Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
91. Kejutan


__ADS_3

"Mommy dan Daddy kapan datang?" tanya Wulan lagi setelah mengurai pelukan dengan kedua orang tuanya.


Gadis itu benar-benar terkejut melihat orang tuanya datang jauh-jauh ke Belanda hanya untuk merayakan ulang tahunnya.


"Tadi siang." balas mommy Melati dengan senyum hangat pada anak semata wayangnya.


"Oh, jadi grandpa sengaja tidak menemani Wulan ke kantor karena menyiapkan semua ini?" kini pandangan Wulan beralih pada grandpa nya yang tengah terkekeh kecil.


Pasalnya lelaki sepuh itu telah membohongi Wulan dengan mengatakan akan membantu grandma menanam bunga. Padahal ia hanya ingin menjemput anak dan menantunya.


"Meskipun tadi grandpa sedikit berbohong, kamu suka kan dengan kejutan yang kami berikan padamu?"


"Tentu Wulan sangat senang grandpa. Terima kasih." Wulan bergantian memeluk grandpa dan grandmanya.


"Sekarang ayo kita tiup lilin dan potong kue." ucap Daddy mengingatkan, lalu ia pun menyalakan lilin yang tadi telah padam.


Semua mengitari kue yang di pegang mommy, lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

__ADS_1


"Jangan lupa berdoa dulu sayang. Ucapkan apa yang menjadi permohonan mu." ucap mommy mengingatkan, sebelum anaknya meniup lilin.


Wulan mengangguk, lalu memejamkan matanya.


'Ya Tuhan, tunjukkan lah aku jalan lurus mu. Sebagaimana jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan yang mereka yang engkau murkai. Dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kirimkan aku seorang laki-laki yang bisa menjadi imam terbaik untukku.'


Wulan membuka matanya lalu meniup lilin itu sampai padam. Tanpa aba-aba mereka menyanyikan lagu potong kue. Wulan pun mengambil pisau di dekat kue dan perlahan memotong kue itu.


"Hem, siapa nih yang bakalan dapat potongan kue pertama?" tanya Leon karena penasaran.


Keluarga Leon memang juga turut menghadiri ulang tahun Wulan. Karena mereka sudah saling menganggap seperti saudara sendiri.


"Terima kasih sayang. Semoga kamu tambah dewasa, tambah sayang sama keluarga, semakin bersinar kariernya. Dan semua doa terbaik untukmu." doa mommy, lalu keduanya kembali berpelukan.


Mommy menyerahkan sebuah kado pada Wulan. Dan gadis itu kembali mengucapkan terima kasih padanya.


Setelahnya Wulan menyerahkan sepotong kue untuk Daddy nya. Seperti halnya mommy, laki-laki gagah itu juga mengucapkan doa tulus pada putrinya. Lalu mengecup dan memeluknya. Tak lupa ia juga memberikan kado untuk putrinya.

__ADS_1


"Terima kasih Daddy untuk semuanya yang Daddy berikan pada Wulan."


"Daddy juga berterima kasih padamu sayang. Sudah menjadi anak yang membanggakan bagi kami."


Setelah saling mengurai pelukan, Wulan memotong kue lagi untuk grandma, grandpa dan keluarga Leon. Mereka saling berpelukan dan mengucapkan doa untuknya.


"Lhoh, bukan kah kamu tadi sudah memberikan kado untuk ku, kenapa sekarang masih memberi ku kado lagi?" dengan polosnya Wulan bertanya pada Leon.


"Tidak apa-apa, semoga semakin banyak kado yang aku berikan semakin sayang juga kamu pada ku." ucap Leon yang mengundang tawa seisi ruangan.


Acara selanjutnya adalah makan malam. Semua berjalan ke ruang keluarga, di mana berbagai hidangan yang lezat telah tersaji di sana.


"Wow! Sebanyak ini?" gumam Wulan penuh takjub, melihat aneka makanan yang berjejer rapi dan begitu memanjakan mata.


"Ayo kita serbu." ajak Daddy dengan penuh semangat.


Mereka duduk mengelilingi permadani yang penuh dengan makanan. Lalu menuang makanan yang mereka sukai ke piring masing-masing.

__ADS_1


Dengan lahap mereka menyantap makanan, sambil bercakap-cakap karena sudah lama tidak bertemu. Suasana yang penuh kebahagiaan meliputi ruangan itu. Sampai tak terasa waktu kian merangkak malam.


__ADS_2