Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
221. Aqiqah


__ADS_3

Semua persiapan aqiqah telah selesai. Rumah Daddy Marquez telah di pasang tenda, dan juga di hias dengan sedemikian indah.


Banyak sekali balon warna-warni yang menghiasi setiap sudut tempat itu. Deretan kursi untuk para tamu undangan, juga telah di tata dengan sedemikian rapi.


Gift yang akan diberikan untuk seluruh tamu undangan juga telah datang tadi sore. Sayur mayur yang akan dimasak pada keesokan harinya juga telah didatangkan langsung dari perkebunan. Foto banner si kecil yang sangat menggemaskan, sudah jadi dan juga sudah di pasang di depan rumah.


Daddy Marquez juga telah menyiapkan beberapa orang anak buahnya untuk menjaga keamanan di sekitar rumahnya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


Mereka benar-benar bekerja sama untuk menyambut dan menggelar acara aqiqah untuk si kecil. Dan untuk melakukan itu semua, mereka membutuhkan waktu kurang dari satu hari.


Malam itu mereka pun bisa tidur dengan tenang. Gadis kecil mereka, juga tidak banyak menangis. Karena Wulan tidak pernah telat memberikan asi untuknya. Memperhatikan kebersihan tempat tidurnya. Dan memastikan bahwa tidak ada seekor nyamuk pun yang bisa menghisap darahnya.


Gadis kecil milik Salman itu benar-benar mendapatkan penjagaan yang ketat, dari kedua orang tuanya dan juga dari anggota keluarganya. Dan segala bentuk curahan kasih sayang.


**


Pagi mulai menyapa. Haji Dahlan, seorang yang dituakan di dalam keluarga Salman. Karena beliau adalah yang membimbing mereka dalam menuntut ilmu selama ini. Dan hubungan mereka sudah seperti saudara sendiri. Setelah subuh rela jauh-jauh datang untuk membantu mengarahkan Salman dalam proses penyembelihan kambing. Yang akan di masak nanti.


Setelah selesai di sembelih, para lelaki dari keluarga mereka, mulai memotong dagingnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Agar lebih mudah di masak.


Keluarga Salman yang juga ikut membantu memasak. Membuat suasana semakin bertambah hidup. Karena mereka saling melempar candaan.

__ADS_1


Hingga tanpa mereka sadari, waktu bergulir begitu cepat. Dan kini hari pun sudah beranjak malam.


Di dalam kamar, Wulan sudah mendandani putri kecilnya menjadi lebih cantik. Ia memakaikan baju gamis berwarna marun, dan jilbab berwarna senada.


Stelan gamis itu memang sengaja di pesan secara khusus, untuk putrinya. Dari seorang designer terkenal. Karena ukuran gamis untuk bayi Newborn memang tidak ada.


Tidak hanya memesan baju untuk putrinya, Wulan juga memesan baju untuk seluruh anggota keluarga intinya.


Dan semua itu berhasil jadi, dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Tentu saja, Wulan akan membayar lebih untuk semua usaha yang telah dilakukan pada jasa designer.


"Sayang, lihatlah. Putri kecil kita memang benar-benar cantik. Aku benar-benar mengaguminya. Sebaiknya aku disini saja, biar puas memandangi wajahnya yang tanpa dosa." celoteh Salman.


Wulan mengerucutkan bibirnya, pura-pura marah. Padahal ia tahu, jika maksud suaminya itu tengah ingin berduaan dengan putrinya. Tanpa ada yang menggangu.


"Eh, bukan begitu sayang. Aku juga suka memandang mu. Wajah mu juga tanpa dosa. Dan terlihat selalu cantik, meskipun tanpa make up." tutur Salman panjang lebar, sambil merangkul istrinya dari belakang.


Melihat Wulan hanya diam saja, laki-laki itu membalikkan tubuh istrinya, sehingga kini keduanya saling berhadapan dan beradu pandang.


"Tuh, kamu begitu cantik banget. Sama seperti putri kita."


Salman mengecup kening istrinya. Dan Wulan pun memejamkan matanya. Membiarkan hal itu terjadi cukup lama.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok


Terdengar suara ketukan pintu. Yang membuat Salman bergerak mundur dan melepaskan kecupan itu.


"Sepertinya sudah ada yang tidak sabar melihat penampilan keluarga kita sayang. Ayolah, kita keluar."


Salman pun mengangguk, menuruti ucapan istrinya. Ia meletakkan bayinya di sebuah kereta dorong. Sedangkan Wulan bergerak membukakan pintu. Untuk melihat, siapa yang tadi mengetuknya.


"Honey, ayo segera turun. Sebelum tamu undangan mulai berdatangan." mommy Melati memperingatkan.


"Okay, mom. Kita juga sudah siap kok."


"Iya, mom. Nih, baby girl kita juga sudah cantik." imbuh Salman yang berada di belakang Wulan.


Wulan pun sedikit menyingkir, agar mommy nya bisa melihat betapa cantiknya putri kecil mereka. Benar saja, Mommy melati berbinar, ketika melihat cucu pertamanya yang sangat cantik jelita. Ia pun mendapatkan kecupan yang bertubi-tubi di area wajah bayi kecil itu.


"Sudah, mom. Nanti bedak baby ku luntur, karena bukan bedak waterproof." celoteh Wulan, yang membuat mommy dan suaminya terkekeh.


Akhirnya mommy pun menghentikan aksinya. Lalu mereka berjalan beriringan menuju lantai bawah. Di mana acara akan dilaksanakan.


Seperti halnya mommy, Daddy dan seluruh anggota keluarga mereka yang lain juga tampak takjub melihat penampilan dan kecantikan putri kecil milik Wulan dan Salman.

__ADS_1


__ADS_2