
<<<<<
Dengan perlahan Liora membuka kotak kayu tersebut. Saat kotak itu sudah terbuka, seketika mata Liora langsung membulat sempurna.
"Hah! I-ini...!"
Lontarnya karena melihat isi dari dalam kotak kayu tersebut yang ternyata adalah sebuah kalung berlian mewah.
"Cantiknya semua perhiasan ini! Apa Michael membelikan ini untukku? Tapi kenapa di taroh di kotak kayu unik dan jelek seperti ini? Ah jangan-jangan Michael ingin memberikan kejutan untukku?" lirihnya di barengi dengan senyum sumringahnya.
Lalu Liora mendudukkan dirinya di kursi stool panjang yang berada di walk in closetnya itu. Kemudian ia mengambil kalung tersebut dari dalam kotak dan setelah di ambilnya kalung itu, seketika dahinya mengerenyit karena ia melihat liontin permata dengan bertuliskan nama ZEANRA.
"ZEANRA! Siapa dia? Apa jangan-jangan dia wanita simpanannya Michael?" Liora pun mulai penasaran dengan nama Zeanra. "Tsk, kurang ajar! Berarti semua perhiasan mahal ini bukan untukku tapi untuk si pelacur simpanan Michael. Ini tidak boleh di biarkan aku harus minta penjelasan dari Michael," sambung umpatnya.
Liora langsung menghentakkan kakinya menuju ke kamarnya. Setibanya di sana, Liora mendekat ke arah tempat tidurnya di mana Daddy Michael masih terlelap dalam tidurnya.
"Daddy...." Liora mengguncang-guncang tubuh Daddy Michael seraya membangunkannya.
Karena merasakan sesuatu yang mengganggu tidurnya, Daddy Michael pun langsung membuka matanya dan melihat ke arah Liora yang berada di sampingnya itu.
"Liora!" lirih Daddy Michael mengusap-usap matanya.
"Akhirnya kau bangun juga, Dad."
"Jam berapa sekarang?" tanya Daddy Michael sembari membangunkan tubuhnya menjadi duduk menyandar.
"Baru jam setengah delapan pagi," jawab Liora dengan ketusnya.
"Apa! Baru jam setengah delapan? Ck, kenapa kamu membangunkan ku?" pekik Daddy Michael mengusap kasar wajahnya.
"Ya, aku membangunkan mu, sebab ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, Dad."
"Sesuatu yang di tanyakan?"
Liora menganggukkan kepalanya dengan cepat, ia pun langsung mengeluarkan kotak kayu tersebut dari belakang tubuhnya dan menunjukkannya pada Daddy Michael, sontak membuat Daddy Michael terkejut sambil membelalakkan matanya.
"Hah! Ko-kotak itu! Liora, dari mana kamu mendapatkan kotak itu?"
"Aku dapat dari mana itu tidak penting, Dad. Sekarang jawab pertanyaan ku! Siapa Zeanra? Kenapa bisa ada namanya perhiasan ini? Apa kamu membelikan perhiasan ini untuknya? Apa dia wanita simpanan yang kamu sembunyikan selama ini?" cecar Liora dengan beberapa pertanyaan.
"Jadi kamu sudah membuka dan melihat isi dari kotak itu?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari Liora, Daddy Michael malah kembali bertanya padanya.
"Iya aku sudah membukanya dan melihat isinya," jawab Liora mengangguk.
"Apa! Lancang sekali kamu, Liora." sentak Daddy Michael sembari merampas kotak kayu itu dari tangan Liora.
"Maaf kalau aku sudah lancang membukanya, sebab aku sangat penasaran dengan isi kotak ini. Dan setelah di buka, ternyata isinya membuat aku terpukau melihatnya. Bahkan aku sampai berharap kalau kamu belikan satu set perhiasan berlian ini untukku dan kamu sengaja menyimpannya di kotak jelek ini supaya tidak ketahuan oleh ku, karena kamu ingin memberikan kejutan ini untukku. Tapi setelah aku ambil kalung itu dari dalam kotak jelek ini, ternyata ada liontin bertuliskan nama ZEANRA. Dari situ aku sadar bahwa perhiasan ini bukan untukku melainkan untuk wanita yang bernama Zeanra itu. Iya kan Dad?" jelas Liora dengan panjangnya.
"Tsk, benar-benar wanita ini! Jadi dia menganggap bahwa aku mempunyai wanita simpanan, bikin darah tinggi ku naik saja. Hmmmm, tunggu sebentar! Tapi bukannya itu bagus, jadi dia tidak akan curiga kalau sebenarnya Zeanra itu adalah cucu perempuan ku." batin Daddy Michael.
"Dad, kenapa Diam? Oh, jangan-jangan dugaan ku benar, kalau Zeanra itu memang wanita simpanan mu," cetus Liora menduga-duga.
Daddy Michael membuang nafasnya terlebih dahulu sebelum membuka suaranya.
"Liora, sepertinya dugaan mu itu terlalu jauh ya!" ujar Daddy Michael.
"Terlalu jauh? Apa maksudmu?"
Daddy Michael tersenyum dan berkata, "Maksudku adalah dugaan mu itu tidak benar, Liora. Asal kamu tahu saja, sebenarnya perhiasan itu bukan milikku dan wanita yang bernama Zeanra juga bukan wanita simpanan ku."
"Apa! Jadi perhiasan ini milik siapa? Kalau bukan milikmu, Dad."
"Itu milik seseorang, dan dia sengaja menitipkannya padaku."
"Seseorang? Siapa itu?" tanya Liora penasaran.
"Kamu tidak perlu tahu siapa orangnya," pekik Daddy Michael membuat raut wajah Liora menjadi kesal.
"Ck, kenapa aku tidak boleh mengetahuinya? Hmmmm, jangan-jangan orang itu sangat spesial, makanya dia merahasiakannya dari ku. Pokoknya aku harus menyelidikinya sendiri," sungut Liora dalam hatinya.
Lalu....
"Liora, sebenarnya apa yang sedang kamu cari sampai-sampai kamu membuka lemari pribadi ku dan menemukan kotak ini?" tanya Daddy Michael.
"A-aku hanya mencari pasport, ah iya aku sedang mencari pasport milikku, makanya aku membuka lemari pribadi mu, siapa tau pasport milikku ada di sana. Tapi ternyata tidak ada dan malah menemukan kotak itu," jelas Liora, nampak ada kegugupan dalam dirinya.
"Pasport? Memangnya kamu mau kemana, Liora?"
"Tentu saja aku ingin ke Indo eh bukan maksudku ke Paris, iya Paris."
Mendengar itu, Dahi Daddy Michael mengerenyit. "Paris? Untuk apa kamu ke sana?"
"Ya tentu saja untuk menemui keluarga ku, Dad. Kamu kan tahu aku sudah lama tidak berjumpa dengan mereka," ujar Liora.
Seketika Daddy Michael mendengus kesal sambil beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
"Dad...."
Saat berada di ambang pintu kamar mandi, Daddy Michael pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap ke Liora.
"Aku tidak akan mengizinkan mu pergi ke Paris ataupun Indonesia, dan jika kamu memaksakan diri untuk pergi juga, maka jangan harap kamu bisa kembali ke rumah ini dan menjadi Nyonya Michael lagi, Mengerti!" gertak Daddy Michael.
"Tapi Dad, aku hanya ...."
Daddy Michael menajamkan tatapannya kepada Liora, sehingga Liora menghentikan perkataannya sembari menunduk. Kemudian Daddy Michael kembali memutar badannya dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Braaaak....
Daddy Michael mendorong kuat pintu kamar mandi, membuat Liora tersentak kaget.
"Tsk, benar-benar sangat menyebalkan! Lihat saja nanti, kalau sampai suatu saat kamu berani membuang ku dari kehidupan mu, maka jangan salahkan aku jika putri kesayangan mu yang akan menentang keras kehendak mu itu, Michael." umpat Liora mengepalkan tangannya dengan kuat.
Lalu ia pun menghentakkan kakinya kembali ke arah walk in closetnya.
Sesaat setelah berada di dalam kamar mandi, Daddy Michael nampak berdiri di bawa kucuran shower untuk melakukan ritual mandinya. Sejenak ia pun menghentikan aktivitasnya dan di tempatkan salah satu tangannya ke dinding.
"Dasar bodoh! Kenapa kemaren aku menyimpan kotak itu di dalam lemari, harusnya kemaren aku kirim langsung saja ke Indonesia. Aaargh! Aku benar-benar tidak menyangka kalau Liora akan membuka lemari pribadi ku dan menemukan kotak itu. Dasar wanita itu! Aku benar-benar ingin membuangnya dari keluarga ku." umpat Daddy Michael.
Kemudian ia menghela nafas panjangnya.
"Huuft, sabar Chael! Tunggu sampai saat Lesya sedikit dewasa dan bisa menerima kenyataan bahwa Liora bukanlah Ibu kandung yang sebenarnya."
Daddy Michael pun kembali melakukan ritual mandinya sampai selesai.
**********************************
INDONESIA
Masih malam hari....
—Pukul 09.45Pm
__ADS_1
Sementara itu, Airin nampak tengah berada di kedai nasi goreng. Setelah selesai memesan ia pun langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan, lalu ia mengambil hpnya dari saku celananya.
"Haaaa.... Karena baru datang dari Kota B, aku belum sempat main ke rumah Tuan bos untuk menjenguk kedua ponakan gembul ku itu," lirih Airin memandangi foto si kembar yang berada di hpnya itu.
Ia pun menyentuh icon chat, kemudian ia menuliskan pesan untuk seseorang yang tak lain adalah sahabat sekaligus Kakak angkatnya yaitu Zuy, setelah itu Airin langsung mengirimkan pesan yang ia ketik itu ke Zuy.
Sesaat kemudian....
Kliiing....
Mendengar suara bunyi chat di hpnya, Airin kembali melihat ke arah layar hpnya.
[Chat]
My Love Sis ♥️
📲 Si kembarnya lagi demam, Tante.✉️
Airin terkejut membaca balasan pesan dari Zuy, ia pun kembali mengetik pesan balasan untuk Zuy.
✉️Apa! Si kembar demam? Ya ampun kasihan keponakan gembul ku.📲
📲Iya Tante, makanya cepat balik kesini dong Tante! Terus jenguk si kembarnya, supaya cepat sembuh. :-D✉️
✉️Hehehe, oke! Besok aku jenguk kalian semua. ;-)📲
📲 Memangnya kamu udah balik kesini Rin? Sejak kapan?✉️
✉️Udah Zuy, baru aja sampai. Makanya besok aku main ke rumah, mumpung masih ada jatah cuti satu hari lagi. Hehehe.... :-D📲
📲Asiiiik, di tunggu kedatangannya ya, Tante! :-*✉️
✉️Siiip.... ;-*📲
Lalu Penjual nasi goreng itu menghampiri Airin.
"Punteun Teh, ini pesanan Teteh," kata penjual tersebut sambil memberikan pesanan Airin.
Airin pun langsung mengalihkan pandangannya. "Oh iya Mang, jadi berapa?"
Penjual nasi goreng pun menyebutkan harganya, lalu Airin merogoh saku celananya untuk mengambil uang dan memberikannya.
"Hatur nuhun Teh." ucapnya.
Airin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia lalu berjalan ke arah motor miliknya yang terparkir tak jauh kedai nasi goreng tersebut. Setibanya, Airin langsung menaiki motornya dan menyalakannya. Kemudian ia pun melajukan motornya menuju ke arah Kosannya.
Di tengah perjalanan dan tinggal beberapa meter lagi sampai di Kosannya, tiba-tiba motor yang di kendarai nya mendadak mati. Sontak membuat Airin langsung menarik tuas rem motornya dan menepikannya di sisi jalan.
"Ini motor kenapa sih? Tiba-tiba mati seperti ini!" pekik Airin sembari melepaskan helmnya dan turun dari motornya.
Kemudian Airin mengecek motornya itu, dan ternyata mesin motornya mengalami overheat.
"Aaargh, kenapa malah begini sih, padahal hanya beberapa meter lagi sampai di Kosan," umpat Airin menendang-nendang ban depan motornya.
Di saat Airin tengah sibuk mengumpat karena motornya, secara bersamaan pula seseorang dengan jaket hitam, memakai topi dan masker tengah berjalan mendekat ke arah Airin. Ketika sudah berada tepat di belakang tubuh Airin, orang itu pun mengarahkan tangannya ke arah Airin.
Karena merasakan ada sesuatu hal yang aneh di belakangnya, Airin menolehkan sedikit kepalanya ke arah belakang dan saat mengetahui ada seseorang yang mencurigakan di belakangnya, dengan sigapnya Airin menarik tangan orang tersebut sekaligus melintirnya ke belakang.
Kemudian Airin menekan kuat tubuh orang itu di motornya. Sontak membuatnya memekik kesakitan karena ulah Airin.
"Aduh-aduh sakit, Rin." pekik orang tersebut.
"Hah! Rin? Suara ini ...." batin Airin. "Siapa kamu? Kenapa kamu bisa mengenaliku, hah!" sambung cecarnya.
"Tidak! Kalau aku melepaskan mu, kamu pasti akan berbuat sesuatu padaku, iya kan?" sentak Airin.
"Ma-mana mungkin, Rin. Percaya padaku! Aku tidak akan berbuat sesuatu padamu."
Mendengar perkataannya membuat Airin terdiam sejenak, dan ketika Airin mulai lengah, ia pun langsung melepaskan tangan Airin, membuat Airin tersadar dan langsung melayangkan tinjunya pada orang itu, akan tetapi tangan Airin di tahan olehnya.
"Huuft, wajah glowing ku selamat dari pukulan singa betina ini!" lirihnya sambil menurunkan masker yang ia pakai.
Airin tercengang sembari menyipitkan matanya saat melihat wajahnya yang bersinar, dan orang tersebut tak lain adalah....
"Hah! P-Pak Davin!"
Davin mengangguk. "Iya ini aku, Rin." balasnya melepaskan tangan Airin.
Seketika Airin menghela nafas leganya dan langsung mendaratkan pukulan di tangan Davin.
"Kenapa kamu memukul ku, Rin?"
"Habisnya Pak Davin bikin orang jantungan aja! Ngapain sih malam-malam pakai pakaian seperti itu segala, bikin orang jadi salah sangka aja!" pekik Airin.
"Ya, kalau aku tidak berdandan seperti ini, nanti para women yang melihatku akan langsung menghampiri ku, Rin. Dan pasti mereka akan memanggilku dengan sebutan Oppa-Oppa saranghe, memangnya aku ini Kakek-Kakek yang mempunyai sarang apa? Sampai mereka memanggilku seperti itu. Padahal kan aku masih muda dan tampan di tambah wajah ku yang bersinar, tapi malah di bilang Kakek-kakek bersarang. Huh, benar-benar menyebalkan!" jelas Davin sekaligus menggerutu.
Pffft....
"Bwahahaha...." Airin pun menyemburkan tawanya saat mendengar penjelasan dari Davin.
"Kenapa kamu malah tertawa seperti itu Rin?"
"Ya karena Pak Davin lucu sih. Oh iya memangnya Pak Davin dari mana? Pulang kerja?" ucap Airin sekalian bertanya.
"Pulang kerja udah dari tadi, Rin. Cuma aku ingat kalau masker wajah ku habis, jadi aku keluar untuk membelinya sekalian mampir ke Apartemennya Henri. Dan pas mau arah pulang, aku lihat kamu berhenti di jalanan. Makanya aku langsung samperin kamu, Rin." ujar Davin. "Oh iya, bukannya kamu sedang berada di Kota kelahiran mu? Kapan kamu datangnya, Rin? Terus apa yang terjadi dengan motor mu?" sambungnya.
Sebelum membalas, Airin mengambil nafasnya dan membuangnya.
"Aku baru aja datang, Pak. Tapi aku mampir dulu beli makanan, dan pas sampai sini malah motor ku mati mendadak karena mengalami overheat, Pak. Mungkin karena aku lupa service motornya terlebih dahulu sebelum di bawa perjalanan jauh," balas Airin sembari menjelaskan.
"Oh begitu Rin. Euuum, aku telponin orang bengkel ya! Biar motor kamu langsung di tangani," tawar Davin.
Mendengar tawaran Davin, Airin langsung mengibaskan tangannya sembari menggeleng.
"Ti-tidak usah Pak! Biar besok aku bawa ke bengkel langganan ku," tolak Airin.
Akan tetapi Davin tidak menggubris penolakan dari Airin, ia malah menghubungi orang bengkelnya.
"Sudah aku hubungi orang bengkelnya, Rin." ujar Davin.
"Tapi Pak, aku ...."
Davin lalu mendaratkan tangannya di atas kepala Airin sembari mengacak rambut Airin.
"Kamu ini Rin, harusnya kamu bangga dan bersyukur dong! Karena di tolong pria ganteng seperti ku, walaupun kamu tadi melintir tanganku dan menekan tubuhku, di tambah lagi kamu juga hampir memukul wajah glowing ku," ujar Davin memicingkan matanya ke Airin.
"Ta-tapi tadi aku kan hanya membela diri saja, dan aku juga gak tau kalau orang itu adalah anda, Pak Davin." gerutu Airin mengerucutkan bibirnya.
Sehingga membuat Davin terkekeh geli, lalu tak kemudian orang bengkel yang di hubungi Davin pun datang.
"Maaf, Tuan Davin." sapa salah orang bengkel itu dan di balas anggukan Davin.
"Kendaraan mana yang harus kami tangani?" tanyanya.
__ADS_1
"Motor ini! Tiba-tiba mati mendadak." jawab Davin menunjuk ke arah motor Airin.
Dan seketika langsung di cek oleh orang bengkel tersebut. Sesaat kemudian....
"Oh, sepertinya ini mengalami overheat. Euuum begini saja, motor ini saya bawa dulu ke bengkel untuk pengecekan lagi, takutnya ada kendala lainnya." jelasnya. "Bagaimana?"
Airin mengangguk. "Baiklah kalau begitu, tolong ya Bang!" pintanya.
"Baik Nona."
Lalu orang bengkel tersebut membawa motor Airin dengan menggunakan mobil pick up.
"Ayo aku antar kamu ke Kosan!" ajak Davin.
"Terimakasih Pak." ucap Airin mengangguk.
Davin dan Airin pun berjalan ke arah mobil yang terparkir tak jauh dari mereka, sesaat setelah keduanya masuk ke dalam mobil. Davin langsung melajukan mobilnya menuju ke Kosan Airin.
*****************************
Rumah Ray
Sementara itu, setelah selesai menenangkan anak-anaknya yang kembali rewel. Ray dan Zuy kembali ke arah kamarnya dan duduk di sofa berada di kamarnya sambil menyalakan televisi nya.
"Ray...."
"Iya sayangku, ada apa?"
"Kamu lebih baik istirahat dulu! Kamu juga pasti lelah karena seharian bekerja," tutur Zuy sembari mengusap pipi Ray.
Ray tersenyum sambil memegang tangan Zuy yang berada di pipinya itu.
"Nanti aja sayangku! Lagian rasa lelah ku juga sedari tadi sudah menghilang, setelah berada di dekat kalian bertiga yang paling aku sayangi dalam hidupku." ucap Ray dan di ciumnya tangan Zuy.
"Kamu ya! Selalu saja berucap kata manis," papar Zuy yang merona.
"Eiitz manis juga ucapan ku ini adalah kenyataan, sayangku. Kalau tidak percaya sayangku boleh merasakan dan memegangnya," ujar Ray mengarahkan tangan Zuy ke bawah.
"Hei, apa yang kamu lakukan Ray?" pekik Zuy.
"Oh salah ya?" Ray kembali mengangkat tangan Zuy dan menempelkannya di dadanya. "Maksud ku ini, sayangku bisa merasakannya kan kalau jantungku selalu berdegup kencang setiap berada di samping mu, sayangku."
Zuy pun menyunggingkan senyumnya karena ia benar-benar merasakan degup jantung Ray.
"Bagaimana sayangku, apa kamu merasakannya?"
Zuy mendongakkan kepalanya ke arah Ray sambil mengangguk.
"Iya aku merasakannya, bahkan aku juga sama seperti mu."
"Benarkah itu sayangku?" tanya Ray dengan senyum sumringahnya.
Zuy pun kembali menganggukkan kepalanya. "Tentu saja benar."
Mendengar itu, senyum sumringahnya pun berubah menjadi senyum jahilnya, Ray lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy.
"Berarti aku boleh dong memegang dan merasakannya?" bisik Ray menggoda.
"Tentu saja boleh...., eh tunggu sebentar! Apa maksudmu barusan Ray? Jangan bilang kalau sekarang pikiran mu lagi mesum?"
Seketika Ray terkekeh geli sembari mengangkat kedua alisnya, membuat Zuy mengerenyitkan keningnya.
"Tuh kan, dasar kamu ya benar-benar mesum!" seru Zuy.
"Bukan aku yang mesum sayangku, tapi pikiran dan bawahan ku yang selalu seperti itu, hahaha...." ujar Ray mencandai Zuy.
"Itu sama saja, Rayyan!"
Ray kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Zuy.
"Boleh ya sayangku? Masa si kembar terus. Bayi gedenya juga mau, sayangku." goda Ray.
Blush....
Wajah Zuy pun kembali memerah bahkan hampir keunguan karena godaan dari lelaki tampan di hadapannya itu.
"Rayyan, kamu bener-bener deh!"
*******************************
Amerika....
°Kediaman Maria.
Di kediaman Maria, pagi Archo nampak tengah menikmati secangkir kopi sembari berkutat dengan laptopnya. Lalu tiba-tiba ....
Ting Tong....
Suara bel pintu berbunyi dengan nyaring bahkan berulang-ulang. Sontak Archo pun segera bangkit dari posisinya dan berjalan menuju ke arah pintu. Setibanya, Archo segera membuka kunci pintu dan menarik daun pintunya. Saat pintu terbuka, mata Archo terbelalak melihat seorang pria dengan tubuh besarnya tersenyum ke arah Archo.
"Maaf, anda siapa ya?" tanya Archo dengan sopan.
Akan tetapi pria tersebut tidak berkata, justru ia malah mendekat ke arah Archo dan ....
Bugh!
Satu pukulan keras dari pria itu mendarat ke pipi Archo hingga tersungkur di lantai, nampak jelas sudut bibirnya terluka bahkan kacamatanya pun terlepas. Sesaat Archo bangkit dari posisinya dan langsung mencengkeram kuat kerah baju pria tersebut.
"B*stard! Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu memukul ku?"
"Sorry mister, saya hanya di suruh seseorang untuk memukul anda," ucap pria besar itu.
"Apa! Siapa yang menyuruh mu untuk memukul ku? Apa kalian sudah bosan hidup, hah!" sentak Archo sembari mengepalkan satu tangannya.
Saat Archo hendak melayangkan tinjunya ke arah orang itu, tiba-tiba ....
"Tunggu! Jangan pukul dia, Archo!" seru seseorang membuat Archo menghentikan aksinya.
Lalu kemudian pandangan Archo beralih ke arah suara tersebut.
"Hmmmmm...."
***Bersambung....
PS: Soal kalung berlian yang akan Daddy Michael berikan pada Baby Z, sebenarnya itu adalah kalung tanda dari keluarga Michael. Jika perempuan maka akan di berikan kalung berlian olehnya dan jika laki-laki maka akan di berikan jam mewah. Sama halnya seperti keluarga Vallery.
See You Next Time.... 😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... 😉✌😉✌