Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
41. Permintaan mommy


__ADS_3

"Apa laki-laki yang bernama Salman yang membuat mu berubah seperti ini?"


Wulan pun menoleh ke arah mommy nya.


"Kenapa mommy bicara seperti itu?" bukannya menjawab, Wulan justru bertanya balik.


"Bukan kah mommy sudah pernah bilang sama kamu. Kamu bisa menutupi semuanya dari orang lain termasuk Daddy, tapi tidak dengan mommy. Mommy juga tahu kalau kamu sedang mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan keyakinan laki-laki itu. Apa kamu sungguh mencintainya, hingga rela menggadaikan keyakinan mu demi dirinya?"


"Mom." suara Wulan bagai tercekat di kerongkongan, sehingga tak bisa untuk melanjutkan lagi.


"Tidak perlu kamu menjawabnya, karena mommy sudah tahu jawabannya. Sebaiknya kamu lupakan saja laki-laki itu, karena bisa menjauhkan dirimu dari Tuhan mu selama ini."


"Mom."

__ADS_1


"Wulan, genduk ayu ku. Apa kamu tidak bisa melihat apa yang terjadi tadi? Daddy mu itu tak sengaja mendengar percakapan mommy dan Leon tentang sikapmu yang aneh beberapa hari ini. Seketika ia marah, apalagi jika tahu hal yang sebenarnya. Mommy tak bisa membayangkan hal itu genduk ayu."


"Leon?" desis Wulan.


"Iya, bukan hanya mommy yang merasa curiga padamu, tapi juga Leon. Dan mommy rasa dia mencintai mu. Lebih baik kamu dengannya saja. Yang sepemahaman dengan kita."


Wulan menggeleng lemah sambil menunduk.


"Mom, Leon itu teman Wulan sejak kecil. Bagaimana mungkin kita bisa saling mencintai?"


Wulan kembali menatap keluar jendela sambil menghirup dalam-dalam udara sore.Tentu saja ia tak pernah bisa melupakan kebaikan Leon, yang selalu setia disampingnya.


Bahkan hingga saat ini pun laki-laki itu selalu baik dan setia padanya. Buktinya, ketika Wulan tidak pergi ke Belanda saat hari raya kemarin, kini ia justru yang datang ke Indo demi bisa bertemu dengannya.

__ADS_1


Tak hanya itu saja, Leon dan keluarganya juga selalu memberi hadiah-hadiah yang paling bagus dan paling mahal saat hari raya tiba.


Tapi semua itu tak bisa membuat Wulan jatuh cinta pada Leon, melainkan justru menganggapnya sudah seperti saudara sendiri. Sehingga tidak mungkin baginya untuk bisa jatuh cinta padanya.


"Mom, begitu banyak kebaikan yang sudah Leon lakukan untuk Wulan. Sehingga aku sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri, tidak bisa lebih. Bagaimana mungkin hubungan pertemanan berubah menjadi hubungan percintaan? Itu tidak ada dalam kamus hidup Wulan."


Mommy merengkuh dan memeluk Wulan. Sehingga membuat jantung Wulan berdegub kencang. Kenapa mommy langsung memeluknya seperti itu? Itulah pertanyaan yang muncul di hati Wulan.


"Mommy tidak mau kehilangan kamu genduk ayu ku, Teresia Wulandari." ucap mommy yang di sertai isakan.


Wulan menyerongkan badannya, lalu memeluk mommy nya.


"Wulan tidak kemana-mana mom, kenapa harus takut kehilangan Wulan?" Wulan mengernyit heran.

__ADS_1


"Tentu saja karena melihat beberapa perubahan yang terjadi pada dirimu akhir-akhir ini yang membuat mommy takut kehilangan dirimu Wulan. Mommy tidak mau kita berbeda keyakinan. Mommy tidak mau kita terpecah belah hanya karena laki-laki. Mommy mohon tinggalkan laki-laki itu demi mommy." rengek mommy.


Tak pernah sekali pun mommy meminta suatu hal pada anaknya, dan baru kali ini hal itu terjadi. Sehingga membuat hati Wulan bagai tersayat. Sungguh suatu hal yang tak mudah untuk dilakukan.


__ADS_2