung berjalan ke arahnya, kemudian ia memeluk Daddy Michael dengan erat.


"Dad, Ray benar-benar tidak menyangka kalau Daddy datang kesini dan Ray bahagia melihat Daddy," ucap Ray tersedu-sedu.


"Hmmmm... Dasar anak ini," lirih Daddy Michael.


Pak Willy dan Yiou pun terharu melihat pertemuan mereka. Sesaat kemudian, Daddy Michael melepaskan pelukannya. Lalu mereka langsung mendudukkan diri mereka masing-masing di atas sofa.


"Daddy.... Kenapa gak bilang ke Ray, kalau Daddy mau kesini?" tanya Ray


"Namanya juga mau kasih kejutan, masa iya Daddy harus bilang sama kalian dulu," pekik Daddy Michael.


Ray langsung memutar bola matanya dengan malas dan menghela nafasnya.


"Daddy kesini sama siapa?" tanya Davin


"Tentu Daddy ke sini dengan asisten Daddy," jawab Daddy Michael.


"Lesya sama Mrs Liora?" Davin pun bertanya kembali.


"Mereka tidak ikut," singkat Daddy Michael.


Davin hanya memanggut saja.


"Ray, bagaimana Perusahaan? Sepertinya makin berkembang saja," Pak Willy pun membuka suara.


"Ya Om bisa lihat sendiri kan," ujar Ray.


"Hmmmm, Candika tidak salah memilihmu sebagai penerus. Di usia mu yang masih muda, kamu bisa menjadi pemimpin yang sukses dan bertanggung jawab," puji Pak Willy.


"Siapa dulu Daddy-nya, hahaha...." Daddy Michael membanggakan dirinya sendiri sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Lihatlah penyakit Ayahmu Ray," celetuk Pak Willy.


Ray menghela nafasnya dan berkata, "Haaa.... Ya begitu lah Om, namanya juga Daddy."


Pak Willy pun terkekeh, sedangkan Daddy Michael malah memanyunkan bibirnya.


"Tuan dingin...." panggil Yiou


Ray menoleh. "Hmmm.... Kenapa?"


"Kau tokcer juga ya, sampai bisa membuat Baby hamil," goda Yiou.


"Hah!" Ray membulatkan matanya menatap Yiou.


"Gimana gak tokcer Mrs Yiou, orang setiap malam aktivitas Misteri ranjang bergoyang nya jalan terus, sampai Zuy jalannya terhuyung-huyung tuh, gara-gara kesadisan Tuan Ray," ceplos Davin.


Sontak membuat yang lainnya tercengang dan menatap ke arah Ray. Lalu ....


Paak...


Ray memukul keras punggung Davin sehingga membuatnya meringis kesakitan.


"Awww..." rintih Davin melihat ke arah Ray. Sedangkan Ray langsung membalas dengan tatapan tajam.


"Daddy.. Lihatlah bayi gede ini, dia memukul ku!" rengek Davin pada Daddy Michael.


Daddy Michael pun langsung menepuk jidatnya. "Kalian ini selalu saja," lirihnya.


Sedangkan Pak Willy dan Mrs Yiou tertawa terbahak-bahak, lalu kemudian ....


Tok.. Tok... Tok...


Mendengar suara ketukan pintu, pandangan mereka langsung mengarah ke pintu, seketika senyum Ray mengembang karena yang datang adalah Zuy sambil membawa minuman.


"Maaf Tuan Muda...." ucap Zuy


"Masuk lah!!" titah Ray.


Zuy pun melangkah masuk dan menghampiri mereka. Lalu Ray bangkit dari posisinya dan mengambil nampan yang berada di tangan Zuy.


"Tuan Muda biar saya saja! Gak enak sama tamu," pinta Zuy.


"Memangnya tamu siapa? Tuh kamu lihatlah sendiri!" titah Ray sambil menunjuk.


Pandangan Zuy beralih ke arah Yiou dan lainnya.


"Mrs Yiou! Pak Willy! Hmmmm ...." Zuy terkejut saat ia melihat seorang laki-laki yang tengah memandanginya.


"Mr. Michael!!" ucap Zuy


"Kau mengenali ku?" tanya Daddy Michael karena ia belum sadar bahwa wanita itu adalah Zuy.


Selain itu, Daddy Michael juga belum pernah melihat wajah Zuy yang sekarang karena mereka berdua tidak pernah bertemu wajah dan mengobrol, walau lewat telpon maupun Video Call.


Tentu saja itu kesepakatan antara Ray dan Daddy Michael, karena mereka tidak ingin Liora (Ibu tiri Ray) mengetahuinya. Jika Liora sampai mengetahuinya, maka Liora tidak akan tinggal diam, ia pasti akan melakukan sesuatu pada Zuy, dan tentunya Liora bersekutu dengan Maria.


"Kak, apa yang kau tanyakan? Apa Kakak tidak mengenalnya?" tanya Yiou keheranan.


Daddy Michael menggeleng. "Tidak, tapi mungkin aku lupa," ujarnya.


"Daddy... Dia ini Zuy!" tegas Ray


Sontak membuat Daddy Michael terkejut dan langsung bangkit dari posisinya, kemudian Daddy Michael menghampiri Zuy. Setelah mereka berhadapan, Zuy langsung membungkukkan badannya.


"Angkat kepalamu!!" titah Daddy Michael.


Zuy pun mematuhi perintahnya, lalu ia mengangkat kepalanya.


"Apa kamu benar-benar Zuy?" tanya Daddy Michael yang belum percaya.


Zuy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya Mr Michael, ini Zuy. Mr Michael apa kabar?" tanya Zuy


"Mr Michael!"


"Maaf, Daddy baru bisa menemui mu, Zuy." ucap Daddy Michael, lalu ....


"Daddy.... Jangan lama-lama memeluknya!" pekik Ray menunjukkan wajahnya yang tengah cemburu.


Mendengar itu, Daddy Michael langsung melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Ray.


"Memangnya kenapa Ray, kalau Daddy memeluknya?" tanya Daddy Michael.


"Hmmm... Biasa Dad, posesife si bayi gede kambuh." celetuk Davin membuat Yiou dan Pak Willy menggelengkan kepalanya.


"Ckck, dasar si Tuan dingin...." gumam Yiou.


"Bukan seperti itu, takutnya Zuy gak nyaman," cetus Ray.


Sedangkan Daddy Michael hanya menghela nafasnya saja, kemudian pandangannya beralih ke Zuy kembali.


"Zuy, maaf ya kalau Daddy tidak mengenalimu," ucap Daddy Michael.


"Ti-tidak apa-apa Mr Michael," balas Zuy.


"Lalu bagaimana kabarmu dan calon cucuku Zuy?" tanya Daddy Michael.


Zuy pun terkejut mendengar pertanyaan dari Daddy Michael.


"Anda tahu dari mana Mr Michael?"


"Tentu aku tahu, karena Rayyan itu anakku,"


Seketika Zuy menundukkan kepalanya. "Maaf...." ucapnya.


"Jangan menunduk seperti itu! Di keluarga Michael dan Vallery tidak ada yang menunduk," ujar Daddy Michael.


Zuy kembali mengangkat kepalanya. "Ta-tapi ...."


"Udah jangan tapi-tapian, ayo duduk di samping Daddy!" ajak Daddy Michael.


Zuy mengangguk patuh, kemudian Daddy Michael dan Zuy duduk di sofa, dengan posisi Zuy di tengah-tengah antara Daddy Michael dan Yiou. Ada rasa canggung dalam diri Zuy sehingga membuatnya tertunduk diam.


"Baby, ada apa?" tanya Yiou


"Ti-tidak ada apa-apa, Mrs Yiou." jawab Zuy.


"Mungkin dia masih canggung Yi, padahal kan Daddy gak gigit. Hahaha..." goda Daddy Michael.


Lalu kemudian Daddy Michael merangkul pundak Zuy.


"Anakku, kamu jangan canggung gitu! Kita kan keluarga, jadi kamu juga harus lebih membiasakan dirimu, ya Zuy." tutur Daddy Michael.


"Dan lagi kalau sampai ada yang membuat mu sedih dan menangis, mau Rayyan atau siapapun, kamu tinggal bilang ke Daddy, biar Daddy yang kasih pelajaran pada mereka," sambung kata Daddy Michael


Zuy pun tertegun mendengar perkataan Daddy Michael, lalu ia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Daddy Michael. Air matanya pun lolos membasahi pipinya.


"Mr Michael...." ucap Zuy tersedu-sedu.


"Ke-kenapa kamu menangis Zuy?" tanya Daddy Michael yang panik. Lalu kemudian ....


"Hahaha...." tawa Ray dan lainnya serempak membuat Daddy Michael nampak kebingungan.


"Kalian kenapa? Apa ada yang lucu?" tanya Daddy Michael.


"Hahaha... Ya ampun Chael, kenapa malah kamu yang membuat Zuy menangis," ujar Pak Willy yang tak henti-hentinya tertawa.


"Zuy... Daddy minta maaf sudah membuat mu menangis, tapi bener lho Daddy gak bermaksud seperti itu, Daddy ...." ucap Mr Michael memegang pundak Zuy.


"Si-siapa yang menangis Mr Michael, Zuy hanya bahagia mendengar perkataan anda, Mr Michael." jelas Zuy.

__ADS_1


Daddy Michael pun menghela nafas leganya.


"Oh jadi seperti itu ya, huuuft Syukurlah kalau begitu, Daddy lega dengernya," ucap Daddy Michael.


"Zuy, dari tadi Daddy penasaran, kenapa kamu bisa di sini? Dan lagi kenapa kamu memakai pakaian OB?" sambung tanya Daddy Michael yang menyidik.


"Daddy, Zuy kan pegawai OB di sini," bukannya Zuy yang menjawab malah Davin.


Sontak membuat Daddy Michael tersentak dan menatap tajam ke arah Ray.


"Rayyan!! Kenapa kamu membiarkan Zuy bekerja sebagai OB! Harusnya kamu suruh dia istirahat di rumah! Ingat Ray, dia itu tengah mengandung cucuku!" pekik Daddy Michael.


"Maaf Dad, tapi ...." lirih Ray.


"Mr Michael, maaf kalau Zuy menyela, tapi sebenarnya ini keinginan Zuy sendiri bukan Tuan Muda yang menyuruh, justru Tuan Muda lah yang selalu melarang Zuy bekerja," jelas Zuy.


"Oh jadi begitu ya, tapi kamu jangan terlalu cape Zuy! Ingat kamu tengah mengandung cucuku." tutur Daddy Michael.


Zuy menganggukkan kepalanya. "Baik Mr Michael, terimakasih banyak," ucap Zuy.


Daddy Michael pun tersenyum.


"Yaudah, mumpung sebentar lagi jam istirahat, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Pak Willy.


"Nah bener tuh ajakan Kak Willy," sambung Yiou.


"Davin ikut aja deh," timpal Davin.


Lalu pandangan Pak Willy mengarah ke Ray. "Bagaimana dengan mu Ray?"


"Ray setuju Om, kapan lagi kita makan bersama," kata Ray.


"Baby kamu juga ikut ya!" ajak Yiou.


"Ayolah Zuy, Daddy kan ingin makan bersama anak Daddy ini!" pinta Daddy Michael.


Zuy menghela nafasnya dan mengangguk patuh.


"Nah mumpung semua setuju, ayo kita berangkat sekarang!"


Pak Willy, dan lainnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian Pak Willy, Yiou, Davin dan Daddy Michael melangkah keluar terlebih dahulu. Lalu saat Zuy hendak melangkah keluar, tiba-tiba Ray menahan tangan Zuy membuat Zuy menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Ray...."


Ray lalu menutup pintu ruangannya, kemudian ia mendorong pelan tubuh Zuy hingga menempel di balik pintu, ia pun berdiri di hadapan Zuy sambil mengunci tangan Zuy dengan satu tangannya, sedangkan satunya lagi tengah sibuk menelusuri lainnya.


"Ray apa yang kamu lakukan?" tanya Zuy.


"Apalagi kalau bukan ingin bermanja sebentar dengan sayangku," jawab Ray


"Tapi Ray, mereka menunggu kita," kata Zuy.


"Biarkan saja mereka menunggu," papar Ray


"Tapi Ray, hummmpt..."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Ray tiba-tiba menyambar bibir Zuy dan mengecupnya dengan lembut. Sesaat setelah sama-sama puas, Ray menghentikan aksinya.


"Terimakasih sayangku," ucap Ray sambil mengusap bibir Zuy.


"Benar-benar serigala buas kamu Ray," cetus Zuy sambil mengancing bajunya.


Ray terkekeh. "Serigala buas juga cuma sama kamu sayangku, hehehe...."


Jangan salah paham ya, mereka hanya Cup-cup saja kok. Hehehe....


Ray lalu mengulurkan tangannya. "Ayo sayangku kita keluar bersama!" ajak Ray.


"Tapi Ray, ini di Perusahaan. Kalau ada yang lihat kita jalan bersama bagaimana?"


"Yaudah kalau gitu sayangku duluan saja, biar nanti aku yang belakangan," kata Ray.


Zuy pun mengangguk seraya menyetujui perkataan Ray. Lalu ia melangkahkan kakinya terlebih dahulu, selang beberapa saat Ray menyusulnya. Sesampainya, ternyata mereka tengah menunggu Zuy dan Ray di Lobby, Zuy pun bergegas menghampiri mereka.


"Baby, kamu dari mana saja?" tanya Yiou.


"Paling juga habis melakukan Misteri dulu," goda Davin.


"Benarkah itu?"


Zuy mengibas tangannya. "Tidak, tadi Zuy ..."


"Tadi Ray tiba-tiba mual, makanya kita telat nyusul," seru Ray sambil berjalan menghampiri.


"Boy, apa kamu sering mual-mual?" tanya Daddy Michael.


"Iya Dad, Ray sering mual-mual," jawab Ray berbohong.


Daddy Michael pun tersenyum dan mendekat ke Ray. "Oh, yaudah kalau gitu nikmati masa mengidam mu itu Boy, biar sama-sama ngerasain, jadi bukan Zuy saja," bisik Daddy Michael.


Lalu mereka pun bergegas keluar, setelah itu mereka masuk ke mobilnya masing-masing. Daddy Michael, Pak Willy, Yiou naik ke mobilnya Pak Willy sedangkan lainnya ke mobilnya Ray. Sesaat kemudian mereka bergegas menuju ke arah tempat makan.


*************************


Sementara itu di rumah sakit, lebih tepatnya di kamar rawat Maria. Maria nampak sedang menghubungi seseorang yang tak lain adalah Liora, sang adik ipar dan juga istri dari Daddy Michael.


[Call...]


"Maria, kamu kemana saja? Kenapa baru menghubungiku?" tanya Liora dari seberang telponnya.


"Aku tengah berada di suatu tempat karena ada sesuatu yang harus ku urus. Euum sebenarnya aku menghubungi mu karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." ujar Maria.


"Kamu mau bertanya apa Maria?"


"Ini soal Ray," jawab Maria.


"Ray! Memangnya ada apa dengan anak sial itu?"


"Aku dapat kabar dari seseorang bahwa Ray sudah menikah, apa itu benar?"


"Hah! Kamu bilang apa? Ray menikah?"


***Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih dari Author...


Hai Kakak2 tersayang ku, Kakak2 Author dan Kakak2 Readers. Author minta maaf klw Ceritanya masih kurang greget, soalnya kesehatan Author masih belum stabil, tapi Author paksain Updet demi Kakak2 Semuanya.. 😘


Oh iya, Author mau ngucapin terimakasih banyak karena kakak2 semua sudah mendukung cerita absurd dari Author ini, terutama kakak2 Readers silent. aq benar2 sangat terharu.. 😭😭


Dan terimakasih banyak untuk gift dan votenya.. 🙏🙏



Hanya ucapan terimakasih yang bisa saya berikan, maaf kalau tidak bisa menyebutkan satu-persatu nama Kakak2 semuanya. 🙏♥🙏♥🙏


Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi yang melaksanakannya.. Marhaban ya Ramadhan.. 🙏🙏


See you next time.. 😘😘


Fb: Ananda Andin Angraini


IG: kim_anandin_chan0619


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2