Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
106. Kecewa


__ADS_3

Kini semua sudah berkumpul di ruang tamu.


Berhubung memasuki waktu Maghrib, Natalie dan suaminya ijin untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu. Wulan pun ikut menumpang sholat sekalian.


Setelah selesai mengerjakan sholat, Wulan kembali mengulang maksud kedatangannya bersama keluarganya.


Dan saat itulah Natalie benar-benar percaya dengan apa yang diucapkan gadis cantik dihadapannya. Natalie mempersilahkan suaminya untuk menanggapi maksud Wulan.


Laki-laki itu menjelaskan dengan penuh kesabaran pada keluarga Wulan. Sesekali tampak grandpa bertanya padanya. Ia pun menjawab semampunya.


Pasangan sepuh itu dengan mudah menerima penjelasan dari orang yang baru di kenalnya itu.


Cukup lama mereka bercakap-cakap, hingga waktu sholat Isya' hadir. Mereka mengambil sebuah kursi, bahwa besok sore akan ke masjid sama-sama. Untuk melakukan ritual sakral seperti yang dilakukan Wulan dulu.


Keluarga Wulan pun berpamitan pulang. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan layaknya saudara.


"Terima kasih sayang, kamu telah mempertemukan kami dengan orang sebaik Natalie." ucap grandma ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Sama-sama grandma. Wulan juga berterima kasih, karena grandma mendukung dan bahkan mengikuti apa yang Wulan lakukan. Padahal dulu Wulan sangat takut sekali mengambil jalan ini."

__ADS_1


"Ini semua sudah takdir. Kita harus lebih banyak bersyukur."


Wulan mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan grandmanya, lalu memeluknya erat.


"Grandma, apa kalian nanti akan mengatakan hal ini pada Daddy?" tiba-tiba gadis itu teringat akan kedua orang tuanya.


"Tentu saja. Karena grandpa ingin selalu bersama berkumpul di surganya Allah." sahut grandpa dengan cepat, membuat Wulan sangat lega.


**


Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa hari sudah kembali pagi. Saat Wulan sudah berangkat ke kantor, Leon melangkah pagar menuju rumah grandpa.


Laki-laki itu tak sabar ingin mengetahui apa saja yang sudah di lakukan pasangan sepuh itu, ketika mengetahui perbuatan cucunya yang dianggap sudah melanggar batas.


"Pagi Leon." balas mereka dengan tersenyum juga.


"Bagaimana grandpa, apa kalian sudah melakukan sesuatu pada Wulan?" dengan penuh penasaran Leon bertanya.


"Sudah." balas pasangan itu kompak, membuat Leon mengulas senyum licik.

__ADS_1


"Oh ya, apa itu grandma? Leon sangat penasaran sekali. Pasti grandpa dan grandma memarahinya habis-habisan. Asal kalian tahu grandpa, semua ini pasti karena laki-laki yang dekat dengan Wulan saat di Indo. Karena om Marquez tak terima jika Wulan menjalin hubungan dengannya, jadi Wulan di suruh pindah kesini. Dan Leon rasa itu adalah keputusan yang tepat." tutur Leon panjang lebar.


"Benar kan ma, pa?" imbuhnya lagi.


"Iya." balas keduanya kompak disertai anggukan.


"Terus rencana grandpa dan grandma selanjutnya apa?" tanya Leon dengan penasaran lagi.


"Kami akan mengikuti apa yang dilakukan Wulan." balas grandpa mantap, membuat Leon membulatkan matanya karena tak percaya.


"Apa! Coba grandpa ulangi sekali lagi. Takutnya Leon salah dengar." wajah Leon semakin serius.


"Kamu tidak salah dengar. Kami akan mengikuti apa yang dilakukan Wulan." ulang grandpa lagi.


"Ta_tapi grandpa...."


"Setiap orang memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya. Kita tidak bisa memaksa. Termasuk kami yang tak bisa memaksa Wulan. Dan Wulan pun tidak memaksa kami. Semua ini murni dari dalam hati masing-masing."


"Tapi grandpa, apa kalian tidak takut om Marquez akan marah karena kalian berdua tidak bisa menjaga Wulan dengan baik?"

__ADS_1


"Siapa bilang kami tidak menjaganya dengan baik? Kami menjaganya dengan sangat baik. Semenjak Wulan tinggal di sini, tidak pernah sekalipun ia keluar dengan laki-laki. Jika pun keluar, pasti ada kami juga kan? Leon, berhenti menghasut kami. Biarkan ini menjadi urusan keluarga grandpa. Aku harap kamu bisa maklum atas semua ini. Sekarang segera pulang, pasti papa mu sudah menunggu mu."


Dengan raut wajah kesal, Leon pulang. Ia berharap mendapatkan berita yang bagus, tapi justru malah sebaliknya.


__ADS_2