
<<<<<
"Bienvenue Mam, Kimberly.." sapa seseorang tersebut
Maria dan Kimberly pun langsung menoleh ke arah orang tersebut, betapa terkejutnya mereka..
"Hah, Bro Archo..!!"
Ternyata orang tersebut adalah Archo Fuca, anak dari Mario Fuca, sebelum Mario menikah dengan Maria. Kimberly pun langsung memeluknya.
"Bro, kapan kamu pulang dari Paris, kenapa gak memberitahuku kalau kamu udah ada di Amerika?" tanya Kimberly
Archo pun membalas pelukan Kimberly, "Iya maafkan aku Kimberly, aku sudah berada di sini dua hari yang lalu, akan tetapi pas aku datang rumah malah di kunci," kata Archo, "Memang Kalian dari mana?" imbuh tanya Archo
"Oh kemaren kami sedang berlibur, makanya rumah di kunci," jawab Maria.
"Oh begitu ya," lirih Archo
Kimberly lalu melepaskan pelukannya, "Eummm Archo, terus apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kimberly
"Oh, aku kesini tentu saja untuk menjemput kalian," jawab Archo sambil memegang kepala Kimberly.
"Lalu kenapa kamu bisa tahu kalau kita sudah berada di sini? padahal aku gak memberitahumu Bro," tanya Kimberly
"Hehehe, kalau itu kamu bisa tanya pada YanYan," ujar Archo menunjuk ke arah YanYan.
Mereka pun langsung melihat ke arah YanYan.
"Hmmm ada apa kalian melihatku seperti itu," tanya YanYan
"Kenapa waktu di sana, kamu gak memberitahu kalau Archo udah ada di Amerika?" tanya balik Maria
"Iya, kenapa gak memberitahu dari awal?" sambung Kimberly sambil memanyunkan bibirnya
"I-itu kan idenya Mr Archo, katanya ingin membuat kejutan untuk kalian," papar YanYan
Kimberly pun menatap kembali Archo dengan wajah cemberutnya, "Bro Archoooo...!!" seru Kimberly
"Hahaha, iya itu adalah ideku untuk mengejutkan kalian," kata Archo sambil memalingkan pandangannya.
"Dasar Archooo laid (jelek)" celetuk Kimberly sambil memukul punggung Archo.
"Aduh, iya-iya maaf.." ucap Archo menahan pukulan Kimberly.
"Ya ampun kalian ini, baru juga ketemu udah ribut, ayo kita pulang dulu, Mam udah kelelahan ini," ujar Maria
"Sorry Mam," ucap Archo dan Kimberly
"Mam, sini Archo bawakan barang-barang Mam," tawar Archo.
Maria pun memberikan barang-barangnya pada Archo, "Thanks ya My son," ucap Maria.
Mereka pun langsung bergegas pergi menuju ke parkiran di mana mobil Archo berada.
"Bro, apa kau tidak mau membawa barang-barang ku juga" seru Kimberly sambil berjalan di belakang Archo.
"Kamu bawa aja sendiri barangmu itu," celetuk Archo.
"Ciih, setidaknya gendong aku kek," gerutu Kimberly
"Tidak mau berat, mending kamu minta YanYan aja buat menggendongmu," kata Archo
"Huuu, "
Tak lama kemudian, Mereka pun sampai di area parkir, Archo langsung membuka bagasi mobilnya dan menaroh barang-barang yang di bawa oleh Maria, Kimberly dan YanYan, setelah selesai...
"Siapa yang mau duduk di depan?" tanya Archo.
"Humpt, aku gak mau duduk di depan bersamamu, aku mending di belakang sama my Mam," ujar Kimberly
"Huu, yaudah kamu di depan bersamaku YanYan..!!" suruh Archo.
YanYan hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu Archo membukakan pintu mobilnya untuk Maria dan Kimberly, mereka pun masuk ke dalam mobil, setelah itu Archo juga masuk ke dalam mobil. Ia pun langsung menyalakan mobilnya dan pergi dari Airport tersebut dan menuju ke rumah Maria.
*****
^Taman Hiburan
Sementara itu, Zuy dan yang lainnya pun sedang berada di tempat makan yang ada di taman hiburan tersebut.
"Ini kalau gak salah tempat makan yang waktu itu ya Kak?" tanya Ray
"Iya Tuan," jawab Zuy.
"Waah ternyata kamu udah pernah bawa Tuan Bos kemari ya Zuy?" tanya Airin
"Iya waktu itu, awalnya Tuan Muda ragu untuk makan di sini, akan tetapi setelah mencoba makanan di sini dia jadi ketagihan," ujar Zuy
"Benarkah itu Tuan Bos?" tanya Airin sambil menatap ke arah Ray.
"Ah, aku gak ingat soal itu," jawab Ray yang pura-pura lupa.
__ADS_1
Zuy lalu melihat Ray sambil tersenyum, "Ah dasar Tuan Muda, pandai berpura-pura," batin Zuy
Karena merasa Zuy sedang melihat ke arahnya, Ray pun langsung menoleh dan bertanya, "Ada apa Kak, kenapa kau melihatku seperti itu, apa aku tampan?"
"Si-siapa yang sedang melihatmu Tuan, kau sungguh sangat kepedean," papar Zuy sambil memalingkan wajahnya.
"Hahaha, dasar Zuy," tawa Airin.
Lalu tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang.
"Ini makanannya Tuan, Nona," kata si penjual sambil menaroh makanan di atas meja,
"Terimakasih Pak," ucap Zuy, lalu si penjual itu pergi...
"Selamat makan..." ucap bersama, mereka pun langsung menyantap makanannya.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun selesai makan dan langsung keluar dari tempat makan tersebut.
"Rin, apa kita langsung pulang?" tanya Brian sambil melihat jam di tangannya.
"Hmmm, tunggu dulu ada tempat yang harus di datangi, biasa kalau jam segini udah di buka, ayo Zuy kita pergi kesana, " kata Airin sambil menarik tangan Zuy.
"Memangnya tempat apa itu Rin?" tanya Zuy
"Udah kamu ikut aja," kata Airin sambil jalan cepat.
"Aduuh Airin, kenapa harus cepat-cepat sih, santai kan bisa," celetuk Brian.
"Udahlah biarin aja, ayo kita ikuti mereka," ujar Ray.
Lalu Ray dan Brian pun mengikuti dari belakang, setelah sampai di tempat yang di maksud Airin. Tiba-tiba semuanya pada tercengang, ternyata yang di maksud Airin adalah Rumah Hantu yang berada di taman hiburan tersebut.
"Kenapa kamu membawa ku kesini?" tanya Zuy
"Ya karena aku ingin kesini bersama dengan mu Zuy, ayo kita masuk..!!" ajak Airin
"Tunggu Rin, apa kamu serius mau masuk kesini?" tanya Ray.
"Memangnya kenapa Tuan Bos, apa anda takut?" tanya Airin.
Lalu Airin pun menghampiri Ray, dan berbisik ke telinganya Ray.
"Tuan Bos, bukankah ini kesempatan bagus saat sedang berkencan, kalau di tempat seperti ini kan Zuy pasti ketakutan, lalu otomatis dia akan langsung terus memegang tangan dan memeluk anda," bisik Airin.
Mendengar perkataan Airin, Ray pun langsung sumringah dan berkata, "Ah benar juga katamu Rin, ide bagus Rin."
"Apa yang kalian bisikan?" tanya Zuy
"Rumah hantu ya, siapa takut," kata Brian dengan beraninya.
"Oke, kita buat perjanjian, siapa yang takut dan menjerit saat berada di dalam rumah hantu, dia harus meneraktir makanan besok," tutur Airin.
"Oke siapa takut," ucap bersama.
"Ayo kita masuk..!!"
Mereka pun langsung masuk ke rumah hantu tersebut. Setelah berada di dalam rumah hantu, mereka pun terus berjalan mekewati beberapa jalanan gelap, suara-suara pun mulai terdengar, seperti suara lolongan serigala, gamelan, dan suara cekikikan perempuan, bahkan benda-benda jatuh yang membuat bulu kuduk merinding.
"Makin kesini, makin seru, tapi sayang hantunya belum mucul juga," kata Airin
"Kamu berharap hantunya muncul Rin, apa kau tidak ketakutan?" tanya Brian
"Takut, ya gak dong, apa jangan-jangan kamu yang udah ketakutan ya Brian, siap-siap aja besok kau harus meneraktirku," celetuk Airin.
"Heh, Si-siapa juga yang ketakutan," pekik Brian.
Ray yang berjalan di samping Zuy langsung menoleh ke arah Zuy, ia berharap Zuy ketakutan, akan tetapi sayangnya Zuy hanya biasa saja.
"Kenapa Kak Zuy nampak biasa saja, bukannya takut atau apa, aku aja udah mulai merinding gini," batin Ray tangannya pun mulai gemetaran.
"Ada apa Tuan Muda, kok melihat Zuy seperti itu, apa anda mulai ketakutan?" tanya Zuy
"Ah, si-siapa yang sedang ketakutan, justru aku melihat ke arah Kak Zuy itu takutnya Kakak kenapa-napa," kata Ray
"Oh begitu ya, tenang aja Tuan Muda, Zuy gak akan ketakutan kok," kata Zuy.
"Ah sayang sekali," lirih Ray sambil memalingkan wajahnya karena kecewa.
Airin pun melihat ke arah Ray dan Zuy, hatinya berkata, "Ah sayang sekali, ini tidak sesuai yang di rencanakan."
Mereka terus berjalan, dan sampai berada di tengah-tengah ruangan, nampak sesosok bayangan lewat, dan membuat merinding, Ray dan Brian pun langsung gemetaran, keringatnya pun mulai bercucuran.
Beda dengan Airin dan Zuy, mereka nampak tenang-tenang saja dan mereka terus berjalan di depan Ray dan Brian. Mereka pun terus berjalan menuju ke arah keluar, akan tetapi tiba-tiba mereka terpisah, Airin dan Zuy sudah berada di tempat berbeda, sedangkan Brian dan Ray masih di tempat yang sama.
"Lha mana Airin dan Zuy?" tanya Brian
"Aku gak tahu, aku pikir mereka ada di depan kita, kenapa sekarang gak ada," ujar Ray.
Mereka pun mulai panik, "Zuy, Airin kalian dimana?" panggil Brian, akan tetapi tidak ada balasan dari Zuy maupun Airin.
Mereka lalu melanjutkan perjalanannya, akan tetapi tiba-tiba di belakang Brian dan Ray ada yang memegang pundak mereka, otomatis Brian dan Ray pun langsung menoleh ke belakang, betapa terkejutnya mereka ternyata sesosok wanita berambut panjang, muka rusak dan berpakaian putih.
__ADS_1
"Bang mau kemana, mending temani aku di sini, hihihi," kata sosok tersebut sambil tertawa dengan nyaringnya.
Brian dan Ray pun mulai gemetaran dan kemudian...
"Aaaaarrgh..." teriak bersama sambil melepaskan pegangan sosok tersebut. Lalu ia pun berlari tanpa menoleh ke arah belakang.
"Dasar cowok penakut... hihihi.."
Brian dan Ray pun terus berlari, dan sampai akhirnya...
Bruuugh..
Mereka menabrak sesuatu, dan mereka pun melihat ke arah yang di tabraknya, ternyata adalah Airin dan Zuy.
"Airin, Zuy, Syukurlah aku pikir kalian kemana, haaa," papar Brian sambil terengah-engah.
"Kak Zuy kamu kemana aja, dari tadi aku mencari Kakak," sambung Ray
Airin dan Zuy pun langsung menyalakan senter hpnya, kemudian di sorot dari bawah dagu sehingga membuat efek menakutkan, dengan niat menjahili Brian dan Ray, mereka pun berbalik ke arah Ray dan Brian,
"Ada apa kalian mencari kami?" tanya Zuy dan Airin bersama.
Melihat Airin dan Zuy seperti itu, sontak membuat Brian dan Ray terkejut..
"Aaaaaaaargh.." teriak mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, setelah melalui banyak hal di dalam, akhirnya mereka bisa keluar dari rumah hantu tersebut.
"Hahaha... Hahaha..," Airin dan Zuy gak berhenti-berhentinya tertawa.
Sedangkan Brian dan Ray nampak kesal dengan kelakuan Airin dan Zuy.
"Terus aja Kak tertawa.." gumam Ray
"Hahaha, iya maaf Tuan Muda," ucap Zuy.
Brian pun langsung menyentil jidat Airin, " Huh, pandai ya bikin orang jantungan,"
"Habis Kalian sangat lucu," papar Airin.
"Ah ini udah larut malam, Tuan Muda ayo kita pulang..!!" ajak Zuy
"Oh iya ayo, lebih cepat lebih baik," kata Ray
"Yaudah, Airin, Brian kita duluan ya, kalian hati-hati," kata Zuy sambil melambaikan tangannya ke arah Airin dan Brian.
"Oke, kalian juga hati-hati ya, Bye," Airin pun membalas lambaian Zuy, lalu mereka pergi.
"Lebih baik kita juga harus pulang Rin," ajak Brian sambil menarik tangan Airin.
"Woy, woy santai dong, aduuh," pekik Airin, Brian dan Airin pun langsung pergi.
***
Beberapa saat kemudian, Ray dan Zuy pun sudah berada di tengah perjalanan, selama perjalanan Ray hanya terdiam karena masih gemetaran, Zuy yang melihatnya hanya tersenyum.
"Ah sial, ini membuatku sangat malu, harusnya dia yang takut, malah sebaliknya, buat malu saja," batin Ray.
°°°°°
Di Rumah Zuy
Tak lama kemudian, mereka pun akhirnya sampai di rumah Zuy, mereka pun langsung turun dari mobil.
"Tuan Muda terimakasih untuk hari ini, Zuy sangat senang beban Zuy tiba-tiba langsung menghilang," ucap Zuy
"Iya Kak, aku bahagia kalau Kakak bahagia" jelas Ray
Zuy pun tersenyum, " Kalau gitu Zuy masuk dulu ya, Tuan Muda hati-hati ya," kata Zuy.
Lalu ia pun berjalan menuju ke rumahnya, Ray terus melihat ke arah Zuy sampai Zuy benar-benar masuk ke dalam rumahnya, setelah melihat Zuy udah masuk ke dalam, Ray pun langsung buru-buru masuk ke dalam mobil, lalu pergi menuju pulang ke rumahnya.
*****
Rumah Ray
Beberapa saat kemudian, setelah menempuh perjalanan selama 15 menit dari rumah Zuy, Ray pun akhirnya sampai di rumahnya, pintu gerbangnya pun terbuka otomatis, Ray lalu masuk dan memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. Setelah itu Ray pun langsung turun dari mobilnya dan bergegas menuju ke rumahnya.
Setelah di dalam rumah, Ray pun langsung bergegas pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Saat berada di dapur, Ray langsung membuka pintu kulkas dan mengambil botol minuman, dan langsung meminumnya, tangannya masih gemetaran, perasaan takutnya pun masih ada, wajah sosok wanita hantu itu masih terbayang-bayang di pikirannya.
Lalu tiba-tiba dari belakang Ray, Davin datang menghampiri Ray yang berada di dapur, ia pun memegang pundak Ray.
"Tuan Ray, anda baru pulang?" tanya Davin.
Ray pun langsung menoleh ke arah belakang, tiba-tiba ia terkejut melihat Davin yang sedang memakai masker di wajahnya, kemudian...
Buuuurrr...
**Bersambung....
^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌