
💞 " Tak peduli semua Wanita mendekatiku, Tak peduli Semua melarangku, Tak peduli jika langit dan Bumi tidak mendukungku, Tak peduli siapa kamu sebenarnya, Hatiku telah memilihmu Untuk menjadi Permaisuriku, karena Cintaku Untuk Pengasuhku seorang... " 💞
<<<<
"Tadi Tante bilang padaku kalau kamu sedang terluka dan perasaanmu sedang buruk," ujar Aries
"Aku sudah tidak apa-apa, tapi jangan seperti ini kak!" Zuy mencoba melepaskan pelukan Aries.
Lalu tiba-tiba seseorang datang.
"Zuy...!!"
Zuy dan Aries pun menoleh ke arah suara seorang tersebut, ternyata Airin yang datang.
"A-Airin.." lirih Zuy.
"Apa yang kalian lakukan?!!" tanya Airin.
Zuy langsung melepaskan pelukan Aries.
"Eummm, itu.. aku.. anu," Zuy gugup karena bingung menjelaskan ke Airin.
"Tadi Zuy mau jatuh Rin, lalu aku menariknya dan gak sengaja jadi seperti pelukan, hehehe.." Aries pun terpaksa berbohong.
Airin menatap keduanya, membuat Zuy dan Aries berkeringat, namun pada akhirnya ia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh begitu ya! Aku pikir kalian ngapain," ujar Airin
"Hahaha iya seperti itu. Emm, ada apa kamu datang kesin, Rin?!!" tanya Zuy.
"Ya ampun! Zuy, aku kesini karena khawatir dengan kamu," jawab Airin.
Zuy tersenyum dan memeluk Airin.
"Aah, kamu memang sahabat terbaik," ucap Zuy.
"Zuy...." panggil Aries.
Zuy dan Airin pun menoleh ke arah Aries.
"Iya Kak."
"Emm, untuk yang barusan kakak minta maaf ya!" ucap Aries.
"Iya tidak apa-apa kak," kata Zuy sambil melepaskan pelukannya ke Airin.
Lalu kemudian.....
Tiin.... Tiiin... (Suara klakson mobil)
Zuy dan yang lainnya pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah mobil tersebut.
"Siapa yang datang Zuy?!!" tanya Airin.
"Hmmm, aku gak tau Rin. Tapi tunggu! Itu seperti mobilnya ...," ujar Zuy.
Dua orang pun lalu turun dari mobil tersebut.
"Zuy itu bukannya Tuan Bos, tapi sama siapa dia?!!" tanya Airin seraya mengernyit.
"Oh dia itu Kimberly Fuca.." jawab Zuy
"A-Apa!! Ki-Kimberly Fuca!" Airin terkejut hingga terbata-bata.
Lalu Ray dan Kimberly pun menghampiri Zuy.
"Kak Zuy, bagimana keadaanmu?!!" tanya Ray seraya memegang bahu Zuy.
"Aku baik-baik saja Tuan," jawab Zuy.
"Hai Zuy.." sapa Kimberly.
Zuy menoleh ke Kimberly.
"Ah, h-hai juga.." sahut Zuy gugup.
Lalu....
"A-anda beneran Miss Kimberly?!! tanya Airin.
Kimberly tersenyum dan mengangguk.
"Iya betul sekali, siapa namamu?!!" tanya balik Kimberly sambil mengulurkan tangan.
"Namaku Airin, Miss." jelas Airin menjabat tangan Kimberly.
"Oh, salam kenal Rin." balas Kimberly.
Sedangkan Aries terdiam seraya memandangi Kimberly.
"Hmmmm, ternyata dia yang bernama Kimberly? Tapi di lihat dari manapun wajahnya memang mirip sekali dengan Zuy." gumam Aries di dalam hati.
Kimberly melihat ke arah Aries.
"Lalu anda siapa?!!" tanyanya.
Aries pun tersadar sembari mengerjapkan matanya.
"Aah maaf! Nama saya Aries Gilfan, panggil saja Aries!" jawab Aries
Kimberly manggut-manggut.
"Oh, salam kenal," ucapnya sambil melepaskan kacamatanya.
"Waah anda benar-benar cantik.." Airin memuji Kimberly.
"Thank you, euum apa kita akan berdiri di sini terus?!!" lontar Kimberly.
Aries yang melihat Zuy melamun pun langsung menepuk pundak Zuy.
"Zuy, Zuy!"
Zuy pun tersadar. "Aah maaf semuanya, a-ayo masuk!! " ajaknya sambil membukakan pintu rumahnya.
Lalu mereka masuk ke rumah Zuy. Namun Zuy kembali terdiam, melihat itu Aries menghampiri Zuy.
"Zuy apa kau baik-baik saja?!!" tanya Aries.
Zuy menoleh. "Aah, kenapa kak? Aku gak apa-apa kok. Ayo kita masuk Kak!"
Aries dan Zuy segera masuk ke dalam.
"Silahkan duduk..!! Tunggu sebentar ya, Zuy bikinin minum dulu." kata Zuy.
"Biar aku saja yang bikin," tawar Ray dan Aries barengan.
__ADS_1
Zuy dan yang lainnya pun di buat terkejut oleh Aries dan Ray.
"Situasi apa ini? Ada dua pangeran menginginkan perhatian dari sang putri," batin Airin menggerakkan bola matanya ke arah Ray dan Aries secara bergiliran.
Sedangkan Kimberly, dia malah memasang wajah masam.
"Ciih! Ay kenapa perhatian sekali dengan Zuy? ini membuatku sangat tidak nyaman," gumam Kimberly di dalam hati.
"Huu.... Kak Aries, Tuan Muda, kalian berdua duduk saja dengan tenang ya!" suruh Zuy.
Zuy pun berjalan menuju dapur walau agak sedikit pincang, melihat itu Ray mendekat ke Airin.
"Rin, kamu susul Zuy ya..!!" bisik Ray.
"Baik Tuan Bos," Airin menurut kemudian menyusul Zuy ke dapur.
"Ay, apa yang kau bicarakan padanya sampai berbisik seperti itu?!!" tanya Kimberly.
"Hmmm, bukan apa-apa.." balas Ray kemudian beralih ke arah Aries. "Oh iya Kak Aries bagaimana kabarnya?!!"
Ray mengulurkan tangannya ke Aries.
"Kabarku baik-baik saja, Tuan," jawab Aries membalas uluran tangan Ray.
Selepas itu mereka berdua kembali terdiam. Lalu....
"Panas Ay.." lirih Kimberly mengipas wajahnya dengan tangannya.
Ray melirik tajam ke Kimberly, sehingga membuat Kimberly kembali terdiam.
Sementara yang di dapur.....
Zuy menyiapkan minuman untuk para tamu yang di depan, namun tiba-tiba..
Aaaaah....
"Kenapa kakiku terasa perih sekali? Apa lukanya terbuka lagi?" rintih Zuy memegang kakinya.
Airin yang melihat pun langsung menghampiri Zuy dan bertanya, "Kamu kenapa Zuy? Apa kaki kamu sakit lagi?!!"
"Iya Rin, mungkin lukanya terbuka lagi," ujar Zuy.
"Pantas saja tadi Tuan Bos khawatir dan menyuruh ku menyusulnya. Hmmm, aku curiga kalau Tuan Bos memang punya rasa sama Zuy," batin Airin sembari melihat ke arah kaki Zuy.
"Rin...." tegur Zuy.
Airin pun menengadah. "Ah, iya Zuy."
"Aku sudah tidak apa-apa, Rin. Aku mau nganter minuman dulu ya," ujar Zuy membawa nampannya.
"Emmm, sini biar aku aja! Lebih baik kamu temeni mereka ya!" tutur Airin.
"Tapi...."
Airin mengambil nampan dari tangan Zuy lalu meletakkannya di meja. Setelah itu ia pun memapah Zuy menuju ruang tamu.
"Duh Airin, gak usah di papah gini!" pekik Zuy, Airin pun tidak memperdulikan ucapan Zuy, ia terus memapah Zuy sampai ruang tamu.
Sesampainya, Ray dan Aries terkejut melihat Airin memapah Zuy.
"Rin apa yang terjadi dengan Zuy?!!" tanya Ray
"Kakinya sakit lagi." jawab Airin,
Seketika Ray dan Aries langsung bangkit dari duduknya dan mendekat ke Airin dan Zuy.
"Zuy, apa kamu baik-baik saja? Mana yang sakit? Sini biar kakak liat!" sambung Aries.
Lalu....
"Aduh, Tuan-Tuan mohon duduk yang tenang ya!" cetus Airin.
Kimberly lalu menarik tangan Ray. "Ay, kamu ngapain sih, ayo sini duduk dekatku!"
"Nah Zuy kamu duduk di sini ya! Aku ambilkan minum," tutur Airin, lalu ia pun kembali ke arah dapur.
"Kak, apa gak sebaiknya periksa ke dokter! Takutnya infeksi," tutur Ray.
"Gak apa-apa Tuan Muda, nanti juga sembuh. Ya mungkin ini karena lukanya terbuka jadi sedikit sakit." jelas Zuy
"Benar tidak apa-apa Zuy? apa mau Kakak antar periksa?!!" tawar Aries.
" Gak usah Kak!" Zuy menggeleng. "Emm, oh iya Kak boleh aku minta tolong?!"
"Hmmm, minta tolong apa Zuy?" tanya Aries.
"Tolong pesankan makanan yang di Resto ya!" pinta Zuy.
"Oke, kalau gitu aku akan pesankan sekarang!"
Aries pun mengambil Hpnya dan menelpon orang Resto untuk membawakan makanan.
Lalu Airin datang membawa minuman untuk mereka.
"Ini minumannya udah siap, silahkan di minum!"
"Maaf ya Rin jadi ngerepotin, harusnya kan aku yang layani kalian," ucap Zuy.
"Santai aja Zuy," balas Airin.
"Kim, tadi kamu udah janji kan mau minta maaf," bisik Ray ke Kimberly
"Iya Ay, Kim gak akan ingkar janji." ucap Kimberly.
"Bagus!"
Sesaat Kimberly pun menghampiri Zuy.
"Zuy.." tegur Kimberly
"Hmmm..." sahut Zuy menoleh ke Kimberly.
"I apologize for what I said before! aku benar-benar sudah menyakiti perasaanmu," ucap Kimberly sambil memegang tangan Zuy.
" Ya tidak apa-apa, Miss. Aku yang terlalu sensitif mungkin," ujar Zuy.
"Tapi aku benar-benar Menyesal Zuy, tanpa pikir panjang aku mengucapkan kata itu," ujar Kimberly
"Udah tidak apa-apa Miss Kimberly, lagian Zuy juga sudah lupa, jadi Miss Kimberly tidak perlu merasa gak enak gitu ya!" tutur Zuy.
"Kamu memang baik Zuy, oh iya untuk menebus kesalahanku, kamu katanya ngefans sama My Mam, Kim akan menghubungi My Mam.." kata Kimberly mengeluarkan Hpnya dan menghubungi Maria lewat Vidcall
"Hah..!! ta-tapi Miss Kimberly aku.." Zuy pun nampak terkejut mendengar Kimberly ingin menelpon Ibunya.
"Ada apa Tuan Bos?!!" tanya Airin kebingungan.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa kok.." jawab Ray
"Ooh.." Lirih Airin,
[Vidcall..]
📱"Nah udah nyambung, Hello Mam," Kimberly menelpon Maria
📱"Kim, itu kamu sayang, ah Mam kangen banget sama kamu, kamu dimana sekarang?!! " tanya Maria
📱"Kim lagi dirumah Zuy Mam.."jawab Kimberly
📱"Zuy? Siapa dia Kim?!!" tanya Maria.
📱"Ceritanya panjang, oh iya Mam ada yang mau ngomong sama Mam, katanya dia ngefans sama Mam," ujar Kimberly
📱"Oh iya? Lalu mana yang ngefans sama Mam itu? Mam akan sapa dia."
"Sebentar Mam! Zuy ini my Mam mau ngomong.." kata Kimberly menyerahkan Hpnya
"Ta-tapi Miss Kimberly, A-aku belum siap.." Zuy sangat gugup
"Ck, udah ayo ngomong sama My Mam! Kapan lagi bisa bertatapan dengannya walau lewat Video call, nih!" Kimberly Menyerahkan Hpnya ke Zuy.
Lalu Zuy pun mengambil Hp Kimberly dengan tangan gemetar, kemudian Zuy mengarahkan pandangannya ke layar hp milik Kimberly.
📱"Ha-Halo Mrs Maria," sapa Zuy dengan gemetar karena gugup
📱"Ah iya, Sebentar ya.." ucap Maria.
Lalu Maria menoleh ke arah layar hp kembali, sontak Maria terkejut melihat Wajah Zuy.
Takkk....
Seketika Maria langsung menjatuhkan Hpny.
📱"Ha-halo Mrs. apa anda baik-baik saja?!! " tanya Zuy,
"Ada apa Zuy?!!" tanya Kimberly
"Aku gak tau Miss Kimberly, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh.." jawab Zuy menyerahkan Hp Kimberly
📱"Hello Mam, are You alright?!! Apa yang terjadi?!! " tanya Kimberly dengan cemasnya.
📱"Iya Kim, Mam baik-baik saja. Mam hanya kaget melihatnya," ujar Maria. "Eumm, lalu mana dia?!!"
"Ini Zuy Mam mau ngomong lagi.." kata Kimberly memberikan hpnya ke Zuy.
📱"Iya Mrs Maria.."
📱"Siapa namamu?!!" tanya Maria
📱"Saya Zoey Lestari, panggil saja Zuy! Dan saya sangat mengidolakan anda Mrs Maria," jawab Zuy.
Maria pun tertegun melihat Wajah Zuy yang sangat mirip dengan dirinya.
📱"Halo Mrs.Maria..."
📱"Aah maaf, berapa usia mu?!! tanya Mrs Maria
📱"Hmmm, usia ku bulan depan udah 29 tahun, ada apa Mrs Maria?!! " tanya balik Zuy
📱"Tidak apa-apa, senang bisa mengobrol denganmu, Zuy. Tapi sayangnya harus di akhiri, karena saya ada urusan penting. Euuum, nanti kita sambung lagi ya!" kata Maria.
"Iya Mrs Maria."
Lalu telpon pun di tutup..
"Miss Kimberly ini Hpnya! Eemmm, terimakasih banyak," ucap Zuy
"Ooh, Iya sama-sama.."
Tak berapa lama kemudian, makanan yang di pesan Aries pun datang, mereka pun langsung memakannya, setelah beberapa lama mereka di Rumah Zuy, Akhirnya mereka pun berpamitan pulang..
"Kak, kalau kaki kakak masih sakit, besok kakak izin aja," kata Ray
"Tuan Muda tenang aja Zuy kuat kok," ucap Zuy
"Yaudah aku pulang dulu ya," pamit Ray
"Iya Tuan Muda dan Mrs Kimberly, hati2 di jalan.." kata Zuy, Lalu mereka pun Pergi.
"Nah Zuy Kakak juga pulang ya, Rin titip Zuy ya," ucap Aries
"Siap Tuan.." kata Airin .
"Aah iya kakak juga hati-hati, salam buat Bi Nana," ucap Zuy,
Lalu Aries pun juga pergi meninggalkan rumah Zuy.
"Ayo masuk..!!" ajak Zuy..
"Oke.."
*****
*Sementara itu di Rumah Mrs Maria.
Setelah melihat wajah Zuy, Maria pun terus kepikiran.. Maria pun Mengambil Fotonya yang dulu, ketika ia sedang menggendong Zuy waktu Bayi.
"Siapa dia? Kenapa perasaanku begini setelah melihat wajahnya. Apa dia Zoya anakku? kalau benar, Mam tidak akan melepaskanmu Zoya, Mam benar-benar sangat ingin bertemu denganmu, pokoknya aku harus kesana untuk memastikannya," ucap Maria sambil melihat Foto Zuy.
*****
Rumah Pak Randy.
Setelah beberapa saat, Aries pun Akhirnya sampai ke Rumah, ia memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke rumah.
"Aku pulang...!!"
"Oh Aries, gimana keadaan Zuy apa sudah membaik?!!" tanya Bi Nana sambil membersihkan meja makan
"Keadaannya membaik sudah Tan," jawab Aries
"Tadi kamu pesan makanan di Resto ya? Memangnya ada yang datang ke rumah Zuy?!!" tanya Bi Nana
"Oh, Iya tadi Airin sama atasan Zuy, lalu Kimberly Fuca, Tan." jawab Aries.
"Apa! Kimberly Fuca?" Bi Nana terkejut mendengar jawaban Aries
Aries mengangguk. "Iya Kimberly Fuca. Dia ternyata baik Tan, Tante kan tau Zuy sangat mengidolakan Mrs Maria, tadi Kimberly menyuruh Zuy untuk mengobrol dengan Mrs Maria lewat Video Call.." jelasnya.
"Apa kamu bilang?" Bi Nana semakin terkejut, lalu...
Kraaak..
__ADS_1
***Bersambung....