Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Ngidam Adonan Moci.


__ADS_3

Jangan lupa Likenya Kakak2..!! 🙏🙏🙏


<<<<<


Ayasya pun kembali menatap tajam Shaka, "Aku tidak peduli pada Plankton, yang aku peduliin anak yang ada di dalam perutku, pokoknya aku akan tetap menunggunya..!!"


"Tapi Nyonya.."


Mendengar obrolan Ayasya dan Shaka, Ray pun langsung mengeluarkan Hpnya dan mencoba menghubungi Davin, sedangkan Zuy langsung menghampiri Ayasya.


"Permisi Nona, Tuan..." sapa Zuy


Ayasya dan Shaka lalu menoleh ke arah Zuy


"Maaf kalau saya mengganggu, tapi bolehkah saya duduk di samping anda, Nona?" tanya Zuy


Ayasya pun menganggukkan kepalanya, Zuy lalu duduk di samping Ayasya. Setelah itu Zuy mengambil cangkir minuman milik Ayasya.


"Nona, minumlah dulu..!!" pinta Zuy sambil memberikan cangkir tersebut pada Ayasya.


Ayasya pun mengambil cangkir minuman itu, "Terimakasih.." ucap Ayasya, lalu ia pun meminumnya.


"Tuan Muda, apa sudah tersambung dengan Pak Davin?" tanya Zuy


"Sudah, tapi dia tidak mengangkat telponnya," jawab Ray sembari terus menghubungi Davin.


"Nona, sabar ya.. Tuan Muda sedang berusaha menghubungi Pak Davin," tutur Zuy menenangkan Ayasya.


"Iya, kalau saya sih tidak masalah kalau harus menunggu lama sampai Amoeba datang," ujar Ayasya, "Cuma pria kanebo satu ini yang gak sabaran," celetuk Ayasya menatap ke arah Shaka.


"Amoeba? Kanebo?" batin Zuy sembari memikirkannya.


"Bukan seperti itu Nyonya, masalahnya nanti Tuan akan marah, jika kita pulang terlambat," ujar Shaka.


"Ya tinggal bilang saja pada Plankton, kalau jalanan macet parah karena sekumpulan Plankton sedang menyebrangi jalanan menuju ke lautan," kata Ayasya


Zuy yang mendengar perkataan Ayasya, hanya bisa tersenyum.


"Tuan, biarkan Nona menunggu di sini, kasihan anak yang di dalam perutnya kalau sampai keinginannya gak di turuti," jelas Zuy.


"Tuh Shaka, apa kamu dengar kata Kakak ini?" tanya Ayasya pada Shaka.


"Iya Nyonya, saya mendengarnya," jawab Shaka sambil menggangguk.


"Eummm Nona, apa anda tidak keberatan kalau saya temani anda di sini, Nona?" tanya Zuy.


Ayasya pun menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tentu saja tidak, justru saya senang ada yang menemani, dari pada harus di temani sama Pria kaku kaya kanebo ini."


"Terimakasih Nona.." ucap Zuy


"Ayasya, panggil saja aku Ayasya.." jelas Ayasya sambil mengulurkan tangannya, "Lalu Kakak?"


Zuy membalas uluran tangan Ayasya, "Ah, saya Zoey Lestari, anda bisa memanggil saya Zuy, Nona Ayasya."


Ayasya pun tersenyum, dan Shaka hanya bisa terdiam, lalu kemudian Ray beranjak dari tempat duduknya.


"Maaf Nona Ayasya, Tuan Shaka, saya keluar sebentar ya," pamit Ray.


Shaka dan Ayasya menganggukkan kepalanya secara bersamaan, kemudian Ray melihat ke arah Zuy.


"Kak tolong ya..!!" pinta Ray


"Baik Tuan Muda," kata Zuy sambil mengangguk.


Lalu Ray pun berjalan menuju keluar ruangannya. Setelah berada di luar ruangannya, Ray kembali menghubungi seseorang, namun bukan Davin, melainkan Yiou yang tadi pergi bersama dengan Davin.


************


Sementara itu, Yiou dan Davin pun sudah berada di jalan menuju ke arah Perusahaan CV, setelah selesai mengambil barang yang tertinggal, lalu kemudian...


Triiiiiing... Triiiiiing....


"Mrs Yiou, sepertinya ada panggilan masuk dari hp anda," kata Davin sembari fokus pada setirnya.


"Ah benarkah.."


Lalu Yiou mengambil hpnya di dalam tas, dan ia pun langsung menjawab panggilan tersebut.


"Iya halo," sapa Yiou.


"Kak, ini aku Ray.."


"Iya udah tahu, ada apa Tuan dingin?" tanya Yiou


"Kak, kalian lagi dimana?" tanya Ray balik.


Mendengar pertanyaan Ray, Yiou pun mendengus kesal, "Dasar Tuan dingin, bukannya jawab pertanyaanku malah balik bertanya, kami sedang di jalan arah ke Perusahaan CV."


"Oh Syukurlah kalau begitu, apa Davin masih bersama Kakak?"


"Iya, Davin masih bersama ku, baru pinjam sebentar sudah di tanyain," gerutu Yiou.


"Bukan seperti itu, soalnya di sini ada perempuan hamil yang ingin menemui Kak Davin," kata Ray namun ia tidak menjelaskan siapa orangnya sebab Ray ingin mengerjai Davin dan Yiou.


"Apa..!! yang benar saja kamu Rayyan?" tanya Yiou terkejut


"Iya benar, aku gak bohong Kak, makanya buruan, soalnya dia udah nungguin lama.." kata Ray.


"Iya, iya, yaudah kalau gitu aku tutup telponnya," kata Yiou


Lalu Yiou pun memutuskan telponnya.


"Davin.."


"Iya Mrs, ada apa?" tanya Davin


Yiou pun menatap tajam ke arah Davin, "Hei Davin, apa kamu tidak pakai pengaman saat melakukan itu?" tanya Yiou.

__ADS_1


"Hah.. melakukan itu? maksudnya?" tanya Davin yang kebingungan.


"Jangan pura-pura polos gitu Vin, udah berapa kali kamu lakuin itu dengannya sampai dia Dung begitu?" tanya Yiou menginterogasi Davin.


Davin pun semakin kebingungan dengan pertanyaan dari Yiou, "Mrs Yiou, saya benar-benar tidak tahu maksud anda itu apa.."


"Fyuuh, barusan Rayyan bilang padaku kalau di Perusahaan ada wanita hamil yang sedang mencari mu, biasanya kalau ada wanita hamil mencari seseorang, pasti dia ingin minta pertanggung jawaban oleh orang yang menghamilinya," jelas Yiou.


Davin sangat terkejut mendengar penjelasan dari Yiou, ia tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.


"Hah..!! wanita hamil?" tanya Davin yang terkejut.


"Iya wanita hamil, mungkin dia mau minta pertanggung jawaban dari mu Vin, wah kamu benar-benar hebat Vin bisa buat anak orang jadi Dung gitu," papar Yiou sembari menggoda Davin.


"Mrs Yiou, sepertinya ada yang salah ini, mana mungkin saya membuat anak orang Dung, melakukan itu aja juga nggak. Saya masih bersegel, masih suci murni, belum menyentuh apa-apa, jangankan bikin anak orang Dung, nyium anak orang juga gak pernah," ungkap Davin dengan polosnya.


Yiou pun tertawa mendengarnya, "Hahaha, ya ampun Davin, ucapanmu benar-benar serius Vin?" tanya Yiou


"Serius Mrs, memangnya Tuan Ray, yang suka sering bermesraan sama Zuy, bahkan sering mencium Zuy," ceplos Davin


"Apa..!! si Tuan dingin itu mencium Zuy?" tanya Yiou yang terkejut.


"Waduh gawat, aku keceplosan.." batin Davin,


Gara-gara keceplosan, Davin pun salah tingkah, "Ahahaha, Mrs lebih baik kita segera bergegas ke sana, soalnya saya penasaran siapa wanita hamil itu," kata Davin sembari menyalakan mobilnya.


"Hei kenapa kamu tidak menjawabnya..." pekik Yiou, namun Davin hanya tersenyum dan melajukan mobilnya dengan cepat.


**********


Perusahaan CV


Setelah selesai menelpon Yiou, Ray pun melangkahkan kakinya kembali ke ruangannya, setelah berada di dalam ruangannya...


"Tuan Muda bagaimana, apa Pak Davin bisa di hubungi, terus sekarang ada di mana?" tanya Zuy.


"Kak Davin sedang menuju kemari, mungkin sebentar lagi sampai," jelas Ray sembari mendudukan dirinya di atas sofa.


"Terimakasih Tuan Ray," ucap Ayasya.


"Sama-sama Nyonya Stevano," balas Ray, "Nyonya, boleh kah saya bertanya sesuatu pada anda?" sambungnya.


"Tentu saja.." kata Ayasya


"Kenapa Nyonya Stevano bisa tahu Davin, dan sampai mengidam ingin bertemu dengan Davin?" tanya Ray penasaran.


"Waktu itu, Amoeba eh maksudku Tuan Davino datang ke rumah ingin bertemu dengan Shaka, karena ia bilang temannya Shaka, awalnya saya berfikir kalau dia ingin mencari pekerjaan, makanya saya membawanya ke rumah, dan awalnya saya ingin merekrut dia jadi pengawal saya, tapi Tuan Amoeba bilang sudah bekerja pada anda, jujur sedikit kecewa sih. Setelah itu kita hanya mengobrol, akan tetapi saat dia sudah pergi, entah kenapa wajahnya yang putih, mulus, bening, glowing, jadi terbayang-bayang, mungkin efek ngidam atau bagaimana, yang jelas saya ingin sekali melihat dan menyentuh wajahnya itu ," ungkap Ayasya


"Hmmmm, bagaimana tidak mulus, bening dan glowing, orang setiap hari di tempelin adonan moci terus," celetuk Ray


Mendengar celetukan dari Ray, Zuy pun menatap Ray, "Tuan Muda..."


"Ahahaha, iya maaf Kakak.." ucap Ray.


Lalu Ayasya melihat ke arah Zuy dan Ray secara bergantian.


"Ada apa Nyonya Stevano?" tanya Ray


"Soalnya panggilan kalian unik, Kak Zuy manggil Tuan Ray dengan sebutan Tuan Muda, sedangkan Tuan Ray memanggil Zuy dengan sebutan Kakak," sambung Ayasya.


Zuy dan Ray saling menatap satu sama lain, lalu..


"Kami ini ...," ucap Zuy yang ragu, lalu kemudian..


"Kita adalah pasangan Nyonya, dan Kak Zuy ini adalah calon istri saya," ungkap Ray sembari tersenyum.


"Iya Nona Ayasya, Tu-Tuan Muda adalah calon suami saya," sambung Zuy.


Ayasya pun langsung tertegun mendengar ungkapan dari Ray dan Zuy.


"Waah.. serius Kak Zuy?" tanya Ayasya sambil memegang tangan Zuy.


Zuy pun mengangguk, "I-iya Nona Ayasya.."


"Oh, nanti kalau kalian menikah, jangan lupa kirim undangannya ya," pinta Ayasya.


"Baiklah Nyonya Stevano, kami akan mengirimkan undangan untuk anda dan Tuan Stevano," kata Ray. Lalu tiba-tiba...


Drap.. Drap.. Drap..


Terdengar suara langkah kaki mendekat, menuju ke arah ruangan, lalu kemudian...


"Tuan Ray, maaf saya baru datang.." ucap Davin yang terengah-engah.


Mereka pun langsung menoleh ke arah Davin. Shaka lalu menghampiri Davin.


"Roveis, dari mana saja kamu, Nyonya dari tadi menunggumu," ujar Shaka


"Shaka, kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Davin keheranan.


"Tentu saja aku ada di sini, karena Nyonya juga di sini, dan ingin bertemu denganmu Roveis," jelas Shaka sambil menunjuk ke Ayasya.


Davin pun langsung melihat ke arah tangan Shaka menunjuk. Matanya pun terbelalak saat melihat Ayasya yang sedang duduk.


"Nonya Stevano..!!"


Lalu Davin berjalan mendekat ke Ayasya, kemudian ia pun bertanya, "Maaf Nyonya Stevano, ada apa perlu apa ya?"


Ayasya pun segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Davin yang tengah berdiri di samping Ray. Sedangkan Ray yang sedang duduk, langsung bangkit dan beralih dekat dengan Zuy.


"Maaf Nyonya Stevano, sebenarnya ada apa?" tanya Davin kembali.


"Tuan Amoeba diam sebentar ya..!!" pinta Ayasya, ia pun mengangkat tangannya dan perlahan mengarahkannya ke wajah Davin.


"Duh, sebenarnya ada apa ini, apa dia mau menampar wajahku ini, apa salahku Nyonya," batin Davin, tubuhnya pun mulai gemetaran.


Sementara itu, Ray yang sedang berdiri dekat Zuy, seketika tangannya langsung menutupi mata Zuy.

__ADS_1


"Jangan di lihat..!!" pinta Ray


"Tuan Muda, apa-apaan sih," pekik Zuy sambil menurunkan tangan Ray dan melihat ke arah Ray.


Lalu Ayasya mendaratkan kedua tangannya ke pipi Davin, dan memutarnya ke arah kanan dan kiri. Davin pun hanya bisa pasrah.


"Memang benar-benar mulus," kata Ayasya, lalu ia pun melihat ke arah Shaka,


"Hei Shaka, bisakah wajahmu seperti dia, supaya tidak kaku seperti kanebo," celetuk Ayasya.


"Ka-kanebo?" lirih Davin, namun sebenarnya ia menahan tawa saat Ayasya menyebut Shaka itu kanebo.


"Tidak bisa Nyonya, wajah saya dari dulu memang seperti ini," ujar Shaka dengan jujurnya.


Ayasya pun mendengus kesal, mendengar perkataan Shaka. Lalu kemudian Ayasya menurunkan tangannya kembali.


"Shaka, ayo kita pulang..!!" ajak Ayasya.


"Apa anda sudah selesai dengan Roveis, Nyonya?" tanya Shaka


"Sudah, dan sekarang sudah tidak penasaran lagi, tapi kurang tahu juga, siapa tahu nanti pengin ketemu Tuan Amoeba ah maaf maksudku Tuan Davino lagi," jelas Ayasya.


"Baiklah Nyonya,"


Lalu Ayasya berjalan mendekat ke arah Ray dan Zuy, ia pun mengulurkan tangannya.


"Tuan Ray, terimakasih banyak sudah mengizinkan saya untuk bertemu dengan Tuan Davino," ucap Ayasya


"Iya sama-sama Nyonya Stevano, salam untuk Tuan Stevano," kata Ray sembari membalas uluran tangan Ayasya.


Ayasya pun menganggukkan kepalanya, lalu ia beralih ke Zuy.


"Kak, terimakasih banyak sudah menemaniku, kapan-kapan mampir ya ke rumah..!!" ucap Ayasya sambil menyunggingkan senyumannya.


"Baik Nona, kapan-kapan saya mampir kesana," kata Zuy.


"Ayo Shaka..!!" ajak Ayasya, lalu Shaka pun mengangguk.


"Biar saya antar sampai depan Nyonya Stevano, Shaka.." tawar Davin.


"Baiklah, dengan senang hati.."


Lalu mereka pun berjalan keluar dari ruangan Ray.


"Kakak sayang.." panggil Ray sembari memeluk Zuy dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Zuy.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy.


"Nanti kalau Kakak hamil, ngidamnya jangan aneh-aneh ya, apalagi sampai benci sama Ray," pinta Ray


Mendengar itu, Zuy pun terkejut dan menatap Ray.


"Tuan Muda, gimana lihat nanti ya, udah jangan menggoda Zuy terus," gerutu Zuy, lalu ia melepaskan tangan Ray dari pinggangnya.


"Kak, nanti kita pulang bareng kan?" tanya Ray


"Tentu saja Tuan Muda, kan Zuy gak bawa motor, dan lagi tadi kan kita berangkat bareng kan," kata Zuy, "Yaudah Zuy ke Pantry dulu ya," imbuhnya


"Ayo kita bareng aja Kak, kebetulan Ray juga mau ke tempat acara," kata Ray.


Lalu mereka pun berjalan menuju keluar ruangan.


°°°°°°°°°°°°°


Tak terasa waktu cepat berlalu, hari pun sudah mulai gelap, Zuy, Ray dan Davin siap-siap untuk pulang ke rumah. Davin bergegas menuju ke parkiran, sedangkan Zuy dan Ray menunggu di depan, Ray kemudian membuka jasnya dan memakaikannya pada Zuy. Seketika Zuy langsung menoleh ke arah Ray.


"Kakak pakai ini biar gak dingin," tutur Ray.


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy.


Sesaat kemudian, Davin pun tiba, Ray pun segera membukakan pintu mobilnya untuk Zuy, lalu kemudian Zuy masuk ke dalam mobil di susul Ray. Setelah itu, Davin segera melajukan mobilnya.


************


Selama di perjalanan, Zuy nampak mengantuk, ia sering kali menguap dan selalu mengejapkan matanya. Ray yang melihatnya langsung menggeser posisinya dekat dengan Zuy.


"Kak, apa Kakak mengantuk?" tanya Ray, "Kalau Kakak mengantuk, menyandar di bahu Ray saja."


"Tidak Tuan Muda," jawab Zuy sambil menggelengkan kepalanya. Lalu kemudian...


Trrrrrrt... Trrrrrrt...


Mendengar suara dering hpnya, Zuy pun langsung mengambil hpnya di dalam tas dan melihat ke arah layar hp.


Setelah mengetahui siapa yang menelpon, ia pun langsung menjawabnya.


"Iya Bi Nana," sapa Zuy dan yang menelpon ternyata Bi Nana.


"Zuy kamu di mana?"


"Zuy di jalan Bi.." jawab Zuy


"Zuy, bisakah kamu ke rumah sebentar, ada sesuatu yang mau Bi Nana kasih ke kamu Zuy.."


"Kasih sesuatu? apa itu Bi Nana?" tanya Zuy yang penasaran.


"Nanti kamu juga tahu, Bibi tunggu..!!" titah Bi Nana


Bi Nana pun langsung memutuskan telponnya.


"Hmmm sesuatu? sebenarnya apa yang mau Bi Nana kasih buatku?!!"


***Bersambung....


°Hai Kakak2 Author dan Kakak2 Readers, siapa yang penasaran dengan Ayasya dan Shaka, bisa mampir langsung ke rumah mereka.. jangan lupa Like Rate Vote ya Kakak2.. 👇👇👇


__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author...♥🙏♥🙏


__ADS_2