Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
82. Menyebut namanya dalam doa


__ADS_3

Salman duduk di luar masjid sembari menunggu kakek Somad yang belum selesai berdo'a. Dan tak lama kemudian, lelaki sepuh yang ditunggunya, akhirnya muncul juga.


"Kamu menunggu kakek nak?"


Salman pun menoleh lalu tersenyum sembari mengangguk, membalas pertanyaan kakek Somad.


"Terima kasih."


"Tidak perlu berterima kasih kek."


Keduanya pun berjalan beriringan sambil bercakap-cakap.


"Alhamdulillah, sepertinya sebentar lagi kakek akan segera pulang. Tuh, Fatim sudah di kerubungi banyak pembeli." celoteh Salman sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang tengah melayani antrian pembeli.


Tangannya bergerak lincah, dan senyum tipis terlihat mengembang di wajahnya. Banyak teman kampus yang menaruh hati padanya. Namun, gadis itu enggan menanggapinya.


Beberapa pembeli laki-laki juga sering menggoda atau menanyakan dirinya pada kakek Somad. Dan laki-laki sepuh itu hanya menanggapi biasa saja. Urusan hati biarlah menjadi urusan cucunya sendiri.


"Sepertinya kakek Somad harus menambah karyawan. Kalau cuma Fatim saja bisa kewalahan. Kasian, nanti dia merajuk pada ayah dan ibunya." canda Salman, membuat gadis itu tersipu malu.

__ADS_1


"Boleh aku bantuin?" tanya Salman pada Fatim.


"Tidak usah mas, nanti kami tidak kuat membayar mu. Pasti bayarannya lebih tinggi dari UMR." balas Fatim sambil terkekeh juga.


Sengaja ia terkekeh untuk menghilangkan kegugupan yang melandanya. Di bantu oleh seorang pemuda tampan, sholih dan memiliki sejuta pesona, tentu membuat Fatim bahagia bukan kepalang.


Kakek dan para pembeli yang mendengar candaan mereka juga ikut terkekeh.


Salman tak banyak bertanya lagi, ia membantu Fatim melayani para pembeli. Apapun pekerjaannya, pemuda bisa mengerjakannya dengan baik dan terampil.


"Salman." merasa di panggil, pemuda tampan itu pun menoleh ke asal suara.


"Ayo makan siang dulu. Ajak kakek Somad dan Fatim sekalian." teriak Oma Rohmah dari teras rumah, pada cucu tampannya.


"Kakek, Fatim. Yuk ikut ke dalam, kita makan bersama." tawar Salman pada dua orang di sampingnya. Kebetulan antrian panjang pembeli itu telah teratasi dengan baik.


"Tidak baik lho menolak rezeki. Ayo." sekali lagi Salman mengajak.


"Kamu itu persis seperti papa mu. Selalu berbuat baik pada kakek. Terima kasih atas segala kebaikan yang telah kalian lakukan untuk kakek. Semoga di balas Allah dengan kebaikan yang berlimpah." doa kakek Somad tulus pada pemuda dihadapannya.

__ADS_1


Akhirnya kakek Somad mengangguk setuju. Lalu ketiga orang itu segera masuk ke rumah Oma Rohmah.


Di ruang tamu, telah terhidang menu opor ayam, sambal terasi, timun dan daun kemangi, tempe dan tahu goreng serta kerupuk. Seteko es teh juga menyempurnakan makan siang pada hari itu.


Mereka duduk bersila menghadap makanan itu.


"Mari kek, silahkan ambil." Salman menawarkan kakek Somad untuk mengambil makanan terlebih dahulu. Karena dia adalah seorang lelaki dan yang paling sepuh diantara mereka.


"Terima kasih nak." Kakek Somad segera menuang nasi ke piringnya, lalu di ikuti yang lain.


Setelahnya, mereka pun segera melahap makanannya sembari bercakap-cakap. Dan diam-diam Fatim mencuri pandang ke arah Salman.


Gadis itu memang menaruh hati padanya sejak lama. Namun tidak berani untuk mengatakannya. Ia hanya bisa berdoa semoga suatu saat bisa berjodoh dengannya.


Cinta bukanlah sesuatu yang alami. Melainkan membutuhkan kedisiplinan, konsentrasi kesabaran, keyakinan dan mengatasi narsisme. Itu bukan perasaan. Itu adalah praktik.


Dan aku telah berdisiplin, dengan setiap waktu memikirkan mu. Aku pun juga telah dan tetap bersabar, menunggu kamu membuka hatimu untuk ku, merasakan kehadiran ku di setiap waktu mu.


Aku yakin, jika aku terus meminta pada-Nya, niscaya Allah pun akan mengabulkan doa ku.

__ADS_1


Bukan kah Allah akan merasa malu pada hamba-Nya, ketika si hamba menengadahkan tangan kosongnya, dan akan kembali dengan tangan kosong pula?


Menyebut namamu dalam doa ku, adalah cara terbaik menterjemahkan tiap keping rindu ku padamu. Semoga suatu saat kita bisa berjodoh mas Salman.'


__ADS_2