
<<<<<
Sontak Maria langsung mengerenyitkan keningnya karena mendengar celetukan Dimas.
"Apa kamu bilang! Di muntahkan? Tanpa bertaruh nyawa?"
Maria menatap tajam Dimas. "Dimas! Apa yang kamu katakan itu? Apa kamu kira Kakak melahirkan anak durhaka itu cuma di muntahkan tanpa taruhan nyawa, hah!" sambung sentaknya.
"Itu hanya kecurigaan Dimas saja, Kak" papar Dimas.
"Dimas, asal kamu tahu saja. Kakak melahirkan anak durhaka itu dengan taruhan nyawa Kakak, bahkan Kakak mengalami kesakitan yang amat sangat, berbeda dengan saat Kakak melahirkan Kimberly. Dan kamu bilang Kakak tidak mempertaruhkan nyawa Kakak? Kamu salah besar Dimas," sungut Maria.
"Ya maaf Kak kalau Dimas bilang seperti itu. Habisnya Kakak begitu bencinya terhadap Zuy sampai menyebutnya anak durhaka segala, jadi ya Dimas mengira kalau Kakak melahirkan Zuy hanya memuntahkannya saja," ucap Dimas.
"Kakak menyebutnya durhaka, ya kenyataannya dia memang anak durhaka."
Dimas pun mendesah. "Haaa.... Kak, sekarang Dimas tanya ke Kakak. Memangnya dari mana-nya Zuy durhaka sama Kakak? Padahal kan dari kecil hingga sekarang Zut tidak pernah mendapat kasih sayang dari Kakak, yang ada siksaan dari Kakak. Apa pantas anak yang tersiksa tanpa kasih sayang dari Kakak bisa di sebut anak durhaka?" cecarnya.
"Te-tentu saja dia pantas di sebut anak durhaka, karena dia tidak mau menuruti perintah ku," cetus Maria.
"Tidak menuruti perintah Kakak? Memangnya Kakak menyuruh Zuy untuk apa, sehingga Zuy tidak menurutinya? Apa jangan-jangan ini ada kaitannya dengan Tuan Muda, suami dari Zuy?" Dimas pun penasaran.
Maria mengangguk dan berkata, "Ya kamu benar Dimas, perintah Kakak memang ada kaitannya dengan Rayyan. Dan Perintah Kakak untuk si anak durhaka itu adalah meninggalkan dan memberikan Ray pada Kimberly. Namun si anak durhaka malah tidak mau menuruti perintah ku dan tetap mempertahankan Ray, itulah yang membuat Kakak marah dan menyebutnya sebagai anak durhaka."
Sontak membuat Dimas tersentak mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Maria.
"Kak Maria! Apa Kakak sudah tidak waras? Jelas saja Zuy tidak menurutinya, sebab perintah Kakak sangat konyol dan gila. Dan lagi mana ada seorang istri yang mau merelakan suaminya sendiri untuk di berikan pada orang lain, apalagi orang itu adalah adiknya sendiri," cetus Dimas.
"Ya apa salahnya jika dia mengalah untuk adiknya, Dimas. Asal kamu tahu saja, Ray itu adalah tunangan dari Kimberly, namun pada saat ia pindah ke kota ini dan bertemu dengan si anak durhaka itu, hati Ray berpaling ke si anak durhaka, dan dalam waktu singkat ia langsung mencampakkan Kimberly. Padahal pertunangan mereka hampir di depan mata, tapi ternyata gagal karena Ray sudah menikahi si anak durhaka, bahkan sekarang mereka sudah mempunyai anak. Dan siapa yang bersalah dalam hal ini? Tentunya si anak durhaka itu yang sudah merampas kebahagiaan Kimberly. Jika ia ingin balas dendam pada Kakak karena sudah meninggalkannya, harusnya langsung saja ke Kakak bukan ke Kimberly, Dimas. Kasihan Kimberly, hatinya masih rapuh untuk mendapatkan penghianatan dari Kakak serta orang yang di cintainya itu. Dan seandainya anak durhaka itu mau mengalah, mungkin Kakak akan lebih menyayangi nya dan menganggapnya sebagai anak." kata Maria dengan panjangnya, air matanya pun tak dapat di bendungnya.
Sehingga membuat Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kak, kalau menurut Dimas, Zuy tidak seperti itu. Dan Dimas juga mendengar dari seseorang bahwa Tuan Muda tidak pernah mencintai Kimberly. Orang yang di cintainya hanyalah Zuy pengasuh masa kecilnya itu," ujar Dimas.
"Hmmmm, pasti seseorang yang kamu maksud adalah Nana, iya kan?"
Dimas membalas dengan anggukan kecil saja.
"Dimas, kamu ini benar-benar bodoh! Jelaslah Nana berbicara seperti itu, karena ia selalu membela si anak durhaka. Walaupun si anak durhaka melakukan kesalahan besar pun tetap akan ia bela." pekik Maria.
"Sama halnya dengan Ka Maria, meskipun Kimberly melakukan kesalahan besar, Kakak terus saja membelanya," lontar Dimas.
"Dimas! Kamu ...."
"Kak, sebenarnya Dimas tahu apa yang terjadi pada Kimberly, dan Dimas juga perihatin atas apa yang di lakukan oleh Kimberly. Andai Kakak tahu, Dimas dan Bunda tidak pernah pilih kasih terhadap anak-anak Kakak. Kami sayang pada anak-anak Kakak, setiap saat kami selalu menanyakan kabar Kimberly lewat Tuan Archo. Meskipun kami tidak bisa berbincang dengannya, cukup mendengar kabarnya saja kami sudah senang Kak. Dan untuk Zuy, kenapa Bunda sering menyebut namanya dan begitu menyayanginya. Sebab Bunda merasa sangat bersalah padanya, tentunya Kakak tahu apa yang terjadi kan? Karena Kakak juga meninggalkan anak dan suami Kakak itu, demi Ayah dan Bunda yang pada waktu itu mengalami ancaman dari Mario Fuca, karena hutang Ayah padanya. Ya meskipun pada saat itu Dimas masih kecil dan tidak tahu apa-apa, tapi setelah mendengar cerita dari Bunda, Dimas jadi mengerti Kak, dan memang kesalahan ada pada orang tua kita. Andai saja Ayah dan Bunda tidak menentang keras hubungan Kakak dengan Kak Jordhan saat itu, juga tidak berhutang pada Mario, mungkin Zuy tidak akan jadi korbannya, Kak." lontar Dimas.
Seketika membuat Maria tertunduk diam dan pikirannya langsung tertuju pada masa lalunya itu, saat dimana ia rela meninggalkan anak dan suaminya demi orang tuanya, tangisnya pun kini pecah.
(Takutnya lupa, kisahnya sudah ada di episode 69. Mengakui putrimu sebagai anakku).
Melihat itu, Dimas lalu mendekat sembari memegang pundak Maria.
"Kak, maafin Dimas! Bukan maksud Dimas mengungkit dan mengingatkan Kakak tentang kejadian itu. Dimas hanya ingin Kakak merenungi nya kembali, bagaimana penderitaan Zuy saat itu, setelah di tinggalkan oleh Kakak dan tidak di akui keberadaannya oleh orang tua kita. Dan Dimas juga ingin Kakak berlaku adil terhadapnya, walaupun Kakak tidak pernah dan tidak ingin menyayanginya. Akan tetapi biarkanlah Zuy mendapatkan kebahagiaannya bersama Tuan Muda beserta anak-anaknya, dan jangan pernah sesekali Kakak mengusik ataupun mengganggu kebahagiaan mereka. Dimas mohon sama Kakak!" tutur Dimas sekaligus meminta pada Maria.
"Dim, sekarang kamu keluar! Kakak ingin istirahat." suruh Maria sembari menggerakkan tangannya.
Lalu Dimas segera bangkit dari posisinya dan melangkah keluar dari kamar Maria. Sesaat setelah Dimas keluar ....
"Dimas, kenapa kamu mengungkit kejadian itu lagi? Padahal aku sudah tidak ingin mengingatnya lagi, dan untuk Zoya, dia sekarang bukan Zoya yang aku rindukan dulu lagi, sekarang dia hanyalah anak durhaka yang selamanya tetap menjadi anak durhaka," tangis Maria sembari menutupi wajahnya.
****************************
Empat Bulan Kemudian....
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dari mulai detik, menit, jam, hari, minggu bahkan bulan. Dan kini bayi kembar, anak dari pasangan Ray dan Zuy sudah menginjak usia empat bulan.
Rumah Ray
Di pagi hari yang cerah dan waktu sudah menunjukkan pukul 08.15Am, Zuy nampak baru selesai memandikan kedua bayi kembarnya yaitu Baby R dan Baby Z. Sedangkan Ray dan Davin sudah sedari tadi berangkat ke Perusahaannya.
Setelah selesai mengeringkan tubuh keduanya, Zuy meletakkan si kembar di atas kasurnya dengan posisi tengkurap, kemudian Zuy memakaikan selimut untuk keduanya. Baby R memakai selimut berwarna abu dengan karakter gajah di kepalanya dan untuk Baby Z memakai selimut berwarna biru dengan karakter beruang di kepalanya.
"Sebelum sunbathing, Mamah foto kalian dulu ya! Untuk di kirim ke Daddy kalian, supaya Daddy kalian semangat kerjanya." ucap Zuy menoel pipi gembul si kembar.
Zuy lalu mengambil hpnya dan di sentuhnya icon kamera di hpnya, kemudian ia mengarahkannya ke si kembar.
"Baby R, Baby Z. Sini liat Mamah, sayang!" seru Zuy.
Seketika membuat si kembar langsung menolehkan kepalanya ke arah Zuy dan ....
Cekreek
Zuy pun memotret kedua anaknya. Setelah selesai, ia langsung melihat ke layar hpnya itu.
"Bagus! Ray pasti menyukainya," lirihnya.
Zuy lalu mendudukkan dirinya di atas kasur dekat si kembar, untuk memakaikan baju pada si kembar. Sesaat setelah selesai, Zuy kembali bangkit dari posisinya dan melangkah beberapa jarak untuk mengambil stroller-nya si kembar.
"Sayang, sekarang waktunya kita untuk sunbathing!" seru Zuy mengangkat tubuh Baby Z dan meletakkannya di stroller, begitu pula dengan Baby R.
Senyum khas Baby R dan Baby Z pun terukir di bibir keduanya sambil menggerakkan tangan dan kakinya, bahkan suara ocehan terdengar dari mulut Baby R.
"Aiiih gemesin banget sih anak-anak Mamah, pasti kalian berdua udah gak sabar ya ingin sunbathing." ucap Zuy sembari mendorong stroller-nya dan melangkah keluar dari kamarnya.
***************************
Perusahaan CV
°Ruang CEO
__ADS_1
Sementara itu, Ray sedang duduk di kursi kebesarannya dan nampak tangannya bergerak cepat menandatangani berkas yang berada di mejanya.
Sesaat kemudian Davin pun masuk ke dalam ruangan Ray.
"Tuan Ray, apa anda sudah siap? Sebentar lagi kita akan berangkat untuk menghadiri rapat di Perusahaan Madesta," seru Davin berjalan menghampiri Ray.
Sekilas ia melihat ke arah Davin dan beralih ke berkasnya kembali. "Iya Kak Davin, sebentar! Ray selesaikan ini dulu," balasnya.
Davin mengangguk patuh. "Baik Tuan Ray."
Lalu....
Kliiing....
Hp Ray yang berada di atas meja berbunyi, sontak membuat Ray menghentikan aktivitasnya dan beralih ke hpnya.
"Sayangku!" lirih Ray memandangi layar hpnya, dan ternyata chat dari pujaan hatinya.
Kemudian Ray membuka kunci dan menyentuh icon chat di hpnya.
[Chat]
My Beloved Wife ♥️
📲 Daddy tampan.... ✉️
📲 Yang semangat ya kerjanya! ;-*✉️
Blush....
Seketika wajah Ray langsung merona saat melihat foto kedua anaknya itu.
"Ya ampun anak-anak Daddy gemesin banget sih," batin Ray menutup wajahnya dengan satu tangan.
"Tuan Ray, ada apa? Kenapa wajah anda memerah begitu?" tanya Davin penasaran.
Ray memperlihatkan foto si kembar pada Davin, seketika membuat wajah glowing Davin memerah sama seperti Ray.
"Aaah imutnya kedua ponakan ku, bikin jantung uncle gak stabil," ucap Davin memegangi dadanya.
Sesaat Ray membalas chat yang di kirim oleh Zuy.
✉️Ganteng sama cantiknya Daddy udah pada mandi ya? 📲
📲Udah dong Dad. Sekarang kita lagi sunbathing nih. ✉️
✉️Duh, jadi pengen ikutan sunbathing bareng kalian.📲
📲 Boleh, tapi weekend nanti, :-D✉️
📲Hahaha.... :-P Euuum udah dulu ya Ray, sepertinya Baby R haus.✉️
✉️Oke sayangku, sekarang giliran anak-anak dulu, nanti malam baru jatahku, hahaha."
📲Huuumph.... Oke semangat ya Daddy tampannya anak-anak. I Love You. :-*✉️
✉️ Terimakasih sayangku, I Love You too. :-* :-* :-*📲
Chat pun berakhir.
Lalu Ray merapikan berkas yang sudah tanda tangannya, setelah itu ia pun bangkit dari posisinya.
"Ayo kita berangkat!" ajak Ray sembari memakai jas-nya.
"Baik Tuan Ray," balas Davin mengangguk.
Mereka berdua pun melenggang keluar dari ruangan tersebut.
...----------------...
Langit yang cerah pun kini telah menjadi gelap dengan taburan bintang-bintang, pertanda bahwa malam telah tiba.
Rumah Ray
Di dalam kamarnya, Zuy nampak tengah memberikan ASI-nya untuk Baby R sembari menimangnya, sedangkan Baby Z sudah tertidur pulas.
Sesaat Baby R pun tertidur, Zuy dengan perlahan menempatkan Baby R di box tidurnya samping Baby Z.
"Bobo nyenyak kesayangan Mamah," ucap Zuy, ia pun mencium pipi gembul kedua anaknya itu.
Sementara itu, nampak mobil Ray memasuki halaman rumahnya, setelah mobil berhenti, seorang pengawal pun membuka pintu mobilnya untuk Ray dan Davin. Lalu Davin memberikan kunci mobilnya ke pengawalnya itu.
"Tolong ya!" pinta Davin dan di balas anggukan oleh pengawalnya.
Setelah itu, Davin berjalan menyusul Ray yang sudah melangkah duluan. Saat sudah berada di dalam rumahnya, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk bebersih dan istirahat.
Di depan kamarnya, Ray perlahan membuka pintunya dan masuk.
"Sayangku...." lirih Ray.
Zuy yang sedang duduk di atas ranjangnya pun langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar suara Ray.
"Ray! Selamat datang...." sambut Zuy bangkit dari posisinya.
Ray tiba-tiba membelalakkan matanya sambil menelan salivanya karena terpukau melihat Zuy mengenakan baju tidur model kimono berwarna biru dengan panjang selutut dan belahan Squishy yang terlihat sempurna.
"Ray...." tegur Zuy menepuk pundaknya.
__ADS_1
Sontak membuat Ray tersadar. "Ah, iya sayangku."
"Pasti pikirannya mulai mesum lagi nih, gara-gara Zuy pakai baju tidur ini," gumam Zuy.
"Sayangku tahu aja nih," Ray mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy. "Tapi malam ini kamu benar-benar sangat menggoda sayangku," sambung bisiknya.
"Rayyan...."
"Hahaha.... Maaf sayangku! Oh iya apa anak-anak udah tidur?" tanya Ray
"Mereka udah pada tidur Ray," jawab Zuy.
"Ya sayang sekali, padahal aku kangen sama mereka," Ray nampak kecewa.
"Ya mau gimana lagi, ini kan udah malam, Ray."
Lalu Ray mengeluarkan buket coklat dan boneka bear dari belakang tubuhnya dan menyodorkannya ke arah Zuy membuat Zuy terperangah.
"Hmmmm...."
"Untukmu sayangku." ujar Ray.
Seketika Zuy mengembangkan senyumnya dan mengambil buket itu dari tangan Ray.
"Terimakasih Ray," ucap Zuy.
"Masa cuma terimakasih," gumam Ray mengerucutkan bibirnya.
"Oh, jadi kamu maunya lebih dari terimakasih?"
Tiba-tiba Zuy menarik jas Ray menuju ke tempat tidurnya, kemudian Zuy mendorong pelan tubuh Ray hingga terjatuh di atas kasur, sontak membuat Ray terkejut sekaligus keheranan.
"Sayangku, apa yang ingin kamu lakukan padaku?"
"Katanya ingin lebih dari sekedar ucapan terimakasih," ujar Zuy mencondongkan tubuhnya ke arah Ray.
Melihat itu Ray pun langsung menyunggingkan senyuman di wajah tampannya itu. Kemudian ia menarik tangan Zuy, sehingga Zuy terjatuh tepat di atas dadanya. Ray lalu mendekap tubuh Zuy dan mengganti posisinya menjadi di atas Zuy.
"Sayangku kamu sudah mulai nakal ya! Baiklah karena sudah begini, geoduck punya ku pun sudah aktif, maka aku tidak akan mengampuni mu, sayangku. Bersiaplah mendapatkan fanservice terbaik ku," kata Ray menyatukan caping hidung mereka berdua.
Setelah itu .... (Skip hula-hula uhuknya Misteri ranjang bergoyang.... Wkwkwk.)
Tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari anaknya, sontak membuat mereka menghentikan aktivitasnya yang baru saja selesai. Zuy pun segera merapikan bajunya, lalu mereka berdua melangkah menuju ke kamar si kembar yang terhubung dengan kamarnya itu, dan yang menangis adalah Baby Z.
Zuy lalu mengangkat tubuh Baby Z dan membaringkannya di atas kasur untuk memeriksanya, dan ternyata tangisnya Baby Z di karenakan lapar lagi. Zuy pun membaringkan tubuhnya di samping Baby Z sembari menyusuinya.
"Nampaknya sifat mereka berdua menurun dari Kak Davin deh," gumam Ray.
"Hmmmm, menurun dari Pak Davin?" lirih Zuy kebingungan.
Ray mengangguk. "Iya sayangku, soalnya di saat kita lagi bermesraan pasti ada aja salah satu dari mereka ada yang menangis. Sama seperti Kak Davin yang suka nyelonong tanpa permisi," celetuknya.
Sontak membuat Zuy terkekeh geli saat mendengar perkataan Ray.
"Hihihi.... Kamu ini ada-ada aja, Rayyan."
Ray lalu mendekatkan wajahnya ke arah Baby Z.
"Cantiknya Daddy, lain kali kalau mau nangis nunggu Daddy-nya puas dulu main sama Mamah ya!" ucap Ray, ia pun mencium gemas pipi Baby Z membuat Baby Z terusik dan menangis kembali.
"Rayyan! Kebiasaan deh kalau anaknya lagi minum suka di ganggu," pekik Zuy.
"Habisnya mereka gemesin banget sih sama seperti sayangku ini," ujar Ray mencium pipi Zuy.
"Hmmmm, dasar kamu ya! Sudah kamu bebersih dulu sana!"
"Baiklah sayangku yang cantik," patuh Ray.
Ia pun bangkit dari posisinya dan melangkah menuju ke kamarnya, saat di ambang pintu Ray menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya kembali ke arah Zuy.
"Sayangku, nanti kalau anak-anak tertidur pulas, kita lanjutkan lagi mainnya ya!" goda Ray.
"Rayyan...."
*************************
Dua hari kemudian....
Zuy nampak berada di Supermarket bersama dengan kedua anaknya serta Bu Ima.
Tentunya Zuy terlebih dahulu meminta izin pada Ray dan Ray juga mengizinkan pujaan hatinya itu dengan syarat harus membawa beberapa pengawal untuk melindunginya dan kedua anaknya itu. Tanpa pikir panjang Zuy pun langsung menyetujuinya.
Di saat Zuy dan Bu Ima sedang memilih buah-buahan yang berada di supermarket itu, tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Zuy dan Bu Ima.
"Akhirnya setelah sekian lama, aku bertemu lagi dengan mu, Zuy." ucapnya.
Mendengar namanya di sebut, sontak membuat Zuy memalingkan wajahnya ke arah laki-laki tersebut.
"Ka-kamu!"
****Bersambung....
Image: Google Chrome
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌😉✌
__ADS_1