Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Si Pengganggu...


__ADS_3

WARNING...!!


Mengandung unsur kekerasan, di harapkan bijak dalam membacanya..! terimakasih.. ๐Ÿ™๐Ÿ™


<<<<<


Airin dan orang tersebut langsung menoleh..


"Pak Davin...!!"


Ternyata yang menegur mereka berdua adalah Davin. Kemudian Davin berjalan sambil menempatkan tangannya di dalam saku celananya dan menghampiri mereka. Setelah di dekat mereka, Davin mengeluarkan salah satu tangannya dari sakunya, lalu ia merangkul pundak Airin membuat Airin tercengang dan pipinya pun merona.


"Pa-pak Davin..." lirih Airin memandang wajah Davin.


"Hai Rin...," sapa Davin, lalu pandangannya beralih ke arah seseorang di depannya, "Mata empat, apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya sembari tersenyum sinis.


"Haaaa... kenapa harus bertemu dengan si wajah licin sih, dan lagi bisa tidak jangan memanggilku mata empat, namaku Archo, A-R-C-H-O...," tegasnya yang ternyata adalah Archo.


"Bagiku kau adalah si mata empat," cetus Davin.


Mereka pun saling menatap tajam, dan membuat Airin kebingungan, lalu kemudian....


"Euum maaf Tuan-Tuan, bisa tidak berantemnya di pending dulu sampai saya pergi," papar Airin.


Mendengar itu, Archo dan Davin langsung menoleh ke arah Airin.


"Memangnya kamu mau kemana Rin?" tanya Davin


"Mau pulang Pak, soalnya di Kosan ada Mamah," jawab Airin.


"Mamah?!!"


Airin menganggukkan kepalanya, "Iya Pak, Mamah datang kesini dan sekarang sudah di kosan, namun Mamah tidak bisa masuk ke dalam karena kunci kosan aku bawa, jadi aku izin pulang, tapi aku sudah minta izin sama Bu Rere, dan beliau mengizinkan," jelasnya.


"Oh begitu ya Rin, yaudah kamu buruan pulang, pasti Mamah-mu sudah menunggu lama," kata Davin


"Ini juga mau pulang, tapi ...,"


"Tapi apa Rin?" tanya Davin


Airin pun melihat ke arah Davin sambil menyunggingkan senyumannya.


"Pak Davin, tolong lepaskan tangan anda, soalnya ini terlalu kencang membuat pundak-ku sakit," jelas Airin.


"Ah, ma-maaf Rin, aku gak bermaksud membuat mu kesakitan," ucap Davin sembari melepaskan tangannya.


Archo yang melihatnya hanya terkekeh dan dalam hatinya berkata, "Hmmm, ternyata dia wanita si wajah licin, menarik juga."


"Yaudah kalau gitu aku duluan ya Pak Davin dan Tuan mata empat," ucap Airin.


Lalu ia pun melenggang pergi meninggalkan Davin dan Archo. Sesaat setelahnya...


"Gara-gara kamu tuh, dia juga ikut-ikutan memanggilku dengan sebutan mata empat," pekik Archo.


"Ya memang kamu mata empat, lihat aja itu kacamata bertengger di wajahmu," celetuk Davin, "Lalu ada perlu apa kamu datang kesini?"


Archo pun menghela nafasnya, "Haaa, sebenarnya aku kesini ingin bertemu dengan si Pria dingin, apa ...,"


"Ralat nama dia bukan Pria dingin tapi Tuan Rayyan, R-A-Y-Y-A-N, apa kau mengerti empat mata," jelas Davin.


"Terserah kau saja, aku tidak ingin berdebat denganmu wajah licin, lalu apa Rayyan ada?"


Lalu Davin menyilangkan kedua tangannya di dadanya, "Hmmm, sayang sekali, Tuan Ray tidak ada di sini, dia sedang berlibur," jawabnya.


"Apa berlibur?!"


"Iya berlibur, lantas ada urusan apa kau ingin menemui Tuan Ray, apa ini ada hubungannya dengan Kimberly, apa kau ingin mendesak Tuan Ray?" tanya Davin yang menduga-duga.


"Bukan urusanmu wajah licin, udah lah kalau Pria dingin itu gak ada, aku pergi dulu, malas ngeladeni wajah licin seperti dirimu," papar Archo sambil memutarkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar, akan tetapi...,


"Tunggu..!!"


Davin memegang lengan Archo, sehingga ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Davin.


"Ada apa lagi, sudah ku bilang aku malas meladeni-mu wajah licin," pekik Archo.


"Diam dan ikut lah dengan ku...!!" titah Davin.


Ia pun menarik tangan Archo dan membawanya ke lift menuju lantai atas. Sesampainya Davin melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.


Ruang Kerja Davin


Setelah berada di ruangannya, Davin pun melepaskan tangan Archo.


"Hei wajah licin, untuk apa kau membawa ku ke sini?"


"Ya tentu saja ingin menginterogasi-mu mata empat," jawab Davin menatap tajam Archo.


"Aku bukan penjahat, dan aku kesini juga karena terpaksa, ada hal yang harus aku tanyakan pada si Pria dingin itu," ujar Archo


"Apa yang ingin kau tanyakan mata empat, apa ada kaitannya dengan pertunangan antara Ray dan Kimberly?" tanya Davin


Sesaat Archo pun terdiam dan mendudukan dirinya di atas sofa.


"Hei mata empat, kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?"


"Kau terlalu cerewet seperti Kimberly, bikin kepala ku pusing saja," pekik Archo.


Davin lalu mendudukan dirinya di sofa yang lainnya, "Haaa, gak di sangka mata empat sepertimu bisa pusing juga," ledek Davin.


Archo pun memicingkan matanya ke arah Davin dan berkata, "Sudah jangan meledekku terus, sebenarnya aku datang kesini hanya ingin bertanya padanya apa dia mempunyai seorang pengasuh?"


"Pengasuh? tentu saja Tuan Ray punya pengasuh," jawab Davin


"Siapa pengasuhnya?"


"Hei padahal kau memakai kacamata, tapi masih tidak melihat dengan jelas, tentu pengasuh Tuan Ray adalah aku yang tampan dan glowing ini," jelas Davin sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri. Namun Davin menyembunyikan yang sebenarnya dari Archo.


Mendengar penjelasan Davin, Archo pun merasa bulu kuduknya berdiri dan bergidik kegelian.


"Si Kimberly benar-benar tidak waras ya, kenapa dia pakai cemburu sama si wajah licin ini sih, Mam juga sampai bertindak berlebihan," batin Archo menepuk jidatnya.


"Mata empat, memang ada apa?"


Archo pun menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa, yaudah aku pergi, masih banyak urusan yang harus aku selesaikan, dan lagi bilang pada pria dingin itu, terimakasih sudah mencampakan Kimberly," ucapnya sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Mata empat, kau benar-benar membuatku tidak bisa berfikir," papar Davin


"Ya karena kau itu bodoh, sudah aku pergi.." Archo pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Davin.

__ADS_1


Sesaat setelah Archo pergi, Davin pun memegang dagunya sambil memikirkan apa yang di katakan Archo.


"Sebenarnya tujuan si mata empat menanyakan tentang pengasuhnya Tuan Ray itu apa? apa jangan-jangan ini ada hubungannya penyerangan para preman kemaren malam itu? Kalau benar seperti itu, lihat saja aku tidak akan tinggal diam," lontar Davin.


Ia pun beranjak dari sofa dan berjalan ke arah meja kerjanya.


***********************


ร…re Ski Resort, Swedia


ยฐRestaurant


Zuy dan Ray nampak berada di rooftop restaurant sambil menikmati sarapannya, di temani pemandangan indah di sekelilingnya. Sesaat kemudian mereka pun telah selesai dengan aktivitas sarapannya.


"Sayangku..."


Zuy menoleh, "Iya Ray, kenapa?"


"Gak apa-apa sayangku, hanya saja Ray merasa heran, tumben sayangku memakai syal tebal gitu, apa benar-benar dingin?" tanya Ray


"Tidak dingin sih, hanya saja Zuy pakai Syal tebal karena untuk menutupi bekas merah yang berjejer di leher akibat ulahmu tadi, di tambah Zuy gak bawa foundation, jadi gak bisa nutupin bekas merah ini," jelas Zuy sembari memicingkan matanya.


"Ahahaha, maaf sayangku, habis Ray terlalu senang jadi tanpa sadar Ray membuat tanda merah di leher sayangku," ucap Ray.


Zuy pun memutar bola matanya dan menghela nafasnya, "Haaa.. dasar Rayyan."


"Tapi Ray benar-benar gak nyangka lho, sayangku sampai ngelakuin hal itu demi membuatku hangat kembali. Sayangku belajar dari mana sih cara seperti itu, apa dari internet?" tanya Ray penasaran


"Maksudmu skin to skin yang Zuy lakukan semalam? ya sebenarnya Zuy tahu cara seperti itu dari Bi Nana, waktu Nara masih bayi dia sering mengalami hipotermia, tubuhnya selalu dingin, jadi Bi Nana sering melakukan metode skin to skin pada Nara, dan hasilnya tubuh Nara kembali hangat," jelas Zuy


"Oh seperti itu ya, aah sayangnya semalam Ray gak sadar, mungkin kalau Ray sadar Ray bisa ngelakuin lebih, hehehe," goda Ray.


"Mulai lagi deh," gumam Zuy.


Ray pun terkekeh, lalu tiba-tiba ...,


"Rayyan, apa kau Rayyan?" sapa seorang wanita yang datang menghampiri mereka.


Ray dan Zuy langsung menoleh ke arahnya.


"Siapa?" tanya Ray


"Kamu lupa padaku, aku Felly teman kuliah kamu waktu di Inggris," jelasnya.


(Wanita ini pernah muncul di Bab.80)


"Sorry, tapi waktu kuliah di Inggris aku gak pernah punya teman wanita," tegas Ray.


"Kamu tetap dingin seperti dulu ya Ray, jangan-jangan sampai sekarang kamu belum punya pacar, karena setiap wanita kamu acuhkan terus," sindir Felly.


"Bukan urusanmu.." pekik Ray


Karena merasa risih dengan kehadiran Felly, Ray langsung beranjak dari tempat duduknya, "Ayo sayangku kita pergi dari sini..!" ajaknya


Zuy menganggukkan kepalanya, ia pun bangkit dari posisinya.


"Di-dia siapa Ray? bukankah kamu manusia yang selalu dingin terhadap wanita?" tanya Felly.


"Dia istriku, puas..!"


"Apa..! i-istrimu?"


"Tsk, ternyata sekarang dia sudah tidak dingin terhadap wanita lagi, hmmm bukankah bagus untuk ku, jadi aku bisa mendekatinya lagi," lirihnya, ia pun melangkahkan kakinya menyusul Ray dan Zuy.


Setelah berada di luar restaurant, Ray terus menggandeng tangan Zuy dengan erat, akan tetapi berbeda dengan raut wajahnya yang kesal, karena keromantisan mereka terganggu oleh orang asing.


"Ray, sebenarnya siapa wanita tadi?" tanya Zuy


"Entahlah sayangku, mungkin wanita nyasar, gara-gara dia momen romantis kita jadi terganggu," gerutu Ray.


"Tapi sepertinya dia sangat mengenalmu lho,"


Lalu Ray menghentikan langkahnya, ia pun menatap wajah Zuy sambil memegang pipi Zuy.


"Sayangku, jangan bicarakan wanita asing itu, mending kita cari tempat untuk kita nikmati berdua," tutur Ray


Zuy menganggukkan kepalanya, lalu mereka kembali melangkahkan kakinya, akan tetapi tiba-tiba dari belakang seseorang memeluk Ray dan ternyata itu Felly.


"Rayyan, kamu mau kemana? aku benar-benar kangen sama kamu," ucapnya,


Dengan sigap Ray langsung melepaskan pelukan Felly dan memutar badannya sambil menatap tajam ke arah Felly.


"Kau benar-benar cari masalah dengan ku ya!" pekik Ray.


"Tapi Ray, aku menyukaimu dari dulu sampai sekarang dan aku ingin menjadi pendampingmu, tolong jangan abaikan aku lagi," pintanya manja.


"Kamu ...,"


"Ray.." tegur Zuy sambil menggelengkan kepalanya, dengan maksud meminta Ray untuk tidak terbawa emosi.


Melihat gelagat Zuy, Ray langsung terdiam, kemudian Zuy menghampiri Felly.


"Maaf Mrs, bisakah anda tidak mengganggu kami, kami sedang menikmati waktu kami berdua," pinta Zuy pada Felly.


"Hei atas dasar apa kamu ngomong seperti itu, sadar diri j*lang, memangnya kamu pikir kamu siapa?" pekik Felly


"Hei jaga bicaramu terhadap istriku..!" sergah Ray.


Sesaat Zuy menghela nafasnya, "Huu, bukankah barusan anda sudah mendengarnya dari Ray, bahwa saya adalah istrinya, harusnya anda yang sadar diri dan siapa yang anda sebut j*lang?" pekik Zuy.


"Heh, tentu kamu yang j*lang, memang siapa lagi dan lagi buktikan padaku kalau kau benar-benar istri dari Rayyan!" pinta Felly


"Baiklah akan saya buktikan,"


Lalu Zuy beralih ke Ray sambil memegangi pipi Ray dan mendekatkan wajahnya ke arah Ray, kemudian ia mendaratkan bibirnya ke bibir Ray, seketika Ray langsung membalasnya. Felly yang melihat adegan ciuman mereka merasa kesal, ia pun mengepalkan tangannya. Sesaat kemudian mereka menghentikan aktivitasnya.


"Bagaimana Mrs, apa kau puas melihatnya?"


"Tsk, kurang ajar," Felly pun marah, lalu kemudian ...


Plaaak..


Felly mendaratkan tangannya ke pipi Zuy dengan keras, membuat sudut bibir Zuy berdarah akibat tergigit, seketika emosi Ray memuncak saat melihat pujaan hatinya di tampar oleh Felly, dia mencengkram tangan Felly dengan kuat dan membuat Felly kesakitan.


"Aww Ray sakit, lepaskan tanganku..!"


"Beraninya kau menampar istriku..!" murka Ray, ia pun segera melayangkan tangannya untuk membalas perbuatan Felly terhadap Zuy.


Akan tetapi Zuy malah menahannya, "Ray, sudah jangan kotori tanganmu itu..!"

__ADS_1


"Tapi sayangku, dia sudah membuatmu terluka,"


Zuy menggelengkan kepalanya, kemudian Ray melepaskan cengkeramannya dari tangan Felly. Lalu pandangan Zuy beralih ke Felly dan kemudian ...,


Plaaak


Zuy mendaratkan tangannya ke pipi Felly dengan kencang, sehingga membuat pipi Felly memar. Ray yang melihatnya pun tersenyum bahagia.


"Beraninya kau..!"


"Itu bukan apa-apa, mau ku tampar lagi sampai berdarah?" pekik Zuy.


"Apa kau tidak tahu, aku adalah anak pemilik Perusahaan besar Hk Group dan perbuatanmu bisa aku tuntut..!" kata Felly dengan lantang.


Ray lalu menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan menatap tajam Felly.


"Oh, nama Perusahaan orang tua mu Hk Group, selamat besok dan kedepannya hidup mu tidak semewah seperti sekarang!" papar Ray,


"A-apa maksud mu?"


"Pengawal, bawa dia pergi dari hadapanku..!!"


Pengawal pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka membawa Felly pergi.


"Sayangku, apa kamu baik-baik saja? bibirmu berdarah gini," tanya Ray khawatir sambil memegang pipi Zuy.


"Zuy baik-baik saja Ray, hanya saja tangan Zuy masih bergetar," jelas Zuy


"Yaudah ayo kita kembali ke Resort..!!" ajak Ray


Kemudian mereka pun langsung bergegas ke Resort.


Resort


Sesampainya Ray dan Zuy langsung bergegas menuju ke kamarnya, setelah berada di kamar, Zuy mendudukan dirinya di atas sofa, sedangkan Ray mengambil kotak P3k, kemudian ia duduk di samping Zuy.


"Sayangku, tahan sebentar ya.!" pinta Ray


"Iya Zuy tahan," balas Zuy


Ray langsung membersihkan darah di sudut bibir Zuy, Zuy pun meringis kesakitan, tak lama kemudian ia pun selesai mengobati Zuy.


"Terimakasih Ray," ucap Zuy.


"Sama-sama sayangku," balas Ray, ia pun mendaratkan bibirnya ke pipi Zuy.


"Ray, maaf jika sikap Zuy tadi seperti itu dan sampai mengaku kalau Zuy istrimu, habisnya Zuy kesal banget sama wanita itu, berani peluk-peluk kamu di hadapanku," ujar Zuy yang cemburu.


Mendengar ujaran Zuy, seketika wajah Ray sumringah, ia segera memeluk pujaan hatinya.


"Sayangku kau membuatku bahagia," ucap Ray,


Cup..!!


Cup..!!


Cup..!!


Ray menghujani ciuman ke wajah Zuy tanpa tertinggal, Sesaat setelahnya Ray mengangkat tubuh Zuy.


"Ray apa yang kamu lakukan?" tanya Zuy


"Ayo kita selesaikan aktivitas kita yang selalu tertunda, dan sekalian menunjukkan bahwa kerang geoduck punyaku ini bukanlah seperti anak ayam melainkan seperti kepala angsa," jawab Ray.


"Ray apa kamu menggodaku lagi?" tanya Zuy


Ray menggelengkan kepalanya, lalu ia membawa Zuy ke kamar mandi. Suara cipratan air dan lainnya pun menggema, membuat suasana yang tadinya hening menjadi berisik.


Ya akhirnya sukses mereka uhuk-uhuknya.. upz.. hehehe.. (Author nimbrung)


Setengah jam berlalu mereka pun keluar dari kamar mandi, Ray tetap menggendong Zuy dan merebahkannya di atas kasur, nampak dari wajah Zuy yang murung dan gelisah.


"Sayangku, apa kamu baik-baik saja? apa kamu menyesal?" tanya Ray


"Bukan begitu Ray, hanya saja Zuy takut kalau Bi Nana nanti ...," Zuy pun menitihkan air matanya.


Melihat Zuy menangis, Ray langsung mengusap air mata Zuy dan memeluknya.


"Hmmmm sayangku, Bi Nana pasti mengerti kok, tenang saja ya," tutur Ray.


"Kau benar-benar sadis Ray, kau membuatku kesakitan," pekik Zuy membenamkan wajahnya di dada Ray.


"Iya wajar kalau sayangku kesakitan, karena ini baru pertama kalinya kita lakuin hal ini. Maaf sayangku, tapi nanti malam Ray akan melakukannya dengan pelan, jadi persiapkan dirimu ya sayangku..!"


"Apa..!! tidak-tidak, yang ini saja masih sakit Ray," ujar Zuy.


"Tuh wajah sayangku memerah kembali, jadi sayangku setuju kan?"


"Ray berhenti menggodaku," gerutu Zuy sambil melepaskan pelukan Ray, dan membalikkan badannya membelakangi Ray, lalu kemudian ...,


Triiiiiing.. Triiiiiing...


Bunyi bising dari hp Ray, sontak ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan beberapa langkah ke sofa, kemudian ia mengambil hpnya yang berada di dalam saku jasnya.


"Lesya..!!"


Ray segera menjawab panggilan tersebut.


"Iya Sis?"


"Ray, bagimana kabarmu? kenapa sekarang jarang menghubungi ku? apa kamu sudah melupakan adikmu ini?" tanya Lesya dengan nada kesal


"Sorry sis, Ray sibuk jadi gak ada waktu buat hubungi kamu," jawab Ray, "Bagaimana kabarmu?"


"I'm fine Ray," jawabnya.


"Oh Syukurlah kalau begitu, lalu ada apa kau menelponku?"


"Tentu saja aku merindukanmu Ray dan lagi Kimberly besok akan pergi ke Swedia untuk pemotretan, jadi aku merasa kesepian," jelas Lesya.


"Lesya, barusan kamu bilang apa?! Kimberly akan ke Swedia?!"


***Bersambung...


Author: "Maaf telat Updet..!!" ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Salam Author... ๐Ÿ˜‰โœŒ๐Ÿ˜‰โœŒ

__ADS_1


__ADS_2