
Hari itu keluarga Wulan menghabiskan waktunya untuk mengelilingi tempat-tempat wisata di daerah mereka.
Semuanya terlihat sangat menikmati momen tersebut. Setiap singgah di tempat wisata, tak lupa mereka untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Meskipun capek, senyum di wajah mereka tak pernah pudar. Karena hanya sesekali mereka bisa berkumpul bersama. Banyak nya aktivitas dari mereka lah yang menjadi penghalang untuk bisa bertemu.
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, akhirnya mereka tiba di Keukenhof Garden. Yakni sebuah taman yang menjadi tempat produsen bunga Tulip terbesar di dunia.
Setelah memasuki kawasan taman, mata mereka langsung berbinar, dan senyum mengembang sempurna. Warna-warni bunga Tulip begitu memanjakan mata.
Siapa pun yang melihatnya pasti akan terhipnotis karena keindahannya. Semua beban yang bergelayut manja di hati seketika sirna ketika melihat aneka rupa ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.
Mereka menghirup nafas dalam-dalam sembari merentangkan kedua tangannya masing-masing. Untuk mencoba mendapatkan energi positif dari tempat itu. Setelah puas, barulah mereka melangkahkan kaki mendekati bunga yang tengah bermekaran.
"Ayo kita foto bersama." ajak Wulan sambil merogoh handphone terbaru pemberian Daddy nya.
__ADS_1
Tanpa harus ada aba-aba yang kedua, mereka segera merapatkan diri dan berpose yang terbaik. Tak puas dengan 2 jepretan, mereka mencari tempat yang di anggap cocok, lalu kembali bergaya. Begitu seterusnya sampai tak terhitung berapa kali mereka berpose.
Setelah puas berada di taman Keukenhof, mobil mereka bergerak menuju Vondelpark. Yaitu sebuah taman terbesar di Amsterdam, karena luasnya mencapai 47 hektare. Dengan jumlah pengunjung terbesar setiap harinya.
Mereka membeli cemilan terlebih dahulu, sebelum akhirnya berjalan mengelilingi taman.
"Daddy, aku mau main skateboard." seru Wulan dengan wajah sumringah. Seperti seorang anak kecil yang menemukan sebuah mainan baru.
Daddy pun hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan anaknya. Mereka mempercepat langkah menuju tempat penyewaan papan skateboard.
Bak seorang profesional, Wulan bergerak lincah menukik tajam melewati beberapa rintangan yang ada dalam arena bermain skateboard.
Ia beradu skateboard dengan para pengunjung lain. Permainannya tidak bisa di anggap remeh, meskipun ia seorang gadis.
Keluarganya yang melihat memberi tepuk tangan untuk memberi semangat pada Wulan. Setelah puas dan merasa sudah capek, akhirnya Wulan menyudahi permainan itu. Ia berhala ke arah keluarganya. Lalu meneguk air mineral.
__ADS_1
"Meskipun sudah lama tinggal di Indo, kemampuan mu bermain skateboard tetap the best sayang." ucap Daddy dengan bangga pada putri semata wayangnya.
Bahkan ia sampai mengacungkan dua jempol tangannya. Dan di sertai anggukan serta tepuk tangan meriah dari anggota keluarganya yang lain.
Setelah cukup beristirahat, mereka kembali melanjutkan perjalanan, karena belum selesai mengitari sudut taman yang luas itu.
Di Vondelpark, juga terdapat sebuah taman, yakni taman bunga mawar. Bermacam-macam jenis bunga mawar juga ada di situ.
Mereka sambil duduk kembali menghirup dalam-dalam aroma wangi dari berbagai macam bunga itu. Setiap warna-warni ciptaan Tuhan akan menjadi obat penyejuk hati, sehingga menimbulkan energi yang positif.
Jika kita terus berpikir positif, maka akan menghasilkan sesuatu yang positif juga. Dan hal yang sebaliknya juga sama.
Puas berada di Vondelpark, mereka menuju Heineken Experience. Yakni museum bir raksasa. Keluarga Wulan yang memang non muslim, sangat menyukai minuman itu.
Setelah sampai di sana, mata mereka pun berbinar melihat deretan botol hijau yang memiliki harga fantastis.
__ADS_1
Mereka duduk mengelilingi meja bar sembari meneguk nikmat minuman itu. Dan tak lupa ketika pulang, mereka membeli beberapa untuk oleh-oleh.