Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
220. Persiapan aqiqah


__ADS_3

"Sayang, aku juga mau menggelar aqiqah untuk anak kita."


"Acara seperti di tempat Aisyah dulu itu, mas?" Salman pun mengangguk.


"Memangnya bayi lahir itu wajib ya diaqiqahi?"


"Ya tidak wajib sih. Dilihat dari sisi hukumnya, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Paling tidak sekitar tujuh hari setelah dilahirkan."


"Tapi aku tidak menyukai daging kambing. Boleh ngga sih di ganti dengan sapi aja. Yang lebih enak gitu." tawar Wulan, sambil menerbitkan senyum di wajahnya yang kian bersinar.


"Sejak dulu, masyarakat Arab melaksanakan aqiqah dengan memotong domba. Bukan dengan yang lain. Mengikuti sesuatu yang telah di ajarkan oleh nabi Ibrahim dan putranya. Yakni nabi Ismail.


Waktu itu nabi Ibrahim menyuruh nabi Ismail untuk mengorbankan seekor domba peliharaan nya. Sebagai tanda taat nya dengan Allah. Karena dulu masyarakat sangat mencintai dan mengagungkan domba peliharaan mereka.


Nah karena nabi Ismail ingin menjadi muslim yang ta'at, ia mengorbankan domba yang paling besar dan kuat. Karena ingin mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allah."


Wulan tampak manggut-manggut sambil mendengarkan penjelasan suaminya.


"Ya sudah, kalau begitu, kita adakan aqiqah untuk putri kecil kita. Kapan waktunya?"


"Sehari lagi."


"Hah! Sehari lagi?" Wulan membulatkan matanya.


"Iya. Tenang saja, karyawan kita cukup banyak. Kita bisa minta tolong banyak orang." Salman menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Iya, aku juga akan minta tolong pada Daddy untuk membantu menyelenggarakan acara itu."


"Aku setuju. Sekarang sudah malam. Sebaiknya kita segera tidur. Sebelum anak kita bangun. Ingat, ibu hamil juga harus memikirkan kesehatannya, agar bayinya juga sehat."


"Terima kasih, sayang." Wulan mengeratkan pelukannya pada suaminya. Ia mulai memejamkan matanya sambil mengukir senyum indah diwajahnya.


Keduanya benar-benar merasa sangat bersyukur dan bahagia. Karena kehidupannya terasa jauh lebih lengkap dan sempurna.


**


Keesokan harinya, saat semua orang berkumpul mengelilingi meja makan. Salman mengutarakan niatnya untuk mengadakan acara aqiqah, pada kedua mertuanya.


Daddy dan mommy setuju saja dengan usul menantunya. Keduanya akan selalu mendukung apa yang dilakukan oleh anak dan menantunya, jika memang itu yang terbaik untuk putri kecil mereka.


"Kapan acara itu di gelar, Sal?"


"Okay, Daddy akan bantu persiapannya." balas Daddy Marquez enteng.


Bagaimana tidak, ia dan papa Reyhan sama-sama orang terpandang dan memiliki kuasa. Apa saja bisa mereka lakukan dalam waktu yang singkat.


Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka pun segera bergerak untuk mempersiapkan acara aqiqah itu.


**


Salman telah memberitahu tentang acara aqiqah putrinya pada kedua orang tuanya. Orang tuanya sangat setuju dengan acara itu.

__ADS_1


Bahkan, sebenarnya kedua orang tuanya hendak mengingatkan nya sejak beberapa hari yang lalu. Namun karena suatu hal, keduanya lupa.


Setelah mengabari kedua orang tuanya, Salman mengabari jasa penyedia kambing. Ia memesan satu ekor kambing, yang akan di sembelih besok.


Sengaja ia ingin menyembelihnya sendiri, dan meminta tolong pada keluarga serta asisten rumah tangga untuk memasak dagingnya.


Tidak menyewa jasa catering. Agar bisa memastikan sendiri bahan-bahan yang akan digunakan untuk memasak, memiliki kualitas yang sangat bagus.


Setelah menghubungi jasa penyedia kambing, Salman menghubungi rekan nya yang bekerja menjadi seorang fotografer. Ia ingin melakukan Newborn photography untuk bayinya. Dan foto yang paling bagus hasilnya, akan di pasang di depan rumah.


**


Sementara papa Reyhan, yang tengah berada di showroom, memesankan sebuah tenda yang akan di pasang di depan rumah besannya.


Sebagai antisipasi jika jumlah tamu undangan membludak. Karena ia tahu, seperti apa besannya itu. Dia adalah seorang pebisnis hebat, yang begitu tersohor namanya.


Bahkan dulu saat ia beserta keluarganya menjadi mualaf, sempat menjadi berita yang begitu menggemparkan. Begitu juga dengan pernikahan anaknya, yang sangat wow. Melebihi petinggi negara.


Setelah berhasil memesan jasa penyedia tenda, papa Reyhan segera mengabari besannya. Agar besannya tidak memesan lagi.


Daddy yang sedang berada di kantornya, sungguh sangat senang, karena memiliki besan yang baik dan begitu peduli.


Bahkan meskipun keduanya tidak saling bertemu, tapi masih tetap membicarakan tentang aqiqah cucu mereka melalui sambungan telepon.


Tidak kalah dengan para suami mereka, mama Laura dan mommy Melati juga tengah berbincang-bincang melalui sambungan telepon.

__ADS_1


Keduanya tengah memikirkan gift apa yang akan diberikan untuk kenang-kenangan bagi para tamu undangan.


Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya keduanya memutuskan untuk memberi gift pada tamu undangan berupa, boneka bentuk kambing. Jika tamunya laki-laki, maka bonekanya berwarna biru, dan jika tamunya perempuan maka boneka kambingnya berwarna pink.


__ADS_2