
Wulan mengirim pesan pada Natalie bahwa dirinya beserta grandpa dan grandma akan berkunjung ke rumahnya.
Walaupun heran Natalie mempersilahkan keluarga Wulan untuk berkunjung ke rumahnya.
Wulan tersenyum puas bahwa Natalie bersedia menerima kunjungannya dengan keluarganya.
Ia pun segera keluar memberitahu kan kabar baik itu pada grandma dan grandpa yang kebetulan masih duduk di tepi ranjang tempat tidurnya.
Mereka pun segera bersiap-siap untuk ke rumah Natalie.
Hampir 30 menit, barulah mereka keluar dari kamar masing-masing. Grandma dan grandpa tertegun ketika melihat penampilan baru cucunya.
Saat itu Wulan memang tengah memakai celana panjang, kaos panjang dan masih memakai outer sepanjang lutut. Tak hanya itu saja, ia semakin cantik dan anggun ketika kepalanya tertutup oleh kain panjang yang dililitkan ke belakang.
Pashmina itu adalah hadiah dari Natalie sebagai tanda persaudaraan di antara mereka. Kala itu Wulan tampak senang menerimanya, dan ingin segera memakainya.
Tapi karena keadaan yang belum memungkinkan, terpaksa ia menyimpan baik-baik benda itu.
Dan kini, saat itu telah tiba. Di hadapan keluarganya ia memakai benda berharga itu.
__ADS_1
"Wulan hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang muslimah. Seperti yang ada dalam kitab itu grandma, grandpa." ucap Wulan ketika pasangan sepuh itu tak berkedip ketika menatapnya.
"Kami tahu. Grandpa hanya kaget saja. Ternyata kamu semakin bertambah cantik, anggun dan dewasa memakai penutup kepala itu." puji grandpa sembari tersenyum hangat.
"Ini namanya jilbab grandpa. Hanya perempuan saja yang boleh memakainya. Grandpa tidak boleh." ucap Wulan dengan apa adanya tapi justru membuat grandpa terkekeh.
"Hem, ya sudah ayo kita berangkat. Keburu malam." ucap grandma.
"Apa kamu tidak tertarik untuk bertanya pada kami Wulan, kenapa sampai kami masuk ke kamar mu?" ucap grandma ketika mobil sudah melaju di jalan raya.
Wulan menoleh pada grandma yang duduk disampingnya. Sejak tadi memang ia tidak berpikir jauh seperti apa yang dikatakan oleh wanita dihadapannya itu.
"Hem, jika ada orang yang memberitahu pada kami soal itu. Apa yang akan kamu lakukan padanya?" grandma bertanya balik. Sesaat Wulan berpikir sambil mengetuk dagu dengan jemarinya.
"Wulan akan berterima kasih pada orang itu, karena berkat dia lah semua kebenaran ini cepat terungkap. Wulan juga akan mendoakan segala kebaikan untuk orang itu." Wulan berkata dengan senyum sumringah.
Grandpa dan grandma yang mendengar jawaban cucunya begitu terharu. Keduanya tak menyangka jika hati cucunya itu sangat baik.
Keduanya sempat berpikir pada Wulan, bahwa gadis itu akan memarahi orang yang telah membocorkan rahasia itu.
__ADS_1
"Memangnya siapa ma?"
"Leon."
Wulan membulatkan matanya tak percaya. Kenapa temannya itu bisa mengetahui rahasia besarnya. Padahal tak pernah sekalipun ia menceritakan hal itu padanya.
"Grandma ngga salah bicara?" tanya Wulan serius.
"Apa grandma terlihat sedang berbohong?"
"Maaf grandma. Kenapa Leon sampai tahu soal ini? Padahal sekali pun tidak pernah Wulan bercerita padanya."
Akhirnya grandma dan grandpa menceritakan semua yang dilakukan Leon pagi tadi. Hingga membuat Wulan menganga tak percaya. Ternyata temannya bisa seusil itu.
Percakapan mereka terhenti ketika mobil sudah berada di depan rumah Natalie. Mereka pun segera turun.
Setelah mengucapkan salam, tak lama kemudian pintu terbuka. Natalie tampak terkejut melihat penampilan Wulan yang berbeda dari biasanya.
"Maa syaa Allah Wulan, kamu cantik sekali." ucapnya sambil mengulas senyum lalu merangkul Wulan.
__ADS_1
Setelah keduanya saling mengurai pelukan, barulah Wulan memperkenalkan grandpa dan grandmanya pada Natalie. Lalu mereka pun di persilahkan masuk.