Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Salah Menilai..


__ADS_3

<<<<<


"Maaf Dokter Dimas dan Nyonya, tapi sebenarnya Mam Maria sudah bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu..!!"


"Apa kamu bilang..!!"


Lontar Dimas yang terkejut, "Benarkah yang anda katakan Tuan Archo?" sambung tanya Dimas.


Archo pun menganggukkan kepalanya, "Iya Dokter, beberapa waktu yang lalu Mam pernah datang ke kota ini untuk menyusul Kimberly, lalu tanpa sengaja Mam bertemu dengan Zuy bahkan sempat memeluknya. Mam yang menceritakannya padaku."


"La-lalu bagaimana reaksi Maria setelah bertemu dengannya?" tanya Bunda Artiana.


"Ya, Mam juga terkejut melihat wanita itu, karena wajahnya sangat mirip dengan Mam dan Kimberly. Mam juga sempat berharap dia itu anaknya. Akan tetapi ...," Archo pun terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Akan tetapi apa Nak?" tanya Bunda Artiana menatap lekat Archo.


Archo kembali mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Bunda Artiana dan Dimas.


"Akan tetapi sekarang Mam tidak mengharapkan bahwa wanita itu adalah anaknya, dan Mam malah membencinya," ujar Archo


"Kenapa seperti itu, bukankah perasaan Ibu lebih kuat terhadap anaknya, Bunda aja juga merasakan perasaan yang tidak biasa padanya," pekik Bunda Artiana


"Itu karena calon tunangan Kimberly, Mam mengira kalau Zuy adalah wanita pengganggu dan perusak hubungan antara Kimberly dan calon tunangannya," jelas Archo.


Mendengar itu Bunda Artiana langsung bangkit dari posisinya, "Apa..?! mana mungkin dia seperti itu, dia anak yang baik, bahkan dia pernah bilang pada Bunda kalau dia akan menikah. Maria telah salah menilainya.." cetus Bunda Artiana


"Hah?! jadi dia akan menikah?" batin Archo yang terkejut.


Dimas lalu memegang tangan Bunda Artiana, "Bunda, tenang Bunda..!!" titahnya.


Lalu Bunda Artiana menghela nafasnya dan kembali mendudukan dirinya di atas sofa.


"Maaf Nyonya, apa yang barusan anda katakan itu benar? bahwa Zuy akan menikah?" tanya Archo


Bunda Artiana pun menganggukkan kepalanya, "Iya benar, dia yang menceritakannya sendiri pada Bunda, dia juga bilang ke Bunda kalau dia akan mencari ibunya sebelum ia menikah," jelas Bunda Artiana.


"Siapa calon suaminya?" tanya Archo.


"Bunda tidak tahu, dia tidak memberitahu Bunda tentang calon suaminya itu," ujar Bunda Artiana, "Dan itu terbukti bahwa Maria itu salah menilai cucu Bunda," sambungnya.


"Nyonya.. maaf jika saya lancang, kenapa Nyonya sangat yakin kalau dia benar-benar cucu anda, Nyonya.." papar Archo.


"Itu karena wajahnya sangat mirip dengan Maria, dan lagi perasaan Bunda mengatakan bahwa dia adalah Cucu pertama Bunda," pekik Bunda Artiana.


Dimas lalu memegang pundak Bunda Artiana,


"Bunda..."


Bunda Artiana pun menoleh ke arah Dimas, "Dimas, perasaan Bunda tidak mungkin salah, walaupun Bunda belum punya bukti yang kuat, tapi Bunda percaya dan yakin sama perasaan Bunda ini.."


"Apa Nyonya ingin melakukan tes DNA untuk membuktikannya?" tanya Archo.


Mendengar pertanyaan Archo, Dimas dan Bunda Artiana menoleh ke arah Archo secara bersamaan.


"Tuan Archo, apa maksud pertanyaan anda itu?" tanya Dimas terkejut.


Archo kemudian merogoh saku jasnya, dan mengambil sebuah plastik klip dan memberikannya pada Dimas.


"Apa ini Tuan Archo?" tanya Dimas keheranan


"Itu rambut Mam Maria, Archo sengaja mengambil rambut itu dari sisir rambut yang Mam pakai...," ujar Archo, "Apakah bisa kita lakukan tes DNA dengan rambut milik Mam?" sambung tanya Archo.


"Tentu saja bisa Tuan Archo, tapi kita juga harus memiliki DNA dari wanita itu juga," ujar Dimas


"Ah, anda benar Dokter, saya tidak kepikiran sampai kesana," lirih Archo menyandarkan kepalanya.


Tiba-tiba Bunda Artiana beranjak dari tempat duduknya.


"Bunda mau kemana?" tanya Dimas


"Bunda ke kamar sebentar Dimas.." jawab Bunda Artiana, ia pun bergegas menuju ke kamarnya.


Tak lama kemudian, Bunda Artiana keluar dari kamarnya dan kembali menghampiri Dimas dan Archo, kemudian Bunda Artiana duduk di samping Archo.


"Apa itu Bunda?" tanya Dimas memandang kain bercorak yang di tangan Bunda Artiana.


"Oh ini.." Bunda Artiana lalu membuka ikatan kain tersebut.


Setelah terbuka, Bunda langsung menunjukkannya pada Dimas. Dimas pun terkejut saat mengetahui isi dari kain tersebut adalah....


"Rambut? rambut siapa itu Bunda?" tanya Dimas.


"Ini rambut milik Zuy," jawab Bunda Artiana


Dimas pun tercengang, "Kok Bunda bisa mendapatkan rambutnya?" tanya Dimas.


"Iya tentu saja bisa Dimas, saat ia memeluk Bunda, Bunda sengaja mengelus rambutnya, dari situ lah Bunda mendapatkan rambutnya itu dan menyimpannya," ujar Bunda Artiana, "Apa segitu cukup Dimas?" tanya Bunda Artiana.


Sesaat Dimas menghela nafas panjangnya, lalu kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Cukup Bunda, tentu saja cukup, nanti Dimas akan menghubungi teman Dimas," kata Dimas


"Terimakasih Dimas," ucap Bunda Artiana memeluk Dimas.


"Sama-sama Bunda.." balas Dimas.


Sesaat kemudian, Bunda Artiana melepaskan pelukannya dan beralih ke arah Archo, Bunda Artiana pun langsung memeluk Archo.


"Terimakasih banyak, kamu memang anak baik," ucap Bunda Artiana sembari menangis.


"Sama-sama Nyonya, asal Nyonya bahagia saya juga bahagia, semoga hasilnya seperti apa yang Nyonya harapkan," kata Archo membalas pelukan Bunda Artiana.


"Iya semoga saja..."


***********


Beberapa saat kemudian, setelah selesai liburan di pantai, Airin dan Davin pun sudah berada dalam perjalanan menuju arah pulang. Selama di perjalanan, Airin tak henti-hentinya terkekeh karena mengingat apa yang terjadi pada Davin waktu di pantai .


"Rin, senang banget ya kalau aku kesusahan.." pekik Davin

__ADS_1


"Hahaha, maaf Pak Davin, habisnya tadi itu lucu banget sih, kalian berdua di kejar-kejar wanita jadi-jadian.." ujar Airin sambil tertawa.


"Hah.. jangan mengingat hal itu lagi, membuatku jadi trauma saja, niatnya ingin menggoda cewe berbikini, eh gak tahunya malah Pria tulang lunak yang aku goda," gerutu Davin.


"Makanya Pak Davin, jangan sembarangan godain orang, kan jadi gini akhirnya.. Hahaha.."


Davin seketika menghela nafasnya, "Tapi aku benar-benar terimakasih lho, kalau bukan karena kamu yang ngusir tuh wanita jadi-jadian, pasti kita sudah di bawa tuh sama si wanita jadi-jadian itu," ucap Davin sembari menoleh ke arah Airin, ia pun tersenyum.


Flashback


Airin terus saja tertawa sambil merekam momen kocak Davin dan Shaka saat di kejar-kejar wanita jadi-jadian itu.


"Aduuh.. ini benar-benar lucu, coba kalau Zuy ada pasti dia juga ikut tertawa, hihihi.." ucap Airin, lalu...


"Hoe Rin.. bantuin aku usir wanita jadi-jadian ini," teriak Davin yang berlari menghampirinya.


Lalu Airin menaroh kembali hpnya di saku celananya, kemudian Airin menghadang kedua wanita jadi-jadian itu, sedangkan Davin dan Shaka bersembunyi di belakang Airin.


"Hei wanita, jangan halangi Eyke untuk mendapatkan si brondong tampan itu..." pekik salah satu Pria gemulay itu.


"Iya bener Sis, hei wanita cepat kau menyingkir, Eyke tidak ada urusan sama situ, urusan Eyke sama brondong berwajah mulus seperti prosotan itu," ujar salah satunya.


Airin pun menyunggingkan senyuman smirknya..


"Maaf wanita jadi-jadian ah maksudku wanita-wanita cantik, bukan aku mengecewakan kalian, tapi mereka berdua adalah teman-teman ku," ujar Airin


"Ya kalau mereka teman-temanmu, apa urusannya sama kite, ya gak jeng.." papar si Pria gemulay itu.


"Iya tuh, kite hanya ingin bersenang-senang dengan brondong-brondong itu.." pekik salah satunya.


Airin kemudian menyodorkan badannya ke arah kedua Pria gemulay itu.


"Justru aku temannya, jadi aku ingin memperingatkan kalian, bahwa kedua Pria yang di belakangku ini memiliki kebiasaan buruk.." ujar Airin


"Oh iya, apa kebiasaan buruk mereka, Eyke jadi penasaran.."


Lalu Airin merangkul pundak kedua Pria gemulay itu, kemudian ia membisikan sesuatu pada mereka, setelah itu...


"Iih.. yang bener cin?"


"Iya beneran, makanya aku kasih tahu kalian.." ujar Airin sambil mengangguk.


"Hiiiyy.. jijay amit-amit dah Eyke, ayo sis kita pergi dari sini," ajak Pria gemulay itu pada temannya.


Temannya pun menganggukkan kepalanya, lalu kemudian mereka pun langsung pergi menjauh dari Airin.


"Hahaha.. dasar si tulang lunak bodoh.." lalu Airin menoleh ke belakang, "Mereka sudah pergi, jadi kalian berdua tidak perlu bersembunyi di belakang ku lagi," pekiknya


"Terimakasih Rin, berkatmu aku jadi tertolong.." ucap Davin


"Terimakasih Nona, telah menolong saya," sambung Shaka.


"Iya sama-sama, asal nanti kalau ketemu lagi, jangan lupa traktir aku makan ya..!!" pinta Airin.


"Okey.." ucap Shaka, lalu tiba-tiba hp Shaka berdering, ia pun langsung menjawab panggilan tersebut, tak lama kemudian..


"Roveis, Nona Airin, sepertinya saya harus pergi.." kata Shaka


"Untukmu saja Roveis, aku gak mau kaya tadi lagi, di kejar-kejar pria tulang lunak," umpat Shaka, "Yaudah aku pergi dulu, Bye.." Shaka pun melenggang pergi meninggalkan Airin dan Davin.


"Lalu bagaimana sekarang, apa kita pulang?" tanya Airin


"Hmmm, kita main-main sebentar lagi saja," kata Davin


Airin pun mengangguk, "Baiklah Pak Davin.."


Flashback End


"Ya mau bagaimana lagi, cuma aku yang bisa ngusir mereka itu, Hahaha..," papar Airin dengan sombongnya.


Davin pun seketika memutar bola matanya dengan malas, lalu..


"Oh iya Rin, aku penasaran lho, tadi kamu bisikin apa ke para wanita jadi-jadian itu, sehingga mereka pergi?" tanya Davin penasaran


"Oh itu, sebenarnya aku kasih tahu ke mereka kalau Pak Davin dan Tuan Shaka suka kencingnya berdiri..," jelas Airin.


"Hah...!! serius kamu bilang begitu?" tanya Davin yang terkejut.


Airin pun mengangguk, "Serius Pak Davin, ngapain juga bohong."


Pffft..


"Hahaha.. ya ampun, kamu bener-bener deh Rin.."


"Hehehe.."


Mereka pun melanjutkan perjalanannya.


*************


Sementara itu di tempat lain..


Aries nampak keluar dari minimarket sambil membawa barang belanjaannya, lalu tiba-tiba..


Bruuugh


Ia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang, sehingga barang belanjaannya pun jatuh ke tanah.


"Ah, maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak sengaja," ucap seorang wanita yang menabrak Aries.


"Tidak apa-apa Nona, saya juga salah.." balas Aries sambil mengambil kantong belanjaannya.


"Tapi anda tidak apa-apa kan Tuan?" tanya wanita tersebut.


"Saya tidak apa-apa Nona, justru mungkin Nona yang terluka karena menabrak saya," ujar Aries


Wanita itu pun menggelengkan kepalanya, "Saya juga tidak apa-apa Tuan."


Aries pun tersenyum, "Oh Syukurlah kalau begitu, yaudah saya permisi dulu Nona, soalnya saya sudah di tunggu di Resto."

__ADS_1


"Oh, iya Tuan, sekali lagi saya minta maaf.." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


Kemudian Aries pun pergi meninggalkan wanita itu, sedangkan wanita itu terus menatap Aries yang sudah menjauh. Lalu...


"Manager Yiou, apa anda baik-baik saja?" tanya seseorang yang menghampiri wanita itu, dan ternyata wanita yang di tabrak Aries adalah Yiou.


"Oh Ayra, saya baik-baik saja.." jawab Yiou.


"Huh, aku pikir anda kenapa-napa, soalnya dari tadi melamun sambil melihat ke arah sana terus," kata Ayra (Asisten Yiou)


Yiou pun tersenyum, "Oh itu karena ..., ah buka apa-apa Ra, oh iya apa kamu sudah selesai dengan belanjaanmu?" tanya Yiou.


Ayra pun menganggukkan kepalanya, "Sudah Manager.."


"Yaudah, aku antar kamu pulang ke rumah dulu, setelah itu aku akan ke rumah keponakanku untuk menginap di sana," ujar Yiou.


"Kok menginap di rumah keponakan anda?" tanya Ayra


"Karena aku harus menemani Davin, soalnya keponakanku sedang pergi ke Swedia bersama istrinya ah bukan maksudku calon istrinya," jelas Yiou.


Lalu mereka pun berjalan menuju ke mobil Yiou yang di parkirkan di sisi jalan, sesampainya mereka pun masuk ke dalam mobil, kemudian Yiou pun menyalakan mobilnya. Sesaat setelahnya ia melajukan mobilnya menuju ke arah rumah Ayra.


**************


Tak terasa waktu cepat berlalu, di dalam Jet, Ray nampak sedang tertidur di sofa, sedangkan Zuy masih terbaring lemas akibat mabuk udara. Lalu...


Tok.. Tok.. Tok...


terdengar suara ketukan pintu, Ray langsung membuka matanya, kemudian ia pun berjalan menuju ke pintu. Sesampainya Ray membukakan pintunya.


"Tuan Rayyan.." sapa seorang pengawal Ray sambil membungkukkan badannya.


"Iya ada apa?" tanya Ray


Lalu pengawal tersebut mengangkat kepalanya, "Begini Tuan, tadi pilot berpesan, karena cuaca buruk akibat turun salju, terpaksa Jet kita harus Landing di bandara Arlanda, Stockholm Tuan dan sebentar lagi kita akan mendarat," jelasnya.


"Oh begitu ya.." lirih Ray


"Iya Tuan, maka dari itu, Tuan dan Nyonya harus bersiap-siap.."


"Baiklah saya mengerti, yaudah kau boleh kembali..!!" titah Ray


Pengawal itu pun membungkukkan badannya, kemudian pergi. Ray lalu menghampiri Zuy yang tengah tidur, kemudian Ray duduk di tepi ranjang sembari mengusap rambut Zuy.


"Sayangku, bangun yuk..!! Sebentar lagi kita akan sampai," ujar Ray, lalu ia mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Zuy.


Zuy pun perlahan membuka matanya yang sayu, lalu ia memandang ke arah Ray.


"Tuan Muda.." lirih Zuy.


"Ayo bangun sayangku, sebentar lagi kita sampai.." ujar Ray.


Lalu Zuy mengganti posisinya menjadi duduk menyandar, ia pun mengusap-ngusap matanya.


"Sayangku, apa sayangku sudah tidak apa-apa?" tanya Ray.


Zuy tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Sudah mendingan Tuan, tapi ...,"


"Tapi kenapa sayangku?" tanya Ray


"Dingin.."


"Oh, memang di sini cuacanya dingin sayang, apalagi sedang turun salju.."


"Apa..!! salju Tuan?" tanya Zuy yang terkejut.


"Iya sayangku, makanya ayo siap-siap.."


Zuy pun mengangguk, "Iya Tuan Muda, tapi Zuy ke kamar mandi sebentar,"


"Baiklah sayangku,"


Zuy langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan menuju ke kamar mandi, Tak lama kemudian ia pun keluar dari kamar mandi.


"Sayangku pakai ini ya, jangan sampai kedinginan," titah Ray sambil memakaikan Sweater pada Zuy.


"Terimakasih Tuan,"


"Iya sayangku.." balas Ray sambil mencubit hidung Zuy.


Beberapa menit kemudian, Jet mereka pun mendarat di Bandara Arlanda, Stockholm. Sesaat kemudian mereka pun keluar dari Jet tersebut. Setelah itu mereka masuk ke mobil yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Ray. satu mobil untuk Ray dan Zuy, dan mobil lainnya untuk pengawal Ray. Lalu mereka pun pergi dari Bandara Arlanda, menuju ke hotel.


Selama perjalanan menuju hotel, Zuy tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke arah kaca jendela mobil. tatapannya tertuju pada benda putih yang berada di sepanjang jalan.


"Sayangku..."


"Iya Tuan Muda.."


"Hmmmm, fokus banget ngeliatin pandangan luar, sampai aku di abaikan," gumam Ray.


Lalu Zuy menoleh ke arah Ray yang tengah cemberut karena di abaikan oleh Zuy.


"Aduuh, dasar Tuan Muda, Zuy cuma lagi heran aja, kenapa banyak benda putih seperti itu di sepanjang jalan, apakah itu limbah sabun?" tanya Zuy sambil menunjuk.


Mendengar pertanyaan Zuy, Ray langsung terkekeh dan membuat Zuy kebingungan.


"Kenapa anda tertawa Tuan Muda?"


Ray lalu menangkup pipi Zuy, "Sayangku, kamu lucu banget sih, lama-lama aku ingin memakanmu," goda Ray


"Tuan Muda, berhenti menggodaku..!!"


"Hahaha, iya maaf sayangku, sebenarnya itu bukan limbah sabun sayangku, tapi itu gumpalan Salju.." jelas Ray


"Hah..!! apa..?!"


**Bersambung..


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2