
<<<<<
"Daddy Mam, dia sekarat.." jelas Archo.
Lalu tiba-tiba....
Praaaaaaang...
Mendengar suara gaduh, Maria dan Archo pun langsung melihat ke arah belakang, dan ternyata..
"Kimberly...!!!"
Maria langsung beranjak dan menghampiri Kimberly yang sedang berdiri, namun badannya terlihat sangat gemetaran nampak ia sangat terkejut mendengar pembicaraan Archo dan Maria.
"Kimberly sayang, sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Maria sambil mengelus kepala Kimberly.
Kimberly langsung menjatuhkan dirinya di lantai dengan posisi duduk.
"Kenapa, kenapa, kenapa kalian menyembunyikan ini semua, apa yang terjadi sebenarnya dengan Daddy?"
"Kimberly ayo bangun sayang, jangan seperti ini! ayo kita duduk di sana, nanti kami jelasin semuanya!" kata Maria sambil memegang tangan Kimberly.
Namun Kimberly langsung menepis tangan Maria, ia langsung tertunduk diam dan menangis.
"Kimberly.." lirih Maria
Archo yang melihatnya pun langsung menghampiri mereka, ia lalu berlutut di depan Kimberly.
"Kimberly, biar aku yang menjelaskan semuanya ya, ayo berdiri dan kita duduk di sofa..!" ajak Archo sambil mengulurkan tangannya.
Kimberly lalu menganggukkan kepalanya, ia pun membalas uluran tangan Archo, Archo langsung berdiri dan menarik tangan Kimberly agar Kimberly bangun dari posisinya. Setelah Kimberly berdiri, Archo langsung memapah Kimberly menuju ke sofa. Setelah sampai mereka pun langsung duduk di sofa tersebut.
"Srkarang tolong jelaskan pada Kim, apa yang terjadi pada Daddy?" titah Kimberly, "Dan lagi bukankah kalian ke Paris untuk mengurus Perusahaan milik Grandpa," sergahnya.
Archo lalu melihat ke arah Maria, Maria pun langsung menganggukkan kepalanya, seakan memberikan Isyarat pada Archo agar dia menceritakan keadaan Daddy nya. Archo pun menghela nafasnya dan kembali melihat ke Kimberly.
"Huuu.. begini Kimberly, kita memang ke Paris untuk mengurus Perusahaan Grandpa, dan lagi untuk membawa Daddy berobat di sana, itu permintaan dari Daddy Kim," jelas Archo.
"Lalu penyakit apa yang di derita Daddy, sehingga dia sampai harus di rawat di Paris?" tanya Kimberly
"Sebenarnya Daddy mengidap penyakit Komplikasi, riwayat jantung dan juga tumor otak, dan dia sudah di rawat di rumah sakit, sudah hampir 2 bulan sejak kita berada di Paris," jelas Archo
Kimberly langsung terkejut mendengar penjelasan dari Archo. sorot matanya pun berubah, dan air matanya langsung mengalir kembali.
Hiks...
"Tidak mungkin, kenapa kalian tidak memberitahu soal ini, kalian tega menyembunyikan semuanya dari Kim, Kim juga anak dari Daddy, jadi Kim berhak tahu semuanya," sergah Kimberly sambil menangis.
"Kim, Daddy yang menyuruh kami untuk tidak memberitahu keadaannya pada kamu Kim, Dia tidak mau mengganggu mu Kim, dia ingin kamu fokus pada kerjamu, dan tidak ingin membuatmu banyak pikiran," ungkap Archo
"Benar apa yang di katakan Archo sayang, maafin Mam tapi ini semua kami lakukan demi kebaikanmu, sesuai permintaan Daddy mu, karena dia sangat menyayangimu Kim," ujar Maria.
"Lalu sekarang keadaan Daddy bagaimana, sekilas Kimberly mendengar kalau Daddy lagi sekarat, apa itu benar?" Kimberly pun kembali bertanya.
Archo dan Maria langsung terdiam, mereka saling melihat satu sama lain, mereka bingung mau menjawab pertanyaan Kimberly, mereka takut Kimberly akan semakin Syok.
Melihat Archo dan Maria hanya terdiam dan saling melihat, Kimberly pun langsung berdiri, dan kemudian...
Braaaak
Kimberly memukul keras meja yang di depannya, sontak membuat Maria dan Archo kaget.
"Kimberly.." lirih Maria sambil mengelus dadanya.
"Kenapa, kenapa kalian malah diam dan saling melihat seperti itu, jawab pertanyaan Kimberly," bentak Kimberly.
"Baiklah kami akan menjawabnya sekarang, tapi kamu harus tenang dulu, iya tadi Archo di telpon oleh asisten yang menjaga Daddy, dia mengatakan kalau Daddy sedang sekarat, dan kita di minta untuk ke Paris," ungkap Archo
Deeeg
Kimberly pun langsung pingsan mendengar perkataan Archo, sontak membuat Maria dan Archo terkejut.
"Kimberly, Kimberly bangun sayang..!!" Maria menepuk pelan pipi Kimberly supaya bangun.
"Mam lebih baik kita bawa ke kamarnya, biar Archo yang menggendongnya, Mam lebih baik telpon Dokternya Kimberly," kata Archo.
Lalu ia menggendong Kimberly dan langsung membawanya ke kamar. Sedangkan Maria menelpon Dokternya Kimberly.
__ADS_1
*****
^Perusahaan Cv
Β°Ruangan Ceo
"Kak Zuy tunggu, aku udah tau siapa orang yang menyirammu waktu itu," jelas Ray, lalu Zuy langsung berbalik ke arah Ray.
"Apa...!!!"
Ray lalu beranjak dari tempat duduknya, ia pun menghampiri Zuy.
"Iya Kak, dan sekarang mereka sedang dalam pencarian," jelas Ray.
"Tu-Tuan Muda, apa anda punya buktinya?" tanya Zuy, "Aku gak mau kalau sampai Tuan Muda salah orang," imbuhnya.
"Tentu saja Kak, Ray punya buktinya, Kakak duduk dulu ya..!!" suruh Ray.
Zuy lalu duduk di sofa, sedangkan Ray mengambil Laptopnya, setelah itu ia langsung memutarkan Video tersebut dan memperlihatkannya kepada Zuy.
Ray lalu duduk di samping Zuy, "Kak, apa Kakak kenal dengan mereka atau Kakak pernah bersinggungan dengan mereka?" tanya Ray
Zuy langsung menoleh ke arah Ray dan berkata, "Zuy gak kenal dengan mereka ataupun bersinggungan dengan mereka, tapi kenapa mereka bisa sejahat itu pada Zuy."
"Hmmmm kalau kakak gak kenal mereka, berarti dugaan Ray benar, ada dalang di balik semua ini, apa mungkin mereka di suruh seseorang untuk menjahati Kakak. Kak Zuy coba lihat deh, wanita yang di belakang orang-orang ini, Ray curiga sama orang ini," ujar Ray sambil menunjuk-nunjuk ke arah layar laptop.
Zuy pun langsung melihat dan memperhatikan apa yang di tunjukan Ray. Setelah di perhatikan, sontak membuat Zuy terkejut.
"Bukankah itu Anne, apakah dia yang menyuruh wanita - wanita itu, seandainya itu benar, maka kali ini dia sudah benar-benar kelewatan, tapi aku harus mencari bukti dulu, satu-satunya cara dengan bertanya pada wanita itu," batin Zuy.
"Kak Zuy ada apa? apa Kakak mengenalnya?" tanya Ray
"Tidak, aku tidak mengenalnya sama sekali, oh iya terimakasih Tuan Muda sudah memperlihatkan Video ini pada Zuy, kalau gitu Zuy permisi dulu," Zuy langsung beranjak dari tempat duduknya.
Dan ia pun langsung berjalan menuju ke arah pintu luar, setelah sampai di ambang pintu, langkah Zuy terhenti dan menoleh ke arah Ray.
"Tuan Muda, aku mohon dan minta pada Tuan Muda, tolong secepatnya pertemukan Zuy dengan wanita-wanita itu..!" pinta Zuy.
Raut wajah Ray sumringah mendengar permintaan dari Zuy, ia pun mengangguk dan berkata, "Baik Kakak, Ray akan segera menemukan mereka dan membawanya pada Kakak."
Zuy menyunggingkan senyumannya, lalu ia langsung berbalik dan pergi meninggalkan Ray.
Ia pun langsung kembali ke tempat duduknya dan mulai bekerja lagi.
Pantry
Setelah beberapa saat kemudian, Zuy sampai di Pantry, ia langsung mengambil air minum untuk dirinya sendiri dan meneguknya.
Gluk..Gluk..
"Ahh, Anne kenapa kamu gak berhenti membuat masalah denganku, apa kamu ingin menghancurkan hidupku Ann, Haah..." papar Zuy, lalu ia kembali mengambil air minum dan meminumnya.
Trrrrrrt... Trrrrrrt... Trrrrrrt....
Tiba-tiba Hp Zuy bergetar, ia pun langsung mengambil hpnya yang berada di sakunya, 'Bi Nana Calling'
"Hmmm Bi Nana, tumben nelpon ada apa ya?" tanyanya.
Lalu Zuy pun menjawab panggilan tersebut.
"Iya Bi Nana,"
"Zuy, kamu lagi sibuk gak?" tanya Bi Nana
"Gak terlalu Bi, memang ada apa?" tanya balik Zuy
"Nanti pulang kerja, kamu langsung ke Resto ya Zuy..!!" suruh Bi Nana
"Ke Resto? Oke Bi, nanti Zuy pulang langsung ke Resto," ujar Zuy.
"Yaudah kalau gitu, semangat kerjanya ya Zuy," ucap Bi Nana.
"Siap Bi, terimakasih.." balas Zuy
Lalu telpon pun terputus. Zuy langsung menaroh kembali hpnya di saku celananya, lalu ia pun kembali bekerja.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya jam istirahat tiba, semua karyawan pun langsung pergi ke kantin untuk makan siang. Sedangkan Zuy dan yang lainnya masih berada di Pantry.
__ADS_1
"Zuy ayo kita ke kantin..!!" ajak Airin
"Tapi aku bawa bekal sarapanku tadi," ujar Zuy
"Ya ampun berarti kamu dari tadi kamu belum nyarap Zuy, ayo ah mending kita ke kantin aja, lagian juga hari ini kita bakalan di traktir sama Brian jelek," papar Airin sambil melihat ke arah Brian yang sedang duduk.
"Airin, kamu masih mau menagihnya?" tanya Zuy
"Iya dong, sayang kan kalau gak di tagih.. hihihi," kata Airin
Zuy lalu menoel pipi Airin, "Duh kamu ya..."
"Hehehe, ayo kita samperin dia," ajak Airin sambil menarik tangan Zuy dan mereka pun langsung menghampiri Brian.
"Hoe Brian jelek.." tegur Airin sambil menepuk keras pundak Brian.
"Aduuh ada apa sih Rin, bikin kaget orang saja," gumam Brian.
"Hahaha, seorang Brian ternyata bisa kaget juga, mana janjimu katanya mau neraktir kita makan, kamu udah janji lho semalam," papar Airin
"Ck dasar crewet, yaudah ayo kita ke kantin," ajak Brian
"Asiiik, ayo Zuy..!!"
Mereka pun langsung pergi menuju kantin, akan tetapi mereka malah berpapasan dengan Ray.
"Kalian mau kemana?" tanya Ray
"Eh Tuan Bos, kita mau ke kantin," jawab Airin.
"Apa aku boleh ikut?" tanya Ray
Mereka pun langsung menganggukkan kepalanya, lalu mereka berjalan menuju ke kantin.
`Di Kantin
Setelah sampai di kantin, mereka langsung memesan makanan, setelah selesai memesan makanan, mereka pun langsung menuju ke tempat duduknya.
"Terimakasih Tuan Bos traktirannya, padahal awalnya yang mau neraktir itu Brian jelek, karena dia kalah taruhan," kata Airin
Brian pun langsung menyentil jidat Airin, "Bisa gak kata jeleknya di hapus..!!"
"Aduh kebiasaan banget suka nyentil jidat," gerutu Airin
Zuy dan Ray pun langsung tertawa melihat tingkah laku Airin dan Brian.
"Hahaha, Iya sama-sama, aku juga kalah kan gara-gara takut," jelas Ray
"Hmmm, bener juga ya, hei Brian jelek besok kamu ya yang traktir kita, jangan sampai gak," tutur Airin.
"Iya, iya dasar crewet," celetuk Brian
"Udah kalian ini, ayo makan nanti keburu dingin nih," suruh Zuy, mereka pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Selamat makan.." ucap bersama.
Mereka pun langsung menyantap makanannya, setelah selesai makan...
"Oh iya Kak Zuy, nanti pulang kerja Ray yang antar pulang ya..!!" tawar Ray.
"Hmmm gak ah Tuan, Zuy mau pulang dengan Molly, Zuy udah kangen sama Molly," kata Zuy.
"Molly, siapa dia?" tanya Ray kebingungan
"Hmmm, ternyata Tuan Bos belum tau Molly ya, jadi pengin ngerjain, hihihi.." batin Airin.
"Oh Molly, dia itu ... ...,"
"Pacar setianya Zuy Tuan Bos, iya kan Zuy.." sela Airin
Ray pun langsung melihat ke arah Zuy, "Apa benar itu Kak Zuy?" tanya Ray dengan rasa penasaran
Zuy lalu menganggukkan kepalanya, Brian dan Ray pun langsung terkejut.
"Hah... beneran..!!!"
***Bersambung...
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πππ
Salam Author... βππβ