Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
261. Di kebun binatang


__ADS_3

"Ayo kita kejutkan mereka." Ajak Fatih sambil cengengesan.


"Kamu keterlaluan, Fat. Hobinya mengejutkan orang melulu. Kalau orang mati kamu kejutkan, pasti dijamin seribu persen. Akan hidup kembali. Pukulan mu sungguh luar biasa. Ya sudah, aku ikuti saja ajakan mu." Salman berjalan mendahului mereka.


"Bagaimana sih bocah itu. Aku pikir bakalan melarang, tapi mau juga." Gumam Fatih sambil terkekeh dan geleng-geleng kepala.


Aisyah dan Wulan juga ikut menyunggingkan senyum dan tertawa kecil, melihat kelakuan Salman.


"Apakah dia kalau di rumah juga seperti itu?" Tanya Aisyah.


"Hem, lebih parah." Balas Wulan sambil mendorong stroller nya, yang membuat Aisyah kembali terkekeh. Ia pun ikut berjalan menyusul suami dan sahabatnya.


"Dor!" Ucap Salman dan Fatih bersamaan, sambil memegang bahu Leon.


"Hah, copot-copot." Ucap Leon dengan gaya latahnya sambil memegang dadanya.


Mereka yang melihatnya terkekeh keras, hingga membuat anak-anak mereka juga kompak terisak menangis.


Leon membalikkan badannya dan kaget, karena melihat ada orang-orang yang sangat dikenalnya muncul dihadapannya secara tiba-tiba.


"Kalian sengaja mau buat aku jantungan ya." Semprot Leon kesal.


"Istrimu kan dokter. Jadi ngga perlu repot-repot dong cari dokter." Balas Salman tanpa rasa bersalah. Sedangkan Leon hanya bisa ngedumel kesal.

__ADS_1


"Ah, sudah-sudah. Kalian ini sudah tua juga, kelakuan seperti ini anak kecil." Wulan menengahi.


"Siapa yang tua?" Ucap Salman dan Leon kompak.


"Ya, kalian berdua. Siapa lagi? Masa anakku."


Leon dan Salman sangat gemas dengan ucapan Wulan. Sehingga keduanya berniat mencubit pipi ibu muda itu. Tapi dengan sigap, Fatim memegang tangan suaminya. Lalu memelototinya.


"Maaf sayang. Hampir saja khilaf." Ucap Leon sambil meringis.


"Huft, aku ngga ikut-ikutan ya. Yuk sayang kita jalan sendiri." Ucap Fatih sambil merangkul bahu istrinya.


"Ish, ini nih. Biang keladinya. Mau kabur duluan." Salman menarik tali tas di bahu Fatih, sehingga laki-laki itu hampir saja terjengkang dan hampir jatuh.


"Mas, kita kesini mau jalan-jalan lihat binatang lho. Bukan buat berdebat. Ayolah kita tinggal saja mereka." Wulan meraih tangan Salman.


"Iya sayang, ayo." Salman merangkul bahu Wulan dan keduanya mulai berjalan. Tak urung teman-temannya yang melihatnya, ikut berjalan di belakang keduanya.


Mereka berhenti di setiap kandang binatang, lalu menceritakan pada anak-anaknya tentang namanya, habitat tempat tinggalnya dan penjelasan lainnya.


Salman menggendong bayinya dan mengajak melihat hewan-hewan itu dari dekat. Baby Maryam yang gemas, tangannya terulur ingin meraih hewan-hewan itu, tapi terhalang oleh kandangnya.


Waktu itu, ada pertunjukan memberi makan unta. Tak sengaja baby Maryam, melihatnya. Sehingga tangannya bergerak-gerak seperti hendak menggapai binatang itu, padahal cukup jauh lokasinya.

__ADS_1


"Kamu ada apa sayang?" Salman mencoba anaknya untuk berkomunikasi, sambil memperhatikan mimik wajahnya, lalu mengikuti arah pandang anaknya.


"Oh, kamu ingin kesana ya, sayang? Okay, kita lihat sama-sama yuk." Salman diikuti oleh istri dan teman-temannya menuju ke pertunjukan unta itu.


Ketiga bayi itu tampak antusias menonton unta yang sedang diberi makan wortel oleh pawangnya.


"Kamu mau memberi unta itu makanan, sayang?" Baby Maryam pun menganggukkan kepalanya sambil bertepuk tangan.


Salman semakin mendekat ke pawangnya, lalu pawang itu menusuk wortel dengan tongkatnya dan memberikan padanya.


"Pegang sayang, kita kasih makanan ke untanya ya." Salman dan baby Maryam memegang tongkat itu dan mengarahkan ke mulut unta.


Tampak bayi itu bersorak kegirangan, karena berhasil memberi makan seekor unta dengan wortel. Salman pun kembali menancapkan tongkat itu ke wortel. Lalu ia dan putrinya kembali mendekatkan ke mulut unta.


Hal itu keduanya lakukan hingga beberapa kali. Setelah puas, tanpa disuruh Wulan mengambil selembar uang merah dan mengajari putri kecilnya, memasukkannya ke dalam wadah kotak yang sudah disediakan, bagi pengunjung yang ingin berdonasi.


Ternyata tak hanya Salman dan baby Maryam saja yang ingin memberi makan pada unta. Abidah dan Jundi, anak Fatim dan Aisyah juga ingin memberi makan. Mereka yang duduk dalam stroller, terus meronta-ronta ingin mendekat pada unta.


Ayah kedua bayi itu, mengangkat mereka dari stroller dan menggendongnya lebih dekat lagi dengan unta. Lalu melakukan hal yang sama, seperti apa yang dilakukan Salman dan baby Maryam tadi. Kedua bayi itu terlihat sangat senang, hingga terkekeh.


Puas dengan memberi makan unta, mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Maryam yang berada dalam gendongan papanya tiba-tiba menggeliat dan bergerak lebih cepat, menoleh ke kiri dan kanan.


"Ada apa sayang?" Tanya Wulan dan Salman bersamaan.

__ADS_1


"Lhoh, ada apa? Kenapa kalian pada menangis?" Leon bertanya sambil melihat ke arah Abidah dan Jundi, yang mulai terisak menangis.


__ADS_2