Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
56. Bertemu dengan grandma & grandpa


__ADS_3

Setelah Wulan tertidur, giliran Leon yang terbangun. Ia merasakan hal yang sama dengan Wulan tadi, yakni ingin pipis. Bergegas ia ke toilet.


Setelah menuntaskan hajatnya, ia kembali ke tempat duduknya. Ia mengamati Wulan yang di sangka nya terlelap tidur sejak tadi. Padahal gadis itu sudah mendahuluinya ke toilet.


Leon memandang dengan takjub gadis disampingnya. Ia memang terlihat begitu cantik dan menggoda, dengan wajahnya yang khas campuran Indo dan Belanda. Sehingga banyak laki-laki yang berlomba-lomba mendapatkan nya.


Leon memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke arah Wulan. Ia mendekatkan bibirnya hendak mengecup pipi gadis itu, tapi Wulan menggeliat sehingga ia terpaksa mengurungkan niatnya.


'Hem, gagal deh mau mencuri pipinya sedikit. Tidak apa-apa lah, aku akan gencar mendekatinya. Ku pastikan di sana nanti Wulan akan menjadi milik ku untuk selama-lamanya. Semua orang juga sudah tahu jika kami berteman sejak kecil. Om dan Tante juga sudah percaya aku. Semakin mulus jalan ku untuk mendekatinya, bukan?' batin Leon sambil menyunggingkan senyum sinis.


Kita hanyalah seorang manusia yang hanya bisa berencana dan berusaha. Namun, takdir kehidupan tetap di tangan Allah.


Bahkan jodoh, maut, rezeki telah tertulis beribu-ribu tahun sebelum ia diciptakan dan tertera dalam Lauhul Mahfudz.

__ADS_1


Dan barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam setiap usaha serta do'anya, bisa jadi Allah menggantikan takdir yang tadinya buruk menjadi baik. Semua terjadi atas kehendak Allah.


Sorot matahari pagi yang terasa hangat membuat para penghuni pesawat menggeliat sambil mengerjapkan matanya. Sedangkan para pramugari tengah mempersiapkan makanan untuk para penumpang.


Tak lama kemudian makanan telah siap, dan para pramugari mengantarkan nya untuk para penumpang. Leon segera menyerahkan jatah makan milik Wulan, lalu menerima untuk dirinya sendiri. Di dorong rasa lapar, keduanya segera menyantap makanan itu.


Leon mengajak bercerita Wulan, dalam rangka pendekatan. Walau pun gadis itu pernah tak suka padanya karena sikapnya yang membicarakan soal Salman pada kedua orang tuanya, tapi mengingat kebaikannya, akhirnya ia luluh juga.


Perlahan sikap Wulan mulai membaik. Menimpali ucapan Leon dengan apa adanya.


Pramugari memberi tahu, bahwa sebentar lagi, pesawat akan landing. Para penumpang di minta untuk mengecek barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal.


Wulan dan Leon segera memeriksa tas kecil yang senantiasa mereka selempang kan ketika bepergian. Dan tak lama kemudian, pesawat mulai mendarat.

__ADS_1


Leon dan Wulan pun bersiap turun. Mereka berjalan mengikuti antrian panjang para penumpang yang hendak turun.


Mereka berdua berjalan melewati garbarata, dan memasuki kawasan penjemputan.


Keduanya sedikit berjingkat sambil menajamkan penglihatannya, mencari keberadaan keluarga yang akan menjemput mereka.


Sampai akhirnya mata mereka mengunci beberapa wajah yang tersenyum kepada mereka sambil melambaikan tangan. Mereka pun membalas lambaian tangan itu dan segera mempercepat langkah agar segera sampai.


"Grandma, grandpa." seru Wulan dengan wajah yang berbinar, ia menghambur ke pelukan keduanya.


"Wulan, cucu cantik grandma. Kami sangat rindu dengan mu." ucap grandma dengan mata yang berkaca-kaca.


"Wulan juga sangat merindukan kalian berdua." balas Wulan dengan suara yang sedikit serak.

__ADS_1


Leon yang baru saja mengurai pelukan dengan kedua orang tuanya ikut terharu melihat momen Wulan bertemu dengan kakek dan neneknya.


Setelah pertemuan yang mengharu biru itu, mereka berjalan bersama menuju parkiran mobil.


__ADS_2