Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
34. Kecurigaan mommy


__ADS_3

Hampir 1 bulan mobil Salman dan Wulan akhirnya selesai di perbaiki. Lelaki itu tampak senang, dan segera menghubungi Wulan melalui pesan singkat. Setelahnya ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Sebaiknya kamu ambil mobil yang kamu sukai Salman. Daripada memakai mobil yang sudah rusak itu." ucap opa Atmaja.


"Tidak usah opa, lagian itu masih bisa di pakai lagi kan?" tolak Salman halus.


Meskipun terlahir kaya, ia tidak mau memanfaatkan kekayaaan keluarganya untuk menyombongkan diri. Selama barang itu masih bisa di pakai, ia akan tetap memakainya.


"Tapi Sal, apa kata rekan bisnis opa nanti. Opa memiliki usaha showroom yang tersebar di beberapa tempat, tapi cucunya memakai mobil butut."


"Biarkan Salman pada pendiriannya pa. Ia hanya tak ingin menyombongkan diri dengan apa yang di miliki. Ia ingin belajar merendah. Bukan kah lebih baik kita merendah, sebelum ada yang merendahkan kita?" ucap papa Reyhan menengahi pembicaraan itu.


"Hem, opa salut sama kalian berdua. Selalu mampu membuat hati opa nyaman dan tentram. Rupanya sifat mu menurun ke anak mu juga. Pantas saja Laura cinta mati dengan mu Rey." papa Reyhan dan Salman saling beradu pandang, lalu tersenyum.


Opa Atmaja yang melihat hal itu juga tersenyum puas. Memiliki menantu dan cucu yang selalu berpikir bijak, dan realistis. Tidak mengedepankan ego masing-masing. Senantiasa bersikap apa adanya meskipun kehidupan ekonomi mereka di atas rata-rata.

__ADS_1


Sementara itu, di seberang sana, Wulan jingkrak jingkrak bahagia karena mendapat notif pesan dari Salman.


Ia yang sejak tadi mengurung diri di kamar untuk membaca buku dari Salman, bergegas menghubungi Daddy nya untuk meminta uang yang akan digunakan untuk membayar biaya perbaikan mobilnya dan mobil Salman.


Tak lama kemudian, notif pesan m-bangking masuk. Sejumlah uang telah masuk ke rekeningnya. Membuat matanya seketika berbinar.


Sore nanti, Wulan akan mengambil mobilnya di sebuah bengkel yang alamatnya telah di kirim oleh Salman. Tak sabar rasanya ia menunggu waktu itu.


Sambil menunggu sore, Wulan membaca buku sampai akhirnya ia justru ketiduran. Buku yang ia baca pun masih terbuka, di dekat tangannya.


Beberapa panggilan tak terjawab dari Leon menghiasi layar handphonenya yang terletak di atas meja nakas. Karena laki-laki itu berniat mengajaknya pergi makan dan ke club' malam nanti.


Mommy mengetuk pintu kamar Wulan sampai berulang kali. Namun tetap tak ada jawaban. Sebenarnya ia berniat mengajak anaknya makan siang.


Di dorong rasa penasaran, ia mengambil kunci cadangan untuk melihat kondisi Wulan di dalam kamar.

__ADS_1


Setelah pintu berhasil di buka, mommy masuk ke dalam dan hatinya merasa lega melihat Wulan tertidur pulas dengan badan terlentang.


Mommy pun mendekati nya dan duduk di tepi ranjang. Dengan penuh kelembutan, ia membelai wajah cantik Putri semata wayangnya.


Ia berniat hendak menyingkirkan buku yang ada di samping Wulan. Namun dahinya berkerut ketika membaca judul buku tersebut.


" Fiqih wanita." gumam mommy.


'Kenapa Wulan membaca buku seperti ini?' batinnya. Terdorong rasa penasaran, mommy membuka buku itu perlahan. Dan membaca secara acak.


'Hem, pantas saja kemarin saat Leon mengajaknya keluar, ia memakai celana dan baju panjang. Biasanya ia selalu memakai hotpants dan t-shirt yang membentuk tubuhnya. Rupanya karena membaca buku ini. Tapi menurut ku buku ini ada benarnya juga, dengan memakai baju yang lebih tertutup bisa menjauhkan wanita dari laki-laki yang berniat tak baik.' bisik mommy dalam hati.


Ia pun mengembalikan buku itu seperti sediakala, lalu bangkit berdiri hendak keluar kamar. Tapi tak sengaja matanya melihat ke arah laci meja yang terbuka.


Rasa penasarannya mendorong untuk melihat buku itu. Tangannya bergerak pelan mengecek satu persatu tumpukan buku itu.

__ADS_1


Matanya membulat melihat judul-judul buku itu, fiqih, akhlaq, aqidah, taharah, syahadat dan beberapa buku lainnya.


"Kenapa Wulan bisa memiliki semua buku ini?" gumam mommy dengan bibir yang bergetar.


__ADS_2