
<<<<<
Ray pun tidak memperdulikan celetukan Davin, ia terus saja menatap ke Zuy, tangannya Ray lalu memegang dagunya Zuy dan langsung mendongakkan kepalanya Zuy, sehingga membuat tatapan mereka berdua saling bertemu, bibirnya hampir mendekat ke bibirnya Zuy, lalu kemudian...
"Kak Zuy, ayo kita menikah..!!"
"Apa...!!!"
"Me-menikah?!!"
Mendengar Ray berkata seperti itu, sontak membuat Zuy jadi terkejut. Mata Zuy langsung melebar, mulutnya sedikit terbuka, rahangnya pun menegang. Lalu tiba-tiba..
Ciiiit...
Davin mendadak menghentikan laju mobilnya, karena ia juga ikut terkejut mendengar perkataan Ray yang tiba-tiba mengajak Zuy menikah.
"Awww...."
Akibat Davin yang berhenti secara mendadak, membuat posisi tubuh Ray menindih ke tubuhnya Zuy, bibir Ray juga sudah menempel di bibirnya Zuy, lebih parahnya lagi tangan yang awalnya memegang dagunya Zuy, langsung berpindah memegang bagian dadanya Zuy. Mereka pun hanya saling menatap satu sama lain karena belum sadar.
Davin pun menengok ke belakang, "Maaf Tuan Ray, Zuy saya gak sengaja ber ... ..., Eeeeeh..." ucap Davin yang belum selesai, karena ia kaget melihat posisi mereka, ia dengan cepat langsung membalikan pandangannya ke depan.
"Maaf, maaf aku gak liat apa-apa," ujar Davin sambil menutup matanya.
Zuy akhirnya tersadar, ia terterkejut melihat Ray di atasnya dengan bibir Ray yang sudah menempel di atas bibirnya, lalu matanya Zuy langsung melirik ke bawah, di mana tangan Ray sudah berada tepat di bagian dadanya, sontak membuat Zuy semakin terkejut.
"Aaah.... Tuan Muda, anda benar-benar mesum.." seru Zuy, ia dengan sigap langsung mendorong tubuh Ray, lalu ia pun langsung berganti posisi menjadi duduk sedikit menjauh dari Ray, dan mengusap-usap Bibirnya.
"Ma-maaf Kak, Ray benar-benar gak sengaja, K-kak Davin yang tiba-tiba berhenti mendadak tuh," ujar Ray dengan gugup sambil menunjuk-nunjuk ke arah Davin.
Davin pun kembali berbalik melihat ke belakang, "Ma-maaf Zuy, habis saya sangat terkejut mendengar Tuan Ray ngajak kamu nikah Zuy," jelas Davin sambil merapatkan kedua tangannya di depan dadanya.
Zuy lalu melihat tajam ke arah Ray, membuat Ray gugup dan berkeringat, ia pun memutar bola matanya, dan langsung memalingkan pandangannya.
"Tuan Muda, apa sebenarnya maksud anda tadi, kenapa anda berkata seperti itu?" tanya Zuy
Ray lalu kembali melihat ke arah Zuy, "Maksud Ray tadi ya ingin ngajak Kakak nikah," ungkap Ray, lalu ia memegang tangan Zuy.
"Hmmm.. Tuan Muda," lirih Zuy sambil melepaskan tangannya dari pegangan Ray.
"I-iya Kak..."
Lalu Zuy mengangkat tangannya dan menempelkannya ke dahi Ray.
"Tuan Muda, apa anda sakit lagi?" tanya Zuy, "kalau beneran anda sakit, lebih baik kita kembali saja," imbuhnya.
"Apa..!!" Ray pun terkejut dengan pertanyaan Zuy.
"Iya, kan biasanya kalau orang lagi sakit omongannya suka ngelantur, Tuan," papar Zuy.
Pffft..
"Hahaha, Zuy kamu benar-benar sangat lucu ya," tawa Davin karena gak tahan mendengar perkataan Zuy.
"Kak Daviiiiiin..." Ray menatap tajam ke Davin.
"Hahaha, iya maaf Tuan Ray," ucap Davin.
"Udah cepat jalankan lagi mobilnya, bila perlu pake earphone sekalian, biar fokus nyetir dan gak berhenti mendadak lagi," perintah Ray.
"Ba-baik Tuan Ray," Davin pun menuruti perintah Ray, ia langsung melajukan mobilnya kembali.
Ray lalu menurunkan tangan Zuy yang masih memegang dahinya dan memegang kembali tangan Zuy.
"Kakak Zuy, kenapa Kak Zuy berfikir kalau Ray lagi sakit?" tanya Ray, "Padahal Ray sangat serius lho Kak."
"Ya kan Zuy tadi bilang, biasanya orang yang lagi sakit memang ucapannya ngelantur, dan lagi biasanya sikapnya juga seenaknya," ujar Zuy.
"Sikap seenaknya? maksud Kakak?"
"Ya kaya waktu Tuan Muda sakit kemaren, tiba-tiba dengan seenaknya Tuan Muda nyium Zuy, udah gitu pake meluk segala lagi," ceplos Zuy
Mendengar itu, Ray pun langsung menyunggingkan senyum bibirnya dan kembali duduk mendekat ke arah Zuy, lalu ia pun menatap lekat Zuy.
"Tu-Tuan Muda, anda mau apa lagi?"
"Oh jadi Kakak selalu ingat tentang kejadian itu ya, padahal Ray aja gak ingat sama sekali, coba ceritain dong Kak bagaimana Ray mencium Kakak, atau mau coba langsung contohin aja biar Ray tahu," papar Ray yang semakin mendekati Zuy dengan niat menggoda Zuy.
Deeeg
Wajah Zuy seketika memerah, jantungnya kembali berdegup kencang. lalu...
"Tuan Mudaaaa... anda benar-benar ya, cepat menjauh 5 meter dariku, kalau tidak Zuy akan turun sekarang juga..!!" teriak Zuy kembali mendorong tubuh Ray.
"Hahaha, maaf-maaf habisnya Kakak benar-benar lucu," tawa Ray sambil duduk menjauh dari Zuy.
__ADS_1
Zuy lalu memalingkan pandangannya ke arah kaca mobil di sebelahnya.
"Dasar Tuan Muda menyebalkan, bikin jantung mau copot aja," gumam Zuy di dalam hati.
Sementara itu..
"Aku gak dengar apa-apa, aku gak dengar apa-apa," batin Davin sambil fokus menyetir.
*****
Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya sampai di tempat yang di tuju, mereka lalu langsung turun dari mobil.
"Lho bukannya ini tempat Kosannya Airin, kenapa aku di ajak kesini?" tanya Zuy
"Ya karena wanita itu tinggal di sini Zuy, ayo kita langsung kesana," ajak Davin.
Lalu mereka pun langsung berjalan menuju ke tempat dimana si Kei berada, setelah sampai Zuy terkejut melihat beberapa orang sedang berdiri di depan pintu kamar kosan milik Kei. Sedangkan penghuni kamar Kosan yang lain udah di amankan oleh para pengawal agar tidak menimbulkan keributan.
"Tuan Muda selamat datang.." sambut salah satu pengawal tersebut.
"Iya, lalu dimana dia?" tanya Ray.
"Ada di dalam Tuan," jawab pengawal tersebut.
Lalu salah satu pengawal tersebut membukakan pintu kamar kosan Kei. Ketika hendak masuk tiba-tiba..
"Zuy.." seseorang memanggil Zuy, ternyata dia Airin yang keluar dari Kamar kosannya.
Airin pun langsung menghampiri Zuy dan lainnya, namun seorang pengawal menghalangi Airin.
"Airin... Tuan Muda biarkan Airin di sini, supaya dia juga tahu," pinta Zuy.
"Biarkan dia ikut masuk..!!" perintah Ray.
Pengawal tersebut menganggukkan kepalanya, dan mempersilahkan Airin mendekati Zuy dan lainnya.
"Zuy, sebenarnya ada apa, kenapa banyak orang di rumah Kak Kei?" tanya Airin yang kebingungan.
"Jadi namanya Kei ya, nanti kamu juga tahu Rin," ujar Zuy
Mereka pun langsung masuk, setelah berada di dalam Zuy melihat Kei yang sedang duduk tertunduk dan di sebelahnya dua orang pengawal yang sedang berdiri untuk menjaga Kei agar tidak kabur, Zuy segera menghampiri Kei.
"Permisi, apa benar kamu yang bernama Kei?" tanya Zuy.
"Oh ternyata orang-orang ini adalah suruhanmu wanita j*lang," lontar Kei
Mendengar kata j*lang yang di lontarkan Kei untuk Zuy, Ray pun nampak kesal.
"Hei siapa yang kamu bilang j*lang?" tanya Ray yang terpancing amarah.
"Siapa lagi kalau bukan wanita yang di depanku ini," papar Kei.
"Apa...!! Kak Kei jangan sembarangan kalau bicara," Airin pun ikutan kesal dengan perkataan Kei, Zuy lalu menatap ke arah Airin dan Ray.
"Airin, Tuan Muda kalian diam aja dulu, ini urusan Zuy dengan wanita ini," tutur Zuy, Ray dan Airin pun menganggukkan kepalanya.
"Nona Kei, saya kesini datang baik-baik, saya tidak akan menuntutmu atas apa yang kamu lakukan padaku, saya hanya ingin tau kenapa kamu ngelakuin hal seperti itu padaku?" tanya Zuy, "padahal kita gak saling bertemu dan gak saling kenal."
Kei lalu berdiri dari tempat duduknya, " Hei j*lang, kamu tuh memang pantas di perlakukan seperti itu, karena kamu j*lang, suka ngerebut barang milik orang, masih untung bukan air got yang aku siram," pekik Kei,
Ray dan Airin pun semakin terbawa emosi saat mendengarnya, lalu tiba-tiba..
PLAAAAAAAK..
Tamparan keras yang di berikan oleh Zuy untuk Kei, membuat Ray dan yang lainnya terkejut.
"Bagus Kak Zuy," batin Ray
"Woaaa Zuy, kamu benar-benar luar biasa," seru Airin.
"Dasar j*lang berani kamu menamparku," sergah Kei sambil memegang pipinya yang terkena tamparan Zuy. Lalu...
PLAAAAAAAK..
Amarah Zuy semakin memuncak, satu tamparan lagi dari Zuy untuk Kei. Ia pun menatap tajam Kei.
"Aku datang kesini dengan baik-baik, dari tadi aku tahan emosiku, tapi kamu malah terus mengataiku j*lang, dan merebut barang orang, bukan salahku kalau aku menamparmu," pekik Zuy.
"Memang benar ya, j*lang kalau marah sangat menakutkan," celetuk Kei.
"Kamu.."
"Kak Zuy, gak usah lama-lama mending bawa dia ke kantor polisi, biar di hukum sekalian.." ujar Ray
Lalu Kei langsung melihat ke arah Ray, "Hei pria miskin, kamu ingin membawaku ke kantor polisi, jangan harap kamu bisa melakukan itu, kamu jangan-jangan kekasih yang di pungut oleh si j*lang ini ya, pantas saja dari tadi kamu belain si j*lang terus."
__ADS_1
"Hei bicara yang sopan pada Tuan Muda..!!" sergah Davin
"Tuan Muda, kau panggil orang ini Tuan Muda, laki-laki miskin ini, liat bajunya saja kampungan, lebih bagus bajumu itu, Hahaha.." papar Kei
"Kamu...!!" salah satu pengawal sudah hampir melayangkan tangannya ke pipi Kei, akan tetapi...
"Stop, cepat turunkan tanganmu itu, lebih baik bawa dia ke kantor polisi," perintah Ray.
"Baik Tuan Muda," ucap pengawal tersebut.
Dua pengawal tersebut langsung memegang lengan Kei.
"Tunggu, jangan bawa aku ke kantor polisi, aku gak mau di tahan, baiklah aku akan kasih tau yang sebenarnya kenapa aku lakuin hal itu pada wanita ini," kata Kei dengan nada memohon.
"Tuan Muda, Zuy mohon lepaskan dia, biar dia jelasin semuanya," pinta Zuy.
Lalu kedua pengawal tersebut langsung melepaskan lengan Kei.
"Ayo sekarang kamu ceritakan yang sebenarnya..!!" suruh Zuy.
"Baiklah, sebenarnya aku di suruh temanku yang bernama Anne, dia bilang kalau kamu itu j*lang suka merebut barang orang, karena dia teman terbaikku jadi aku langsung menurutinya," ungkap Kei
"Apa..! jadi Anne yang menyuruhmu?" tanya Zuy
"Iya, dia menyuruh aku dan Lea untuk membully mu, aku benar-benar menyesal, aku sudah jujur padamu, tolong jangan bawa aku ke kantor polisi, aku mohon padamu, hiks.. hiks.." jelas Kei sambil memohon.
"Hah, terimakasih banyak sudah mau jujur, coba kalau kamu jujur dari tadi, mungkin aku tidak akan nampar kamu," ucap Zuy.
"Lalu apa yang ingin Kakak lakukan dengannya?" tanya Ray
Zuy pun lalu melihat ke arah Kei yang sedang menangis, hatinya pun langsung tertegun, akan tetapi...
"Tuan Muda, Zuy sangat lelah, bisakah anda mengantar Zuy kembali ke Resto, dan kalau masalah Kei terserah apa yang mau Tuan Muda lakukan, tapi Zuy berharap dia bisa berubah, dan tidak menilai seseorang hanya dari perkataan orang lain," papar Zuy.
"Yaudah Ray antar Kakak ke Resto, dan untuk wanita ini, kalian tau apa yang harus kalian lakukan.." perintah Ray, "Ayo Kak Davin kita kembali ke Resto..!!" ajak Ray.
Davin pun menganggukkan kepalanya, "Baik Tuan Ray."
Mereka langsung keluar dari kosan Kei.
"Zuy, maaf aku gak tau kalau kamu ... ...," ucap Airin sambil menundukan kepalanya.
"Airin, aku gak apa-apa kok Rin, terimakasih banyak ya Rin, kalau gitu aku pergi dulu," ucap Zuy.
"Iya Zuy, Tuan Bos jangan lupa jagain Zuy," kata Airin.
"Serahkan padaku.." balas Ray..
Lalu mereka pun langsung pergi dari Kosan tersebut.
*****
^Di Rumah Pak Wildan
Terlihat Erlin dan Linda nampak sibuk menyusun undangan untuk Ulang tahunnya. Lalu...
"Papi pulang...!!"
"Papi selamat datang.." sambut Erlin.
Pak Wildan pun langsung menghampiri Erlin dan Linda.
"Kalian sedang apa?" tanya Pak Wildan
"Kita lagi nyusun undangan untuk Ulang tahun anak kita yang cantik ini sayang," jawab Linda.
"Oh, gak terasa ya anak kita yang cantik ini udah bertambah umurnya, tapi maaf ya sayang kita bikin pestanya telat, karena Papi ada urusan," ujar Pak Wildan sambil memegang kepalanya Erlin.
"Gak apa-apa Pi, Erlin ngertiin Papi kok," ucap Erlin.
"Terimakasih sayang, oh iya kamu undang Tuan Ray kan?" tanya Pak Wildan
Erlin pun menganggukkan kepalanya, "Pasti dong Pi, ini undangan untuk Tuan Ray, udah Erlin pisahin karena dia tamu istimewa," kata Erlin sambil menunjukan undangan untuk Ray.
"Bagus sayang, Oh iya Mami jangan lupa besok bawa Erlin ke Beauty Salon langganan kita, supaya Erlin semakin Cantik," pinta Pak Wildan.
"Tentu dong, Mami akan bawa dia ke Salon, dan akan Mami bikin Erlin wanita yang paling Cantik di pesta Ulang tahunnya, karena tahun ini ada tamu spesial untuk anak kita," kata Linda.
"Terimakasih banyak Papi, Mami," ucap Erlin, "Tuan Ray, tunggu saja, anda pasti akan terpanah melihat kecantikanku di pesta ulang tahunku nanti," batin Erlin.
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1