Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
35. Bertemu Salman


__ADS_3

Mommy keluar dari kamar Wulan dengan tanda tanya yang besar meliputi ruang kepalanya. Ia duduk termenung di dekat jendela kamarnya. Sampai tak menyadari kehadiran suaminya.


"Sayang, kamu begitu mengejutkan ku." ucap mommy, ia mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya. Laki-laki itu pun tersenyum seraya mengeratkan pelukan di pinggang istrinya.


"Aku sudah berulang kali memanggil mu. Tapi kamu diam saja. Guratan di wajah mu menandakan kamu sedang memikirkan sesuatu." tebak Daddy Marquez, yang sebenarnya tepat sekali itu.


Namun mommy belum bisa mengatakannya saat itu juga. Selain waktunya tidak tepat, karena suaminya baru saja pulang kerja, yang pasti akan capek. Di tambah lagi ia merasa bukti yang dikumpulkan belum cukup.


"Mungkin karena aku mengantuk tapi sulit untuk bisa tidur." sangkal mommy sambil tersenyum hangat.


Ia pun berdiri dan membantu Daddy melepaskan ikatan dasinya.


"Kok tumben sih pulang cepat?"


"Sebenarnya aku ingin memberi kejutan untuk istri tercinta ku, tapi malah aku yang terkejut, karena melihat istri ku duduk termenung menyembunyikan masalahnya sendiri."


Mommy Melati menangkup wajah suaminya, dan keduanya saling beradu pandang.

__ADS_1


"Aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu honey. Hanya saja aku....."


Mommy tak meneruskan ucapannya, karena bingung ingin menjawab bagaimana. Akhirnya ia mendekatkan wajahnya ke arah suaminya, lalu menempelkan bibirnya dengan bibir suaminya.


Bagaikan suatu obat lelah, Daddy Marquez segera merespon apa yang dilakukan istrinya. Sehingga sore itu bagai terdengar bunyi kucing dan anjing yang beradu dalam kamar.


**


Sementara di kamar Wulan, gadis itu menggeliat, lalu mengucek matanya. Tangannya meraih handphone yang ia letakkan di atas meja. Dan dengan mata yang belum terbuka sempurna, ia melihat layar handphonenya.


Bergegas ia memasukkan bukunya ke dalam laci, lalu menguncinya. Setelah itu ia ke kamar mandi, untuk mandi sore.


Sekian menit berlalu, akhirnya ia keluar kamar mandi, dan dengan handuk yang melilit di tubuhnya, ia mencari baju yang pantas dipakai saat bertemu dengan Salman nanti. Kembali ia mengobrak-abrik isi lemarinya. Sampai menemukan apa yang diinginkan.


"Hem, sepertinya aku harus beli baju lagi. Tidak mungkin aku mengenakan baju yang memperlihatkan aurat ku." gumam Wulan.


Setelah sekian menit berselang, ia memutuskan untuk memakai midi dress selutut berwarna putih. Meskipun press body, tapi tidak banyak terdapat lubang angin, seperti bajunya yang lain.

__ADS_1


Ia segera memakai bajunya, lalu memoles wajahnya yang memang sudah cantik, dan rambutnya sengaja di uraikan.


Tas ia selempang kan di bahunya lalu berjalan keluar kamar mencari keberadaan mommy nya. Saat melewati kamar kedua orang tuanya ia memelankan langkah kakinya, dan menajamkan pendengarannya.


'Hah, Kenapa seperti suara Daddy dan mommy? Apakah Daddy sudah pulang? Apa yang mereka lakukan di dalam?' bisik Wulan dalam hati. Ia pun urung untuk membuka pintu kamar kedua orang tuanya, dan lebih memilih pergi diam-diam.


Ia keluar rumah saat taksi online yang ia pesan berhenti di depan pintu gerbang. Ia masuk ke dalam taksi sambil memikirkan apa yang tengah dilakukan kedua orang tuanya tadi.


Sampai akhirnya, ia berhenti di sebuah bengkel yang di maksud Salman. Setelah membayar ongkos taksi, ia keluar mobil dengan senyum sumringah sambil menghampiri pujaan hatinya.


"Hai kak Salman."


Salman yang sedang duduk sambil memainkan handphonenya menoleh ke sumber suara. Ia menelisik penampilan Wulan yang sedikit berubah.


Beberapa karyawan bengkel yang kebetulan melihat Wulan, juga menatap gadis itu sampai tak berkedip. Karena melihat pesona kecantikan gadis campuran bule Jawa.


"Tutup mata kalian." titah Salman pada karyawannya dengan sorot mata tajam. Wulan terkekeh melihat hal itu.

__ADS_1


__ADS_2