
Hari berikutnya, Leon yang masih di Indo, main ke rumah Wulan.
Tingtong...Tingtong
Setelah menekan bel beberapa kali, akhirnya pintu rumah Wulan terbuka.
"Leon, ayo masuk." ucap mommy Melati dengan senyum khasnya.
"Terima kasih Tante." balas Leon, sambil mengikuti langkah mommy masuk ke dalam ruang tamu.
"Pasti mau cari Wulan nih?" tebak mommy sambil menaikkan satu alisnya. Yang membuat Leon terkekeh kecil karena niatnya sudah di ketahui, sebelum ia mengatakannya.
"Tunggu sebentar ya, Tante panggilkan Wulan dulu."
Mommy Melati segera menaiki anak tangga menuju kamar Wulan.
"Wulan, Wulan." ucap mommy sambil mengetuk pintu kamar anak gadisnya.
Wulan yang tengah asyik membaca buku tentang siroh nabi tersentak kaget. Bergegas ia memasukkan bukunya ke dalam laci lalu mengunci pintunya. Setelah semua beres, barulah ia membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Hem, sekarang kok main kunci-kunci pintu segala sih? Heran mommy, lagi menyembunyikan apa genduk ayu ku ini." ucap mommy sambil menyapu sudut kamar Wulan.
"Wulan hanya ingin fokus membaca buku bisnis yang Wulan pinjam kemarin itu mom. Kalau mau cepat bisa ya harus fokus kan? Sekarang, ada apa mommy mencari Wulan?"
"Ada Leon di bawah." ucap mommy sambil tersenyum, tapi Wulan terlihat menunjukkan ekspresi yang biasa saja ketika nama itu di sebut. Berbeda ketika nama Salman yang di sebut, pasti ia akan langsung jingkrak-jingkrak bahagia.
Namun demi menghargai kedatangan teman masa kecilnya, akhirnya ia menemuinya.
Leon tersenyum sumringah melihat Wulan yang berjalan menuruni anak tangga beriringan dengan mommy nya.
"Hai Leon." sapa Wulan datar.
"Hai Wulan cantik." balas Leon, ia ingin memeluk Wulan, namun gadis itu langsung duduk.
'Ada apa dengan Wulan? Kenapa kelamaan tinggal di Indo sikapnya jadi berubah seperti ini?' batin Leon.
Laki-laki itu kembali mengajak Wulan jalan-jalan. Namun, lagi-lagi gadis itu menolaknya. Ia lebih suka membaca buku yang ia pinjam diam-diam dari Salman.
"Wulan, tak baik menolak ajakan seseorang. Terlebih Leon tak ada siapa-siapa di sini." ucap mommy yang datang sambil membawa nampan berisi jus jeruk dan cemilan.
__ADS_1
Leon menyunggingkan senyum, ketika mommy dan Daddy selalu membelanya. Setelah menghirup nafas panjang, akhirnya Wulan menyetujui ajakan Leon.
Ia bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju kamarnya. Untuk mengganti bajunya. Kali ini sampai mengobrak-abrik isi lemarinya demi mencari pakaian yang tidak terlalu mengumbar auratnya.
Setelah sekian menit, akhirnya ia menemukan celana jeans panjang dan sebuah kaos pendek. Segera ia mengganti bajunya.
Tak lupa ia memakai sweater untuk menutupi tangannya. Rambut panjangnya tergerai dengan indah. Ia juga menyelempangkan tas dan memasukkan handphone ke dalamnya.
Sebelum keluar kamar, ia memastikan penampilannya sudah menutup aurat. Hanya rambutnya saja yang keliatan, itu tidak masalah baginya. Lalu berjalan ke ruang tamu untuk menemui Leon.
Leon cukup terkejut melihat penampilan Wulan yang tidak seperti biasanya. Meskipun pesona kecantikan nya tidak hilang.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Wulan ketika sudah di dekat Leon.
"Eh, aku hanya sedikit merasa aneh saja. Tumben sekali kamu memakai baju serba panjang, apa tidak gerah?"
"Aku hanya ingin menutup aurat."
"Aurat?" ulang Leon.
__ADS_1
"Eh, maksud ku, badan ku biar tidak terkena sengatan matahari yang bisa menyebabkan kulit jadi hitam. Aku ngga suka itu." jelas Wulan, ketika menyadari tadi salah bicara.
"Ya sudah, ayo berangkat." ajak Wulan untuk mengalihkan perhatian Leon.