
** WARNING..!!**
Mengandung unsur kekerasan, mohon maaf jika tidak nyaman untuk di baca... 🙏🙏🙏
*******
Lalu pintu Lift pun terbuka, Zuy pun segera keluar dari Lift, lalu kemudian
Bruuuuuuugh..
Zuy menabrak seseorang, hingga Zuy terjatuh.
"Aah maaf saya gak sengaja, apa kamu tidak apa-apa?!!" tanya seseorang itu.
"Aah aku gak apa-apa," jawab Zuy sambil mendongak ke atas,
"Hah kamu..!!!"
"Eh.. Deva.." lirih Zuy (Deva adalah teman Sekolah Zuy)
"Zuy, kamu kerja disini Zuy?!!" tanya Deva, "Sini aku bantu.." Deva mengulurkan tangannya.
"Terimakasih, iya aku kerja disini, kamu sedang apa disini Deva?!!" tanya balik Zuy
"Aku kesini ingin bertemu dengan Ceo, karena ada perlu dengannya," jawab Deva
"Ooh, yaudah aku kesana dulu ya," tutur Zuy
"Zuy tunggu..!!" seru Deva
"Iya ada apa Dev?!!" tanya Zuy
"Emmm, nanti habis aku ketemu dengan Ceo, bisakah kita pergi makan?!!" tanya Deva
"Maaf Dev, tapi aku sedang bekerja," jelas Zuy
"Tapi kita hanya mengobrol saja kok sambil makan, bagaimana kalau pas kamu istirahat, kan lama kita gak ketemu, mau ya Zuy," Deva memohon pada Zuy
"Hmmmm, baiklah." lirih Zuy menyetujui ajakan Deva, "Tapi aku harus minta izin dulu dengan Ceo," imbuhnya
"Biar aku yang meminta izin, kalau gitu aku ke Ruangan Ceo dulu ya.." kata Deva, "Terimakasih Zuy."
"Baiklah.."
Lalu Deva masuk ke dalam Lift, setelah sampai di lantai atas, Deva bergegas menuju ke Ruangan Ceo.
^Di Ruangan Ceo
Tok Tok Tok
"Masuk..!!" suruh Ray
Lalu Deva pun masuk dan menghampiri Ray..
"Anda siapa ya?!!" tanya Ray
"Saya Devaro Hansel dari Perusahaan DE Group," Deva memperkenalkan dirinya, "saya kesini ingin bertemu dengan Pak Willy, Ceo dari Perusahaan CV," sambung Deva
"Oh jadi Anda Direktur dari Perusahaan DE Group, saya Rayyan G Michael, saya Ceo dari Perusahan CV sekarang," jelas Ray "Duduklah dan jelaskan apa keperluan anda sampai datang kemari?"
"Maafkan saya, karena baru tahu kalau anda Ceo di sini, saya datang kesini juga atas izin dari pak Willy, dan kedatangan saya kemari untuk..." ujar Deva
Lalu Deva menjelaskan ke Ray maksud kedatangannya menemui Ray, setelah selesai menjelaskan ke Ray.
"Oh jadi Perusahaanmu hampir bangkrut dan kamu ingin meminjam uang di Perusahaan kami, berapa jumlah yang ingin kamu pinjam?!!" tanya Ray
"Tidak banyak, asal Perusahaan kami bisa Normal kembali," balas Deva
"Lalu apa keuntungan yang akan saya dapat, setelah meminjamkan uang untuk perusahaanmu?!!" Ray kembali bertanya
Lalu Deva membungkukkan badan dan berkata, "kami tidak bisa menjajikan apa-apa soal keuntungan yang akan anda dapat dari kami, tapi kami janji akan segera membayarkan hutang kami pada Perusahaan Anda, kami mohon bantu kami.."
Melihat tindakan Deva yang seperti hati Ray jadi tertegun, Lalu Ray beranjak dari kursinya dan menghampiri Deva
"Baiklah, kami akan membantu Perusahaanmu, nanti biar Davin yang akan mengurusnya, bangunlah.." kata Ray
"Terimakasih banyak Tuan, Ah iya sebagai jaminan ini berkas Aset dan saham dari Perusahaan kami.." ujar Deva memberikan berkas Map ke Ray.
"Oke, saya akan saya simpan sebagai jaminan, lalu nanti saya akan suruh sekertaris untuk membuat surat perjanjian untuk anda.." tutur Ray "Nah Anda boleh pergi sekarang..!!"
"Euum Tuan.." lirih Deva
"Iya ada apa lagi?!!" tanya Ray
"Euummm, nanti jam istirahat, apa boleh saya pinjam satu karyawan Anda untuk pergi makan bersama saya, soalnya saya sudah lama tidak bertemu dengannya.." ujar Deva
"Hah, iya silahkan kalau kamu ingin mengajaknya makan.." kata Ray, Ia belum tau siapa yang akan di ajak Deva.
"Kalau boleh tau Zuy bekerja di bagian apa?!!" tanya Deva
"Oh Zuy, dia OB disini.." jawab Ray yang fokus mengecek berkas yang di berikan Deva
"Oh, berarti dia di Pantry, kalau begitu aku akan menjemputnya, terimakasih banyak Tuan, kalau gitu saya permisi dulu.." pamit Deva.
__ADS_1
Lalu Deva pun pergi menuju Pantry...
"Tunggu, tadi dia mau ngajak makan siapa," Ray mengingat kembali kata Deva.
Lalu Ray tersadar bahwa yang akan di ajak makan Deva adalah Zuy, Ray pun menghubungi Davin, tak lama Davin pun langsung datang ke Ruangan Ray
"Ada apa Tuan Ray?!!" tanya Davin
"Kak bisa bantu saya.." kata Ray
"Hah...!!"
Pantry
Deva pun sampai di Pantry, lalu ia mencari Zuy.
"Ada apa Tuan sampai datang kesini?!!" tanya Airin
"Maaf apa Zuy di sini?!!" tanya Deva melihat sekeliling
Lalu Zuy tiba-tiba muncul "Iya aku disini, ada apa?!!"
"Zuy, kita jadi kan makan, aku udah minta izin ke Ceo, dia ngizinin kok.." ujar Deva
"Iya jadi, tapi ini belum waktunya istirahat," ucap Zuy
"Ya kan sebentar lagi juga istirahat, aku tunggu di Lobby ya..!!" kata Deva, lalu Deva pun pergi
"Siapa dia Zuy?!!" tanya Airin
"Oh, dia teman sekolahku dulu, kan kita pernah ketemu dia waktu kita lagi di tempat makan," jawab Zuy.
"Oh yang istrinya cemburuan.." celetuk Airin
"Huus.. Ayo lanjut kerja.!!" ajak Zuy
"Baiklah..Baiklah.."
Beberapa saat kemudian, jam istirahat pun tiba, Zuy pun ke Lobi untuk menemui Deva
"Udah waktunya istirahat Zuy?!!" tanya Deva
"Udah, Dev kita makan di tempat ujung sana, soalnya dekat dengan kantor.." kata Zuy
"Oh oke, Ayo kita berangkat..!!" ajak Deva
Lalu mereka pun pergi, kemudian muncul Ray dan Davin yang bersembunyi di balik dinding dan mengendap-ngendap mengikuti Zuy dan Deva
"Jadi anda minta tolong bawakan baju biasa hanya untuk menjadi mata-mata dan mengikuti mereka Tuan.." gumam Davin
"Ayo buruan, nanti mereka keburuh jauh.." kata Ray
"Tuan Ray, aku bicara pada anda lho," gerutu Davin. Lalu
"Apa yang kalian lakukan dan siapa kalian?!!" tanya Airin yang tiba-tiba muncul.
"Sssst..."
"Lho Tuan Ray, pak Davin, kalian sedang apa?!!" tanya Airin
Lalu Davin menarik Airin dan membawa Airin untuk ikut mereka membuntuti Zuy.
••••••
Tempat Makan
Setelah sampai di tempat makan, Zuy dan Deva pun memesan makanan, sedangkan Ray, Davin dan Airin pun duduk tepat agak jauh dari Zuy dan Deva
"Kenapa aku jadi ikutan begini.." gumam Airin
"Ini Tuan Ray yang nyuruh.." bisik Davin
"Apa yang kalian bisikan?!!!" tanya Ray menatap tajam Davin dan Airin
"Nggak Tuan.." ucap Airin dan Davin bersama
"Aku hanya khawatir dengan Zuy, perasaanku mengatakan akan terjadi sesuatu, makanya aku mengikutinya." kata Ray,
"Tuan Bos.." lirih Airin
Ray pun terus melihat ke arah Zuy dan Deva.
Lalu di tempat yang sama, nampak Anne sedang duduk di sebelah kanan sedikit agak jauh dari Zuy dan Deva, lalu Anne melihat mereka.
"Bukannya itu suaminya Zetta, dia bersama siapa (melihat) Zuy, suaminya Zetta sedang bersama dengan Zuy, waah ini bakalan jadi tontonan menarik, ini saatnya mempermalukan Zuy.." ucap Anne sambil tersenyum sinis,
Lalu Anne mengeluarkan Hpnya dan menelpon seseorang.
"Halo, Zetta kamu dimana?!!" tanya Anne, ternyata dia menghubungi Zetta istri Deva.
"Aah Anne, aku sedang berada di jalan gg," jawab Zetta
"Oh dekat dong dengan tempat makan kcv, ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan di sana?!!" tanya Anne
__ADS_1
"Aku kesini bareng Deva, lalu aku mampir ke Mall untuk belanja keperluan bayi, sedangkan Deva lagi pergi ke Perusahaan CV.." jawab
"Apa, tapi aku disini melihat suamimu sedang makan dengan wanita lain lho.." kata Anne memancing amarah Zetta.
"Apa kamu bilang?!!" Zetta terkejut
"Kalau gak percaya datang aja kesin, udah dulu ya, aku mau lanjut makan Bye..." kata Anne
Lalu telpon pun di tutup
"Hah, sebentar lagi, tinggal liat pertunjukannya saja.." ujar Anne.
°°°°°
"Zuy kamu gak berubah ya, masih seperti dulu dan lagi wajahmu mirip dengan Model Kimberly Fuca," ungkap Deva
"Semua orang bilang seperti itu, lalu gimana kabarmu dan keluargamu sekarang?!!" tanya Zuy
"Ah kabarku baik-baik saja, Zetta dan anak-anak juga, apalagi Zetta lagi hamil.." jawab Deva
"Waah selamat ya Dev, udah mau punya anak lagi.." ucap Zuy
"Hehehe, iya sebenarnya anakku masih di dalam perutnya Zetta, kalau anak yang di maksud Zetta itu adalah anaknya," ungkap Deva
"Waah hebat kamu Deva, bisa mewujudkan Cita-cita mu dulu, kan kamu katanya ingin menikah dengan wanita yang sudah punya anak.. hahaha.." ledek Zuy
"Hahaha kamu masih ingat aja Zuy, aku jadi malu." ucap Deva, mereka pun tertawa bersama.
Lalu tiba-tiba Zetta datang dan..
PLAAAAAAAK....
suara keras tamparan Zetta ke Zuy, semuanya sangat terkejut termasuk Ray,
"Bagus, pertunjukan di mulai.." Anne kesenangan
"Dasar j*lang beraninya kau menggoda suamiku.." bentak Zetta.
"Zetta apa yang kau lakukan, kenapa kau bisa di sini?!!" tanya Deva memegangi Zetta
"Lepaskan aku, hei j*lang, Deva itu suamiku, ayah dari anak yang aku kandung, kau harusnya nyadar, dasar Penggoda.." teriak Zetta, lalu..
"Waah ternyata wanita itu penggoda ya, apa dia gak kasihan, istrinya lagi hamil besar tuh.." bisik orang yang berada di situ,
"Kalau Anne tidak memberitahuku, pasti kalian akan lakuin lebih dari ini.." murka Zetta
"Hah Anne..!!" Zuy terkejut mendengar nama Anne di sebut oleh Zetta
"Waah parah sekali ya si wanita itu, wajahnya cantik tapi hatinya busuk, kalau aku jadi istrinya itu, udah aku cakar-cakar," Gunjing seseorang yang di situ.
Mendengar perkataan orang tentang dirinya, Zuy pun lalu berdiri dan berkata, "Maaf saya bukan Penggoda, kami disini hanya makan, kami juga hanya berteman tidak lebih dari itu, karna dia teman sekolahku dulu, hah ternyata anda terlalu muda terbawa cemburu tanpa bertanya dulu, pantas saja anda mudah di bohongi oleh Anne, karena anda yang terlalu polos jadi gampang di bodohi olehnya.."
"Apa kau bilang..?!!" Zetta semakin murka, lalu
PLAAAAAAAK..
Zetta kembali menampar Zuy dengan keras, sehingga membuat pipi Zuy memar dan sudut bibir Zuy berdarah karena tergigit oleh Zuy akibat tamparan Zetta,
"Zetta cukup...!!!" bentak Deva
"Kau membentakku, ini semua gara2 kamu j*lang.." Zetta lagi-lagi mengayunkan tangannya dan ingin menampar Zuy, lalu tiba-tiba..
"Apa kau ingin membunuhnya dengan tanganmu ini, kalau anda berani menamparnya lagi, saya tidak akan segan membawa anda ke kantor polisi.." gertak Ray memegang tangan Zetta.
"Anda siapa, apa hubungannya dengan anda, anda berani menggertak saya.." Sergah Zetta
"Zuy apa kamu baik-baik saja, ya ampun bibirmu berdarah," ucap Airin
"Airin, kenapa kamu bisa ada disini?!!" tanya Zuy keheranan
"Ah.. itu, anu ...," Airin bingung mau jawab apa.
Lalu Ray membuka topi dan maskernya.
"Saya Rayyan G Michael.." Ray memperkenalkan diri
"Tu-Tuan Muda..!!!" lirih Zuy
"Hah Tuan Rayyan..!!" Deva pun terkejut
"Rayyan?!! apa kamu mengenalnya Deva?!!" tanya Zetta ke Deva
"Saya adalah Ceo dari Perusahaan CV.." ungkap Ray
"Apa? Anda Ceo di Perusahaan CV, " Zetta pun terkejut
Lalu Ray menarik tangan Zuy dan memeluk Zuy, semua orang yang berada di situ pun terkejut..
"Orang yang kau bilang Penggoda suamimu, wanita j*lang dan kau tampar mukanya hingga memar ini, dia sebenarnya..." Ray belum selesai menjelaskan, langsung di potong Zetta
"Lalu apa hubungan anda dengan si j*lang ini?!!" sela Zetta
"Dia sebenarnya adalah Wanita ku..." kata Ray
__ADS_1
"Apa...!!!"
****Bersambung....