Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
10. Baju mama


__ADS_3

Setelah mengambil makanan, Wulan berjalan menuju gerombolan teman-temannya.


"Uhuk...Uhuk." salah satu teman yang pertama kali melihat penampilannya langsung tersedak.


"Kamu kenapa?" tanya temannya yang lain. Namun tidak segera di jawab dan menunjuk ke arah Wulan yang tengah berjalan menghampiri mereka. Membuat temannya yang lain menoleh ke arah pandang teman yang tersedak tadi. Mereka pun membulatkan matanya melihat penampilan Wulan.


"Yah, sudah habis saja sih. Padahal aku baru mau makan." keluh Wulan, ketika melihat piring teman-temannya tersisa sedikit makanan. Ia pun segera duduk dan mulai menyuap nasi ke mulutnya.


"Lan, habis nyolong baju siapa itu?" celetuk salah satu temannya.


"Iya, apa sekarang kamu sedang sakit? Makanya pakai baju panjang." timpal teman yang lainnya.


Wulan justru terkekeh menanggapi celotehan teman-temannya.


"Aku cantik ngga pakai baju kayak gini?" ucap Wulan, sengaja mengabaikan pertanyaan dari teman-temannya.


Mereka kompak mengacungkan kedua jempol nya, yang membuat Wulan tersenyum jumawa. Lalu kembali melanjutkan makannya.


"Astaga Lan, kamu tanya udah kita jawab. Tapi giliran kami yang tanya, tidak kamu jawab." gerutu temannya. Namun Wulan tetap tak bergeming, dan melanjutkan makannya.

__ADS_1


Acara kembali dilanjutkan dengan foto bersama. Tentunya dari pihak keluarga terlebih dulu. Tak perlu menunggu waktu lama, keluarga Salman di panggil. Mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pelaminan.


Tampak mama laura, papa Reyhan dan salman berdiri di samping kanan dan kiri mempelai.


"Hei lihat, itu cowok tampan yang suaranya bagus banget tadi." Seru salah satu teman Aisyah. Wulan seketika melihat arah pandang temannya.


"Itu dia lelaki yang memberi ku baju ini." celetuk Wulan. Membuat teman-temannya menoleh ke arahnya.


"Lan, kamu serius?" ucap salah satu temannya.


"Hei, jangan bikin kita penasaran." temannya menyenggol lengan Wulan yang membuat gadis itu tergeragap.


"Kamu serius, tuh cowok yang ngasih baju ini?" ucap temannya meminta kepastian. Wulan pun mengangguk sambil tersenyum. Lalu kembali melihat Salman yang masih berfoto dengan mempelai.


'Hem, sudah ku duga, berasal dari bibit unggul. Papa dan mamanya saja sudah tampan dan cantik, apalagi anaknya.' batin Wulan sambil manggut-manggut.


"Lan, apa kamu tertarik dengan tuh cowok?" seloroh temannya yang lain.


"Dia berbeda dengan yang lain girls. Berjuta-juta cowok memuja ku, tapi hanya dia yang cuek melihat ku." ucap Wulan sambil menatap Salman tak berkedip.

__ADS_1


Setelah berselang sekian menit, teman-teman Aisyah bangkit untuk berfoto bersama dengannya. Mereka pun bergaya dengan sesuka hati.


"Lhoh, bukannya itu baju mama." seloroh mama Laura. Papa Reyhan dan salman mengikuti arah pandangnya.


Seketika Salman menepuk jidatnya, karena mamanya mengetahui siapa yang diberinya baju. Papa Reyhan menaikkan satu alisnya sambil tersenyum ke arah Salman. Meminta penjelasan pada anaknya.


"Itu tadi wanita yang aku tabrak sampai bajunya kotor karena kena tumpahan kuah yang Salman pegang pa."


"Sungguh cuma itu nak?" tanya mama Laura.


"Iya ma. Salman mana berani bohong."


Setelah acara berfoto, dilanjutkan acara lainnya. Hingga tak terasa sudah tiba di penghujung acara. Kedua mempelai dan orang tuanya, berjalan ke depan agar lebih leluasa untuk menyalami seluruh hadirin.


Wulan sengaja ingin berjalan sejajar dengan Salman, namun rupanya lelaki itu justru masih duduk santai bersama keluarganya.


'Pasti tuh cowok keluarga dekat Aisyah. Besok-besok aku tanya sama dia ah.'


❤️❤️

__ADS_1



__ADS_2