
<<<<<
Bruuugh..
Zuy sangat terkejut melihat Airin dan Davin jatuh bersamaan.
"Lho kalian...!!"
Airin pun langsung mengangkat kepalanya, "Oh, hai Zuy apa kabar?" tanya Airin mengalihkan, lalu ia melirik ke arah Davin yang menindihnya
"Pak Davin, bisakah anda bangun sebentar..!!" pekik Airin
"Ah maaf Rin," ucap Davin, ia pun segera bangkit dari posisinya,
"Pantas saja tidak sakit, gak taunya aku menimpa Airin ya," batin Davin.
Lalu ia mengulurkan tangannya ke arah Airin, setelah Airin membalas uluran tangan Davin, Davin pun menarik tangan Airin untuk membantu Airin bangun.
"Terimakasih Pak.." ucap Airin
"Apa yang sedang kalian lakukan barusan?" tanya Zuy
"Ah itu, anu Zuy, eumm.." Airin pun nampak gugup, ia lalu melirik ke arah Davin.
Melihat Zuy masih berada di ruangannya, Ray langsung berjalan menghampirinya.
"Ada apa Kak, kenapa diam di pintu?" tanya Ray,
Zuy pun menoleh, "Oh, ini Tuan Muda, ada ...," jawab Zuy terpotong, karena...
"Hai Tuan Bos..." sapa Airin sambil melambaikan tangannya.
"Lho Airin, Kak Davin, sedang apa kalian di depan ruangan saya?" tanya Ray
"Tadi mereka terjatuh di sini saat Zuy buka pintu, Tuan Muda," jawab Zuy sambil menunjuk ke arah di mana Davin dan Airin terjatuh.
"Terjatuh?!!" tanya Ray yang terkejut.
Zuy lalu menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya Tuan Muda."
Ray seketika mengerutkan dahinya, dan langsung menatap ke arah Davin dan Airin dengan penuh tanya.
"Apa yang kalian lakukan Kak Davin, Airin.. apa kalian mengintip?" tanya Ray
"Ahahaha, kami tidak mengintip kok Tuan Ray, iya kan Rin?" Davin lalu melihat ke Airin
"Bener apa kata Pak Davin Tuan Bos, tadi aku gak sengaja lihat Pak Davin berdiri menempel di dinding kaya cicak," ujar Airin
"Ya ampun Rin, kata cicaknya di buang napa.." batin Davin sambil menepuk jidatnya.
"Lalu aku samperin, terus kata Pak Davin ada Zuy di dalam, pas aku mau ketuk pintunya, Pak Davin menghalangi, dan aku pun menyandar di pintu, eeh kebetulan Zuy buka pintu jadi ya kita langsung jatuh di lantai, hehehe.." jelas Airin yang berbohong.
"Tapi ya apesnya malah badanku tertimpa oleh Pak Davin," gerutu Airin sambil melotot ke arah Davin.
"Hahaha, kan aku gak sengaja Rin," papar Davin.
Melihat itu, Zuy dan Ray hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Hah, kalian ini... yaudah Rin ayo kita balik ke Pantry..!!" ajak Zuy.
"Ayo Zuy.. Tuan Bos, Pak Davin, kita pamit ya.." ucap Airin sambil membungkukkan badannya.
Airin dan Zuy pun bergegas pergi, kemudian Ray langsung menatap ke arah Davin.
"Nah Kak Davin, sebenarnya tadi kalian mau ngintip kan?" tanya Ray
"Ti-tidak kok Tuan Ray, saya kesini cuma mau ngantar ini saja," jawab Davin sambil menunjukan berkas yang di pegangnya.
"Oh yaudah kalau gitu, ayo masuk..!! kebetulan ada yang mau Ray sampaikan ke Kak Davin," ujar Ray.
Davin pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka segera masuk ke ruangan dan menutup pintunya.
"Ada apa Tuan Ray, sepertinya penting?!!" tanya Davin sambil menyerahkan berkasnya.
"Begini Kak Davin, sepulang kerja nanti Ray kan langsung ke rumah Om Willy, Kak Davin tolong pergi ke rumah Zuy ya..!!" titah Ray.
"Rumah Zuy? untuk apa Tuan?" tanya Davin kebingungan.
"Cari yang namanya Bu Ima," kata Ray
Ray lalu menceritakan apa yang Zuy ceritakan padanya tadi.
"Baiklah Tuan Ray, nanti saya kesana.." ujar Davin.
"Oh iya satu lagi Kak, tolong hubungi tukang kebun untuk membuatkan taman kecil beserta rumahnya untuk si Manis," pinta Ray
"Untuk si Manis, maksudnya?!!" lagi-lagi Davin di buat bingung dengan permintaan Ray.
"Nanti Kak Davin juga akan tahu sendiri, Ray mau buat kejutan untuk Kakak," jelas Ray.
"Hmmm, bikin penasaran saja, tapi baiklah nanti saya akan memberitahunya," kata Davin, "Kalau gitu saya permisi dulu.." sambungnya sambil membungkukkan badan.
Ray pun mengangguk, lalu Davin berjalan keluar dari ruangan Ray.
Pantry
Sesaat kemudian, Airin dan Zuy sampai di Pantry.
"Aaah badanku benar-benar sakit ini, gara-gara jatuh barusan, apalagi di timpa sama Pak Davin, makin sakit nih badan, huuu," keluh Airin sambil meregangkan otot tangannya
"Hihihi, salah sendiri pake nyandar di depan pintu, otomatis jatuh kan," kekeh Zuy.
"Habisnya, aku kan penasaran apa yang kalian lakukan di dalam, ya jadinya aku mengintip se... ..., eeh.." tanpa di sengaja Airin pun keceplosan.
Zuy seketika langsung memicingkan matanya ke arah Airin, lalu ia pun mencubit pipi Airin.
"Tuh kan iseng kamu ya Rin, sudah ku duga sebelumnya, pasti kamu dan Pak Davin mengintip," papar Zuy.
__ADS_1
"Hahaha, iya ampun Zuy," ucap Airin, lalu Zuy melepaskan tangannya dari pipi Airin.
"Lagian tadi Pak Davin bilang kalau kamu sama Tuan Bos lagi bermesraan, jadi aku penasaran.. hehehe.." kata Airin
Mendengar perkataan Airin, Zuy langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Ck, dasar kamu Rin sama saja kaya Pak Davin.." gumam Zuy.
Airin pun langsung terkekeh sambil mengangkat kedua jarinya.
"Zuy, hari ini kita bakalan pulang telat lho," papar Airin
"Hmmm, kok bisa?" tanya Zuy keheranan
"Ck, kamu lupa ya Zuy, sekarang kan giliran kita dapat tugas tambahan Zuy," jelas Airin.
"Oh iya Rin, aku benar-benar lupa," ujar Zuy.
Airin pun langsung merangkul pundak Zuy, "Hah dasar kamu Zuy, yaudah ayo kita beresin yang di sana, sebentar lagi sudah waktunya istirahat."
Zuy pun menganggukkan kepalanya, dan mereka menjalankan aktivitasnya kembali.
°°°°°°°°°°°°°
Tak terasa waktu cepat berlalu, waktu pulang kerja tinggal beberapa jam lagi, Ray yang berada di ruangannya segera bersiap-siap, lalu kemudian Davin pun datang..
"Tuan Ray, apakah anda sudah siap?" tanya Davin
"Sebentar Kak Davin.." jawab Ray sambil memasukan laptopnya ke dalam tas, kemudian menghampiri Davin.
"Ayo kita berangkat, Om Willy sudah menunggu di rumahnya," sambung Ray sambil memberikan tas laptopnya pada Davin.
Lalu Ray melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya, di ikuti oleh Davin, mereka pun berjalan menuju ke pintu lift. Sesaat kemudian Ray dan Davin keluar dari pintu lift dan berjalan menuju ke arah pintu luar Perusahaan. Para Karyawan yang melihat Ray dan Davin lewat, mereka pun langsung menyapanya, namun Ray hanya membalas dengan senyuman tipis saja.
Setelah berada di luar, Davin pun langsung ke parkiran mengambil mobilnya, sedangkan Ray berdiri di sana sambil memainkan Hpnya.
Di tempat yang sama, Zuy yang saat itu sedang mencuci tangannya setelah membuang sampah, lalu ia melihat Ray sedang berdiri tak jauh darinya, seketika ia langsung menghampiri Ray. Setelah beberapa jarak dari Ray...
"Tuan Muda.." sapa Zuy berjalan mendekat ke arah Ray
Ray langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya, setelah tahu siapa yang memanggilnya, ia pun tersenyum bahagia.
"Ada apa Kak, apa Kakak mau nemenin Ray ke rumah Om Willy?" tanya Ray yang berharap Zuy ikut dengannya.
"Ah tidak Tuan Muda, Zuy cuma mau memberi tahu pada Tuan Muda kalau Zuy hari ini pulang sedikit terlambat, karena hari ini jadwal tugas tambahan Zuy dengan Airin Tuan," jelas Zuy.
"Oh, Ray pikir Kakak mau nemenin Ray ke rumah Om Willy," ucap Ray kecewa.
"Tapi yaudah lah, Kakak hati-hati ya, kalau ada apa-apa segera hubungi Ray," pinta Ray
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Muda, Zuy akan hati-hati.." ucap Zuy, ia pun menyunggingkan senyumannya.
Saat melihat Zuy tersenyum, Ray langsung menggerakan tangannya dengan niat ingin memegang pipi Zuy, akan tetapi...
Tiiiiin...
Davin membunyikan klakson mobilnya dengan kencang membuat Ray dan Zuy terkejut. Lalu ia pun menghentikan mobilnya di depan Ray dan langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Iya, iya.. Ciih, dasar adonan moci, selalu saja," gerutu Ray,
"Kak Ray ke rumah Om Willy dulu, ingat pesan Ray, kalau ada apa-apa segera hubungi Ray," sambung Ray.
"Siap Tuan Muda, Tuan Muda sama Pak Davin juga hati-hati di jalan, salam buat Pak Willy.." ucap Zuy.
Ray pun mengangguk sambil tersenyum, lalu ia segera masuk ke dalam mobil, setelah itu Davin langsung melajukan mobilnya dan pergi, sedangkan Zuy kembali masuk ke dalam kantor lewat pintu lain.
Sementara itu, beberapa karyawan yang melihat Zuy dengan Ray sedang berduaan di luar, mereka langsung bergosip tidak jelas, ada yang suka, ada juga yang tidak suka kalau Zuy dekat dengan Ray, apalagi karyawan wanita yang mengagumi Ray.
*************
Rumah Pak Willy
Beberapa saat kemudian setelah menempuh perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumah Pak Willy. Ray pun langsung turun dari mobilnya.
"Tuan Ray, kalau begitu saya langsung ke rumah Zuy untuk menemui Bu Ima, nanti setelah dari sana, saya langsung kesini lagi," kata Davin.
"Iya Kak Davin.." balas Ray.
Davin pun langsung pergi menuju ke rumah Zuy, sedangkan Ray melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu rumah Pak Willy, sesampainya Ray pun langsung memijit bel pintu tersebut.
Tak lama kemudian, seseorang datang membukakan pintunya. Ternyata pelayan rumah Pak Willy.
"Selamat datang Tuan Muda, Tuan besar dari tadi menunggu anda, silahkan masuk..!!" sambut pelayan itu.
"Terimakasih.." ucap Ray sambil berjalan masuk.
Ia pun di antar ke ruang khusus keluarga oleh pelayan. setibanya Ray langsung menghampiri Pak Willy yang tengah duduk di sofa.
"Om Willy.." sapa Ray.
Melihat Ray datang, Pak Willy pun berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Ray.
"Rayyan, Om pikir kamu gak datang," ujar Pak Willy.
"Pasti Ray datang Om, kan memang niat Ray mau main kerumah Om, dan lagi ...," kata Ray.
Namun ia tiba-tiba terdiam karena melihat Yiou yang sedang duduk di sofa sambil melambaikan tangannya ke arah Ray.
"Hai Tuan dingin...," sapa Yiou.
"Om Willy, kenapa Tante Yiou ada di sini juga?" tanya Ray
Mendengar Ray menyebutnya Tante, Yiou pun langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia menghampiri Ray, setelah itu Yiou pun langsung menarik telinga Ray.
"Setiap ketemu sama anak ini, bawaannya pengin marah mulu, sifatnya itu gak tahan banget, dulu ngidam apa sih Kakakku itu sampai punya anak sedingin ini," pekik Yiou.
"Aduuh, iya ampun Kak Yiou.." ucap Ray
__ADS_1
Lalu Yiou pun melepaskan tangannya, sedangkan Pak Willy hanya terkekeh melihatnya.
"Sudah-sudah ayo duduk..!!" ajak Pak Willy, lalu mereka pun langsung duduk.
"Hmmm Tuan dingin.." tegur Yiou
"Apa.." sahut Ray singkat.
Yiou pun mengedarkan pandangannya ke kanan-kiri seperti sedang mencari sesuatu, Pak Willy dan Ray yang melihatnya pun kebingungan dengan gelagat Yiou.
"Yi, apa yang sedang kamu cari?" tanya Pak Willy penasaran
"Yi sedang mencari calon istrinya si Tuan dingin Kak, kok dia tidak ada ya," jawab Yiou, "Hei Rayyan kenapa kamu gak mengajaknya juga?" sambung tanya Yiou.
"Dia sedang piket Kak, lagian Ray sudah mengajaknya tapi dia menolaknya," jawab Ray.
Pak Willy pun terkejut mendengar obrolan Yiou dan Ray, lalu ia langsung bertanya, "Maksud kamu apa Yi, calon istri Rayyan? Memangnya kamu sudah mau menikah dengan Kimberly Ray?"
"Lho Kak Willy, kok jadi bawa-bawa Kimberly, nama calon istri Rayyan bukan Kimberly, kalau tidak salah namanya Zuy," jelas Yiou.
Mendengar itu Pak Willy pun sangat terkejut, lalu Pak Willy meminta Ray untuk menjelaskannya. Sesuai permintaan Pak Willy, Ray langsung menjelaskan pada Pak Willy tentang hubungannya dengan Zuy, bahkan sampai melamarnya di depan Pak Randy dan Bi Nana.
"Oh jadi begitu, ya Om sih sangat setuju, apalagi Om sudah lama mengenal Zuy, ya Om berharap semoga saja Michael juga merestui hubungan kalian," kata Pak Willy
"Iya Om, Ray yakin Daddy pasti merestuinya," ucap Ray, "Om Willy, Kak Yiou.."
Mereka pun menoleh ke arah Ray..
"Ada apa Rayyan?"
"Ray boleh minta tolong pada kalian.."
"Minta tolong apa Rayyan?" tanya Yiou
Ray menundukkan kepalanya, "Ray ingin kalian menjadi wali dan saksi untuk pernikahan ku!"
"Apa...!!"
*************
Tak terasa waktu menunjukan pukul 08.45 pm, Airin dan Zuy kalah itu sedang berada di jalan menuju ke arah rumah masing-masing, setelah sebelumnya mereka selesai melaksanakan tugasnya. Lalu kemudian..
"Zuy, kita makan dulu di sana yuk, perutku sudah bunyi terus nih," ajak Airin
"Kasihan.. yaudah ayo, lagian Tuan Muda juga pasti masih di rumah Pak Willy," ujar Zuy.
Mereka langsung melajukan motornya dengan cepat menuju ke tempat makan yang di tunjuk Airin yang ternyata kedai mie ayam. Sesampainya di kedai tersebut, mereka pun segera memarkirkan motornya di sisi jalan, setelah itu mereka bergegas masuk ke kedai tersebut. Lalu mereka duduk di tempat yang telah di sediakan dan mereka pun segera memesan.
Sesaat kemudian Mie ayam yang di pesan mereka pun sudah berada di depan mereka. Lalu kemudian..
"Selamat makan.." ucap bersama.
Airin dan Zuy pun langsung menyantap makanannya, namun saat mereka sedang menyantap makanannya, tiba-tiba ada pengamen datang menggunakan topi yang menutup matanya dan membawa gitarnya, lalu pengamen tersebut berdiri tak jauh dari tempat duduk Airin dan Zuy.
"Permisi semuanya, maaf kalau saya mengganggu kalian, dan nona berbaju biru muda ini lagu untuk anda," kata pengamen tersebut.
"Zuy, orang itu menyebut baju warna biru muda, bukannya itu di tunjukan untuk kamu Zuy," papar Airin
"Apa sih Rin, mungkin orang lain kali," ucap Zuy sambil menyantap makanannya.
Lalu si pengamen tersebut memainkan gitarnya dan kemudian ia pun langsung menyanyikan lagunya..
🎵🎵🎵🎵🎵
Jika kau kuat percaya
Akulah jodoh mu
Jaga mu selalu
Menarilah sayang di hari bahagia
Di bawah bulan bintang
Kasih kita berdua
Jangan bimbang sayang
Kita harungi bersama berdua selamanya
Sampai ke hari tua
Mencintaimu
🎵🎵🎵🎵🎵
Mendengar lagu yang di nyanyikan pengamen tersebut, membuat orang yang berada di kedai itu langsung tertegun, bahkan sampai memintanya menyanyikan lagi. Namun pengamen tersebut menolak, lalu ia pun segera menghampiri Zuy dan Airin yang sedang menyantap makanannya.
"Permisi.." ucapnya..
Zuy pun mengambil uang di sakunya, dan memberikannya pada pengamen tersebut, akan tetapi...
"Maaf Nona cantik, saya tidak menerima uangmu," kata pengamen itu.
"Apa, kenapa tidak menerima uangku?" tanya Zuy yang keheranan
"Karena aku hanya membutuhkan cintamu Nona," ucapnya membuat Zuy dan Airin terkejut.
Lalu Pengamen tersebut langsung membuka topinya, sontak membuat Zuy dan Airin tercengang dan matanya pun terbelalak saat melihatnya, karena pengamen tersebut ternyata adalah...
"Tuan Muda > Tuan Bos...!!"
**Bersambung...
Lirik lagu: Sampai Ke Hari Tua ( Aizat Amdan )
°°°°°°°°°°
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌