
"Kenapa kamu tidak bekerja di kantor grandpa saja?" tanya grandpa lagi.
Grandma mengangguk membenarkan ucapan suaminya. Keduanya menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh cucunya.
"Om Marquez sudah mengijinkan Wulan untuk bekerja di kantor papa ku grandpa." sahut Leon.
"Biar nanti ku hubungi Marquez. Kita punya perusahaan sendiri, kenapa harus bekerja di tempat orang lain." gumam grandpa.
"Mungkin grandpa sudah terlalu tua. Jadi om Marquez tidak percaya dengan grandpa dalam membimbing Wulan bekerja di perusahaan."
Semua menatap tajam ke arah Leon yang seenak jidatnya sendiri dalam berbicara.
"Meskipun grandpa sudah tua, tapi dia sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia bisnis, karena perusahaan itu miliknya sendiri. Jadi aku rasa skill nya lebih bagus daripada kamu yang cuma anak kemarin sore Leon." balas Wulan yang membuat Leon kalah telak, dan seketika diam.
__ADS_1
Di masa tuanya, grandpa memang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk melakukan kegiatan bersama istri tercintanya. Entah itu berkebun, lari bersama, masak bersama atau kegiatan lainnya
Jika pun harus ke kantor, hanya sesekali kali saja. Karena semua urusan kantor telah dilimpahkan pada orang kepercayaannya.
Dan kini, ketika Wulan berada di tempatnya, ia ingin mengajari cucunya tentang bisnis. Siapa tahu ia bisa memegang dan mengembangkan perusahaan yang telah di rintis nya sejak lama.
"Aku sudah putuskan, belajar kerja di tempat grandpa saja. Jika grandpa mengijinkan." imbuh gadis itu lagi.
"Tentu grandpa sangat mengijinkan kamu sayang." balas lelaki sepuh itu.
Jika sudah begini, jalannya dalam mendekati Wulan cukup sulit. Karena berbeda tempat kerja. Kecuali Leon mau mengalah dengan bekerja di kantor grandpa. Tentunya jika grandpa Wulan mengijinkan.
"Maaf, aku tadi hanya asal bicara. Kalau begitu, aku akan membantu mu Wulan. Kita bekerja di perusahaan grandpa mu saja."
__ADS_1
"Tidak perlu Leon. Sebaiknya kita membantu orang tua masing-masing dalam mengembangkan bisnisnya. Toh semua hasilnya kita juga ikut menikmatinya bukan?" tegas Wulan.
Setelah percakapan itu, mereka semua saling terdiam sambil menghabiskan makanannya. Lalu Leon pun ijin pulang.
Wulan membantu grandma dan grandpanya membersihkan sisa makanan. Saat sedang melakukan aktivitas itu, grandma kembali bertanya soal pekerjaan pada Wulan. Karena ia heran, di sana Daddy nya memiliki perusahaan, malah menyuruh anaknya pergi jauh untuk belajar bekerja.
Wulan menghembuskan nafas panjang, dan terpaksa berbohong pada keduanya. Karena tak ingin kisahnya di ketahui banyak orang. Walaupun itu grandma dan grandpanya sendiri.
"Hem, sudah malam. Kalau begitu kita harus segera istirahat, agar besok bisa bangun pagi. Dan melakukan aktivitas dengan penuh semangat tentunya. Di tambah lagi, besok adalah hari pertama mu ikut grandpa ke kantor."
"Siap grandma." balas Wulan dengan penuh semangat. Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, ia pun bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, ia merebahkan diri di ranjang tempat tidurnya, sambil menatap langit-langit kamar.
__ADS_1
"Mulai besok aku harus fokus bekerja. Tidak boleh ada yang ku pikirkan. Termasuk, kamu kak Salman. Aku harus mengubur semua tentang mu. Cukup sudah kisah kasih tak sampai ini, aku alami. Semoga kita bisa sama-sama merasakan bahagia. Semua ini hanya soal waktu. Jika aku berada jauh dari mu dan banyak yang akan aku kerjakan di sini, pasti aku bisa dengan mudah untuk melupakan mu." gumamnya lirih. Air matanya seketika menetes dari sudut mata.