Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
176. Kelakuan Wulan


__ADS_3

Tidak berhenti sampai di situ saja. Ketika Wulan memilih baju bayi, ia juga minta pendapat Salman. Tapi ujung-ujungnya ia mengambil barang lain yang tidak sependapat dengan suaminya.


Hal itu terus terjadi sampai keranjangnya penuh dengan belanjaannya. Beruntung, Salman adalah orang yang sabar.


Meskipun istrinya berperilaku aneh, ia tetap menemaninya dengan setia hati. Jika pasangan lain diperlakukan demikian oleh istrinya, sudah pasti akan terjadi perang dan akhirnya ditinggal belanja sendiri.


Setelah hampir dua jam memilih-milih barang, akhirnya Wulan selesai juga. Dan menyerahkan barangnya di kasir untuk di total.


"Totalnya dua juta lima ratus ribu rupiah, kak." ucap petugas kasir pada Wulan.


Tanpa menunggu Wulan meminta, Salman mengeluarkan kartu ATM nya.


"Terima kasih, mas sudah dibayarkan. Kamu perhatian banget." Wulan melingkar tangannya di lengan Salman dengan manja.


"Gimana aku ngga perhatian, orang kamu saja ngga bawa tas." Wulan menelisik penampilannya, lalu meringis pada Salman.


"Maafkan aku, lupa bawa tas."


"Tidak apa-apa. Itu sudah menjadi kewajiban ku untuk mencukupi kebutuhan mu. Sekarang kita mau kemana?"


Wulan mengetukkan ujung jari di dagunya, pertanda ia sedang berpikir.

__ADS_1


"Aku mau beli es krim saja, mas."


Keduanya segera masuk mobil dan menuju outlet es krim yang tak jauh dari toko tadi.


Wulan menjulurkan lidahnya, ketika melihat varian es krim yang berwarna warni, sesuai dengan rasanya. Salman terkekeh kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol istrinya.


"Aku mau rasa coklat, buble guum, sama durian ya kak."


Salman mengerutkan keningnya, ketika istrinya menyebut kata 'coklat'. Padahal tadi malam dia bilang jika ingin ganti kebiasaan. Tapi sekarang sudah berubah lagi.


Salman jadi takut, istrinya juga akan bosan dengannya lalu pergi meninggalkannya, dan setelah itu kembali ingin bersamanya lagi.


"Mas, kamu mau es krim rasa apa?" Wulan sampai menyenggol lengan suaminya, karena sejak tadi ia justru diam mematung. Sehingga membuatnya tersentak kaget.


Pelayan segera membuatkan pesanan untuk mereka. Lalu keduanya duduk sambil menunggu.


"Mas, kenapa kamu aneh banget sih. Di tempat seperti ini bisa-bisanya kamu melamun. Awas lho, nanti kerasukan." cicit Wulan sambil terkekeh.


'Hah. Ngga salah dengar aku? Bukan kah yang aneh itu dia? Kenapa malah aku yang di tuduh? Wanita selalu saja begitu. Merasa paling benar dan tidak mau disalahkan.' batin Salman, sambil mengusap dadanya.


"Tidak apa-apa, sayang. Aku hanya senang saja, bisa menghabiskan waktu jalan dengan mu." Salman mengulas senyum. Hal itu membuat Wulan merasa bahagia dan membalasnya dengan menyunggingkan senyum hangat.

__ADS_1


"Terima kasih, mas. Aku sayang banget dengan mu." tanpa ragu Wulan melingkarkan tangannya di leher Salman, lalu meletakkan kepalanya di lengan Salman.


Hal itu membuat beberapa orang yang sedang antri membeli es krim, melihat ke arah keduanya dan mulai berbisik.


"Permisi. Ini pesanannya." ucap pelayan sambil meletakkan dua mangkuk es krim di hadapan Salman dan Wulan, yang membuat Wulan cukup terkejut. Di saat ia tengah menikmati waktunya berdua dengan suaminya, tiba-tiba ada yang mendekat.


"Sayang, wanita itu memangnya tidak tahu ya kalau kita sedang berduaan. Mengganggu saja. Apa dia iri dengan kebersamaan kita?"


"Wulan sayang. Di kesini bukan untuk mengganggu kita. Tapi untuk mengantarkan pesanan kita. Nih." Salman menunjuk dua es krim yang ada dihadapannya. Wulan hanya ber O ria, lalu mulai menyuap es krim yang ada dihadapannya.


'Yang kecelakaan kan Leon. Tapi kenapa istriku yang mulai bersikap aneh ya.' batin Salman sambil terus menatap istrinya.


"Kamu kenapa diam saja sih, mas? Puasa ya? Ya sudah, es krim mu aku makan saja kalau begitu." Wulan menggeser mangkok es krim milik suaminya.


Salman kembali terkejut, melihat es krim istrinya sudah habis, dan kini justru mengambil miliknya. Ia hanya bisa menelan saliva, lalu meminta pelayan untuk membuatkan es krim dengan rasa yang sama.


**


Ditempat lain, yakni kediaman Aisyah dan Fatih. Di depan rumahnya telah berdiri sebuah tenda, karena malam itu akan diadakan acara aqiqah.


Pada pagi harinya semua keluarganya dibantu oleh santri putri dan tetangga dekatnya. Mereka mengolah daging kambing menjadi beberapa varian menu. Tidak hanya itu saja, mereka juga membuat aneka cemilan untuk para tamu.

__ADS_1


Semua dipersiapkan dengan sebaik mungkin, demi kelancaran acara. Bahkan penjagaan di tempat Ronald dan Romi semakin diperketat. Keluarga tidak ingin mereka melakukan aksi konyol. Yang bisa saja mereka lakukan ketika melihat keramaian.


__ADS_2